Laporan Akhir KKN Internasional Malaysia

Laporan Akhir KKN Internasional Malaysia

: Sabtu, 19 Agustus 2023 : ICC Pahang

Latar belakang kegiatan

Dalam UU tentang Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 menjelaskan bahwa, pendidikan adalah “usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran agar peserta didik   secara   aktif   mengembangkan   potensi   dirinya   untuk   memiliki kekuatan   sepiritual   keagamaan, pengendalian  diri,  kepribadian,  kecerdasan,  akhlak  mulia  serta  keterampilan  yang  diperlukan  dirinya  dan masyarakat.”  Pengertian "pendidikan" berakar dari kata dasar "didik," kemudian ditambah dengan awalan "pe" dan akhiran "an," yang menghasilkan makna sebuah metode, cara, atau tindakan dalam membimbing. Pengajaran, di sisi lain, adalah suatu metode untuk mengubah etika dan perilaku individu atau kelompok dalam usaha mencapai kemandirian, dengan tujuan mengembangkan kedewasaan manusia melalui rangkaian upaya seperti pendidikan, pembelajaran, bimbingan, serta pembinaan.

Permasalahan pada bidang Pendidikan adalah belum meratanya Pendidikan secara tersruktur di segala penjuru negeri, sehingga ini berdampak pada banyak sektor. Salah satu sektor yang terkena dampaknya adalah sektor ekonomi. Berdasarkan data yang dikutip dari Badan Pusat Statistik menunjukan bahwa jumlah masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan di Indonesia per Maret 2023 adalah sebesar 25,90 juta orang atau 9, 36 persen. Artinya tingkat kemiskinan di Indonesia masih tergolong tinggi dan ditambah lagi tingkat pengangguran dan jumlah kesediaan lapangan pekerjaan yang terbatas membuat masyarakat beralih menjadi pekerja migran di luar negeri, khususnya di Malaysia.

Akan tetapi, permasalahan timbul kembali dimana kurangnya literasi masyarakat Indonesia tentang prosedur bekerja di luar negeri. Hal ini adalah bukti bahwa Pendidikan di Indonesia masih belum merata. Berdasarkan hasil observasi penulis menunjukan bahwa para pekerja migran kebanyakan berasal dari luar Jabodetabek. Hal ini menunjukan bahwa Pendidikan yang belum merata dapat menjadi permasalahan yang sangat kompleks. Berdasarkan pengamatan penulis, kebanyakan pekerja di Kuantan Pahang Malaysia bekerja di sektor fisik atau non-office seperti ladang, perkebunan, bangunan, pedagang, dan lain sebagainya.

Karena kurangnya literasi atau kemampuan membaca dan menulis, membuat para migran Indonesia yang bekerja di sana tidak memperpanjang masa berlaku passport dan juga tidak mengurus dokumen izin tinggal. Hal ini mengakibatkan status mereka di sana sebagai imigran illegal. Hal ini berdampak pada status anak-anak mereka yang megalami kesulitan untuk mendapatkan hak Pendidikan dikarenakan tidak adanya dokumen yang legal. Hal ini menjadi permasalahan serius bagi pemerintah karena pemerintah kesulitan dalam menangani warganya yang berada di wilayah negara lain.

Didirikannya sanggar bimbingan yang diinisiasi oleh Kedubes RI adalah salah satu solusi pemecahan masalah yang terjadi. Salah satu sanggar bimbingan yang ada di Malaysia adalah ICC Pahang dimana tempat penulis mengabdi. Tujuan didirikannya sanggar bimbingan adalah sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada warganya untuk memenuhi hak Pendidikan. Dan juga berdasarkan wawancara penulis terhadap pengelola ICC Pahang, beliau mengatakan bahwa didirikannya sanggar ini sebagai bentuk pemutus mata rantai kebodohan agar nasi anak-anak dapat lebih baik disbanding orang tuanya dimasa yang akan datang.
 


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Berdasarkan latar belakang terjadinya kesenjangan di bidang Pendidikan terutama bagi imigran Indonesia di Malaysia, kegiatan KKN yang diinisiasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur sangat membantu dalam penanganan permasalahan tersebut. Kurangnya tenaga pengajar yang tersedia juga menjadi tantangan dan hambatan bagi terpenuhinya hak Pendidikan bagi para imigran. Untuk menangani permasalahan tersebut, mengirimkan mahasiswa khususnya mahasiswa dari jurusan Pendidikan dapat membantu mengisi kekosongan tenaga pengajar di setiap sanggar belajar. Dan juga kegiatan ini sangat membantu mengembangkan kemampuan dan bakat mahasiswa khususnya bidang akademik.

 


Tujuan kegiatan

Kegiatan ini bertujuan sebagai berikut:
1.    Sebagai bentuk kongkrit kegiatan pengabdian kepada Masyarakat.
2.    Kontribusi perguruan tinggi kepada negara melalui program pengabdian masyarakat di kancah Internasional.
3.    Memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengeksplorasi kemampuan akademik dan mengembangkan minat dan bakat.
4.    Membantu menangani permasalahan bagi imigran Indonesia di Malaysia khusunya bidang Pendidikan.
 

 


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Pihak yang telibat pada kegiatan KKN Internasional ini terdiri dari:
1.    KBRI di Kuala Lumpur beserta jajarannya
2.    Atdikbud KBRI di Kuala Lumpur
3.    KJRI Johor Bahru beserta jajarannya
4.    Kepala SIKL dan jajarannya
5.    PCIM Malaysia di Kuala Lumpur
6.    Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah
7.    Ketua Asosiasi LPTK dan jajarannya
8.    Rektor Universias Universitas Muhammadiyah Tangerang
9.    Kepala LPPM Universitas Muhammadiyah Tangerang
10.    Dosen Pembimbing Lapangan
11.    Pengelola ICC Pahang
12.    Para siswa siswi ICC Pahang
13.    Mahasiswa KKN ICC Pahang
 

 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Dampak yang terjadi dapat dirasakan khususnya bagi pengelola sanggar. Kurangnya tenaga pengajar membuat pengelola sanggar harus merangkap sebagai kepala sekolah, guru kelas, dan pengurus tata usaha sekolah. Kegiatan ini sangat membantu bagi pengelola sanggar. Ditambah kehadiran mahasiswa dari Indonesia dapat menjadi motivator bagi para siswa agar lebih giat lagi dalam belajarnya sehingga dapat Kembali ke tanah air dan menempuh Pendidikan sampai ke perguruan tinggi.

Adapun dampak bagi WNI yang bekerja di Malaysia, kehadiran mahasiswa dapat membantu mengedukasi tentang pentingnya mengurus dokumen izin tinggal di teritorial negara lain. Hal ini sangat diharapkan oleh KJRI Johor Bahru, yaitu Bapak Sigit S. Widiyanto, beliau mengatakan bahwa kehadiran mahasiswa KKN di ICC Pahang ini dapat membantu para WNI yang masih bermasalah tentang dokumen izin tinggal sebagai edukator tentang permasalahan tersebut
 

Ceritakan Bagaimana Kegiatan Tersebut Berlangsung

Penulis mengikuti program PPM KI/KKN KI/PkM KI PTMA Angkatan 8 dan ditempatkan di Indonesian Community Centre (ICC) Pahang yg berlangsung dari tanggal 27 Juli sampai dengan 19 Agustus 2023 (Selama 23 Hari) di Kuala Lumpur, Malaysia. Jadwal kerja meliputi lima hari kerja dalam satu minggu dan di hari sabtu tambahan kelas mengaji berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh Pengelola sanggar bimbingan menyesuaikan dengan jadwal sekolah. Jadwal kerja berlangsung selama 5 jam dimulai pada pukul 08.00 waktu Malaysia sampai dengan pukul 13.00 untuk hari Senin-Kamis. Adapun untuk hari jum’at mereka masuk pukul 08.00 dan pulang pukul 11.00. Dan di hari sabtu, tambahan kelas mengaji yang dimulai dengan pukul 08:00 sampai dengan pukul 10:00 


Dokumentasi

 

 

Penutup

Kesimpulan
Saya, selaku mahasiswa  Universitas Muhammadiyah Tangerang dan dua kawan saya dari Universitas Muhammadiyah Jember dan Universitas Muhammadiyah Kendari, , telah mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di ICC Pahang, Kuantan, Malaysia. Kami menyimpulkan bahwa partisipasi kami dalam kegiatan KKN telah memberikan manfaat besar, baik bagi siswa-siswi ICC Pahang maupun bagi kami sebagai mahasiswa.

Selama pelaksanaan KKN ini, kami berhasil sukses dalam menjalankan berbagai program yang telah direncanakan sebelumnya. Di antara program-program tersebut termasuk Penerapan Atomic Habits, Kelas Kreatif, dan lain-lain seperti yang telah kami sebutkan sebelumnya. Selama melaksanakan program-program ini, kami juga berhasil menjalin kolaborasi yang positif dengan berbagai pihak terkait, seperti pengurus ICC, dosen pembimbing, dan stakeholder lainnya. Kolaborasi ini membantu kami merancang serta melaksanakan program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan siswa-siswi ICC Pahang. Kerjasama ini memastikan bahwa program-program yang kami jalankan memberikan manfaat dan dampak positif yang nyata bagi siswa-siswi serta masyarakat setempat.

Melalui pengalaman KKN ini, kami meraih pembelajaran yang sangat berharga. Kami dapat menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah kami peroleh di kampus dalam situasi kehidupan nyata, sekaligus mengasah kemampuan sosial kami. Selain itu, kami juga memahami pentingnya kerja sama tim yang efektif, manajemen waktu yang baik, dan cara menghadapi tantangan dalam berbagai situasi. Semua pengalaman ini memberi kami pandangan baru dan membantu perkembangan kami sebagai individu dan anggota masyarakat yang lebih berkualitas.

Kami berharap bahwa kontribusi kami melalui KKN ini memberikan dampak positif yang signifikan bagi siswa-siswi ICC Pahang dan juga bagi kami sebagai mahasiswa. Kami berharap program-program yang kami jalankan dapat berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi siswa-siswi ICC Pahang. Selain itu, kami berharap bahwa kegiatan KKN semacam ini akan terus diadakan di masa depan guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Dengan demikian, kami mengharapkan kontribusi kami dalam kegiatan KKN dapat berlanjut dan membawa dampak positif bagi perkembangan masyarakat dan pendidikan di wilayah tersebut.

Saran
Dalam pelaksanaan program ini, beberapa rekomendasi yang dapat kami sampaikan meliputi:
1.    Peningkatan Pengembangan Program: Kami menyarankan agar program-program yang telah dijalankan terus dikembangkan dan ditingkatkan agar manfaat yang dihasilkan lebih maksimal di masa depan. Melakukan evaluasi secara berkala dan mendapatkan umpan balik dari siswa, pengajar, dan pihak terkait lainnya akan membantu mengidentifikasi area perbaikan dan memperkuat program yang sudah ada.
2.    Pengembangan Kapasitas Siswa dan Pengajar Tetap di ICC Pahang: Rekomendasi kami adalah agar fokus program-program yang dijalankan difokuskan pada pengembangan kapasitas siswa dan pengajar tetap di ICC Pahang. Melalui pelatihan dan workshop yang terkait dengan pembelajaran, manajemen sanggar, serta keterampilan sosial, diharapkan kompetensi dan profesionalisme mereka dapat ditingkatkan.
3.    Kolaborasi dengan Berbagai Pihak Terkait: Kami menyarankan agar program-program ini melibatkan lebih banyak pihak terkait, seperti organisasi masyarakat, lembaga pendidikan lain, atau sektor swasta. Kolaborasi semacam ini dapat memperluas dampak positif program dan menciptakan sinergi dalam memberikan layanan dan dukungan kepada siswa dan masyarakat setempat.
4.    Pengukuran Dampak Program secara Lebih Sistematis: Rekomendasi kami adalah mengukur dampak dari program-program yang telah dijalankan secara lebih sistematis. Dengan mengumpulkan data dan melakukan evaluasi yang terstruktur, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi efektivitas program serta mengukur perkembangan dan pencapaian siswa sebagai indikator keberhasilan program.
5.    Penerapan Kurikulum dan Metode Pembelajaran yang Terstruktur: Kami menyarankan ICC Pahang untuk mempertimbangkan penerapan kurikulum dan metode pembelajaran yang lebih terstruktur, terutama dalam mendukung kelangsungan program-program yang telah dijalankan.
    
Dan masukan dari KJRI Johor Bahru Bapak Sigit S. Widiyanto, beliau memberikan masukan perihal keamanan mahasiswa yang bertugas di Malaysia harus lebih diperketat lagi. Karena status sanggar bimbingan ini masih dikategorikan illegal. Dikarenakan para siswa masih banyak yang belum memiliki dokumen resmi, sehingga sewaktu-waktu dapat terjadi penggrebekan oleh pihak imigrasi Malaysia. Sebenarnya terdapat bebas visa 30 hari bagi para pengunjung sesame negara ASEAN. Akan tetapi izin tinggal tersebut diperuntukan bagi para turis. Hal demikian dapat dikategorikan sebagai penyalahgunaan bebas visa. Akan lebih bijak jika mahasiswa oleh kampus dibekali dengan visa single entry. Karena menyangkut keamanan para mahasiswa KKN.

 

Penulis

Asep Hermawan

Asep Hermawan

S1-Pend. Agama Islam