PMT adalah sarana yang sangat berperan dalam upaya untuk meningkatkan kesehatan, kesejahteraan, dan kualitas hidup masyarakat, terutama mereka yang paling rentan terhadap masalah gizi. Salah satu tujuan utama PMT adalah mencegah dan mengatasi kekurangan gizi, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lansia. PMT juga bertujuan untuk mengurangi angka kematian anak akibat penyakit terkait gizi dan kondisi gizi buruk. Dengan memberikan asupan nutrisi yang cukup kepada anak-anak pada masa pertumbuhan, tujuan ini dapat dicapai.
Program PMT sering kali ditujukan untuk mengatasi stunting (pendek dan kurus) pada anak-anak, yang dapat menjadi masalah serius dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, PMT juga bertujuan untuk mengurangi risiko penyakit terkait gizi, seperti kurangnya vitamin A, anemia, dan kurangnya zat besi.
Salah satu latar belakang utama diadakannya PMT adalah kebutuhan untuk mengatasi kekurangan gizi dan masalah malnutrisi, terutama pada anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan kelompok rentan lainnya. Program PMT juga dapat digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan kesadaran tentang gizi yang sehat dan praktik makan yang baik dan benar.
PMT juga termasuk dalam arahan Presiden lewat Peraturan Presiden no.72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanganan Gizi Buruk.
Pencegahan Kekurangan Gizi Salah satu alasan utama PMT adalah untuk mencegah dan mengatasi kekurangan gizi. Kekurangan gizi, terutama pada anak-anak dan ibu hamil, dapat memiliki dampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan fisik, kognitif, dan sosial mereka. PMT membantu menyediakan nutrisi tambahan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan yang sehat.PMT dapat membantu mengurangi risiko penyakit dan masalah kesehatan yang terkait dengan gizi buruk. Ini mencakup penyakit infeksi, masalah perkembangan, gangguan kekebalan tubuh yang lemah, dan penyakit terkait gizi seperti anemia dan kurangnya vitamin A.
PMT juga merupakan alat penting untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Ini dapat membantu keluarga-keluarga yang kurang mampu secara finansial untuk memberikan nutrisi yang diperlukan kepada anggota keluarganya.
Program PMT juga dapat digunakan sebagai alat pendidikan gizi. Ini membantu masyarakat memahami pentingnya pola makan yang seimbang dan praktik gizi yang baik, yang dapat berdampak positif pada gaya hidup mereka.
Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan atau PMT dimulai dengan Sosialisasi yang dilakukan oleh Kabid Kelurahan Sudimara Pinang bersama dengan Tenaga kesehatan Sudimara Pinang kepada ibu-ibu kader Posyandu dan Mahasiswa KKN UMT pada tanggal 15 Agustus 2023. Dalam sosialisasi ini dijelaskan bahwasanya kegiatan PMT akan dimulai pada esok harinya atau terhitung sejak tanggal 16 Agustus 2023 hingga 29 Agustus 2023 untuk sesi pertama, dan selanjutnya sesi kedua akan dimulai pada tanggal 12 September 2023 hingga 25 September 2023. Mahasiswa KKN UMT disini memberikan bantuan berupa tenaga dan fikiran lewat pendampingan anak-anak serta pembuatan absensi untuk anak-anak peserta PMT yang hadir. Ada 6 Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Sudimara Pinang yang mengadakan kegiatan PMT ini dengan 15 anak penerima manfaat per Posyandunya. Penghitungan tinggi badan serta berat badan diadakan setiap hari ke-7 Pemberian asupan. Nantinya dari penghitungan akan diketahui bila ada peningkatan atau penurunan pada fisik anak-anak tersebut



Demikianlah laporan tentang hasil kegiatan Pemberian Makanan Tambahan yang kami adakan di wilayah Kelurahan Sudimara Pinang telah berjalan dengan sukses dan penuh antusiasme seluruh masyarakat ini kami buat. Kami berharap bahwa pengalaman dan pelajaran yang kami bagikan dan kami dapatkan selama kegiatan ini mampu bermanfaat untuk seluruh elemen yang telah bergerak menyukseskan program-program kerja ini termasuk seluruh rekan-rekan KKN UMT Sudimara Pinang. sekian dan terima kasih. Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Acfines Saputra