Laporan Akhir KKN-T PTMGRMD 2024 (Desa Cikole, Kec. Cimalaka, Kab. Sumedang, Jawa Barat)

Laporan Akhir KKN-T PTMGRMD 2024 (Desa Cikole, Kec. Cimalaka, Kab. Sumedang, Jawa Barat)

: Sabtu, 15 Juni 2024 : Cikole

Latar belakang kegiatan

KKN-T (Kuliah Kerja Nyata Tematik) merupakan suatu program wajib bagi setiap mahasiswa di sebagian besar di perguruan tinggi di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menghubungkan mahasiswa dengan masyarakat dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan di suatu daerah. KKN Tematik berbeda dengan KKN reguler lainnya, dimana titik pendekatan mahasiswa lebih difokuskan untuk menyelesaikan masalah tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Kegiatan KKN-T ini adalah suatu program dari Perguruan Tinggi Mandiri Gotong Royong Membangun Desa (PTMGRMD) yang merupakan hasil penerapan kolaborasi pentahelix yaitu sinergi antara LLDIKTI Wilayah IV, Perguruan Tinggi, Pemerintah Daerah dan Masyarakat agar memiliki ownership dalam peningkatan Pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Pada kegiatan KKN Tematik ini, kami melaksanakan 5 (lima) aspek KPI (key performance indicator) yang diantaranya adalah : Program penekanan angka Stunting, penurunan angka miskin ekstrem pada masyarakat, edukasi kesejahteraan sosial, program inovasi desa, dan memunculkan produk khas desa.

Aspek KPI (key performance indicator) yang pertama adalah program penekanan angka stunting. Masalah Stunting merupakan salah satu permasalahan gizi yang dihadapi di dunia, khususnya di negara-negara berkembang termasuk negara kita tercinta Indonesia. Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Stunting dapat terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun.

Mahasiswa peserta KKN Tematik ini turut membantu Pemerintah Kabupaten dalam menangani penekanan angka Stunting melalui pemeriksaan berkala yang dilaksanakan di Posyandu yang berada di desa maupun di masing-masing wilayah, serta pemberian bantuan telur kepada ibu hamil, bayi, maupun baduta.

Selanjutnya, aspek KPI (key performance indicator) yang kedua adalah penurunan angka miskin ekstrem. Program memiliki beberapa target dan program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat miskin agar bisa keluar dari kemiskinan. Program Penurunan Angka Miskin Ekstrem ini dilaksanakan dengan melakukan penyuluhan Gerakan Lawan Kemiskinan, serta melakukan identifikasi arah minat masyarakat miskin untuk menjadi lebih baik, termasuk pendataan arah minat usaha dan penyuluhan wirausaha sesuai dengan arah minat masyarakat miskin.

Mahasiswa peserta KKN Tematik juga membantu Pemerintah Desa mengatasi permasalahan Miskin Ekstrem dengan memfasilitasi masyarakat miskin agar memiliki identitas kependudukan dengan target pengusulan pembuatan KTP dan KK mencapai 100%. Serta memfasilitasi masyarakat miskin untuk mendapatkan program perlindungan sosial seperti Kartu Indonesia Sehat, Program Keluarga Harapan, dan lain-lainnya. Selain itu, juga memfasilitasi masyarakat miskin untuk mendapatkan program peningkatan pendapatan seperti program kelompok usaha bersama, pelatihan, bantuan peralatan usaha, dan lain-lain.

Selanjutnya, aspek KPI (key performance indicator) yang ketiga adalah edukasi Kesejahteraan Sosial. Program edukasi Kesejahteraan Sosial (Puskesos) merupakan sebuah layanan yang menyediakan informasi seputar program-program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan, baik yang dikelola oleh pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, desa maupun swasta. Selain itu, Puskesos juga bertugas membantu mengidentifikasi keluhan warga miskin dan rentan miskin, serta memastikan keluhan tersebut tertangani dengan baik oleh pengelola program perlindungan sosial dan penanggulangan kemiskinan.

Selanjutnya, aspek KPI (key performance indicator) yang keempat adalah Peningkatan daya saing desa, yaitu dengan meningkatkan kemampuan masyarakat desa dalam bersaing dan berkontribusi secara ekonomi, sosial, dan budaya dalam tingkat lokal, regional, maupun nasional. Peningkatan daya saing desa ini dilakukan melalui program inovasi desa dan program OVOP (One Village One Product). Hal ini penting dilakukan untuk mengurangi kesenjangan pembangunan antara daerah perkotaan dan pedesaan serta meningkatkan kualitas hidup penduduk desa, serta proses yang berkelanjutan dan harus mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan unik setiap desa. Program dan kebijakan yang sesuai dengan kondisi lokal dan partisipasi aktif masyarakat setempat akan membantu mencapai tujuan ini.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) perlu dilaksanakan karena memiliki banyak manfaat baik bagi mahasiswa, masyarakat, maupun Lembaga pendidikan. Alasan mengapa KKN perlu dilaksanakan diantaranya adalah menunaikan tugas pengabdian kepada masyarakat. Pengabdian kepada Masyarakat adalah suatu kesempatan bagi mahasiswa untuk memberikan kontribusi positif kepada Masyarakat. Mahasiswa dapat membantu Masyarakat dalam berbagai aspek, sepertikan pendidikan, Kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.

Selanjutnya, kegiatan KKN dapat membantu setiap mahasiswa dalam membentuk karakter dan sikap sosial. Belajar tentang empati, kerja sama tim, tanggung jawab, dan integritas dalam konteks dunia nyata. Selain itu, kegiatan KKN juga dapat memberikan pengalaman praktis kepada setiap mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang telah dipelajari selama perkuliahan. Hal serta dapat membantu untuk karir masa depan.


Tujuan kegiatan

KKN bertujuan sebagai aktivitas pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat, dimana sebagai generasi penerus bangsa, kegiatan KKN ini memberikan makna bahwa generasi selanjutnya akan membawa perubahan yang lebih baik. Pengabdian dari kegiatan KKN ini juga sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, pengajaran dan penelitian.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Pemerintah Kabupaten Sumedang
  • Pemerintah Kecamatan se-Kab. Sumedang
  • Pemerintah Desa yang terpilih sebagai tuan rumah pelaksanaan KKN
  • LLDIKTI wil. 4 Banten & Jawa Barat
  • Bank BJB
  • Perguruan Tinggi yang berada di lingkungan LLDIKTI wil. 4 Banten & Jawa Barat


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Melalui serangkaian yang dilaksanakan oleh mahasiswa, diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun lingkungan desa Cikole, seperti berkurangnya angka penderita stunting, menurunnya angka kemiskinan ekstrem, memberikan edukasi tentang kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat, serta memberikan kenangan berupa hasil program inovasi.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Jum’at, 16 Februari 2024. Kegiatan pembekalan sekaligus persiapan keberangkatan mahasiswa KKN Tematik kontingen Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kegiatan pembekalan tersebut meliputi sosialisasi lokasi pelaksanaan KKN Tematik, serta sosialisasi bagaimana cara melakukan laporan pada aplikasi yang sudah di sediakan oleh LPPM UMT.

Sabtu, 17 Februari 2024. Pelepasan dan pemberangkatan mahasiswa KKN Tematik kontingen Universitas Muhammadiyah Tangerang yang dilepas langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Tangerang. Perjalanan menuju lokasi menggunakan sarana yang sudah disiapkan oleh pihak LPPM UMT. Kami memulai perjalanan pada pukul 06.00 pagi, lalu ketibaan di lokasi / desa yang sudah di tentukan (Desa Cikole) pada pukul 11.00 siang. Selanjutnya ada prosesi penyambutan peserta oleh aparatur desa, lalu dilanjutkan diskusi mengenai pelaksanaan program kegiatan KKN Tematik.

Senin, 19 Februari 2024. Memenuhi undangan dari Kecamatan, untuk prosesi penyambutan kedatangan mahasiswa peserta KKN Tematik se-Kecamatan Cimalaka. Setelah mengikuti prosesi penyambutan, lalu kami melakukan sosialisasi dan perkenalan diri kepada seluruh ketua RT dan WR yang ada di dusun 1 Cikole, serta izin untuk melaksanakan KKN di Desa Cikole khususnya di dusun 1 Cikole.

Selanjutnya, kami mulai beradaptasi dengan lingkungan desa, mulai mengikuti kegatan desa seperti pelayanan pada kegiatan posyandu sekaligus memulai pelaksanaan pada KPI Penekanan Angka Stunting. Lalu kami mengadakan sosialisasi yang merupakan bagian dari KPI Literasi Keuangan pada kelompok kemiskinan ekstrem di desa. Selanjutnya kami mengikuti kegiatan penyaluran bantuan sosial berupa beras dan bantuan tunai kepada setiap warga yang membutuhkan.

Ketika mulai memasuki bulan Ramadhan, kami sedikit membatasi kegiatan KKN untuk mengisi KPI yang sudah di tentukan agar tetap fokus melaksanakan tugas KKN serta tanpa menghalangi niat untuk berpuasa. Selain itu, kami juga mengkuti pelaksanaan kegiatan pesantren ramadhan di sekolah serta di madrasah yang berada di lingkungan desa Cikole.

Setelah Hari Raya Idul Fitri, kami melanjutkan kegiatan, dengan diawali kegiatan inovasi desa berupa memulai produksi Susu Kedelai Bubuk, tanpa melupakan program yang lainnya. Sehingga seluruh program yang sudah dibuat dapat berjalan dengan lancar dan terpenuhi seluruh aspeknya.

Lalu sampailah waktu dimana saat perpisahan dengan warga dan aparatur desa datang, pada hari Selasa, 11 Juni 2024. Acara resepsi kecil-kecilan dalam rangka perpisahan pun dilaksanakan. Dan pada tanggal 12 Juni 2024, kami pun mulai beranjak meninggalkan tanah perjuangan kami. Tempat dimana kami merasakan kehidupan yang sesungguhnya dalam lingkungan masyarakat.


Dokumentasi

Penutup

Dengan selesainya program KKN Tematik ini, kami dapat menyimpulkan bahwa melalui kolaborasi dan kerja keras, kami berhasil mencapai banyak pencapaian yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah ini. Kami telah berhasil melakukan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penyuluhan yang dapat memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat setempat.

Meskipun kami telah mencapai banyak hal selama program ini, kami juga menyadari bahwa masih ada tantangan yang perlu diatasi di masa depan. Oleh karena itu, kami merekomendasikan agar upaya-upaya berkelanjutan terus dilakukan untuk memperkuat hasil yang telah dicapai, serta memperluas cakupan program KKN Tematik ke wilayah-wilayah yang membutuhkan bantuan serupa.

Kami berharap bahwa laporan ini dapat menjadi panduan bagi pihak-pihak terkait untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program pembangunan yang berkelanjutan, sehingga dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan wilayah yang kami layani. Terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kesuksesan program KKN Tematik ini.

Hormat dari kami, mahasiswa peserta KKN Tematik kontingen Universitas Muhammadiyah Tangerang kepada seluruh aparatur desa dan seluruh segenap masyarakat Desa Cikole, Kec. Cimalaka, Kab. Sumedang.

  • Muhamad Habib Syauqi – 21.93202.026
  • Nadya Citra Pratiwi – 21.61206.019
  • Dava Sudrajat – 21.61209.015
  • Irgi Yoma Saari – 21.61209.006
  • Akmal Maulana Riva'i – 21.88204.001

Penulis

Muhamad Habib Syauqi

Muhamad Habib Syauqi

S1-Pariwisata