Budidaya Ikan lele dan Hidroponik Kangkung "BUDIKDAMBER"

Budidaya Ikan lele dan Hidroponik Kangkung "BUDIKDAMBER"

: Minggu, 20 Agustus 2023 : Jatake

Latar Belakang Kegiatan

Pertanian dan ketahanan pangan adalah dua aspek kunci dalam pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Di banyak daerah pedesaan, masalah stunting dan defisiensi gizi masih menjadi tantangan serius yang dihadapi oleh anak-anak dan keluarga. Untuk mengatasi permasalahan ini, langkah-langkah yang inovatif dan berkelanjutan dalam meningkatkan akses terhadap makanan berkualitas dan gizi sangat penting.

Dalam konteks ini, Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi platform yang ideal untuk memperkenalkan solusi yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat desa. Salah satu solusi yang diadopsi adalah budidaya ikan lele dan hidroponik dengan menggunakan media ember. Pendekatan ini memberikan cara yang efisien dan hemat ruang untuk menghasilkan protein hewani dan sayuran berkualitas tinggi dalam skala kecil di lingkungan pedesaan.

Tujuan dari laporan ini adalah untuk menyampaikan pengalaman, hasil, dan manfaat dari kegiatan KKN dalam budidaya ikan lele dan hidroponik dengan media ember. Kami akan menjelaskan langkah-langkah yang kami ambil, tantangan yang dihadapi, dan dampak yang berhasil kami capai selama periode pelaksanaan KKN. Semua upaya ini bertujuan untuk memberikan kontribusi positif terhadap kesejahteraan masyarakat desa dan upaya pencegahan stunting.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Budidaya ikan lele dan hidroponik dalam embe dapat dilakukan dengan skala yang kecil dan terjangkau. Ini memungkinkan individu atau keluarga dengan ruang terbatas di lingkungan perkotaan atau pedesaan untuk terlibat dalam kegiatan pertanian dan akuakultur. Ember adalah wadah yang relatif mudah dikelola, terutama untuk pemula dalam budidaya ikan dan hidroponik. Ini memungkinkan orang-orang yang tidak memiliki pengalaman sebelumnya untuk belajar dan mengembangkan keterampilan mereka dalam hal ini. Di daerah yang memiliki keterbatasan lahan, budidaya dalam ember adalah solusi yang efisien karena tidak memerlukan lahan yang luas. Ini sangat berguna di lingkungan perkotaan di mana lahan pertanian sering kali terbatas. Dengan menggunkan ember, masyarakat dapat dengan mudah mengendalikan berbagai faktor lingkungan seperti suhu, cahaya, dan nutrisi. Ini memungkinkan pertumbuhan ikan dan tanaman hidroponik yang lebih baik dan stabil. 

Kegiatan ini dapat menjadi alat pendidikan yang baik, terutama bagi anak-anakk dan remaja. Mereka dapat belajar tentang pertanian, siklus hidup ikan, dan biudidaya tanaman denggan cara yang praktis. Budidaya ikan lele dan hidroponik dalam ember juga mendukung konsep keberlanjutan pangan. Ini membantu keluarga untuk menghasilkan makanan mereka sendiri dengan cara yang ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya eksternal. Mengkombinasikan budidaya ikan lele dan hidroponik dalam satu ember memungkinkan keluarga untuk memiliki akses ke berbagai jenis makanan, seperti ikan segar dan sayuran hijau, yang dapat meningkatkan vvariasi dalam diet mereka. Budidaya ikan lele dan hidroponik dalam ember juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi rumah tangga jika hasilnya cukup untuk dijual di pasar lokal.


Tujuan kegiatan

  1. Memastikan  masyarakat memiliki akses mudah ke sumber gizi yang berkuualitas.
  2. Alat pendidikan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, tentang pentingnya makanan  sehat dan gizi yang seimbang.
  3. Membantu dalam diversifikasi makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat.
  4. Memungkinkan masyarakat untuk menjadi lebih mandiri dalam hal pangan.
  5. Menghemat biaya, karenna masyarakat tidak perlu membeli ikan atau sayuran dengan harga tinggi di pasar.
  6. Meningkatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama jika hasilnya dapat dijual di pasar lokal.
  7. Alternatif yang lebiih berkelanjutan daripada metode pertanian konvensional, karena menggunakan lebih sedikit lahan.
  8. Menjadi hobi yang memberikan kenikmatan kepada masyarakat yang terlibat dalam prosesnya.
  9. Mencegah stunting.
  10. Memperbaiki gizi keluarga.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Seluruh Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT)
  • Ibu-Ibu Kader Forum Kota Tangerang Sehat
  • Ketua RW 007
  • Ketua RT 
  • Masyarakat Setempat


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan workshop budidaya ikan lele dan hidroponik dalam ember atau yang biasa di sebut BUDIKDAMBER dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Agustus 2023 di jam 10.00 WIB dan bertempat di KWT milik RW 007. Susunan acara workshop ini yang pertama adalah pembukaan dari MC lalu dilanjutkan sambutan dari ketua pelaksana, sambutan ketua Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT), sambutan dari Ketua RW 007. Selanjutnya yaitu penjelasan mengenai Budidaya Ikan Lele dan Hidroponik dengan media ember oleh salah satu anggota KKN sekaligus mempraktikan cara pembuatan Budidaya Ikan Lele dan Hidroponik dengan media ember tersebut. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab antara para hadirin dengan panitia yang bertugas pada saat workshop ini berjalan. Lalu, acara di tutup dengan doa dan pemberian kenang-kenangan ikan lele yang sudah besar untuk para hadirin.

Ini  adalah cerita singkat tentang bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan :

  1. Persiapan Ember dan Sistem Hidroponik : Sebuah ember besar dipilih untuk budidaya ikan lele. Ember ini biasanya memiliki kapasitas yang cukup untuk beberapa ekor ikan lele dan ember ini harus sudah direndam air minimal 1x24 jam. Sistem hidroponik juga disiapkan di samping ember, dengan menggunakan media tanam seperti cocopeat atau rockwool.
  2. Persiapan Benih Ikan Lele : Benih ikan lele yang sehat dipilih dan ditempatkan dalam ember yang sudah diisi dengan air. Air harus cukup dijagga agar tetap bersih dan oksigen terlarut cukup untuk ikan.
  3. Pemberian Pakan dan Perawatan Ikan : Ikan lele dibberi makan secara teratur dengan pakan yang sesuai. Suhu air dan kualitas air dipantau untuk memastikan kondisi lingkungan yang baik bagi ikan. Pemeliharaan yang baik membantu pertumbuhan ikan yang optimal.
  4. Budidaya Tanaman Hidroponik : Di sistem hidroponik, berbagai jenis tanaman seperti selada, bayam atau kangkung ditanam. Mereka diberi nutrisi melalui air yang kaya akan unsur-unsur esensial. Kondisi seperti cahaya dan suhu juga diatur sesuai kebutuhan tanaman.
  5. Manajemen Nutrisi : Pemberian nutrisi bagi tanaman hidroponik dan pemantauan air yang baik adalah kunci kesuksesan dalam budidaya ini. Sumber nutrisi yang tepat harus diberikan sesuai dengan kebutuhan tanaman.
  6. Panen dan Konsumsi : Setelah beberapa bulan, ikan lele telah tumbuh besar dan siap untuk dipanen. Tanaman hidroponok juga tumbuh dengan baik. Hasil dari kedua budidaya ini dapat dikonsumsi oleh masyarakat. Hasil yang berlebih bisa dijual dipasar lokal untuk mendapatkan pendapatan tambahan.
  7. Pendidikan dan Berbagi Pengetahuan : Selama proses budidaya, masyarakat dapat belajar tentang gizi, pertanian, dan pemeliharaan ikan. Pengetahuan ini bisa dibagikan dengan komunitas lokal untuk meningkatkan pemahaman tentang budidaya ikan lele dan hidroponik.

Penting untuk diingat bahwa setiap lingkungan dan kondisi dapat mempengaruhi prosesnya, dan pemantauan serta penyesuaian yang cermat diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal.


Dokumentasi

Penutup

Dalam menjalani kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini, kami telah berusaha keras untuk memahami, mengimplementasikan, dan membagikan pengetahuan tentang budidaya ikan lele dan hidroponik dalam ember kepada masyarakat desa. Kegiatan ini telah memberikan berbagai manfaa yang signifikan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Beberapa hasil dan kesimpulan yang dapat kamii tarik dari kegiatan ini adalah sebagai berikut :

  1. Pemenuhan Gizi : Kegiatan budidaya ikan lele dan hidroponik dalam ember berhhasil meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat desa. Mereka sekarang memiliki akses mudah ke sumber protein hewani dan sayuran segar.
  2. Kemandirian Pangan : Keluarga di desa ini telah menjadi lebih mandiri dari hal pangan. Mereka tidak hanya memproduksi makanan sendiri, tetapi juga dapat menjual hasil budidaya mereka di pasar lokal.
  3. Pemberdayaan Ekonomi : Hasil budidaya ikan lele dan hidroponik juga memberikan dampak positif dalam benuk pendapatan tambahan bagi keluarga yang terlibat.
  4. Pendidikan dan Kesadaran : Kegiatan ini juga membantu dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi dan pertanian yang berkelanjutan.
  5. Penghematan Sumber Daya : Melalui penggunaan cocopeat dan rockwool dalam hidroponik, kami berhasil mengurangi penggunaan lahan dan air, menjadikannya pendekatan yang lebih berkenalnjutan.
  6. Kesadaran Lingkungan : Kami juga memberikan pelatihan tentang pengelolaan lingkungan dan penggunaan bahan organik dalam budidaya ini. Semua prestasi ini tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi dan kerjasama baik antara tim KKN dan masyarakat desa.

Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Semua prestasi ini tidak mungkin tercapai tanpa kolaborasi dan kerjasama yang baik antara tim KKN dan masyarakat desa.

Kami berharap bahwa berkelanjutan kegiatan budidaya ikan lele dan hidroponik dalam ember akan terus berlanjut, memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat desa ini. Kami juga berharap bahwa keberhasilan kami dapat menjadi isnnpirasi untuk proyek serupa di tempat lain.

Terakhir, kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Muhammadiyah Tangerang, Dosen Pembimbing Lapangan, Pemmerintah Desa, dan seluruh masyarakat desa yang telah membantu dan mendukung kami selama periode KKN ini. Smoga budidaya ikan lele dan hidroponik ini tetap berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua yang terlibat.

Penulis

Ahmad Yusuf

Ahmad Yusuf

S1-Teknik Industri