membagikan poster seputar pencegahan stunting

membagikan poster seputar pencegahan stunting

: Senin, 14 Agustus 2023 : Pasar Baru

Latar belakang kegiatan

Kegiatan pembagian poster pencegahan stunting selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) UMT melibatkan pemahaman akan Stunting adalah tinggi badan yang kurang menurut umur (<-2 SD) ditandai dengan terlambatnya pertumbuhan anak yang mengakibatkan kegagalan dalam mencapai tinggi badan yang normal dan sehat serta sesuai dengan usia anak (Fitri dan Ernita, 2019). Stunting (balita pendek) ketika usia balita pada umumnya sering tidak disadari oleh keluarga dan setelah 2 tahun baru terlihat dan berdampak pada kemampuan kognitif dan produktivitas jangka panjang, bahkan bisa berdampak pada kematian (Fitri, 2018). 
       Kesalahan dalam pemenuhan zat gizi pada balita akan membawa dampak pada pertumbuhan dan perkembangan pada saat dewasa. Balita yang kekurangan gizi akan berisiko mengalami penurunan IQ, penurunan imunitas dan produktivitas, masalah kesehatan mental dan emosional serta kegagalan pertumbuhan (Ni’mah dan Muniroh, 2015). Stunting masih menjadi permasalahan besar untuk sebagian besar negara di dunia. Data menurut World Health Organisation (WHO) mencatat bahwa 178 juta anak dibawah 5 tahun mengalami stunting dan menempatkan Indonesia masuk kedalam 5 besar Negara dengan jumlah anak dibawah 5 tahun yang mengalami stunting tinggi (Fitri,2018)
      Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan intervensi pemenuhan gizi yang cukup ditunjukkan dalam 1.000 hari pertama kehidupan (HPK). Permasalahan gizi dapat diatasi ketika keluarga memahami masalah yang terjadi dan mengetahui cara mengatasi dengan kondisi masing-masing keluarga. Pemberian konseling gizi kepada individu dan keluarga dapat membantu mengenali masalah gizi, memahami penyebab masalah gizi serta membantu individu maupun keluarga dalam memecahkan masalah. Sehingga dapat tercipta perubahan perilaku untuk dapat menerapkan perubahan perilaku makan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing (Ramayulis et al, 2018).


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Terdapat berbagai media yang dapat digunakan sebagai solusi dalam menyampaikan informasi mengenai pencegahan stunting salah satunya media poster. KKN UMT melakukan pembagian Media poster merupakan salah satu media grafis yang paling tampak kekuatannya sebagai media penyampaian pesan, poster memiliki kekuatan untuk dicerna oleh orang yang melihat karena poster lebih menonjolkan kekuatan pesan, visual, dan warna (Megawati, 2017). Saat ini alat edukasi pencegahan stunting di posyandu masih belum lengkap. Bahkan sebagian besar posyandu belum memiliki alat bantu penyuluhan pencegahan stunting, terutama di daerah pedesaan. 
       Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang  dilakukan di posyandu Kampung Markisa yang ada di Kelurahan Pasar Baru , Maka dari itu karena masih kurang lengkapnya alat edukasi pencegahan stunting yang ada diposyandu menjadi bahan dasar dalam pembuatan media edukasi pencegahan stunting yang dikembangkan dalam bentuk poster 
      Target luaran yang akan dihasilkan dalam KKN UMT ini adalah berupa poster pencegahan stunting. Melalui media poster ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi berbagai pihak, materi pesan yang ada dalam poster dapat diketahui oleh ibu-ibu pengguna posyandu (ibu baduta/balita, ibu hamil/menyusui) dan pasangan usia subur (PUS). Diharapkan media poster yang dikembangkan ini dapat melengkapi alat edukasi pencegahan stunting yang efektif bagi para kader kesehatan di posyandu dan sebagai penyampaian pesan (provider) untuk disampaikan kepada ibu-ibu pengguna posyandu


Tujuan kegiatan

1.    Pesan kunci yang pertama adalah pengertian tentang stunting. Anak yang mengalami stunting berarti telah gagal tumbuh. Kondisi tersebut sebabkan oleh kekurangan gizi dan buruknya kebersihan. Tujuan pesan ini disampaikan agar para pembaca poster bisa mengetahui definisi stunting tanpa keliru.
2.    Pesan kunci yang kedua adalah akibat jika anak terkena stunting. Selama ini, banyak orang memahami bahwa stunting hanya berhubungan dengan anak yang pendek atau kerdil, padahal tidak hanya demikian. Selain tidak memiliki tinggi badan yang sesuai dengan umurnya, stunting bisa mengakibatkan anak kurang cerdas karena pertumbuhan otaknya terganggu. Terlebih lagi, anak pun juga akan mudah terkena penyakit karena daya tahan tubuhnya yang lemah.
3.    Pesan kunci yang ketiga adalah cara mencegah stunting. Seperti yang diketahui, stunting sama sekali tidak bisa diobati. Kondisi ini hanya bisa dicegah saat anak masih berusia di bawah 2 tahun. Terdapat beberapa cara pencegahan stunting yang bisa dilakukan. Cara-cara tersebut antara lain ibu hamil perlu rajin memeriksakan kandungan di fasilitas kesehatan, mengonsumsi tablet tambah darah secara rutin (satu hari satu tablet selama 90 hari), dan mengonsumsi makanan yang bergizi dengan porsi yang ditambah.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Seluruh mahasiswa kelompok kkn pasar baru umt 2023
  • ibu kader posyandu
  • Yayasan abhipraya insan cendikia indonesia (yaici)
  • Ketua Rw 02 Pasar baru


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Perencanaan Sebelum pelaksanaan program, perlu ada perencanaan yang matang. Mahasiswa UMT dan para pegiat kampong markisa perlu berdiskusi dengan komunitas setempat untuk memahami kebutuhan dan tujuan bersama. Pelaksanaan: Setelah semua persiapan selesai, kami mulai melaksanakan program.
           Program Kerja yang di rencanakan KKN UMT adalah Sosialisasi  Pembagian Poster panduan yang Bertema Cegah stunting dengan Gizi Seimbang untuk Masyarakat Kampung Markisa, agar Masyarakat kampung markisa mengetahui apa-apa saja makanan yang bisa mencegah stunting pada anak-anak dan di dalam posternya sudah tertera gambar makanan seimbang serta penjelasan makanan bergizi serta poster tersebut yang bisa di tempel dimana saja agar memudahkan para ibu-ibu untuk mengingat makanan yang bergizi untuk anak-anaknya di rumah sesuai dengan poster supaya nutrisinya terpenuhi sehingga anak tersebut ada perubahan dengan mengonsumsi makanan bergizi. Seperti kita ketahui bersama stunting merupakan masalah gizi lronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Hal ini juga berdampingan dengan program kerja kelompok kami, yang memberikan makanan gratis dan bergizi setiap minggu kepada anak-anak yang terkena stunting.
         Poster tersebut terdapat berbagai jenis makanan untuk mencukupi gizi seimbang dan mudah didapat dalam sehari-harinya. Gizi seimbang itu terdiri dari :
1.    .Makanan pokok
Mengandung karbohidrat sebagai sumber tenaga bagi tubuh. Seperti : nasi, jagung, wortel, kentang, roti.
2.    .lauk pauk
Mengandung protein sebagai sumber zat membangun pada tubuh seperti: telor, tempe, ikan, ayam, daging sapi, tahu.
3.    Buah-buahan 
Mengandung vitamin sebagai nutrisi yang penting untuk tubuh seperti : pepaya, jeruk, semangka 
        Pelaporan dan Dokumentasi  Membuat laporan tentang perkembangan program, foto-foto 
dan dokumentasi lainnya. Setelah program selesai, kami memastikan langkah-langkah
untuk menjaga keberlanjutan posyandu. Keterlibatan Mahasiswa: Mahasiswa UMT yang terlibat 
dalam program harus tetap terlibat dalam komunitas setempat untuk memastikan program 
berjalan dengan baik.
       Dengan perencanaan yang cermat, kolaborasi yang baik dengan warga terutama para pegiat
dikampung markisa, dan program membagikan poster panduan makanan untuk pencegahan 
stunting selama KKN UMT  dapat berhasil mencapai tujuannya dan memberikan dampak positif 
bagi masyarakat dan lingkungan.


Dokumentasi

memberikan poster pengukur tinggi badan yang di wakilkan oleh ketua posyandu setempat

 

meminta izin kepada ketua rw setempat untuk memasang poster panduan menu makanan

 

memasang poster panduan menu makanan di kawasan kampung markisa

 

Penutup

kesimpulannya ialah kegiatan ini sangat bermanfaat untuk warga setempat. karena kegiatan ini adalah bentuk edukasi kepada warga setempat melalui media visual. terlebih kami menempelkan poster poster tersebut di tempat tempat yang sering sekali menjadi titik kumpul warga, seperti di depan posyandu, di saung saung, dan di depan rumah pak rw. dan ibu kader posyandu pun merasa terbantu atas pembagian poster ini, karena pesan pesan yang terdapat dari poster tersebut cukup bisa mengedukasi ibu ibu yang memiliki ank anak bayi.

Penulis

Achmad Rifaldi

Achmad Rifaldi

S1-Manajemen