Pengajian Anak-anak "Majlis Ta’lim” adalah salah satu lembaga non formal yang menangani kegiatan anak-anak dibidang keagamaan, yaitu Pendidikan agama islam. Dewasa ini keberadaan lembaga Pengajian Anak-anak menjadi ujung tombak bagi pengenalan nilai-nilai Aqidah, Ibadah dan Akhlaq sejak dini. Apalagi muatan atau pelajaran agama yang didapatkan anak-anak dibangku sekolah dirasakan masih kurang. Setelah bergulir di era tahun 80-an kegiatan lembaga non formal ini semakin banyak, kompleks, variatif dan aspiratif, yang menjadikan "sekolah kampung" ini semakin menjamur serta diminati dan dipercaya orang tua untuk menitipkan putra-putrinya.
Sesungguhnya masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur, paling panjang, dan paling dominan bagi seorang murabbi (pendidik/ orang-tua) untuk menanamkan norma-norma yang mapan dan arahan yang bersih ke dalam jiwa dan sepak terjang anak-anak didiknya. Berbagai kesempatan terbuka lebar untuk sang murabbi dan semua potensi tersedia secara berlimpah dalam fase ini dengan adanya fitrah yang bersih, masa kanak-kanak yang masih lugu, kepolosan yang begitu jernih, kelembutan dan kelenturan jasmaninya, kalbu yang masih belum tercemari, dan jiwa yang masih belum terkontaminasi.
Apabila masa ini dapat dimanfaatkan oleh sang murabbi secara maksimal dengan sebaik-baiknya, tentu harapan yang besar untuk berhasil akan mudah diraih pada masa mendatang, sehingga kelak sang anak akan tumbuh menjadi seorang pemuda yang tahan dalam menghadapi berbagai macam tantangan, beriman, kuat, kokoh, lagi tegar. Berangkat dari realita ini, maka diperlukan satu wadah yang dapat membina dan mendidik secara tepat untuk usia kanak-kanak, yaitu dengan mendirikan Taman Pendidikan Al Qur'an (TPA) atau sejenisnya.
Pengajian Anak-anak "Majlis Ta’lim Darul Fikro”, pada mulanya hanyalah pengajian anak-anak dalam wilayah Rt. 011 di Desa Bojong Renged. Berawal dari rutinitas yang dilandasi kesabaran dan ketekunan Bapak Ustad Jali sebagai pengasuh pengajian, kemudian membangkitkan “minat belajar” anak-anak yang yang pada akhirnya mendapatkan respon positif dari para orang tua wali yang kemudian tergerak umtuk menitipkan para putra- putrinya belajar di TPA/ Pengajian Anak-anak Majlis Ta’lim.
Dunia mengalami perubahan mendasar yang sangat besar sebagai akibat dari era digital. Tidak hanya dalam bidang teknologi dan komunikasi, perubahan juga terjadi pada perilaku anak sehari-hari. Berbagai tayangan yang tidak baik dapat diakses dengan mudah oleh anak-anak dan dapat menimbulkan efek perilaku negatif pada anak. Diperlukan pengawasan dari orang tua untuk membimbing anak agar dampak negatif dapat diminimalisir. Masalah yang terjadi adalah kebanyakan orang tua bingung tentang apa yang harus dilakukan untuk mempersiapkan anak menghadapi lingkungannya. Penanaman nilai-nilai agama sejak dini diharapkan menjadi salah satu benteng anak menghadapi perubahan.
1. Memberikan wadah pendidikan yang berbasis Islam, khususnya pendidikan Al Qur'an untuk warga kampung pulo timaha dan sekitarnya.
2. Pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan sehingga tercapai tujuan pembelajaran seperti tersebut di atas
3. Pengembangan pendidikan anak seutuhnya sesuai bakat, minat dan kemampuan karakteristik anak
4. Pendidikan berbasis masyarakat (community based education)
5. Sumber inovasi dan informasi (agent of change and center of innovation)
Dampak yang didapatkan dalam Menerapkan nilai nilai religiusitas pada anak usia dini dengan mengaji Al-Qur’an, Adapun tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu untuk meningkatkan nilai-nilai religius dengan mengaji Iqro dan Al-Qur’an rutin di desa bojong renged. Nilai-nilai kehidupan yang mencerminkan tumbuh kembangnya kehidupan beragama. Nilai religius yang sangat diperlukan oleh anak-anak adalah hal yang berkaitan dengan akhlak. Dimana akhlak yang menjadi pedoman perilaku sesuai dengan aturan masyarakat.
Kegiatan pengabdian masyarakat ini diikuti oleh seluruh anak-anak di desa jampang dengan jumlah sekitar 30 anak-anak. Kegiatan pengajian ini dilakukan dengan metode ceramah, praktik, demonstrasi dan tanya jawab.
Kegiatan pengajian akan diawali dengan membaca do’a bersama mulai dari alfatihah sampai dengan do’a agar dimudahkan belajar, selanjutnya anak-anak dituntun untuk bersama-sama membaca asmaul husna dan do’a-do’a pendek. Setelah pembacaan do’a anak akan dipisah sesuai kelasnya (kelas juz ‘amma & kelas iqra’) dan mengantri untuk mengaji kepada pengampu masing-masing kelas. Penutup dalam pengajian ini yakni dengan anak-anak berkumpul lagi dan membaca surah al-‘ashr dan do’a khotmil qur’an.
Tingkat kesulitan dalam kegiatan ini adalah pengkondisian anak-anak agar dapat tenang dan tertib setalah maju menyetorkan hafalan atau mengaji iqro’nya, hal tersebut memang tidak dapat dipungkiri dikarenakan masa anak-anak adalah masa mencari jati diri dan terus menginginkan hal yang seru untuk dimainkan. Namun hal tersebut kami minimalisir dengan menyelipkan materi menulis berupa huruf hijaiyah atau do’a-do’a pendek
Pelaksanaan kegiatan pengajian Al-Qur’an ini, dilaksanakan setiap hari senin-minggu dalam 28 pertemuan dalam 1 bulan. Setiap pertemuan dimalam senin-sabtu anak-anak belajar Al-Qur’an atau iqro, setiap pertemuan malam kamis anak-anak dan ibu-ibu membaca surah Yasin bersama di majlis ta’lim.



Pengajian rutinan untuk anak usia dini adalah salah satu dari bentuk pengabdian kepada masyarakat. Tepatnya di kawasan RT 010 dan RW 011, Desa Bojong Renged Kecamatan Teluk naga, Kabupaten Tangerang. Hasil observasi yang sudah dilakukan dan informasi yang kita dapatkan dari masyarakat mengenai apa saja yang dibutuhkan untuk anak-anak di desa Bojong Renged yaitu materi yang berisikan seputar membaca Al-Qur'an, belajar tajwid, tuntunan sholat, doa-doa ketika berwudhu dan menghafal asmaul husna. Adapun metode yang digunakan yaitu ceramah, praktik, bernyanyi, demonstrasi dan tanya jawab.
Selain materi kajian yang diberikan, nila-nilai religius juga sangat diperlukan oleh anak-anak di desa Bojong Renged. Nilai-nilai kehidupan yang mencerminkan tumbuh kembangnya kehidupan beragama. Nilai religius yang sangat diperlukan oleh anak-anak adalah hal yang berkaitan dengan akhlak. Dimana akhlak yang menjadi pedoman perilaku sesuai dengan aturan masyarakat.
Aliya Lestari