KKN UMT merupakan wadah untuk menyumbangkan pengetahuan secara langsung kepada masyarakat secara melembaga. Sebagai kegiatan kelompok yang terdiri dari berbagai disiplin ilmu, KKN diharapkan mampu untuk menangani masalah-masalah nyata di tengah masyarakat. Melalui Lembaga Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UMT merumuskan kegiatan KKN terpadu dalam edukasi stunting di Kota Tangerang.
Stunting merupakan suatu kondisi kekurangan gizi kronis yang mempengaruhi tumbuh kembang anak, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan. Stunting adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang disebabkan oleh kekurangan zat gizi penting seperti protein dan zat gizi mikro. Kondisi malnutrisi ini dipengaruhi oleh kesehatan ibu saat hamil, status kesehatan remaja, serta ekonomi dan budaya hingga lingkungan, seperti sanitasi dan akses ke layanan kesehatan.
Ini merupakan masalah kesehatan yang signifikan di Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) terbaru angka stunting Indonesia, yakni 21,6 persen pada 2022. Pemerintah Indonesia menargetkan tahun 2023 ini angka stunting anak turun menjadi 17 persen. Kementerian Kesehatan mendesak berbagai pihak untuk menekankan agar angka stunting tidak lagi tinggi di Tanah Air.
Berdasarkan data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Pemerintah Kota Tangerang berhasil menekan angka stunting dari 15,3 persen pada 2021 menjadi 11,8 persen pada 2022, turun 3,5 persen. Angka ini termasuk terendah di Provinsi Banten. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menargetkan kasus stunting di kota Tangerang bisa selesai (rampung), bukan sekadar penurunan angka kasus, meski saat ini angkanya terendah di Provinsi Banten.
Penyuluhan stunting di Kelurahan Jurumudi Baru sangat penting karena stunting (keterlambatan pertumbuhan anak) memiliki dampak yang serius pada perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, serta kesehatan masyarakat secara keseluruhan.
Penyuluhan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat Kelurahan Jurumudi Baru tentang masalah stunting, termasuk penyebabnya, dampaknya, dan cara pencegahannya. Dengan pemahaman yang lebih baik, orang tua dan keluarga dapat mengambil tindakan yang lebih tepat untuk mencegah stunting pada anak-anak mereka.
Mencegah stunting juga membantu meningkatkan kualitas hidup anak-anak dan masa depan mereka. Ini juga dapat meningkatkan produktivitas ekonomi negara dalam jangka panjang.
Pada hari Senin pada tanggal 21 Agustus 2023, KKN Jurumudi Baru melaksanakan kegiatan Penyuluhan Stunting dan Pemberian Bahan Pangan untuk Pencegahan Stunting yang bertempat di RT 02 RW 07. Kegiatan dimulai dengan pembersihan dan pendekoran tempat kegiatan oleh mahasiswa KKN Jurumudi Baru. Kegiatan berikutnya dilanjutkan dengan kegiatan mengemas bahan pangan makanan yang akan diberikan kepada peserta penyuluhan.
Ada 20 paket bahan pangan yang akan diberikan kepada 20 orang peserta. Bahan Pangan yang akan dibagikan berupa beras, daging, keju, wortel, dan jeruk. Acara inti dimulai dengan pemberian arahan dari pihak kelurahan Jurumudi Baru tentang bahaya Stunting, pencegahan Stunting, dan pemberian informasi makanan bergizi kepada anak. Sambutan diberikan oleh Bapak Chaerudin, S.IP. selaku Lurah Kelurahan Jurumudi Baru dan Bapak Boyke Urif Hermawan, S.Ikom. selaku Camat Kecamatan Benda yang turut hadir dalam kegiatan ini. Acara ditutup dengan pemberian bahan pangan kepada peserta penyuluhan Stunting untuk kegiatan pencegahan Stunting di Kelurahan Jurumudi Baru.



Kegiatan Penyuluhan Stunting dan pemberian bahan pangan di Kelurahan Jurumudi Baru ini merupakan salah satu program dalam penanganan kasus Stunting di Kota Tangerang. Stunting perlu diatasi guna meningkatkan kualitas hidup anak-anak serta kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Program pencegahan Stunting ini bukan hanya tanggung jawab Pemerintah saja, namun sudah selayaknya seluruh masyarakat turut berpartisipasi salah satunya dengan menjaga zat gizi makanan pada ibu hamil, ibu menyusui dan juga anak-anak.
Destiana Fitrianingrum