Stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak. Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Biasanya, stunting mulai terjadi saat anak masih berada dalam kandungan dan terlihat saat mereka memasuki usia dua tahun.
Mempersiapkan generasi emas 2045 bukan hal mudah. Pasalnya, stunting masih menjadi masalah gizi utama bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dientaskan karena akan menghambat momentum generasi emas Indonesia 2045.
Stunting adalah kekurangan gizi pada bayi di 1000 hari pertama kehidupan yang berlangsung lama dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, bayi stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita seumurnya. Tapi ingat, stunting itu pasti bertubuh pendek, sementara yang bertubuh pendek belum tentu stunting
Penyebab stunting menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) ada dua, yakni faktor lingkungan dan genetik. Lingkungan adalah aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek atau stunting dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Selain disebabkan oleh lingkungan, stunting dapat disebabkan oleh faktor genetik dan hormonal. Namun sebagian besar stunting disebabkan oleh kekurangan gizi.
Dampak Stunting pada Anak
Sudah menjadi pengetahuan umum, bahwa masa usia anak-anak di bawah lima tahun adalah masa-masa keemasan (golden age) bagi pertumbuhan anak. Pada masa tersebut anak-anak akan menyerapkan informasi dari lingkungan sekitarnya dan akan terekam lama dalam memorinya. Hal ini akan menentukan pola pikir dan perilakunya dimasa yang akan datang. Sehingga pada masa tersebut sangat penting untuk diberikan asupan nutrisi yang cukup serta stimulus atau rangsangan komunikasi, dan perilaku yang benar dari lingkungannya terutama orang tua dan keluarganya. Apabila pemberian gizi dan stimulus komunikasi dan karakter tersebut tidak cukup, maka anak tersebut bisa mengalami perlambatan pertumbuhan atau stunting, berat badan, tinggi badan, dan kemampuan motorik dan sensoriknya lebih rendah dari anak-anak lain pada usianya.
Dampak stunting dibagi menjadi dua, yakni ada dampak jangka panjang dan juga ada jangka pendek. Jangka pendek kejadian stunting yaitu terganggunya perkembangan otak, pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan gangguan metabolisme pada tubuh. Sedangkan untuk jangka panjangnya yaitu mudah sakit, munculnya penyakit diabetes, penyakit jantung dan pembuluh darah, kegemukan, kanker, stroke, disabilitas pada usia tua, dan kualitas kerja yang kurang baik sehingga membuat produktivitas menjadi rendah.
Beban ekonomi: stunting dapat menimbulkan beban ekonomi besar pada negara karena mengakibatkan perawatan kesehatan yang tinggi dan penurunan produktivitas ekonomi. Biaya ini dapat melampaui biaya pencegahan stunting
Masalah kesehatan masyarakat : stunting juga masalah kesehatan masyarakat karena dapat menandakan adanya masalah gizi, sanitasi, dan layanan akses kesehatan yang memadai pencegahan stunting dapat membantu mengatasi masalah ini secara lebih luas
Tujuan dari kegiatan penyuluhan ini adalah agar masyarakat memahami bagaimana cara mencegah stunting, penting dilakukan sehingga mampu meningkatkan kesadaran dan ilmu pengetahuan masyarakat terkait dengan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah menggunakan metode penyuluhan. Harapannya adalah dengan diadakannya penyuluhan stunting di Desa Sukasari, maka masyarakat yang terkait dapat mengetahui cara tumbuh kembang anak semakin diperhatikan dan meningkat, sehingga bisa mencegah terjadinya stunting. Dan sadar akan pentingnya pelayanan gizi dalam keluarga, untuk mencetak generasi bangsa yang lebih berkualitas.
Dan ada beberapa point yang menjadi tujuan kita dalam kegiatan penyuluhan stunting di Desa Sukasari :
Pertama-tama kami bertemu dengan ibu-ibu PKK di Desa Sukasari untuk menanyakan beberapa hal terkait tentang data berapa anak yang terkena stunting pada desa ini, apa ada peningkatan atau penurunan tingkat stunting, setelah kami mendapat data tersebut. Kami mulai melakukan diskusi kelompok untuk hal apa yang akan dilakukan untuk ikut serta dalam pencegahan tingkat stunting yang terus meningkat, pada akhirnya kami memutuskan untuk melakukan Penyuluhan Pencegahan Stunting. Hal pertama yang dilakukan ialah berkoordinasi serta meminta izin kepada ibu-ibu PKK untuk mengadakan kegiatan penyuluhan pencegahan stunting di lingkungan Desa Sukasari Kecamatan Rajeg, Kab. Tangerang yang disambut antusias oleh ibu-ibu PKK yang dimana mereka juga ikut turut serta membantu memberikan informasi dan menghubungi masyarakat setempat, didalam kegiatan tersebut juga kita menyelipkan penyuluhan tentang “isi piringku” dimana kita menjelaskan tentang pedoman agar masyarakat paham pentingnya makan sehat dengan gizi seimbang. Pada hari sabtu, kami mulai belanja perlengkapan kegiatan seperti konsumsi dan makanan contoh dari “isi piringku”. Di hari minggu, kami mengadakan Penyuluhan Pencegahan Stunting di Pos Gizi dimana Pos gizi sendiri bertempat di rumah Rt 02, dimana kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh kurang lebih 30 ibu-ibu dan anak sasaran penyuluhan. Acara di MC kan oleh Serly Awaliyah dan juga di buka oleh perwakilan ibu PKK dan serta Abi Rafdi Al Razaan sebagai pemateri dalam acara ini yang menjelaskan pentingnya pencegahan stunting, cara pencegahan stunting serta memberi penjelasan tentang “isi piringku” dimana berkaitan dengan bahwa makanan yang sehat tidak hanya berpatok pada hal-hal yang dianggap makanan mewah namun, makanan sehat adalah makanan yang gizinya seimbang yang terdiri dari 50% buah dan sayur, dan 50% sisanya terdiri dari karbohidrat dan protein, serta bagaimana cara kita mengolah bahan makanan menjadi makanan yang bergizi. Setelah itu kami membagikan konsumsi dalam
bentuk “isi piringku” dimana isinya terdiri dari nasi, ayam, sayur sop, tempe, buah dan susu. Setelah itu kami makan bersama dengan para partisipan kegiatan tersebut. Lalu acara ditutup setelah semua materi telah disampaikan dan acara selesai.


Alhamdulilah akhirnya kegiatan penyuluhan pencegahan stunting yang termasuk sebagai program kerja utama kami berjalan dengan sangat lancar, dan kompak antara team peserta KKN Tematik dan Ibu-ibu PKK/Masyarakat setempat. Banyak hal yang dapat kami pelajari dengan melakukan proker kami, diharapkan kegiatan penyuluhan ini dapat mendapatkan peningkatan keawasan orang tua terhadap tumbuh kembang anak dan menjadikan anak Indonesia menjadi anak-anak yang sehat, kuat, aktif, dan produktif.
Raehan Isfhariza