Tujuhbelasan, 17-an (terkadang ditulis secara salah sebagai 17an), atau Agustusan adalah serangkaian kegiatan pesta rakyat yang dilakukan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada tanggal 17 Agustus.Kegiatan itu biasanya meliputi upacara bendera, rangkaian perlombaan yang diadakan di lingkungan setempat, menghias rumah, dan ditutup dengan malam kesenian. Dana penyelenggaraan kegiatan-kegiatan ini berasal dari iuran warga yang dikoordinasi oleh pemerintah RT setempat. Menurut sejarawan JJ Rizal, tradisi lomba tujuhbelasan muncul pada tahun 1950-an. Perlombaan-perlombaan ini diadakan sejak Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-5 oleh masyarakat. Kala itu masyarakat ingin memeriahkan perayaan HUT RI dengan cara yang menyenangkan.Perl uhbelasan diselenggarakan oleh seksi pemuda atau seksi wanita atas koordinasi ketua RT. Sebagian lomba diadakan pada waktu sebelum tanggal 17 Agustus, sementara sebagian lomba lain diadakan pada tanggal 17 Agustus. Lomba-lomba tersebut diikuti oleh anak-anak maupun orang dewasa di lingkungan tersebut. Lomba-lomba yang diadakan meliputi olahraga, permainan, dan keterampilan, yang disesuaikan dengan keadaan. Badminton, maraton, voli, dan sepak bola adalah olahraga yang biasa dilombakan dalam tujuhbelasan. Memasak, merajut, dan menyusun bunga adalah keterampilan yang biasanya dilombakan dalam tujuh belasan. Lomba ini biasanya diikuti oleh perempuan atau ibu-ibu. Lomba permainan yang diselenggarakan biasanya balap makan kerupuk, balap karung, tarik tambang, gebuk bantal, panjat pinang, engrang. Dan sepak bola sarung.
Kegiatan lomba 17an juga dapat menciptakan kerukunan antar warga, sarana mengenal satu sama lain, serta berpartisipasi aktif dalam lingkungan masyarakat.
Kegiatan perlombaan ini dilakukan tanggal 17 Agustus setelah kegiatan upacara HUT RI selesai. Sekitar jam 08.00 pagi kegiatan ini dilakukan di lapangan RT 02, Kelurahan Pakojan. Dari mahasiswa KKN ditunjuk menjadi juri lomba. Ada 10 perlombaan yang dilaksanakan salah satunya menilai costum masyarakat. Perlombaan selesai sore hari.



Demikianlah kegiatan ini kami sampaikan, dengan harapan kegiatan “Pelombaan 17 Agustus” ini dapat menjadikan sarana untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dan memiliki rasa Bhinneka TIka Sehingga masyarakat kelurahan pakojan dinilai sebagi masayarakat yang mencintai negaranya.
Wanda Novika Putri