Stunting yang sering disebut kerdil atau pendek merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak berusia dibawah lima tahun (balita) akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang terutama pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Anak tergolong stunting apabila panjang badan dan tinggi badan dibawah minus standar deviasi panjang atau tinggi seumurnya. Tetapi anak pendek bukan berarti stunting, anak stunting sudah pasti pendek penyebab dari masalah stunting berhubungan dengan faktor kurangnya informasi serta pemahaman ibu terkait stunting di masa prakonsepsi, kehamilan dan menyusui, pola asuh pemberian makanan pada anak, faktor pemberian ASI ekslusif tidak optimal, permasalah sanitasi, faktor lingkungan sosial ekonomi.
Dampak dari stunting rentang terkena penyakit, perkembangan dan pertumbuhan anak tidak optimal, berisiko mengalami penyakit metabolik, postur tubuh tidak sesuai dengan usianya.
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 prevalensi stunting sebesar 21,6 persen. Angka ini mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 2,8 persen. Target yang harus dicapai pada tahun 2024 adalah menurunkan prevalensi stunting menjadi 14 persen. Pemerintah Kota Tangerang berhasil menekan angka stunting dari 15,3 persen pada 2021 menjadi 11,8 persen pada 2022 atau turun 3,5 persen beriringan dengan penurunan angka stunting se-Provinsi Banten dari 24,5 persen menjadi 20 persen.
Kegiatan ini dlaksanakan untuk mengedukasi para Ibu di Kel Belendung khususnya RW 05 apa saja hal yang dapat mengakibatkan stunting dan apa hal yang harus dilakukan untuk memperbaiki gizi anak yang kurang. Dengan Adanya Kegiatan tersebut kami mengharapkan bahwa kejadian stunting di kelurahan belendung berkurang dengan tambahan informasi yang kami berikan. Masyarakat sekitar belendung masih ada yang menganggap bahwa imunisasi adalah hal yang tidak perlu dilakukan, tetapi imunisasi adalah salah satu cara juga untuk mencegah stunting. Kami mengharapkan dengan adanya sosialisasi ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terkait pentingnya imunisasi dan nutrisi untuk anak sedari bayi.
Kegiatan dilakukan di Hari Rabu, 23 Agustus 2023 dengan tema “Peningkatan Pengatahuan Sebagai Pencegahan Stunting” dimulai dengan menyiapkan snack yang akan diberikan untuk peserta Edukasi Stunting dan menyiapkan susu untuk balita yang menghadiri kegiatan tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua RW 05, Ketua Posyandu Makmur 05 dan pemateri dari Puskesmas Jurumudi Baru. Kegiatan tersebut dimulai pukul 08.30 dengan dibuka MC yaitu salah satu mahasiswa KKN Kelurahan Belendung 2023. Setelah pembukaan dilanjutkan dengan sambutan yang pertama yaitu sambutan dari Muhammad Janwar selaku Ketua KKN Kelurahan Belendung 2023 dimana ia menyampaikan terimakasih kepada Ketua RW 05 dan Ketua Posyandu Makmur 5 yang sudah menyediakan fasilitas tempat untuk kegiatan edukasi pencegahan stunting, dan ucapan terimakasi kepada ibu-ibu dan para kader yang sudah menghadiri kegiatan edukasi tersebut. Sambutan yang selanjutnya dari Bapak Taufik selaku Ketua RW 05 dimana beliau menyampaikan rasa terimakasih kepada para mahasiswa karena sudah peduli terkait permasalahan stunting yang sangat marak belakang ini. Beliau berharap dengan diadakannya Edukasi ini, masyarakat dapat sadar akan pentingnya memenuhi gizi anak dari kecil. Selanjutnya Pemberian Edukasi Pertama yang disampaikan oleh Mahasiswi Ummiya dengan Tema Mengenal Stunting, setelah Penjelasan Materi pertama dilanjukan dengan penjelasan Materi kedua yang disampaikan oleh ibu Ayu Nurjanah, S.Gz dari pihak Puskesmas Jurumudi Baru dengan tema Nutrisi untuk Mencegah Stunting. Setelah penjelasan kedua materi dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diberikan oleh 4 orang ibu dengan masing-masing 2 pertanyaan. Setelah sesi tanya jawab dilanjutkan dengan penutup dan sesi dokumentasi. Acara berakhir pukul 11.30

Sambutan Ketua RW 05

Suasana Kegiatan Edukasi Stunting

Pemberian Materi 1

Sambutan Ketua KKN UMT Terpadu Kel, Belendung
Seluruh kegiatan yang telah berlangsung diharapkan dapat menjadi manfaat yang berkelanjutan untuk kelurahan Belendung. Selain itu, diharapkan masyarakat tidak hanya mendengarkan saja terkait semua sosialisasi yang telah diadakan namun juga dapat diterapkan di kehidupan sehari hari. Semoga masyarakat Kelurahan belendung dapat meningkatkan kesehatan dengan selalu memakan makanan yang sehat dan bergizi.
Muhamad Janwar