Penanganan & Pencegahan Stunting

Penanganan & Pencegahan Stunting

: Sabtu, 19 Agustus 2023 : Nusa Jaya

Latar belakang kegiatan

Stunting adalah kondisi yang ditandai dengan kurangnya tinggi badan anak apabila dibandingkan dengan anak-anak seusianya. Sederhananya, stunting merupakan sebutan bagi gangguan pertumbuhan pada anak. Penyebab utama dari stunting adalah kurangnya asupan nutrisi selama masa pertumbuhan anak. Banyak yang tidak menyadari bahwa tinggi pendeknya anak bisa menjadi tanda adanya masalah gizi kronis.

Anak yang mengidap stunting pasti berperawakan pendek. Anak dengan asupan gizi terbatas sejak kecil dan telah berlangsung lama berisiko mengalami pertumbuhan yang terhambat. Menurut WHO, suatu negara dikatakan memiliki masalah stunting bila kasusnya mencapai angka di atas 20%. Sementara, di Indonesia, berdasarkan data Kemenkes pada tahun 2021, kasus balita stunting di Indonesia sebanyak 24,4% sehingga termasuk dalam masalah yang perlu ditangani.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan sebuah program yang bertujuan untuk kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.Program ini diadakan guna untuk mencegah stunting, yakni gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama. Kondisi ini menyebabkan peghambatan perkembangan dan pertumbuhan bayi sehingga bayi menjadi pendek. Kegiatan dilakukan di Pos Gizi seperti pemeriksaan kesehatan, pengukuran berat badan, tinggi badan, penyuluhan, serta edukasi mencuci tangan sebelum makan, dan menerapkan bagaimana makanan harus dihabiskan. Diharapkan ini dapat merubah perilaku kebiasaan balita/orang tuanya.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Hasil SSGI (Survei Status Gizi Indonesia) ada stagnasi pada anak gizi kurang dan underweight. Ini penting pemberian makanan tambahan lokal, karena kalau kita ngga turunkan underweight atau gizi kurang maka kemungkinan sulit turunkan stunting itu bisa saja terjadi, Maka PMT lokal menjadi satu langkah intervensi yang harus dilakukan dalam upaya penurunan prevalensi stunting. Ia meminta setiap pemerintah daerah kabupaten/kota untuk segera merealisasikan PMT lokal. Penanganan stunting dilakukan untuk menjadi upaya penanganan pencegahan stunting. Dimana penyelesaian masalah gizi menjadi upaya awal pencegahan stunting pada anak.


Tujuan kegiatan

  1. Untuk meningkatkan status gizi anak serta untuk mencukupi kebutuhan zat gizi anak agar tercapainya status gizi dan kondisi gizi yang baik sesuai dengan umur anak tersebut.
  2. Untuk memulihkan keadaan gizi dan kesehatan.
  3. Untuk kesehatan bayi dan balita, memastikan tumbuh kembang anak sesuai dengan umurnya, dan mencegah stunting.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Kelurahan Nusa Jaya.
  • Posyandu RW. 03.
  • Posyandu RW. 04.
  • Posyandu RW. 07.
  • Posyandu RW. 012.
  • Masyarakat Kelurahan Nusa Jaya.
  • Mahasiswa/i KKN Nusa Jaya.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Ada sebanyak 60 anak yang tercatat terdampak stunting di Kelurahan Nusa Jaya, dari phak Kelurahan memberikan penyuluhan dan akan mendistrikbusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ke beberapa titik Posyandu. Tetapi, pada hari ke 1, ke 7, dan ke 13 Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan di Kelurahan Nusa Jaya dan ada sedikit edukasi mengenai penanganan dan pencegahan stunting dari bidan.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ini dilakukan selama 14 hari. Selain hari ke 1, ke 7, dan ke 13 Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dilakukan di beberapa titik posyandu diantara nya posyandu RW. 03, posyandu RW. 04, posyandu RW. 07, dan posyandu RW. 012.

Kami mahasiswa/i KKN Nusa jaya membantu dalam kegiatan tersebut dengan prosedur mengambil makanan terlebih dahulu ke kelurahan kemudian nanti kita mengantarkannya ke posyandu tersebut, tidak hanya itu kami juga memberikan makanan itu tersebut ke anak-anak yang terdampak stunting, sebelum mereka makan kita memberikan edukasi mengenai cuci tangan, setelah itu kami memperhatikan anak-anak tersebut apakah makanan yang diberikan itu habis atau tidak. Lalu, melaporkan nya ke kader posyandu mengenai hasil makan mereka. Kami juga mengadakan penyuluhan mengenai penanganan & pencegahan stunting yang dilakukan di RW. 04, kegiatan tersebut bertujuan untuk menambah edukasi mengenai penanganan & pencegahan stunting dengan materi yang diberikan oleh ibu Ati selaku kader posyandu dari RW. 04.


Dokumentasi

 

Pemberian PMT di Kelurahan Nusa Jaya
Pengambilan PMT di Kelurahan Nusa Jaya
Pemberian PMT kepada anak yang terdampak Stunting
Penyuluhan Mengenai Penanganan & Pencegahan Stunting

 

Penutup

Pencegahan dan penanganan stunting ini sangatlah penting bagi masyarakat, masyarakat perlu diberikan edukasi mengenai hal ini agar tidak mengurangi kebutuhan gizi anak. Dengan diadakan nya acara ini diharapkan kepada masyarakat yang terkhusus berpartisipasi dalam acara ini anak-anak yang terdampak stunting dapat kembali ke kondisi yang lebih baik dan para orang tua diharapkan agar lebih menjaga lagi pola makan anak-anaknya agar gizi yang dibutuhkan anak terpenuhi. Semoga dengan segala upaya yang dilaksanakan pemerintah dalam program stunting ini masyarakat Tangerang bisa menjadi lebih maju dan lebih sehat.

Terimakasih kepada seluruh pihak atas kerjasamanya dalam kegiatan ini, kami mohon maaf apabila ada kesalahan dan belum maksimal ketika kegiatan dilaksanakan.

Penulis

Mahta Novenza

Mahta Novenza

S1-Pend. Bahasa Arab