Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian utama Indonesia adalah masalah gizi pada anak balita (stunting). Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak karena kekurangan gizi, yang ditandai dengan tinggi dan berat badannya berada di bawah standar. Selain itu, stunting juga menyebabkan dampak jangka Panjang akibat lambatnya perkembangan otak, yang mana tentunya hal ini juga berdampak terhadap kualitas SDM di Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang mendasari terjadinya stunting, antara lain faktor pendidikan dan pengetahuan, juga faktor sosio-ekonomi yang menyebabkan kurangnya pemberian makanan bergizi pada anak.
Indonesia sendiri diketahui merupakan negara dengan tingkat prevalensi stunting tertinggi kedua di Asia Tenggara pada tahun 2020 yang mencapai 31,8%. Pemerintah tentunya mencoba menekan angka ini dengan melakukan intervensi spesifik terhadap gizi ibu hamil serta anak usia 6 sampai 2 tahun. Hal ini menghasilkan penurunan prevalensi stunting di Indonesia pada tahun 2022 menjadi 21,6%. Selanjutnya terus dilakukan upaya untuk menyesuaikan standard WHO terkait prevalensi stunting yang harus di angka kurang dari 20%, pemerintah menargetkan di tahun 2024 mencapai 14%.
Untuk mencegah stunting, diperlukan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah sampai keluarga. Upaya yang dilakukan pemerintah guna mencegah stunting di Indonesia antara lain melalui pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri, serta Pemberian Makanan Tambahan (PMT) bagi ibu hamil dan balita. Kegiatan PMT bagi ibu hamil ini bertujuan untuk mencukupi kandungan gizi serta zat besi. Sedangkan kegiatan PMT bagi balita dilakukan pada anak usia 6-24 bulan berupa protein hewani seperti ayam, ikan, daging, dan susu.
Untuk mengatasi masalah ini, Universtas Muhammadiyah Tangerang mengadakan pencegahan dan pennganan stunting melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui program ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk terlibat langsung dalam komunitas, menerapkan pengetahuan mereka, serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan perubahan positif dan meninkatkan kesejahteraan anak-anak yang ada di Tangerang Raya.
Sosialisasi merupakan salah satu kegiatan pengabdian yang perlu dilakukan sebagai upaya pemberian wawasan kepada anak-anak sekolah dasar tentang gaya hidup dan makanan yang sehat. Kebiasaan makan-makanan yang cukup nutrisi perlu dibiasakan sejak dini. Kegiatan sosialisasi ini diselingi sebagai hiburan sekaligus edukasi ketika program bimbingan belajar bagi siswa sekolah dasar yang diadakan oleh tim pengabdian masyarakat setiap dua minggu sekali. Melalui kegiatan ini, diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran anak-anak untuk menjaga pola makan dan menerapkan gaya hidup sehat.
Pengabdian kepada masyarakat dilakukan oleh mahasiswa KKN Terpadu UMT 2023 yang didampingi dan didukung oleh tim dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan bersama dengan seluruh tim pengabdian kepada masyarakat, dengan adanya kerjasama yang baik dengan pihak kelurahan dan masyarakat.
Anak-anak menyambut dengan antusias kegiatan yang dilaksanakan oleh tim pengabdian kepada masyarakat, yaitu kegiatan edukasi yang menggunakan media permainan. adapun media-media yang digunakan berupa ular tangga edukasi, puzzle, roda berputar, dan buku cerita. Permainan-permainan ini kemudian dihubungkan dengan pemberian informasi tentang stunting, yang mana informasi yang disampaikan mengacu kepada 4 pilar prinsip gizi seimbang, yaitu 1) mengkonsumsi aneka ragam makanan, 2) penerapan pola hidup bersih dan sehat, 3) menjaga berat badan tetap ideal, 4) pentingnya olahraga dan pola hidup aktif.
Media ular tangga edukasi digunakan untuk menyampaikan informasi mengenai makanan sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Permainan ular tangga ini berupa karpet berbahan dasar plastik yang terdiri dari 36 kotak. Di beberapa kotak berisi informasi dan tantangan yang harus dilakukan oleh pemain. Cara bermainnya seperti permainan ular tangga pada umumnya, dengan menjalankan pion masing-masing sebanyak angka yang didapat melalui dadu.
Media puzzle yang digunakan merupakan puzzle biasa yang kita modifikasi cara bermainnya dengan menambahkan informasi dan pengetahuan tentang gizi sebagai petunjuk penyusunan. Media puzzle yang digunakan bermanfaat sebagai stimulus yang diharapkan mempunyai penaruh terhadap anak-anak untuk dapat bersikap sesuai dengan pesan atau informasi dari penyusunan puzzle.
Rangkaian kegiatan penggunaan media edukasi untuk sosialisasi stunting bagi anak sekolah dasar di Kelurahan Sukarasa diakhiri dengan kegiatan penyerahan media sekaligus edukasi dari tim dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang yang bertempat di Aula Kelurahan Sukarasa. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tim pengabdian kepada masyarakat, Lurah Sukarasa beserta jajarannya, Ketua RT dan RW setempat, beberapa anak sekolah dasar yang didampingi orang tua, juga beberapa kader posyandu yang ada di Kelurahan Sukarasa.
Media selanjutnya yang digunakan sebagai sarana edukasi yaitu roda berputar. Roda berputar sering dimanfaatkan sebagai suatu bahan ajar yang digunakan untuk merangsang siswa untuk berpikir, serta melatih ketepatan siswa dalam menjawab dan melakukan instruksi sesuai dengan arahan yang didapat pada roda berputar. Media roda berputar ini terbuat dari papan triplek berbentuk lingkaran yang berisi angka-angka. Secara visual, media ini menarik bagi anak-anak karena warna-wana yang beragam, juga bentuknya yang unik.
Rangkaian kegiatan penggunaan media edukasi untuk sosialisasi stunting bagi anak sekolah dasar di Kelurahan Sukarasa diakhiri dengan kegiatan penyerahan media sekaligus edukasi dari tim dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang yang bertempat di Aula Kelurahan Sukarasa. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tim pengabdian kepada masyarakat, Lurah Sukarasa beserta jajarannya, Ketua RT dan RW setempat, beberapa anak sekolah dasar yang didampingi orang tua, juga beberapa kader posyandu yang ada di Kelurahan Sukarasa.
Rangkaian kegiatan penggunaan media edukasi untuk sosialisasi stunting bagi anak sekolah dasar di Kelurahan Sukarasa diakhiri dengan kegiatan penyerahan media sekaligus edukasi dari tim dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang yang bertempat di Aula Kelurahan Sukarasa. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh tim pengabdian kepada masyarakat, Lurah Sukarasa beserta jajarannya, Ketua RT dan RW setempat, beberapa anak sekolah dasar yang didampingi orang tua, juga beberapa kader posyandu yang ada di Kelurahan Sukarasa.



Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat berupa penggunaan media edukasi untuk pencegahan stunting pada anak sekolah dasar di Kelurahan Sukarasa, dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini disambut dengan baik oleh masyarakat, khususnya anak-anak. Hal ini terbukti dengan antusias peserta dalam mengikuti permainan edukasi. Peserta juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan dan menambah pengetahuan mereka tentang makanan sehat, menjaga kebersihan, serta stunting.
Adapun saran yang disampaikan setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini yaitu harapan agar mengimplementasikan informasi yang didapat melalui permainan edukasi yang dilakukan melalui kegiatan sosialisasi bagi anak-anak dalam upaya mencegah dan menangani stunting. Selain itu, diharapkan kepada Kelurahan Sukarasa untuk selalu berinovasi dan melakukan kegiatan yang menarik dalam pelaksanaan kegiatan kesehatan di Kelurahan Sukarasa dengan menggunakan media-media yang menarik. Selanjutnya diharapkan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan sehingga penyampaian sosialiasi mengenai kesehatan menjadi lebih efektif dan menyenangkan.
Saniya Idfih Yanti