Pembagian PMT pada Balita di Kelurahan Belendung

Pembagian PMT pada Balita di Kelurahan Belendung

: Minggu, 27 Agustus 2023 : Kelurahan Belendung

Latar belakang kegiatan

Upaya yang dilakukan dalam menerapkan gizi seimbang, setiap keluarga harus menganal, mencegah, dan mengatasi masalah gizi setiap anggota keluargnya. Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan menyatakan bahwa persentase gizi buruk pada balita usia 0-23 bulan di Indonesia adalah 3,8%, sedamgkan persentase gizi kurang adalah 11,4%. Hal tersebut tidak berbeda jauh dari hasil pemantauan status gizi (PSG) yang diselenggarakan oleh Kementrian Kesehatan tahun 2017, yaitu  persentase gizi buruk pada balita usia 0-23 bulan sebesar 3,5% dan persentase gizi kurang 11,3%. 

Pemantauan pertumbuhan anak secara rutin setiap bulan bertujuan sebagai deteksi dini untuk mencegah terjadinya gagal tumbuh kebang pada balita. Semakin cepat ditemukan, kasus gizi kurang atau gizi buruk akan semakin cepat ditangani. Salah satu upaya yang gencar dilaksanakan adalah dengan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) (Kementrian Kesehatan RI, 2018).


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan tersebut sangat bermanfaat untuk masyarakat yang anaknya mengalami masalah status gizi kurang (Stunting) dengan Pemberian Makanan Tambahan/PMT maka asupan nutrisi pada anak bisa lebih bertambah tidak hanya pemberian asupan nutrisi dari rumah saja tetapi dengan pemberian PMT tersebut. Dengan adanya kegiatan PMT ini diharapkan tidak ada lagi anak-anak stunting di Kelurahan Belendung, ini lah salah satu intervensi yang dilaksanakan oleh berbagai pihak terkait baik dari sector pemerintahan, kesehatan dan sector lainnya yang berkaitan dengan stunting, diharapkan bahwa anak-anak yang mendapatkan PMT ini menunjukan kenaikan berat badan sesuai dengan usianya.


Tujuan kegiatan

  1. Memberikan Asupan Nutrisi Tambahan bagi anak yang mengalami status gizi kurang
  2. Memberikan Informasi tambahan kepada masyarakat bahwa anak dengan stunting sangat dibantu oleh pihak yang terkait agar anak-anak tidak ada lagi yang mengalami stunting
  3. Mengurangi kejadian stunting di Kelurahan Belendung dengan cara Pemberian Makanan Tambahan yang Nutrisinya sesuai dengan Usia anak.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Para Kader Kesehatan kelurahan Belendung
  • Balita Stunting dan orang tua


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan dimulai dari jam 08.00-09.30 WIB dimulai dengan berkumpul dahulu seluruh ibu-ibu kader di Rumah Ibu Yanti di RW 03 Musholah Baiturrahman, setiap pagi kader-kader dari masing-masing RW mengambil Makanan yang sudah disediakan dan yang sesuai dengan menu dari pihak provinsi. Setalah seluruh ibu-ibu kader berkumpul setiap kader per-RW mendapatkan Makanan tambahan sesuai dengan anak-anak yang mengalami stunting di RW tersebut. Kegiatan PMT dimasing-masing RW dimulai dengan Pemeriksaan Berat Badan, Tinggi badan, lingkar kepala dan lingar lengan, Setelahnya Pemberian Makanan Tambahan anak-anak harus mengkonsumsi makanan tersebut hingga habis, kegiatan tersebut dilaksanakan sampai 7 hari kemudian dilakukan pemeriksaan ulang untuk mengetahui apakah ada peningkatan berat badan setelah pemberian PMT.


Dokumentasi

Pembagian PMT di RW 03

 

Pembagian PMT di RW 03

 

Pembagian PMT di RW 10

 

Pembagian PMT di RW 09

Penutup

Seluruh kegiatan yangbtelah berlangsung diharapkan dapat menjadi manfaat yang berkelanjutan untuk kelurahan Belendung.   Selain itu, diharapkan masyarakat tidak hanya mendengarkan saja terkait semua sosialisasi yang telah diadakan namun juga dapat diterapkan di kehidupan sehari hari. Semoga masyarakat Kelurahan belendung dapat meningkatkan kesehatan dengan selalu memakan makanan yang sehat dan bergizi.

Penulis

Muhamad Janwar

Muhamad Janwar

S1-Teknik Informatika