Status gizi yang baik merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan pembangunan kesehatan yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan nasional secara keseluruhan. Ibu hamil dan balita merupakan kelompok rawan gizi yang sangat perlu mendapat perhatian khusus karena dampak negatif yang ditimbulkan apabila menderita kekurangan gizi.
Oleh karena itu pemerintah melakasanakan sebuah program PMT ( Pemberian Makanan Tambahan), hal tersebut bertujuan untuk mengurangi angka stunting khususnya di wilayah kota tangerang.
Kegiatan tersebut dilakukan agar masyarakat khususnya yang punya bayi atau balita masuk kedalam kategori stunting mendapatkan penanganan khusus yakni dengan diberikan asupan tambahan makanan yang bergizi untuk mengurangi resiko stunting dengan di pantau juga oleh beberapa kader dan petugas puskesmas setempat.
a. Tujuan Umum :
Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mempersiapkan dan menyediakan makanan lokal sesuai prinsip gizi seimbang untuk ibu hamil dan balita dalam upaya membentuk keluarga sehat.
b. Tujuan Khusus :
1. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan
dalam mempersiapkan dan menyediakan
menu gizi seimbang makanan lokal untuk balita
2. Meningkatkan asupan gizi
balita melalui penyediaan konsumsi pangan sesuai prinsip gizi seimbang melalui pemanfaatan bahan pangan lokal.
3. Menurunkan angka stunting khususnya di wilayah kelurahan margasari
4. Melakukan pendampingan melalui monitoring dan evaluasi yang dilaksanakan secara berjenjang.
Adapun yang terlibat dalam kegiatan yaitu sebagai berikut:
1. Lurah Maegasari dan jajaran staf kelurahan margasari
2. Staff Puskesmas Bugel
3. Ibu ibu kader di masing masing posyandu
4. Seluruh Mahasiswa/i KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang
5. Ibu ibu di kelurahan margasari yng mempunyai balitaa
Adapun dampak dari Pemberian Makanan Tambahan ini bagi masyarakat adalah masyarakat tentunya sangat terbantu sekali dengan adanya program seperti ini yang dimana dapat membantu mengurangi resiko stunting yang dialami anak - anak khususnya bayi dan balita yang berada di lingkungan kelurahan margasari.
Program pelaksanaan di lakukan selama 14 hari, setelah hari ketujuh di lakukan evaluasi
1. Pendidikan Gizi
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kemampuan orang tua balita dalam penerapan gizi seimbang dalam konsumsi makanan sehari hari.
Pendidikan gizi dilakukan oleh Tim Puskesmas, yaitu ibu ega septy ayu S.Gz
cara: a. Penyuluhan
Kegiatan penyuluhan kelompok dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan pemberian makan tambahan, saat diselenggarakan kelas balita (15 – 30 menit). Materi penyuluhan dapat disesuaikan dengan kebutuhan terkait gizi dan kesehatan balita dengan memanfaatkan media Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) dalam bentuk cetak dan elektronik, seperti: poster, brosur, presentasi power point
Pemberian makan
a. Pemberian makanan tambahan dilakukan selama 14 hari
b. Tempat pemberian makanan tambahan di posyandu melati iv , anggrek I dan anggrek II dan evaluasi hasil di aula kelurahan margasari di hati ke 7 dan hatu ke 14
C. Makanan tambahan lokal dihidangkan dalam satu piring / satu box yang terdiri dari makanan pokok, lauk pauk (hewani dan nabati), sayuran dan buah.
e. Pada saat sasaran sedang makan, ibu PKK dan kader Posyandu dibawah bimbingan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang gizi dan kesehatan.
f. Hal tersebut di lakukan selama 14 hari kedepan
G. Pada hari ke 7 dan hari ke 14 dilakukan pemantauan, kader posyandu menimbang berat badan dan tinggi badan si balita untuk mengetahui perubahan yang terjadi setelah di berikan makanan tambahan.




1. Setelahah dilakukan pmt kami sadar bawah gizi yang seimbang sangat penting untuk pertumbukan anak
2. Dari program pemerintah ini kami mendapatkan banyak ilmu pengetahuan tentang bagaimana cara pencegahan stunting
3. Dari program pmt mahasiswa kkn dapat berkomunikasi dan berinterkasi dengan masyarakat
Azizul Adha