Kegiatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Pos Gizi Kelurahan Petir

Kegiatan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Pos Gizi Kelurahan Petir

: Selasa, 22 Agustus 2023 : Petir

Latar belakang kegiatan

Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah suatu bentuk pendidikan dalam bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dalam pengabdian ini mahasiswa diberikan pengalaman belajar untuk hidup di tengah-tengah masyarakat di luar kampus dan secara langsung mengidentifikasi serta menangani masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah  merupakan salah satu implikasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian masyarakat. KKN bagi mahasiswa diharapkan dapat menjadi suatu pengalaman belajar yang baru untuk menambah pengetahuan, kemampuan, dan kesadaran hidup bermasyarakat. Bagi masyarakat sasaran, kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan motivasi dan inovasi dalam bidang pembangunan. Hal ini selaras dengan fungsi perguruan tinggi sebagai agen pembaharuan. Oleh karena itu, mahasiswa harus dapat bertindak sebagai jembatan (komunikator) dalam proses pembangunan dan penerapan IPTEK pada khususnya. pada tahun ini Universitas Muhammadiyah Tangerang mengangkat program stunting dalam Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE / mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin.1 Menurut Sudiman dalam Ngaisyah, stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga.

Stunting yang terjadi pada balita dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan intelektual anak. Secara tidak langsung dampak tersebut dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degenaratif, peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di masa mendatang. Dampak tersebut dapat meningkatkan kemiskinan dimasa yang akan datang dan secara tidak langsung akan mempengaruhi ketahanan pangan keluarga

 


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan tersebut perlu dilakukan karena masih banyak masyarakat setempat yang masih belum paham atau masih minim pengetahuan terkait bahaya stunting yang terjadi pada tumbuh kembang anak (balita). Kegiatan pos gizi merupakan kegiatan berupa penimbangan bayi pengukuran tinggi badan bayi, lingkar kepala bayi, dan pengukuran Lila (lingkar lengan) bayi. Selain itu kegiatan pos gizi juga memberikan penyuluhan tentang makanan sehat, gizi seimbang, cara mengolah bahan makanan seperti sayur, protein hewani, protein nabati dan lainnya.


Tujuan kegiatan

  1. untuk memberikan informasi kepada masyarakat terkait bahaya stunting 
  2. untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penanganan stunting 
  3. untuk membantu masyarakat dalam pencegahan stunting 
  4. untuk membantu masyarakat menangani stunting 


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Anggota KKN Terpadu UMT Kelurahan Petir 
  • warga setempat yang memiliki balita 
  • Bapak RT Kelurahan Petir
  • Bapak RW Kelurahan Petir 
  • Tim Posyandu dari Pukesmas Kelurahan Petir 
  • Ibu-Ibu kader Kelurahan petir 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

1. Mengunjungi Lokasi Posyandu Kutilang, Merak, dan Perkutut

Mengsurvei lokasi posyandu untuk perihal kegiatan stunting. Dilanjutkan dengan mendengarkan arahan dari kader posyandu mengenai stunting yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2023.

Kegiatan tersebut akan dibantu oleh beberapa kader posyandu untuk kerja sama dalam berjalan nya stunting selama 14 hari. Berlokasi di Kelurahan Petir dan juga membahas dekorasi-dekorasi untuk acara Penyuluhan Stunting dan Pemberian Makanan Tambahan Pos Gizi di Kelurahan Petir.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan pada kegiatan Posyandu Balita ini antara lain ialah Penimbangan Berat Badan, Pengukuran Tinggi Badan dan Pengukuran Lingkar Kepala balita dan anak. Dengan adanya pelayanan posyandu yang bagus, lengkap dan tepat dapat menambah perserta yang ikut kegiatan Posyandu Balita ini dan kita dapat bersama-sama dalam mencegah terjadinya Stunting khususnya di wilayah Petir.

2. Penyuluhan Stunting Kelurahan Petir

Dalam rangka meningkatkan derajat dan kualitas kesehatan masyarakat, upaya edukasi terus dilakukan oleh Kelurahan Petir. Penyuluhan dilaksanakan dengan sasaran berupa ibu atau orang tua yang memiliki anak usia balita yang menjadi cakupan imunisasi kader kesehatan Posyandu Kutilang, Merak, dan Perkutut. Tujuan dari penyuluhan ini yaitu untuk memberikan informasi mengenai stunting, seperti bahaya, dampak, penyebab, ciri-ciri, dan cara pencegahan.

Penyuluhan dilaksanakan pada senin pagi dengan dihadiri orang tua anak dan kader kesehatan. Sepanjang kegiatan, peserta mendengarkan serta menyimak materi dan penjelasan yang diberikan. Hanya saja, penjelasan tersebut seringkali teralihkan oleh beberapa orang tua yang membawa anaknya karena harus menenangkan sang buah hati.

Materi ini sangat penting untuk ditanamkan dalam menjaga kesehatan ibu dan anak. Ibu yang memperhatikan pasti akan mengamalkan ilmu tersebut. Penting bagi ibu hamil untuk mengetahui mengenai stunting. Karena sebelum hamil, status gizi ibu harus dijaga untuk kecukupan nutrisinya.

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa. Dengan dilakukannya penyuluhan stunting tersebut, diharapkan para orang tua dapat menyadari tentang pentingnya pemenuhan gizi dan meningkatkan kualitas kesehatan anak demi terhindar dari stunting.

3  Pemberian Makanan Tambahan Pos Gizi Kelurahan Petir

Kelurahan Petir mengadakan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) secara rutin. Program ini bertujuan untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.


Dokumentasi

 

Mahasiswa yang ikut membantu dalam kegiatan pemberian makanan Tambahan Pos Gizi Kelurahan Petir
Kader Posyandu yang menjelaskan tentang Penyuluhan Stunting
Dekorasi dari hasil Pemberian Makanan Tambahan Oleh Posyandu
Pemberian Makanan Bergizi Kepada Balita

Penutup

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) adalah kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan, serta mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Dalam menjalankan program PMT setiap bulannya, Ibu-ibu Kader menjadi ujung tombak yang menjadi pelaksana dilapangan dan berperan dalam memastikan kegiatan PMT berjalan lancar dan dapat memberikan manfaat bagi balita yang membutuhkan.

Menu yang disajikan pada kegiatan PMT setiap bulannya cukup beragam dan bergizi. Menu PMT Posyandu balita, biasanya memang diproduksi atau dibuat sesuai dengan ketersediaan bahan. Semua menu tersebut dipilih dengan pertimbangan gizi yang diperlukan oleh balita.

Banyak masyarakat yang merespon positif program PMT ini, terutama para ibu balita yang merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Mereka berharap program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi balita di wilayah Petir.

Dengan adanya program PMT ini, diharapkan bahwa kesehatan Balita di wilayah Petir dapat terus terjaga dan meningkat serta program ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat.

Penulis

Ibnu Fadhly

Ibnu Fadhly

S1-Manajemen