Peningkatan jumlah wirausaha menjadi tugas bersama antara pemerintah, perguruan tinggi dan masyarakat pada umumnya. Oleh karena itu, berbagai upaya perlu dilakukan guna meningkatknya partisipasi wirausaha khususnya pada warga desa. Kompetensi kunci dalam berwirausaha mengacu pada kemampuan individu untuk mengubah ide menjadi tindakan. Hal ini mencakup kreativitas, inovasi dan pengambilan risiko, serta kemampuan untuk merencanakan dan mengelola proyek untuk mencapai tujuan.
Pada umumnya banyak orang mengatakan bahwa sampah adalah bahan yang tidak berguna dan tidak dapat dimanfaatkan kembali yang harus segera dibuang. Jika pembuangan dilakukan secara terus menerus maka akan menimbulkan penumpukan sampah. Penumpukan sampah inilah yang dapat menimbulkan penyakit dan menimbulkan polusi jika tidak segera diolah. Sampah bukanlah suatu hal yang harus dibuang tanpa guna, karena dengan pengolahan dan pemanfaatan secara baik, maka sampah akan menjadi sesuatu yang berguna dari sebelumnya. Selain bertujuan untuk membersihkan lingkungan, pendayagunaan limbah organik dan limbah anorganik juga akan menjadi suatu yang sangat berguna dan memiliki nilai jual yang tinggi jika diolah dengan baik dan benar, sehingga dapat menjadi tempat berwirausaha untuk warga desa.
mengembangkan kompetenasi bagi setiap individu merupakan bagian yang harus dilakukan secara terus menerus. Melalui pendidikan formal, maupun pendidikan infromal. Pendidikan yang memadai, akan mendorong seseorang untuk lebih kreatif dan inovatif serta meningkatnya kesadaran untuk memulai berwirausaha. Kesuksesan dari seorang wirausahawan tidak terpisahkan dari kreativitas dan inovasi. inovasi tercipta karena adanya daya kreativitas yang tinggi. Untuk memunculkan kreativitas, dibutuhkan berbagai cara diantaranya dengan memberikan motivasi melalui pelatihan, workshop maupun seminar.
oleh karena itu, KKN Tematik kelompok 1 minggu keempat tepatnya hari Rabu, 30 Agustus 2023 di Desa Pangarengan mengadakan seminar tentang kewirausahaan dengan tema “Mengubah Limbah Menjadi Rupiah”. Dengan adanya seminar ini, diharapkan warga desa dapat memahami materi dan menumbuhkan minat berwirausaha. Memberikan inovasi produk, pengemasan dan pemasaram yang dapat dikembangkan oleh Warga Desa Pangarengan. Adanya wacana program lanjutan dalam bentuk pengabdian masyarakat, dengan membuat pilot project budidaya kelinci pedaging dan pengolahan bio urin.
Kegiatan mengenai seminar kewirausahaan ini perlu dilaksanakan karena kurangnya minat warga desa dalam melihat peluang yang ada untuk berwirausaha dengan mengolah limbah menjadi produk yang bermanfaat dan bernilai jual, menumbuhkan kesadaran dan motivasi warga desa untuk menciptakan usaha yang berasal dari ide-ide yang mereka miliki untuk memulai berwirausaha, menjadi wirausahawan yang kreatif dan inovatif serta mengetahui cara berwirausaha yang relevan untuk diterapkan sehingga warga desa dapat memanfaatkan peluang dan menemukan ide untuk mengembangkan potensi mereka.
Adapun tujuan diadakannya kegiatan seminar kewirausahaan “Mengubah Limbah Menjadi Rupiah” yaitu :
Berikut yang terlibat dalam kegiatan seminar kewirausahaan “Mengubah Limbah Menjadi Rupiah” yaitu :
kegiatan seminar kewirausahaan “Mengubah Limbah Menjadi Rupiah” dilaksanakan pada Rabu, 30 Agustus 2023 di kantor kepala Desa Pangarengan. Kegiatan pertana yang dilakukan saat seminar adalah registrasi peserta, saat melakukan registrasi peserta diberikan snackbox dan air mineraln oleh panitia KKN Tematik. pafa jam 09.00 WIB acara seminar kewirausahaan dimulai kemudia pembacaan ayat su
Dalam melaksanakan seminar ini metode pertama yang digunakan adalah seminar dalam bentuk presentasi, digunakan untuk memberikan pemahaman tentang potensi bisnis, peluang dan pengetahuan lain terkait pelaksanaan bisnis. Selanjutnya, pemahaman tentang kewirausahaan yang berkaitan dengan pengembangan produk, harga, tempat dan promosi yang efektif dan efesien. Metode kedua yang digunakan adalah workshop tentang pengolahan bio urin yang dimana mengubah limbah cari (urin kelinci) menjadi pupuk organik cair. Dalam kegiatan workshop tersebut memberikan pemahaman tentang alasan dasar pemilihan Pupuk Organik Cair (POC) urin, bahan baku yang digunakan untuk proses pembuatan, biaya dan target penjualan (pasar) serta strategi pengenalasan dalam penjualan produk.
Pendayagunaan limbah organik dan limbah anorganik juga akan menjadi suatu yang sangat berguna dan memiliki nilai jual yang tinggi jika diolah dengan baik dan benar, sehingga dapat menjadi tempat berwirausaha untuk warga desa.
Urin kelinci merupakan salah satu sumber bahan organik yang mempunyai kandungan dan manfaatnya yang tinggi bagi tanaman, didalam kandungan urine kelinci ini tersimpan unsur hara mikro dan makro melebihi kandungan yang dimiliki hewan ternak lainnya. Banyak orang yang belum mengetahui tentang kadungan di dalam urine kelinci yang sangat berguna bagu tumbuhan, khususnya di bidang pertanian. Jika dibandingkan dengan hewan pemakan rumput lainnya, urin kelinci memiliki kadar Nitorgen yang tinggi karena kebiasaannya yang jarang minum air dan hanya mengkonsumsi hijauan saja.
Kelinci dapat menghasilkan urin sebanyak 2 liter perhari dari jumlah 10 ekor kelinci, apabila bisa memanfaatkannya dengan baik dan benar tentu ini akan menjadi pilihan terbaik bagi para petani, hal ini dikarenakan pengolahan urin kelici yang cukup mudah dan sangat efisien tentunya. Namun banyak petani yang belum mengetahui hal ini dan banyak juga peternak kelinci yg membuang urin kelinci karena mereka belum tahu kandungan dan manfaatnya bagi tumbuhan apabila di olah. Hal ini tentunya sangat merugikan, karena pupuk dari urin kelinci adalah salah satu cara efektif dan efisien bagi petani untuk mendapatkan hasil (panen) yang cukup menjamin. Dengan manfaat dan kandungannya yang tinggi kelinci bisa jadi sebagai hewan ternak penghasil pupuk organik dan tentunya akan sangat membantu para petani karena pupuk ini sangat mudah dibuat, serta akan sangat menguntungkan apabila para petani dan para peternak kelinci dapat bekerja sama. Produk tersebut juga dapat menjadi peluang sukses untuk mulai berwirausaha.
Linda Dwi Pratiwi