Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu mata kuliah interdisipliner yang wajib ditempuh mahasiswa Strata 1 yang diselenggarakan perguruan tinggi. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi mahasiswa melalui pengalaman nyata di masyarakat dan menyiapkan mahasiswa untuk bersosialisasi secara langsung dengan masyarakat setelah lulus. Sesuai dengan pengertiannya, KKN dilaksanakan dimasyarakat dengan tujuan untuk memajukan dan memperdayakan masyarakat melalui berbagai program kerja yang dirancang secara sengaja, terencana, dan sistematis. Hal ini sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang ketiga, yaitu pengabdian masyarakat.
Program KKN dari Universitas Muhammadiyah Tangerang merupakan salah satu bentuk implikasi pengabdian masyarakat. Tidak hanya untuk kepentingan masyarakat, diharapkan KKN juga dapat memberikan manfaat besar untuk mahasiswa dan lembaga. Secara umum, KKN memiliki tiga tujuan pokok yaitu berkaitan dengan kepentingan sebagai berikut :
Karena itu, Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) sebagai bentuk pengabdian ilmu pengetahuan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan bimbingan Fakultas dan Pemerintah Daerah adalah pendekatan-pendekatan berbasis multidisiplin
Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan gemblengan multiselektif ke arah pengembangan, motivasi dan persepsi, dimana mahasiswa tersebut melaksanakan pengabdiannya.
Mahasiswa perlu membuat rencana program kerja agar kegiatan KKN dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang terprogram dan terarah. Rencana program kerja disusun berdasarkan hasil observasi yang dilakukan sebelum penerjunan mahasiswa ke lokasi. Pengumpulan data dilakukan mahasiswa dengan metode wawancara, dokumentasi, dan melakukan observasi ke lokasi.
Dari hasil observasi, mahasiswa menyeleksi dan merancang program kerja dengan mempertimbangkan prinsip Feasible (praktis), Acceptable (dapat diterima), Sustainable (berlekanjutan), dan partisipatif khususnya di Kelurahan Selapajang Jaya Kecamatan Neglasari Kota Tangerang, Provinsi Banten
kesehatan untuk bayi sangat lah penting karena akan berakibat pada tumbuh kembang bayi tersebut , seihingga menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas karena banyak rakyat miskin di daerah kota tangerang maka dari itu dinas kesehatan kota tangerang bersama mahasiwa kkn selapajang jaya membantu pemerintah dalam keseimbangan gizi . Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA) adalah aneka ragam bahan pangan baik sumber karbohidrat, protein, maupun vitamin dan mineral, yang bila dikonsumsi dalam jumlah seimbang dapat memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan dan tidak tercemar bahan berbahaya yang merugikan kesehatan.
Pemenuhan pangan sangat penting sebagai komponen dasar untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. Berbagai kajian ilmiah menunjukkan bahwa untuk dapat hidup sehat dan produktif, dibutuhkan berbagai jenis zat gizi yang bersumber dari makanan yang dikonsumsi. Dengan mengonsumsi makanan yang beranekaragam, kekurangan zat gizi pada jenis makanan tertentu dapat dilengkapi oleh zat gizi dari makanan yang lain sehingga tubuh memperoleh gizi seimbang. Sehingga perlu adanya upaya penganekaragaman pangan. Dari sisi ketersediaan, upaya tersebut dapat dilakukan dengan menyediakan pilihan pangan yang lebih beragam melalui pengembangan sumber daya lokal dengan memanfaatkan potensi pangan lokal di Kulon Progo melalui Gempar (Gerakan Menanam Pangan di Pekarangan) sesuai dengan Isntruksi Bupati Kulon Progo Nomor 5 Tahun 2021.
Selain dengan mengonsumsi pangan yang beranekaragam juga harus diimbangi dengan perilaku hidup sehat seperti yang tertuang dalam empat pilar Prinsip Gizi Seimbang, yaitu :
kegitan tersebut berjalan dengan lancar dan masyarakat pun senang karena adanya program b2sa yang di lakukan pemerintah dan dinas kesehatan kota tangerang sangat membantu bagi meraka yang hidupnya kurang berkecukupan . kegiatan berjalan mulai dari pagi hari mengumpulkan ibu yang mempunyai balita , lalu di lanjutkan dengan cek kesehatan mulai dari tinggi badan balita , berat badan , dan kesehahatan lainnya . setelah itu di lakukan edukasi terkait ke seimbangan gizi untuk balita yang di lakukan oleh pak camat , kepala dinkes kota tangerang , lurah , hingga kapus wilayah neglasari. setelah edukasi terkait ke seimbangan gizi berjalan di lanjutkan pembagian makananan tambahan bagi balita . kegiatan itu di lakukan selama satu bulan penuh dan di bantu oleh mahasiswa kkn desa selapajang .


semoga pemerintah terus konsesten terhadap kesahatan masyarakat terutama bagi ibu ibu hamil atau yang mempunyai balita sehingga bisa menciptakan generasi penerus bangsa yang baik dan cerdas .
Aditya Aprian Fadliyansyah