Sosisalisasi Penyuluhan Anak-anak dan Pencegahan Stunting

Sosisalisasi Penyuluhan Anak-anak dan Pencegahan Stunting

: Sabtu, 26 Agustus 2023 : Desa Kampung Melayu Barat

Latar belakang kegiatan

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE / mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin.1 Menurut Sudiman dalam Ngaisyah, stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga.

Menurut Peraturan Pemerintah No 68 Tahun 2002 dan UU Pangan No 18 Tahun 2012 tentang Ketahanan Pangan, maka ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah, maupun mutunya, aman, merata, dan konsumsi pangan yang cukup merupakan syarat mutlak terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga. Ketidaktahanan pangan dapat digambarkan dari perubahan konsumsi pangan yang mengarah pada penurunan kuantitas dan kualitas termasuk perubahan frekuensi konsumsi makanan pokok. Ketahanan pangan keluarga erat hubungannya dengan ketersediaan pangan yang merupakan salah satu faktor atau penyebab tidak langsung yang berpengaruh pada status gizi anak. Gizi buruk menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada balita, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya atau disebut dengan balita pendek atau stunting.

Stunting yang terjadi pada balita dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan intelektual anak. Secara tidak langsung dampak tersebut dapat berakibat pada penurunan produktivitas, peningkatan risiko penyakit degenaratif, peningkatan kelahiran bayi dengan berat badan lahir rendah di masa mendatang. Dampak tersebut dapat meningkatkan kemiskinan dimasa yang akan datang dan secara tidak langsung akan mempengaruhi ketahanan pangan keluarga.

Sebagaimana tujuan dari KKN terpadu UMT 2023 Kampung Melayu Barat, salah satunya adalah agar mahasiswa dapat menyelesaikan permasalahan dengan memberikan solusi yang pragmatis, maka dibutuhkan tenaga KKN dari berbagai disiplin ilmu. Dengan permasalahan di masyarakat yang kompleks, kehadiran mahasiswa yang berasal dari berbagai disiplin ilmu diharapkan dapat memberikan sudut pandang yang luas dalam menyelesaikan masalah, sehingga tujuan dari dapat terwujud dengan seoptimal mungkin.

Salah satunya menyenggarakan “Sosisalisasi Penyuluhan Kesehatan Anak-anak dan Pencegahan Stunting”, yang mana diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut yang diadakan mahasiswa KKN Kampung Melayu Barat adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat dalam rangka penimgkatan pengetahuan dan kesadaran akan penanggulangan stunting serta edukasi dalam pemberian makanan tambahan (PMT).


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Dengan adanya kegiatan sosialisasi tersebut para warga terutama para orang tua dan para ibu-ibu dapat mencegah stunting sejak dini dengan memenuhi gizi anak bahkan sejak dalam kandungan, agar anak bisa menjalani hidup yang normal sesuai dengan anak seusianya dan kelak menjadi generasi emas yang akan membanggakan Indonesia.


Tujuan kegiatan

  • Memberikan pengetahuan dan wawasan tentang pencegahan stunting.
  • Untuk meningkatkan kesadaran publik dan perubahan perilaku masyarakat untuk hidup sehat.
  • Mengurangi beban Kesehatan Masyarakat: Mengurangi beban kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh stunting, termasuk biaya perawatan kesehatan yang tinggi dan hilangnya produktivitas ekonomi.
  • Meningkatkan Kualitas Hidup: Memberikan anak-anak kualitas hidup yang lebih baik dengan mengurangi risiko masalah kesehatan jangka panjang dan dampak negatif pada perkembangan kognitif.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Kepala Desa Kampung Melayu barat
  • Ibu Kades sekaligus Ketua Ibu PKK
  • Ketua Puskesmas
  • Kader Ibu PKK
  • Ketua RW.03
  • Ketua RT.04
  • Ketua RT.03
  • Para sesepuh dan Tokoh Masyarakat RT.04/RW.03
  • Para Ibu-ibu dan dan para lansia
  • Mahasiswa KKN terpadu UMT 2023 Kampung Melayu Barat


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan dilaksanakan mulai dari hari sabtu, 26 Agustus 2023. Kegiatan dimulai dengan merapihkan barang yang akan digunakan untuk kegiatan seperti meja registrasi, meja pemeriksaan, dan kursi. Selain itu kami menyiapkan konsumsi dan oleh-oleh berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi para ibu-ibu yang sudah mengikuti acara sosialisasi tersebut. Setelah semua persiapan sudah siap, kemudian dilakukan briefing. Setelah semua persiapan selesai kegiatan dimulai pukul 09.00 . Kuota yang kami sediakan yaitu sebanyak 25 orang. Peserta terdiri dari masyarakat Desa Kampug Melayu Barat. Kegiatan ini diakhiri pukul 11.00 setelah itu kami membereskan peralatan serta membersihkan sampah sampah yang ada.


Dokumentasi

Mahasiswa KKN (Silva Quratul Uyun) sedang memberikan materi tentang pencegahan Stunting
Acara Sosiallisasi dihadiri oleh beberapa petinggi termasuk Kepala Desa, Ketua TP.PKK Kampung Melayu Barat dan Ketua Puskesmas
Sambutan dari ketua Ibu PKK
Administrasi kehadiran 
pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada ibu-ibu yang sudah mengikuti acara

Penutup

Dengan adanya Sosialisasi ini Mahasiswa KKN Kampung Melayu Barat diharapkan bisa menjadi acuan bahwa Desa Kampung Melayu Barat perlu mempersiapkan generasi penerus yang lebih unggul. Para stakeholder, masyarakat dan semua pihak perlu bersama-sama terlibat secara langsung dalam penanganan stunting. Mengingat pentingnya pencegahan stunting, pemerintah kabupaten berupaya melakukan pencegahan melalui berbagai kegiatan yaitu pemberitan tablet tambah darah untuk remaja putri, calon pengantin, ibu hamil, promosi ASI ekslusif, promosi makanan pendamping ASI, pemberian suplemen gizi mikro (Taburial), suplemen gizi makro (PMT), tata laksana gizi kurang/buruk.

Penulis

Irfan Nur Ikhsan

Irfan Nur Ikhsan

S1-Pend. Agama Islam