ECO PRINT

ECO PRINT

: Minggu, 20 Agustus 2023 : Cikokol

Latar belakang kegiatan

Perkembangan zaman sangat melesat dalam ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang pembuatan motif. Dan ini menjadikan lingkungan menjadi lebih Lestari lagi karena munculnya inovasi dalam  Teknik pewarnaan ecoprint. Teknik pembuatan motif yang sudah dikenal dan diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia yaitu batik yang berasal dari Indonesia. Ecoprint di populerkan oleh India Flint seorang seniman yang tinggal di Australia Selatan. Eco printadalah memindahkan pola (bentuk) dedaunan dan bunga-bunga ke atas permukaan berbagai kain yang sudah diolah untuk menghilangkan  lapisan lilin dan kotoran halus pada  kain agar warna tumbuhan bisa menyerap (Teknik mordan) (IRIANINGSIH, 2018)Proses eco print menggunakan teknik gulung (Bundles) dikerjakan dengan cara penempelan bahan alam secara langsung pada bahan tekstil kemudian pengukusan untuk memunculkan bentuk dan warna dari bahan alam.

Menurut Jurnal yang dianalisa menyatakan bahwa(Asiani Abu, 2016) Setiap tumbuhan dapat merupakan sumber zat pewarna alami karena mengandung pigmen alam. Potensi sumber zat pewarna alami ditentukan oleh intensitas warna yang dihasilkan serta bergantung pada jenis zat warna yang ada dalam tanaman tersebut (Lemmens & WulijarniSoetjipto, 1999). Zat warna alam telah direkomendasikan sebagai pewarna yang ramah baik bagi lingkungan maupun kesehatan karena kandungan komponen alaminya mempunyai nilai beban pencemaran yang relatif rendah, mudah terdegradasi secara biologis dan tidak beracun (Rungruangkitkrai & Mongkholrattanasi, 2012). Zat pewarnaalami ini dapat mewarnai bahan tekstil yang berasal dari kapas,sutra yang berasaldari kepompong ulat sutra dan wol yang berasal dari bulu domba.

Dalam proses eco print diperlukan pengerjaan moerdanting. Menurut (IRIANINGSIH, 2018). “Sebelum digunakan, kain harus diolah dulu yang disebut mordan (mordanting). Gunanya adalah untuk meluruhkan lapisan lilin atau pemutih yang melekat pada permukaan kain supaya warna-warna tetumbuhan mudah diserap”. Selain proses mordanting dalam eco print juga terdapat proses fiksasi. Menurut Lestari (2002:8) “Fiksasi merupakan proses untuk memperkuat zat warna alam warna agar tidak luntur”. Setiap proses mordan maupun fiksasi berpengaruh pada hasil akhir. Penggunaan mordan maupun fiksasi yang berbeda akan menghasilkan warna yang beragam. Peneliti menggunakan mordan dan fikasi yang sama yaitu tawas dan cuka.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

     Kegiatan ini perlu dilaksanakan untuk mengedukasi Masyarakat sekitar jika tumbuhan bukan hanya bisa dijadikan obat-obatan tetapi juga bisa dijadikan pengrajin yang alami untuk menyempurnakan fashion.


Tujuan kegiatan

  1. Untuk meningkatkan keterampilan bagi masyarakat sekitar
  2. Membuat inovasi baru dibidang usaha tekstil
  3. Untuk meningkatkan kesadaran pentingnya memanfaatkan potensi alam

Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Ibu-Ibu RT 06
  • Anak-anak RT 06
  • Mahasiswa KKN Cikokol 
  • Ketua RT 06


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Pada tanggal 20 Agustus 2023 bertepatan di hari Minggu, mahasiswa kkn cikokol UMT 2023 mengadakan kegiatan yang Bernama ECOPRINT. Ini adalah salah satu kegiatan inti yang memanfaatkan sumber daya alam, mahasiswa KKN Cikokol hanya membeli totebag canvas, air minum, dan makanan pendamping, dan bahan utama yang di gunakan yaitu pohon-pohon yang di cari oleh Sebagian mahasiswa dilingkungan setempat. Kegiatan ini berlangsung di sore hari sehabis sholat ashar di jam 16.00 pm dan berakhir di jam 16.30 pm. Kegiatan ini melibatkan ibu-ibu setempat dan anak-anak yang berada di rw 07rt 06. Kami mengadakan kegiatan ini dihalaman rumah warga yang bersedia tempatnya digunakan oleh kami untuk menjalankan kegiatan ini. Saat dimulainya kegiatan, salah satu rekan mahasiswa menjadi pembawa acara dan menjelaskan kegiatan ini dan juga memperkenalkan Teknik ecoprint kepada Masyarakat setempat. Dan tentu saja disambut baik oleh Masyarakat setempat kegiatan ini,dan juga hasil dari ecoprint kami berikan kepada Masyarakat yang terlibat sebagai kenang-kenangan dari kami. 


Dokumentasi

 

Hasil ECO PRINT yang sudah dibuat oleh Ibu-Ibu dan Anak-Anak RT 06
Proses pembuatan eco print oleh ibu-ibu RT 06
Proses pembuatan eco print bersama warga
Proses pembilasan totebag yang sudah dicetak 

Penutup

Kegiatan ECO PRINT ini dilakukan oleh para warga RT 06 pada tanggal 20 Agustus 2023, dengan melibatkan beberapa warga.  Kegiatan ini dilakukan untuk menambah kreatifitas masyarakat dan juga totebag dapat digunakkan oleh warga untuk keperluan sehari-hari. Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat untuk terus berkreasi dan juga memilikikreativitas yang tinggi dengan memanfaatkan tumbuhan atau barang dan alat yang tidak terpakai. 

Penulis

Melinda Saputri

Melinda Saputri

S1-Pend. Bahasa Inggris