Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Dan nilai edukatif mewarnai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak didik. Guru dengan sadar merencanakan strategi pembelajaran secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatu guna kepentingan dalam sebuah pengajaran. Tetapi sebagai guru harus mengedepankan kecakapan afektif peserta didik. Karena keberhasilan dalam ranah kognitif tidak hanya akan membuahkan kecakapan kognitif, tetapi juga ranah afektif. Kecakapan ranah afektif dan kegiatan keagamaan siswa ini akan meningkatkan keguatan keagamaan anak berupa kesadaran keagamaan yang mantap.
Selaras dengan hal tersebut, melalui lembaga kemasyarakatan yang dianggap masyarakat memiliki peran dalam mengimplementasikan pendidikan agama maka sekolah-sekolah yang dianggap baik oleh masyarakat terutama para orang tua, memilihkan kegiatan lebih diluar sekolah untuk menimba ilmu keagamaan.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk mengabdi kepada masyarakat dengan menyatu pada kegiatan lembaga kemasyarakatan
Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Rabu, 9 Agustus 2023 pukul 15.30 kami datang ke tempat pengajian anak-anak Majelis Taklim Dian Assopiyah untuk melakukan izin supaya dapat membantu kegiatan pengajian anak-anak tersebut. Kami bertemu Ibu Nurjannah selaku Pengajar di Majelis Taklim Dian Assopiyah, kedatangan kami di sambut hangat oleh beliau. Setelah melakukan sosialisasi kami juga langsung membantu Ibu Nurjannah untuk kegiatan pengajian tersebut, disana sebelum pengajian dimulai di buka dengan doa bersama dan membaca surat-surat pendek, lalu dilanjutkan mengaji secara individu dengan disampingi oleh kami dan juga Ibu Nurjannah, terakhir kami membaca doa penutupan secara bersama-sama.




Selama proses kegiatan mengajar di Majelis Taklim Dian Assopiyah pertama kali, kami belum menghadapi kendala justru kami sangat senang karena mereka menyambut kami hangat. Harapannya kami mampu menghadapi serta menyelesaikan berbagai persoalan nanti yang akan datang dan dapat memunculkan ide-ide kreatif dan juga solusi jika mungkin nantinya ada masalah.
Mohammad Raudhatul Mustaqim