Program Stunting Dengan Pembukaan Pos Gizi Upin & Ipin

Program Stunting Dengan Pembukaan Pos Gizi Upin & Ipin

: Senin, 18 September 2023 : Kebon Besar

Latar belakang kegiatan

Stunting adalah gangguan pertumbuhan akibat infeksi berulang dan kekurangan gizi kronis. Kondisi ini ditandai dengan panjang atau tinggi badan anak berada di bawah standar. Secara medis, stunting terjadi ketika tinggi badan anak berada di bawah kurva pertumbuhan yang seharusnya.

Ada sederet faktor yang bisa meningkatkan risiko stunting, yang paling sering adalah tidak terpenuhinya asupan gizi dalam jangka panjang. Tak sedikit orang yang menganggap anak yang bertubuh pendek disebabkan karena faktor genetik. Pada kenyataannya, genetika hanya menyumbang sebagian kecil untuk kondisi kesehatan anak.

Meski begitu, anak yang bertubuh pendek belum tentu mengalami stunting. Itu sebabnya, para orang tua perlu mengetahui ciri anak stunting dan yang tidak.

Stunting biasanya terjadi pada masa kanak-kanak, terutama pada dua tahun pertama kehidupan. Kondisi ini disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, terutama kekurangan gizi dalam jangka waktu yang panjang. Faktor-faktor yang dapat menyebabkan stunting antara lain:

  1. Ibu hamil kekurangan asupan gizi
  2. Pola makan tidak seimbang
  3. Perawatan yang tidak memadai usai melahirkan
  4. Gizi anak yang tidak terpenuhi
  5. Pola asuh orang tua
  6. Infeksi berulang
  7. Sanitasi yang kurang baik
  8. Kurangnya akses ke layanan kesehatan
  9. Kehamilan tidak sehat
  10. Pemberian ASI yang tidak eksklusif 
  11. Kurangnya edukasi terhadap masalah gizi


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan ini di lakukan agar mahasiswa mampu menekankan angka stunting sesuai dengan tema kuliah kerja nyata universitas muhammadiyah tangerang dalam kegiata ini mahasiswa berkontribusi dengan melakukan penyuluhan gizi, pola asuh dan kebersihan. Kegiatan ini perlu di laksanakan sadarnya angka stunting di tangerang masih terbilang tinggi jika tidak di cegah di khawatirkan balita di Indonesia khususnya di tangerang mengalami gizi buruk yang dapat menghambat masa depan generasi bangsa.


Tujuan kegiatan

  1.        Memperbaiki gizi balita yang mengalami stunting
  2.       Mengedukasi peran orngtua dalam pola asuh anak
  3.       Mengedukasi orangtua tentang gizi 


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN universitas Muhamamdiyah Tangerang
  • Dokter , Bidan , Ahli gizi puskesmas Batu Ceper
  • Seluruh staff kelurahan Kebon Besar
  • Sekretaris kecamatan Batu Ceper
  • Kader kelurahan kebon besar 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

          Sebelum kegiatan pos gizi dan pelayanan kesehatan di mulai kami seluruh mahasiswa KKN Kelurahan Kebon Besar di undang untuk rapat bersama staff kelurahan,kecamatan dan puskesmas membahas terkait program yang di adakan oleh pemerintah kota tangerang yaitu pencegahan stunting yang di mana program tersebut berkaitan dengan tema kuliah kerja nyata di kampus kami , setelah di beri arahan tentang kontribusi mahasiswa di kegiatan tersebut kami anggota kkn kelurahan kebon besar segera menyiapka tema , dekorasi dan susunan acara nya, mulai dari menyiapka dekorasi seperti banner , hiasan warna warni agar menarik perhatian anak-anak,menyiapkan tempat cuci tangan dan absen untuk balita yang datang

            Lalu di hari pelaksanaan nya terdapat 2 pos gizi yang dimana pos gizi 1 di sebut pos gizi upin (usaha pencegahan stunting) dan pos gizi Ipin (ikut pencegahan stunting) yang masing-masing pos gizi terdapat 15 balita yang menjadi peserta stunting . 23 anggota kkn kelurahan kebon besar di bagi menjadi 2team . selama acara berlangsung kegiatan dari awal hingga akhir mahasiswa membantu kegiatan pos gizi mulai dari bermain bersama balita , mencuci tangan bersama , dan berdoa bersama , selain itu mahasiswa sebelum balita makan melakukan penyuluhan tentang kesehatan sesuai dengan materi dari puskesmas ,

            Kegiatan pos gizi berlangsung selama 14hari selama itu kegiatan di kondisionalkan karena ada beberapa kegiatan yang membutuhkan mahasiswa seperti kegiatan imunisasi sekolah, pelayanan posbindu dan posyandu selama kegiatan tersebu berlangsung mahasiswa merasa senang karena ikut serta dalam menjalankan program stunting yang dimana kami bisa bertemu balita, orangtua dan warga sekitar 

            Setelah kegiatan berakhir kami mahasiswa Kkn Kelurahan Kebon Besar melakukan rapat evaluasi hasil stuning yang hasil nya cukup berhasil , setelah itu kami mahasiswa kkn berpamitan dengan petugas puskesmas batu ceper, staff kelurahan kebon besar , kader-kader kelurahan kebon besar dan  warga yang mengikuti pos gizi tahap 1


Dokumentasi

Penutup

Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian di kelurahan Kebon Besar dalam bentuk Pencegahan Stunting dengan berkerjasama dengan pihak kelurahan dan puskesmas disimpulkan bahwa stunting merupakan gejala gizi kronis yang dimana memang harus di tekankan angka pencegahan nya guna memperpanjang kehidupan generasi yang sehat dan cerdas. Pengobatan stunting dilakukan sesuai dengan penyebab yang mendasari. Berikut tindakan untuk menangani stunting:

  • Pemberian obat-obatan anti tuberkulosis jika anak mengidap TBC.
  • Melakukan terapi awal seperti pemberian makanan bernutrisi dan bergizi. 
  • Memberikan nutrisi tambahan, termasuk protein hewani, lemak dan kalori.
  • Pemberian suplemen, termasuk vitamin A, zinc, zat besi, kalsium dan yodium
  • Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
  • Memberikan imunisasi dasar dan tambahan untuk membangun sistem imun tubuh, sehingga terhindar dari berbagai penyakit. 

Penulis

Aisyah Fadillah

Aisyah Fadillah

S1-Manajemen