Di Indonesia cuci tangan belum menjadi budaya yang dilakukan oleh masyarakat luas. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak yang mencuci tangan hanya dengan air sebelum makan, cuci tangan dengan sabun justru dilakukan sesudah makan (Kemenkes RI, 2014). Kuman penyakit sangat mudah ditularkan melalui tangan. Pada saat makan kuman dengan cepat masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit. Tangan kadang terlihat bersih secara kasat mata namun tetap mengandung kuman.Sabun dapat membersihkan kotoran dan merontokkan kuman. Tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di tangan (Kemenkes RI, 2018). Membiasakan mencuci tangan sejak dini merupakan langkah awal untuk mencegah masuknya kuman dan resiko tertularnya penyakit. Menurut Departemen Kesehatan dalam Peratutan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2004 pasal 1 ayat 5 menyatakan cuci tangan pakai sabun adalah perilaku cuci tangan menggunakan air bersih yang mengalir dan menggunakan sabun. Mencuci tangan yang benar adalah mencuci tangan menggunakan sabun dengan air yang mengalir dan di lakukan dalam “kurun waktu 15-20 detik” (Kemenkes RI, 2014)
Cuci tangan merupakan salah satu kegiatan yang tampak sepele, namun sangat penting dilakukan karena telah terbukti efektif untuk mencegah penyebaran penyakit dan juga pengendalian infeksi. Hal ini dikarenakan tangan sering kali menjadi perantara berbagai bakteri masuk ke dalam tubuh kita.
Tahap pertama yaitu persiapan. Persiapan demonstrasi diawali dengan melakukan observasi untuk menganalisis situasi dan berkoordinasi mengenai waktu pelaksanaan kegiatan.
Tahap kedua yaitu edukasi. Kegiatan dimulai dengan berdoa dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang edukasi cara mencuci tangan. Adapun informasi kesehatan yang diberikan adalah pentingnya mencuci tangan, langkah-langkah cuci tangan.Tim KKN memberikan penjelasan dan contoh yang diikuti siswa. Selanjutnya praktik mencuci tangan bersama.
Tahap ketiga yaitu diskusi tanya jawab. Sesi tanya jawab untuk mengetahui hasil informasiyang disampaikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman materi.
Tahap terakhir yaitu penutupan. Akhir kegiatan kita foto bersama. Menyuarakan salam sehat, mencegah lebih baik daripada mengobati.


Kami dari tim KKN Kutabumi melaksanakan demontrasi cuci tangan yang baik kepada anak murid kelas 2 di SDN Kutabumi 2, sebagai bentuk salah satu pencegahan stunting sekaligus untuk menjaga kesehatan agar lebih bersih dan terhidar dari kuman. Program yang telah dijalankan dengan lancar dan sukses.
Bayu Ismoyo