Seminar Penyuluhan Stunting di Desa Nyikaci RT.01 RW.05

Seminar Penyuluhan Stunting di Desa Nyikaci RT.01 RW.05

: Selasa, 29 Agustus 2023 : Kelurahan Jurumudi

Latar belakang kegiatan

Stunting adalah keadaan paling umum dari bentuk kekurangan gizi (PE / mikronutrien), yang mempengaruhi bayi sebelum lahir dan awal setelah lahir, terkait dengan ukuran ibu, gizi selama ibu hamil, dan pertumbuhan janin.1 Menurut Sudiman dalam Ngaisyah, stunting pada anak balita merupakan salah satu indikator status gizi kronis yang dapat memberikan gambaran gangguan keadaan sosial ekonomi secara keseluruhan di masa lampau dan pada 2 tahun awal kehidupan anak dapat memberikan dampak yang sulit diperbaiki. Salah satu faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi stunting yaitu status ekonomi orang tua dan ketahanan pangan keluarga. 

Status ekonomi orang tua dapat dilihat berdasarkan pendapatan orang tua. Pendapatan keluarga merupakan pendapatan total keluarga yang diperoleh dari berbagai sumber, yaitu hasil kepala keluarga, hasil istri, hasil pemberian, hasil pinjaman, dan hasil usaha sampingan per bulan.  Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Ngaisyah pada tahun 2015 menunjukkan bahwa pada kelompok stunting lebih banyak pendapatannya adalah dibawah UMR yakni sebanyak 67 responden (35,8%) , sedangkan yang memiliki pendapatan diatas UMR hanya sedikit yakni sebanyak 45 orang (22%).

Hasil penelitian lain yang dilakukan oleh Lestari et all. tahun 2014 menunjukkan bahwa pendapatan keluarga yang rendah merupakan faktor resiko kejadian stunting pada balita 6- 24 bulan. Anak dengan pendapatan keluarga yang rendah memiliki resiko menjadi stunting sebesar 8,5 kali dibandingkan pada anak dengan pendapatan tinggi. Rendahnya tingkat pendapatan secara tidak langsung akan menyebabkan terjadinya stunting hal ini dikarenankan menurunnya daya beli pangan baik secara kuantitas maupun kualitas atau terjadinya ketidaktahanan pangan dalam keluarga.

Menurut Peraturan Pemerintah No 68 Tahun 2002 dan UU Pangan No 18 Tahun 2012 tentang Ketahanan Pangan, maka ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan bagi rumah tangga yang tercermin dari ketersediaan pangan yang cukup, baik jumlah, maupun mutunya, aman, merata, dan konsumsi pangan yang cukup merupakan syarat mutlak terwujudnya ketahanan pangan rumah tangga. Ketidaktahanan pangan dapat digambarkan dari perubahan konsumsi pangan yang mengarah pada penurunan kuantitas dan kualitas termasuk perubahan frekuensi konsumsi makanan pokok. Ketahanan pangan keluarga erat hubungannya dengan ketersediaan pangan yang merupakan salah satu faktor atau penyebab tidak langsung yang berpengaruh pada status gizi anak. Gizi buruk menyebabkan terhambatnya pertumbuhan pada balita, sehingga tinggi badan anak tidak sesuai dengan umurnya atau disebut dengan balita pendek atau stunting. 


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan tersebut perlu dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan atau wawasan masyarakat Desa Nyikaci di Kelurahan Jurumudi terkait pencegahan Stunting, yaitu dengan memperhatikan pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih. 


Tujuan kegiatan

  1. Untuk mengedukasi masyarakat Desa Nyikaci di Kelurahan Jurumudi terkait pencegahan Stunting
  2. Untuk meningkatkan wawasan masyarakat Desa Nyikaci di Kelurahan Jurumudi terkait pencegahan Stunting


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN UMT Jurumudi 2023
  • Dosen UMT (Hartono ST., MT, Tina Hernawati S., ST., MT, Hendri Ponda, ST., MT)
  • UPT Puskesmas Benda
  • Masyarakat  Desa Nyikaci di Kelurahan Jurumudi


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan yang dilakukan oleh kelompok KKN Jurumudi 2023 pada tanggal 29 Agustus 2023 adalah mengadakan Seminar terkait Penyuluhan Stunting di Desa Nyikaci Kelurahan Jurumudi. Kegiatan diadakan pada pukul 08.00 - 11.30 WIB. Adapun rangkaian kegiatan Seminar sebagai berikut:

  • Registrasi Peserta
  • Pembukaan (Sambutan dari Ketua KKN Jurumudi 2023, DPL, Ketua RW.05, Lurah Jurumudi)
  • Seminar (Pemateri 1 : UPT Puskesmas Benda dan Pemateri 2 : Dosen UMT)
  • Tanya Jawab
  • Penutupan

Registrasi peserta dilakukan dengan pengisian formulir kehadiran. Selanjutnya setelah para peserta seminar sudah hadir dilanjutkan dengan pembukaan Acara Stunting oleh Ketua KKN Jurumudi 2023, DPL, Ketua RW.05, Lurah Jurumudi. Setelah penyambutan selesai, dilanjutkan dengan Seminar terkait Penyuluhan Stunting yang disampaikan oleh UPT Puskesmas Benda dan dilanjutkan penyampaian materi oleh Dosen UMT. Setelah proses penyampaian materi selesai, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Setelah itu dilakukan penutupan untuk Seminar terkait Penyuluhan Stunting.


Dokumentasi

Penyambutan Oleh Lurah Jurumudi
Penyampaian Materi terkait Stunting
Penyerahan Sertifikat kepada UPT Puskesmas Benda
Foto Bersama Lurah, Ketua RW.05 Ketua RT.01, Dosen UMT dan UPT Puskesmas Benda

Penutup

Demikian kegiatan Seminar terkait pencegahan Stunting, yaitu dengan memperhatikan pola makan, pola asuh serta perbaikan sanitasi dan akses air bersih yang dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Agustus 2023.

Penulis

Mohammad Raudhatul Mustaqim

Mohammad Raudhatul Mustaqim

S1-Teknik Sipil