Stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat infeksi berulang dan kekurangan gizi kronis. Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar. Secara medis, stunting terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan yang seharusnya.
Ada sederet faktor yang bisa meningkatkan risiko stunting, yang paling sering adalah tidak terpenuhinya asupan gizi dalam jangka panjang. Tak sedikit orang yang menganggap anak yang bertubuh pendek disebabkan karena faktor genetik. Pada kenyataannya, genetika hanya menyumbang sebagian kecil untuk kondisi kesehatan anak.
Meski begitu, anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Itu sebabnya, para orang tua perlu mengetahui ciri anak stunting dan yang tidak.
Stunting biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain:
Kegiatan ini di lakukan agar mahasiswa mampu menekankan angka stunting sesuai dengan tema kuliah kerja nyata universitas muhammadiyah tangerang dalam kegiata ini mahasiswa berkontribusi dengan melakukan penyuluhan gizi, pola asuh dan kebersihan. Kegiatan ini perlu di laksanakan sadarnya angka stunting di tangerang masih terbilang tinggi jika tidak di cegah di khawatirkan balita di Indonesia khususnya di tangerang mengalami gizi buruk yang dapat menghambat masa depan generasi bangsa.
Sebelum kegiatan pos gizi dan pelayanan kesehatan di mulai kami seluruh mahasiswa KKN Kelurahan Kebon Besar di undang untuk rapat bersama staff kelurahan,kecamatan dan puskesmas membahas terkait program yang di adakan oleh pemerintah kota tangerang yaitu pencegahan stunting yang di mana program tersebut berkaitan dengan tema kuliah kerja nyata di kampus kami , setelah di beri arahan tentang kontribusi mahasiswa di kegiatan tersebut kami anggota kkn kelurahan kebon besar segera menyiapka tema , dekorasi dan susunan acara nya, mulai dari menyiapka dekorasi seperti banner , hiasan warna warni agar menarik perhatian anak-anak,menyiapkan tempat cuci tangan dan absen untuk balita yang datang
Lalu di hari pelaksanaan nya terdapat 2 pos gizi yang dimana pos gizi 1 di sebut pos gizi upin (usaha pencegahan stunting) dan pos gizi Ipin (ikut pencegahan stunting) yang masing-masing pos gizi terdapat 15 balita yang menjadi peserta stunting . 23 anggota kkn kelurahan kebon besar di bagi menjadi 2team . selama acara berlangsung kegiatan dari awal hingga akhir mahasiswa membantu kegiatan pos gizi mulai dari bermain bersama balita , mencuci tangan bersama , dan berdoa bersama , selain itu mahasiswa sebelum balita makan melakukan penyuluhan tentang kesehatan sesuai dengan materi dari puskesmas ,
Kegiatan pos gizi berlangsung selama 14hari selama itu kegiatan di kondisionalkan karena ada beberapa kegiatan yang membutuhkan mahasiswa seperti kegiatan imunisasi sekolah, pelayanan posbindu dan posyandu selama kegiatan tersebu berlangsung mahasiswa merasa senang karena ikut serta dalam menjalankan program stunting yang dimana kami bisa bertemu balita, orangtua dan warga sekitar
Setelah kegiatan berakhir kami mahasiswa Kkn Kelurahan Kebon Besar melakukan rapat evaluasi hasil stuning yang hasil nya cukup berhasil , setelah itu kami mahasiswa kkn berpamitan dengan petugas puskesmas batu ceper, staff kelurahan kebon besar , kader-kader kelurahan kebon besar dan warga yang mengikuti pos gizi tahap 1




Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian di kelurahan Kebon Besar dalam bentuk Pencegahan Stunting dengan berkerjasama dengan pihak kelurahan dan puskesmas disimpulkan bahwa stunting merupakan gejala gizi kronis yang dimana memang harus di tekankan angka pencegahan nya guna memperpanjang kehidupan generasi yang sehat dan cerdas. Pengobatan stunting dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasari. Berikut tindakan untuk menangani stunting:
Aisyah Fadillah