Upaya yang dilakukan dalam menerapkan gizi seimbang, setiap keluarga harus mampu mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluarganya. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Perbaikan Gizi. Upaya yang dilakukan untuk mengenal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi yaitu dengan cara menimbang berat badan secara teratur, memberikan ASI saja kepada bayi sejak lahir sampai umur enam bulan, menu makanan yang bervariasi, menggunakan garam beryodium, dan pemberian suplemen gizi sesuai anjuran petugas kesehatan. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) kepada sasaran perlu dilakukan secara benar sesuai aturan konsumsi yang dianjurkan. Makanan Tambahan Balita adalah suplementasi gizi berupa makanan tambahan dalam bentuk biskuit dengan formulasi khusus dan difortifikasi dengan vitamin dan mineral yang diberikan kepada bayi dan anak balita usia 6-59 bulan dengan kategori kurus. Bagi bayi dan anak berumur 6-24 bulan, makanan tambahan ini digunakan bersama Makanan Pendamping Air Susu Ibu / MP-ASI. Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin setiap bulan bertujuan sebagai deteksi dini untuk mencegah terjadinya gagal tumbuh kembang pada balita. Semakin cepat ditemukan, kasus gizi kurang atau gizi buruk akan semakin cepat ditangani. Salah satu upaya yang gencar dilaksanakan adalah dengan pemberian makanan tambahan /PMT
Maraknya fenomena gagal tumbuh kembang pada bayi atau sering disebut stunting merupakan salah satu kasus yang sering terjadi disetiap daerah dan merupakan salah satu fokus pemerintah dalam menangani kasus tersebut, salah satu cara dalam menekan atau mencegah terjadinya stunting di daerah tersebut yaitu dengan diadakannya pemberian makanan tambahan (PMT) dimana hal tersebut dapat memenuhi gizi balita dan mencegah terjadinya stunting dan Pemberian makanan tambahan (PMT) merupakan pemulihan khususnya bagi kelompok rawan merupakan salah satu strategi suplementasi dalam mengatasi masalah gizi agar kasus gizi kurang dan buruk dapat dicegah,
Kegiatan Pembuatan PMT dilakukan oleh seluruh team KKN serta Kader posyandu kamboja 3D dengan mengelola bahan makanan yang tinggi protein serta bergizi seimbang yang dapat memeprbaiki kualitas gizi dan meningkatakan tumbuh kembang anak, bahan makanan tersebut diolah semenarik mungkin sehingga balita dan batita senang atau mau mengkonsumsinya dan makanan yang diolah tersebut kemudian di bagikan kepada baduta,balita serta ibu hamil dalam kegiatan posyandu guna mencegah terjadinya stunting pada anak serta mencegah terjadinya kek pada ibu hamil sehingga menciptakan anak-anak yang sehat dan cerdas



Kegiatan Pembuatan PMT dan Pemberian makanan tambahan dilaksanakan dengan baik dan kondusif, serta pemberian makanan tambahan kepada balita,baduta serta ibu hamil berlangsung dengan kondusit dimana masyarakat sekitar yang memiliki balita dan baduta antusias datang ke posyandu untuk menimbang dan mengetahui tumbuh kembang anak serta ibu hamil juga antusias dalam melakukan pengecekan kehamilan diposyandu
Devi Sartika