Bank Sampah didirikan karena kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang semakin banyak dipenuhi sampah, baik organik maupun anorganik. Meningkatnya jumlah sampah tentunya akan menimbulkan banyak permasalahan sehingga memerlukan penanganan seperti mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat. Pada pengelolaan sampah, terdapat penanganan sampah yang dilakukan salah satunya yaitu melalui kegiatan pemilahan sampah. Kegiatan ini dilakukan melalui pengelompokan sampah ke dalam beberapa jenis, diantaranya :
Sampah yang diterima bank sampah merupakan sampah kering yaitu sampah plastik, kertas, logam, dan kaca. Apabila sampah kering masyarakat minimal mencapai 1 kg, maka sampah tersebut hanya dibawa ke bank pengumpulan sampah untuk disetor. Bila sampah kering sudah mencapai minimal 1 kg, masyarakat bisa membawanya ke pusat daur ulang untuk dikirim ke sana. Jam buka bank sampah berbeda-beda di setiap lokasi, sehingga warga harus mengetahui kapan harus membuang sampahnya di bank sampah terdekat. Jumlah sampah yang dikirim akan ditimbang, kemudian dikreditkan ke rekening tabungan bank pengumpul sampah. Buku tabungan akan menunjukkan nilai dalam rupiah dari jumlah sampah yang dihemat. Nilai rupiah yang tercatat pada simpanan nasabah di bank sampah disesuaikan dengan jenis sampah yang disimpan. Nilai rupiah ini tentunya bisa ditarik secara tunai.
Bank sampah merupakan salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dengan cara menabung sampah dan menjaga kualitas lingkungan melalui kegiatan pengelolaan sampah.
Tujuan utama didirikannya bank sampah adalah untuk membantu pengelolaan sampah dan tujuan bank sampah selanjutnya adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan lingkungan yang sehat, rapi dan bersih.
Program bank sampah mempunyai dampak yang besar bagi masyarakat. Hal ini terlihat dari masyarakat yang lebih banyak berinteraksi sosial satu sama lain, meningkatkan tingkat pendapatan, memberikan rasa aman dan menjadikan lingkungan lebih bersih.
Bank Sampah adalah tempat pengumpulan sampah yang telah dipilah. Setelah itu, hasil pengumpulan sampah yang telah dipilah akan diserahkan ke tempat kerajinan atau tempat pemulung. Sebagai ilustrasi, bank sampah dikelola dalam sistem bergaya bank yang dijalankan oleh organisasi sukarela. Asal usul berdirinya bank sampah karena kepedulian masyarakat terhadap lingkungan yang semakin banyak mengandung sampah organik dan anorganik. Meningkatnya sampah tentu akan menimbulkan banyak permasalahan sehingga memerlukan penanganan seperti mengolah sampah menjadi bahan yang bermanfaat. Dengan demikian, keberadaan sistem pengelolaan sampah dengan sistem bank sampah akan mampu membantu pemerintah mengelola sampah dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Bank sampah menawarkan sejumlah manfaat bagi masyarakat dan lingkungan, seperti menjadikan lingkungan lebih bersih, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kebersihan, dan mengubah sampah menjadi barang ekonomis. Manfaat bank sampah bagi masyarakat adalah dapat menambah pendapatan masyarakat karena ketika mereka memperdagangkan sampah maka mereka akan mendapat imbalan berupa uang yang terkumpul di rekeningnya. Apalagi masyarakat bisa menarik uang tabungannya kapan saja jika tabungannya sudah banyak. Imbalan bagi penabung tidak hanya berupa uang, namun juga berupa sembako seperti gula, sabun, minyak, dan beras. Belum lagi bank sampah juga memberikan manfaat bagi siswa yang kurang mampu secara finansial, beberapa sekolah telah menerapkan pembayaran SPP dengan sampah. Tentu saja salah satu tujuan bank sampah adalah mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat dan bernilai ekonomi.



Bank sampah seharusnya menjadi tempat memasarkan produk daur ulang limbah dari pelanggan atau masyarakat, seperti pemasaran produk daur ulang inovasi daur ulang sampah organik dan anorganik dalam kegiatan partisipatif yang memberikan manfaat lebih bagi nasabah dan bank sampah itu sendiri.
Sheila Amimi