Pos Gizi adalah salah satu upaya pemberdayaan keluarga untuk menanggulangi masalah gizi pada masyarakat yang berbasis masyarakat dimana dalam pelaksanaannya dari oleh dan untuk masyarakat, tujuan dari kegiatan pos gizi di antaranya mempertahankan dan meningkatkan status gizi balita dan mencegah terjadinya balita kurang gizi atau gizi buruk di masa yang akan datang. Masalah gizi merupakan masalah yang sangat kompleks dan mempunyai dimensi yang sangat luas, tidak hanya menyangkut aspek kesehatan tetapi juga meliputi masalah sosial, ekonomi, budaya, pola asuh, pendidikan, lingkungan dan perilaku. Mengingat penyebabnya sangat kompleks, penanganan kurang gizi memerlukan kerjasama yang komprehensif dari semua pihak bukan hanya oleh petugas medis, namun uga pihak orangtua, keluarga, pemuka agama dan pemerintah. Salah satu cara yang mungkin cukup potensial yaitu melalui pemberdayaan dan pembelajaran masyarakat melalui kelompok sosialnya sehingga dalam jangka menengah masyarakat diharapkan menyadari pentingnya perhatian terhadap kesehatan anak, keluarga dan masyarakat melalui pemberdayaan potensial yang sudah ada di dalam masyarakat tersebut dan mengimplementasikannya kepada anggota dalam kelompoknya sendiri. Selanjutnya disebut dengan Positive Deviance.
Salah satu penyebab gizi kurang pada anak adalah praktik pemberian makanan pada anak yang tidak tepat (Depkes RI, 2010). Pemberian makanan pada anak dapat dipengaruhi oleh pengetahuan dan pola asuh ibu. Menurut Sulistyorini (2007) pola asuh merupakan salah satu faktor penting dalam terjadinya gangguan status gizi, yang termasuk pola asuh adalah pemberian ASI, penyediaan dan pemberian makanan pada anak, serta pemberian rasa aman pada anak. Pengetahuan ibu tentang gizi mempengaruhi perilaku terhadap pemberian makanan anak. Pemilihan bahan makanan, tersedianya jumlah makanan yang cukup dan keanekaragaman makanan ini dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan ibu tentang makanan dan gizinya. Ketidaktahuan ibu dapat menyebabkan kesalahan pemilihan makanan terutama untuk anak balita (Mardiana, 2006). Kesalahan dalam memilih makanan untuk balita berdampak pada status gizi kesehatannya
Kegiatan pos gizi diposyandu kenanga 1 dan 9 dilaksanakan karena untuk mengenalkan manfaat gizi penting bagi anak-anak agar mereka mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan dan memberikan edukasi kepada ibu ibu balita mengenai makan yang bergizi seperti telur susu sayur dengan ibu balita dengan rutin datang ke Posyandu, tumbuh kembang anak selama masa keemasannya 0-5 tahun akan terpantau dengan baik ..Tidak hanya ditimbang dan diukur tinggi badannya, anak-anak akan diberikan asupan makanan bergizi yang baik untuk pertumbuhan.
Kegiatan Pos Gizi di Posyandu Kenanga 1 dan 9 dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus sampai dengan tanggal 28 Agustus 2023, kegiatan diawali mengukur lingkar kepala, lingkar lengan, tinggi badan, berat badan pada balita. Serta ibu balita mengisi absen, selama kegiatan pos gizi anak diberikan berbagai macam makan bergizi dengan menu yang berbeda setiap harinya, tujuannya agar anak tidak bosan, makanan ini diberikan oleh puskesmas lalu di alokasikan ke kelurahan dan dari kelurahan baru diberikan ke posyandu nya selain itu makanan yang diberikan memiliki zat karbohidrat seperti nasi. Nasi ini selalu di bentuk berbagai karakter agar anak anak menarik dan lahap dalam makan, dan ditanggal 22 Agustus balita di ukur kembali tinggi badannya, lingkar kepala, berat badan dan lingkar lengannya tujuannya apakah selama 7 hari balita ada perubahan dalam perkembangannya kalau masih kurang maka balita tetap melanjutkan kegiatan pos gizinya, dan ditanggal 28 Agustus 2023 ini pos gizi yang terakhir ternayata ada beberapa anak ballita yang belum ada perubahan dalam perkembangan tubuhnya.
ditanggal 22 Agustusnya mahasiswa bersama ibu kader posyandu serta staf keluarahan melakukan demo masak kegiatannya dilaksanakan di kediaman rumah pak RW 03. Pada kegiatan ini mahasiswa dan ibu posyandu memasak makanan yang bergizi seperti sempol ayam, lele katsu, capcai, somay, sate tempe, dan salad buah selain mudah membuatnya makanan tersebut mengandung protein yang tinggi. Setelah selesai memasak makanan tersebut dibagikan ke ibu balita posyandu kenanga 1 dan 9.
Selain kegiatan Pos gizi memberikanan makanan kepada balita, mahasiswa juga memberikan penyuluhan materi seperti materi PHBS, materi Stunting, materi P3K dan mahasiswa juga mengajarkan kepada balita mencuci tangan yang baik dan benar serta mengajarkan cara menggosok gigi kepada balita. Dalam kegiatan ini dari pihak puskesmas memberikan suntikan Mantoux atau suntika TBC pada beberapa balita sesuai dengan kriterianya.




Kegiatan pos gizi yang dilakukan posyandu kenanga 1 dan posyandu 9 di akhiri tanggal 28 Agustus 2023 Kegiatan pos gizi selanjutnya sesi ke 2 dilanjut ditanggal 4 September targetnya balita balita yang sudah melaksankan kegiatan pos gizi di sesi 1 yang belum memiliki perubahan perkembangan gizi.
Hadana Nur Fauzi