Peningkatan kualitas hidup anak-anak dan pencegahan stunting adalah salah satu tujuan utama pembangunan berkelanjutan yang harus diupayakan oleh masyarakat dan pemerintah di seluruh dunia. Stunting adalah masalah serius yang mempengaruhi jutaan anak di berbagai negara, terutama di negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak-anak yang biasanya terjadi pada periode 1.000 hari pertama sejak pembuahan hingga usia dua tahun. Anak-anak yang mengalami stunting memiliki tinggi badan yang lebih pendek dibandingkan dengan anak-anak sebaya mereka. Stunting bukan hanya masalah kesehatan fisik, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, pendidikan, dan produktivitas di masa dewasa. Kondisi ini dapat menghambat potensi manusia dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Stunting tidak hanya disebabkan oleh masalah gizi, meskipun itu menjadi faktor penting. Faktor-faktor lain termasuk akses terbatas terhadap pangan bergizi, praktik pemberian makanan yang tidak tepat, sanitasi yang buruk, infeksi dan penyakit, serta faktor sosial-ekonomi seperti kemiskinan dan ketidaksetaraan.
Di samping itu, masalah kemiskinan dan pengelolaan sampah yang tidak efisien juga merupakan masalah yang dihadapi banyak komunitas di seluruh dunia. Oleh karena itu, sosialisasi tentang bank sampah dengan tema "meningkatkan nilai ekonomis melalui bank sampah dalam rangka pencegahan stunting" menjadi sangat relevan dan penting. Kemiskinan sering kali menjadi salah satu penyebab utama stunting. Keluarga dengan pendapatan rendah mungkin memiliki akses terbatas terhadap makanan bergizi dan perawatan kesehatan yang diperlukan untuk anak-anak mereka. Ini dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak.
Di sisi lain, pengelolaan sampah yang baik melalui bank sampah adalah salah satu solusi yang dapat membantu mengatasi beberapa faktor penyebab stunting. Bank sampah bukan hanya tentang pengelolaan limbah yang ramah lingkungan tetapi juga menciptakan peluang ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan mengurangi kemiskinan dan meningkatkan akses terhadap sumber daya, bank sampah dapat membantu mengurangi risiko stunting. Namun, keberhasilan bank sampah dalam meningkatkan nilai ekonomis dan pencegahan stunting memerlukan pemahaman dan partisipasi aktif masyarakat. Oleh karena itu, sosialisasi tentang peran bank sampah dalam upaya ini menjadi krusial. Masyarakat harus tahu bagaimana cara berkontribusi dan mendapatkan manfaat dari bank sampah
Kegiatan sosialisasi bank sampah dengan tema "Meningkatkan nilai ekonomi melalui bank sampah dalam rangka pencegahan stunting" dipilih karena menggabungkan dua isu penting yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat, yaitu masalah ekonomi dan masalah kesehatan anak. Tema ini mencerminkan pemahaman bahwa kesejahteraan ekonomi dan kesehatan anak saling terkait. Keluarga yang hidup dalam kemiskinan atau memiliki akses terbatas terhadap pendapatan cenderung memiliki masalah gizi dan kesehatan yang lebih serius pada anak-anak. Oleh karena itu, meningkatkan nilai ekonomis melalui bank sampah dapat secara langsung mendukung upaya pencegahan stunting.
Bank sampah adalah salah satu cara yang efektif untuk mengelola sampah secara berkelanjutan. Pengelolaan sampah yang baik dapat membantu menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi risiko infeksi, dan menciptakan lingkungan yang lebih sehat bagi anak-anak. Kebersihan lingkungan dan kesehatan anak-anak sangat erat kaitannya. Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat akan lebih sadar akan hubungan antara bank sampah, nilai ekonomis, dan pencegahan stunting. Kesadaran adalah langkah pertama menuju perubahan perilaku yang positif dan partisipasi dalam upaya pencegahan stunting.
Acara ini diadakan pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023 yang merupakan salah satu bentuk program kerja yang dibentuk oleh teman-teman kelompok KKN UMT Tigaraksa 2023. Seminar ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan kepada warga sekitar terkait kegiatan bank sampah yang dapat menjadi kegiatan yang dapat dilakukan dalam pencegahan stunting. Seminar ini diadakan di sebuah balai warga RT 07/ RW 05 yang luas dan nyaman,
Kegiatan ini dimeriahkan oleh 35 orang, ibu lurah Tigaraksa selaku pemateri, Ibu Sulis Setyawati dari Ketua Bank Sampah yang sudah berjalan, Ketua RT dan RW Setempat, dan teman-teman mahasiswa KKN UMT Tigaraksa 2023.
Acara dimulai dengan sambutan dari ketua pelaksana KKN, DPL, Ketua RT, lalu penyampaian materi dari 2 narasumber. Diselingi moderator dengan menjelaskan tujuan seminar dan mengenalkan 2 Narasumber, dengan pembicara pertama yaitu Ibu Lela Nurlaela selaku Ketua Bank Sampah se Kelurahan Tigaraksa dan pembicara kedua yaitu ibu Sulis Setyawati selaku Ketua Bank Sampah Al-ikhlas Barokah. Menjelaskan mengenai bagaimana pengelolaan bank sampah dan inovasi yang dikeluarkan dari kelurahan tigaraksa yang membuat gerakan tabungan yang digunakan untuk kepentingan ibu hamil guna pencegahan stunting





Terima kasih kepada teman-teman KKN UMT Tigaraksa 2023, Narasumber dan audience
Kami ingin mengucapkan terima kasih setiap peserta, pembicara dan pihak yang telah berkontribusi dalam seminar kesehatan stunting ini. Hari ini kita telah berbagi pengetahuan pengalaman dan inspirasi yang dapat membantu kita bersama-sama.
Alan Crespo