Nusa jaya adalah salah satu kelurahan di kecamatan Karawaci. Nusa jaya merupakan kelurahan hasil pemekaran Kelurahan Karawaci Baru. Sebelum tahun 2000, kelurahan Nusa jaya belum di kenal karena masih menjadi bagian dari kelurahan karawaci. Nusa jaya lahir sebagai implementasi perda No. 16 tahun 2000 terkait pembentukan tujuh kecamatan di kota Tangerang.
Nusa jaya merupakan kelurahan terluas keempat di karawaci dengan aluas mencapai 1,17 kilometer persegi dengan jumlah penduduk mencapai 14.487 jiwa, seacara geografis, nusa jaya berbatasan dengan kelurahan karawaci baru di bagian timur, berhadapan dengan kelurahan bojong jaya di sisi barat, berbatasan dengan kelurahan cimone jaya di sisi utara, sedangkan kecamatan cibodas berada di sisi Selatan nusa jaya.
Meskipun terbilang kelurahan baru, nusa jaya memiliki kampung yang sudah ada sejak colonial, yaitu kampung kendang kambing. Kampung kendang kambing terletak di RW.012, keluarahan nusa jaya, penamaan kampung itu memilikki asal – usul yang melekat dengan para angon (gembala) kambing. Konon, pada zaman colonial, tempat itu menjadi area pengembalaan kambing yang cukup besar. Karenanya, tempat tersebut dikenal sebagai kampung kandang kambing. Semenjak tahun 1980 – an, lahan yang luas itu dijual oleh keturunan Naen, sehingga menjadi permukiman padat penduduk hingga kini. Bahkan, sampai – sampai tidak ada lagi orang yang mengangon kambing di wilayah itu. Rumput dan lahan yang biasa untuk mengembala mulai hilang, berganti dengan permukiman penduduk. Tahun 1980 – an, nama kampung ini pernah akan diubah. Namun, karena keturunan Naen masih ada di sini, nama kampung kendang kambing tetap dipertahankan hinggga saat ini. Adapun kampung kendang kambing memiliki Jumlah Rukun Tetangga : 4 RT Jumlah Kepala Keluarga (KK) : 934 KK Jumlah Penduduk : 2978 Jiwa.
Kelurahan Nusa Jaya merupakan salah satu kelurahan yang berada di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Secara administratif, Kelurahan Nusa Jaya terbagi ke dalam 12 Rukun Warga (RW) dan 40 Rukun Tetangga (RT) dengan jumlah penduduk sekitar ± 15.700 jiwa (berdasarkan data tahun 2022). Lokasi kelurahan ini cukup strategis karena berada di wilayah perkotaan dengan akses menuju pusat Kota Tangerang yang relatif mudah.
Penduduk Kelurahan Nusa Jaya didominasi oleh masyarakat dengan latar belakang beragam, mulai dari pekerja sektor informal, pedagang, karyawan pabrik, hingga pegawai swasta. Tingkat heterogenitas ini menjadikan Nusa Jaya sebagai salah satu kelurahan yang cukup dinamis dalam kegiatan sosial dan ekonomi.
Beberapa kegiatan dan program yang telah berjalan di Kelurahan Nusa Jaya antara lain:
Pelaksanaan KKN di Kelurahan Nusa Jaya memiliki tujuan sebagai berikut:
Penjelasan detail dari pertiap kegiatan atau proker yang dilakukan:
Program kerja sosialisasi ke sekolah, khususnya kepada siswa kelas VI SD, dibuat sebagai salah satu bentuk kegiatan yang bertujuan memberikan pengetahuan, wawasan, dan motivasi kepada siswa dalam menghadapi masa akhir pendidikan sekolah dasar. Siswa kelas VI berada pada tahap persiapan menuju jenjang pendidikan berikutnya sehingga membutuhkan arahan dan informasi yang dapat membantu mereka lebih siap secara akademik maupun dalam kehidupan sosial.
Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan di lingkungan sekitar serta sebagai sarana untuk berbagi pengetahuan secara langsung kepada siswa. Melalui kegiatan sosialisasi, mahasiswa juga dapat berinteraksi dengan siswa dan menerapkan pengetahuan serta keterampilan yang telah diperoleh selama proses perkuliahan.
Nama Kegiatan : Sosialisasi Sekolah
Waktu Pelaksanaan : 30 Juli 2026
Tempat Pelaksanaan : SD Negeri Karawaci 08
Narasumber : Mahasiswa/I KKN UMT
Audiens Kegiatan : Audiensnya adalah siswa kelas VI SD yang berada di SD Negeri Karawaci 08
Bagaimana cara mengikuti agenda ini : Kegiatan dapat diikuti dengan cara:
Program kerja pembuatan QRIS bagi pelaku usaha di lingkup RW 12 merupakan salah satu bentuk kegiatan mahasiswa KKN dalam memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung perkembangan dan digitalisasi usaha masyarakat di lingkungan RW 12.
Berdasarkan hasil pengamatan dan pendataan yang dilakukan selama pelaksanaan KKN, terdapat sejumlah pelaku usaha di wilayah RW 12 yang masih mengandalkan transaksi secara tunai dalam menjalankan kegiatan usahanya. Penggunaan pembayaran tunai memang masih menjadi salah satu metode pembayaran yang umum digunakan, namun seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat mulai terbiasa menggunakan pembayaran digital dalam melakukan transaksi sehari-hari.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar bagi mahasiswa KKN untuk membuat program kerja berupa pendampingan pembuatan QRIS bagi pelaku usaha. QRIS dipilih karena dapat menjadi salah satu alternatif pembayaran yang lebih praktis bagi pelaku usaha maupun pelanggan. Dengan adanya QRIS, pelanggan dapat melakukan pembayaran melalui berbagai aplikasi pembayaran digital yang mendukung QRIS tanpa harus menyediakan uang tunai.
Program kerja ini juga dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan pelaku usaha untuk mengikuti perkembangan teknologi dalam kegiatan usahanya. Selain membantu menyediakan alternatif metode pembayaran, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN melakukan pendataan terhadap pelaku usaha yang berada di lingkungan RW 12. Berdasarkan hasil pendataan, terdapat 18 pelaku usaha yang menjadi sasaran kegiatan pembuatan QRIS. Pelaku usaha tersebut tersebar di beberapa wilayah RT, yaitu 6 pelaku usaha di wilayah RT 01 dan RT 02, 6 pelaku usaha di RT 03, serta 6 pelaku usaha di RT 04.
Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pendampingan secara langsung agar pelaku usaha tidak hanya mengetahui keberadaan QRIS, tetapi juga dapat memahami manfaat dan cara penggunaannya dalam kegiatan transaksi sehari-hari.
Nama Kegiatan : Implementasi Qris – UMKM Go Digital
Waktu Pelaksanaan : 4 Agustus 2026
Tempat Pelaksanaan : Lingkungan RW.012 RT 01 - 04
Narasumber : Mahasiswa/I KKN UMT
Audiens Kegiatan : Audiensnya adalah Pelaku Usaha di lingkungan RW.012 RT 01, RT 02, RT 03, RT 04
Bagaimana cara mengikuti agenda ini : Kegiatan dapat diikuti dengan cara:
Sampah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian, terutama di lingkungan masyarakat yang memiliki aktivitas sehari-hari cukup tinggi. Kurangnya kesadaran dalam memilah dan mengelola sampah dapat menyebabkan sampah menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap, mengurangi kebersihan lingkungan, serta berpotensi menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan pencemaran lingkungan.
Lingkungan Kelurahan Nusa Jaya membutuhkan upaya pengelolaan sampah yang lebih terarah dan berkelanjutan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui program Bank Sampah. Bank Sampah merupakan kegiatan pengelolaan sampah dengan cara memilah sampah berdasarkan jenisnya, kemudian mengumpulkan dan memanfaatkannya agar memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa menginisiasi program kerja berupa pembentukan dan pengelolaan Bank Sampah di lingkungan Kelurahan Nusa Jaya. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya, mengurangi jumlah sampah yang dibuang secara langsung, serta mendorong masyarakat untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui pemanfaatan sampah yang masih memiliki nilai jual. Dengan adanya program Bank Sampah, diharapkan tercipta lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata serta terbentuk kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Nama Kegiatan : Bank Sampah
Waktu Pelaksanaan : 11 Agustus 2026
Tempat Pelaksanaan : Kelompok Wanita Tani (Kwt) Rw.012
Program kerja Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) merupakan salah satu bentuk kegiatan mahasiswa KKN dalam memberikan kontribusi secara langsung kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pemanfaatan lahan terbatas dan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam melakukan budidaya ikan secara sederhana di lingkungan RW 12.
Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan KKN, terdapat potensi pemanfaatan ruang di lingkungan rumah masyarakat yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan produktif. Selain itu, kebutuhan masyarakat terhadap sumber pangan, khususnya ikan, menjadi salah satu dasar bagi mahasiswa KKN untuk membuat program kerja berupa budidaya ikan dalam ember dengan sistem aquaponik. Budikdamber dipilih karena dapat dilakukan dengan menggunakan wadah sederhana, tidak membutuhkan lahan yang luas, serta relatif mudah diterapkan oleh masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, program ini menggunakan galon bekas Le Minerale sebagai wadah budidaya ikan yang dimodifikasi sehingga dapat digunakan sebagai media pemeliharaan ikan sekaligus tempat pertumbuhan tanaman. Sistem aquaponik memanfaatkan air dari wadah ikan yang mengandung nutrisi untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga dapat menggabungkan kegiatan budidaya ikan dan tanaman dalam satu media. Dengan metode ini, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan barang bekas sekaligus memperoleh pengalaman dalam menerapkan sistem budidaya yang sederhana dan ramah lingkungan.
Program kerja ini juga dibuat dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat untuk memiliki kegiatan produktif yang dapat dilakukan di lingkungan rumah dengan biaya dan lahan yang relatif terbatas. Selain memberikan pengetahuan mengenai cara budidaya ikan, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan lahan sempit, pengelolaan barang bekas, serta potensi pemenuhan kebutuhan pangan secara mandiri.
Dengan adanya program ini, mahasiswa KKN berupaya memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan ruang yang terbatas dan barang bekas menjadi sarana budidaya yang produktif. Program Budikdamber diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif kegiatan yang mudah diterapkan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat di lingkungan RW 12.
Nama Kegiatan : Budikdamber dan Aquaponik
Waktu Pelaksanaan : 11 Agustus 2026
Tempat Pelaksanaan : Kelompok Wanita Tani (Kwt) Rw.012
Pelaksanaan program kerja mural di lingkungan Nusa Jaya RW 12 bukan sekadar kegiatan memperindah fasilitas fisik atau pemanis pandangan semata, melainkan sebuah inisiatif strategis yang memiliki dimensi sosial, budaya, dan psikologis yang sangat luas. Di tengah dinamika perkotaan yang sering kali monoton dan dipenuhi oleh dinding-dinding beton yang kusam, kehadiran seni mural di ruang publik mampu bertindak sebagai katalisator perubahan positif yang langsung menyentuh kehidupan keseharian warga. Oleh karena itu, program ini mendesak untuk segera direalisasikan demi membawa transformasi nyata bagi kawasan tersebut.
Alasan utama yang paling mendasar adalah kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas estetika dan keindahan visual di wilayah Nusa Jaya RW 12. Dinding-dinding kosong, pagar pembatas, atau fasilitas umum yang dibiarkan polos sering kali terlihat kusam, rentan terhadap aksi vandalisme yang tidak bertanggung jawab, dan memberikan kesan kawasan yang kurang terawat. Melalui sentuhan seni mural yang terencana dengan baik, warna-warni harmonis dan gambar yang bermakna akan mengubah lanskap lingkungan menjadi lebih hidup, asri, dan menyenangkan untuk dipandang, sehingga menciptakan suasana kawasan yang bersih dan tertib.
Program mural ini juga berfungsi sebagai sarana strategis untuk menyalurkan energi kreatif para pemuda dan remaja yang tinggal di Nusa Jaya RW 12. Sering kali, potensi seni di kalangan generasi muda terhambat karena minimnya fasilitas dan ruang ekspresi yang legal serta positif di lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan melibatkan mereka secara aktif dalam proses perencanaan hingga eksekusi pembuatan mural, program ini tidak hanya melatih keterampilan seni rupa dan kerja sama tim, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) yang tinggi terhadap fasilitas lingkungan yang mereka perindah sendiri, lebih dari sekadar lukisan di atas tembok, mural dapat dirancang untuk merepresentasikan nilai-nilai luhur, sejarah lokal, budaya, maupun cita-cita bersama warga Nusa Jaya RW 12. Kehadiran visual tematik ini akan memperkuat identitas lingkungan serta menjadi daya tarik tersendiri yang membanggakan bagi warga setempat. Selain itu, proses pengerjaan mural yang melibatkan gotong royong antarwarga dari berbagai usia akan mempererat tali silaturahmi, meningkatkan interaksi sosial, dan menghidupkan kembali semangat kebersamaan yang mulai terkikis oleh kesibukan modern.
Nama Kegiatan : Mural
Waktu Pelaksanaan : 7 Agustus 2026
Tempat Pelaksanaan : RT.02
Kesehatan remaja merupakan salah satu aspek penting yang perlu mendapat perhatian, mengingat pada masa remaja sering terjadi perubahan fisik, pola makan, dan gaya hidup yang dapat memengaruhi status kesehatan secara umum. Namun demikian, kesadaran remaja untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin masih tergolong rendah, sehingga berbagai masalah kesehatan berpotensi tidak terdeteksi sejak dini.
Posyandu Remaja Nusa Jaya RW 12 hadir sebagai wadah pemantauan kesehatan bagi remaja di lingkungan RW 12. Namun, kegiatan pemantauan kesehatan tersebut perlu didukung dengan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan dasar secara berkala agar status kesehatan remaja dapat terpantau dengan baik.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa menginisiasi program kerja berupa kegiatan pemeriksaan kesehatan atau Medical Check-Up (MCU) sederhana bagi remaja dan anak-anak di lingkungan Posyandu Remaja Nusa Jaya RW 12. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, tekanan darah (tensi), penggalian riwayat penyakit, serta pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS) sebagai bentuk skrining kesehatan dasar.
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan kader Posyandu Remaja Nusa Jaya RW 12 dan diikuti oleh 27 peserta yang terdiri dari remaja dan anak-anak yang berasal dari wilayah RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 di lingkungan RW 12.
Nama Kegiatan : Posyandu Remaja
Waktu Pelaksanaan : 16 Agustus 2026
Tempat Pelaksanaan : Posyandu Melati RW.012
Narasumber : Mahasiswa/I KKN UMT dan Puskesmas Nusa Jaya
Audiens Kegiatan : Audiensnya adalah: Para remaja yang berada dilingkungan RW.012
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Nusa Jaya Tahun 2026 bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kesadaran, dan kemandirian masyarakat melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi lingkungan setempat. Kegiatan KKN juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa, masyarakat, pemerintah kelurahan, serta berbagai pihak terkait dalam menciptakan lingkungan yang lebih edukatif, sehat, kreatif, produktif, dan berkelanjutan.
Melalui program kerja yang dilaksanakan, mahasiswa berupaya membantu masyarakat dalam bidang pendidikan melalui sosialisasi sekolah, ekonomi melalui implementasi QRIS, lingkungan melalui bank sampah dan mural, ketahanan pangan melalui budikdamber dan aquaponik, serta kesehatan melalui kegiatan cek kesehatan. Dengan demikian, program KKN diharapkan tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat mendorong masyarakat untuk melanjutkan dan mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri.
Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai penyusun sekaligus pelaksana program. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yang memberikan arahan, bimbingan serta evaluasi terhadap kegiatan.
PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN : REYZAN SULAEMAN | |||||
PENANGGUNG JAWAB PER PROKER | |||||
Sosialisasi Sekolah | Implementasi Qris - UMKM Go Digital | Bank Sampah | Budikdamber dan Aquaponik | Mural | Cek Kesehatan |
Riska Septiayani | Hilda Maulida | Bastian Ramadhan | Ivana Azis Fauziah | Ahmad Faishal Baehaki | Daffa Ramzi Ramadhan |
ANGGOTA PROKER | ||||
|---|---|---|---|---|
NO | NAMA | NIM | PRODI | |
|
|
|
| |
1 | Ahmad Faishal Baehaki | 23932020027 | PARIWISATA | |
2 | Ainun | 23612010332 | FEB | |
3 | Annisa Ramadhani | 23862060017 | FKIP | |
4 | Bastian Ramadhan | 23222010033 | TEKNIK SIPIL | |
5 | Bayu Ramadhan | 23622010100 | FEB | |
6 | Bayu Sopwan Sudarsono | 23202010011 | TEKNIK ELEKTRO | |
7 | Daffa Ramzi Ramadhan | 23142010011 | FIKES | |
8 | Dian Lestari | 23612010304 | FEB | |
9 | Fedryan Deka Herlambang | 23222010053 | TEKNIK SIPIL | |
10 | Hanifah Dhiyaa Islami | 23742010179 | HUKUM | |
11 | Hilda Maulida | 23622010102 | FEB | |
12 | Ivana Azis Fauziah | 23222010024 | TEKNIK SIPIL | |
13 | Karina Andini | 23882010004 | FKIP | |
14 | Malfina Aurora Permata Putri | 23612010342 | FEB | |
15 | Muhamad Julianto | 23222010027 | TEKNIK SIPIL | |
16 | Pitri Maharani | 23612010329 | FEB | |
17 | Putri Aulia Fatimah | 23612010036 | FEB | |
18 | Putri Revani | 23612010525 | FEB | |
19 | Reyzan Sulaeman | 23742010035 | HUKUM | |
20 | Riska Septiyani | 23862060062 | FKIP | |
21 | Shinta Aulia Sari | 23702010166 | ILKOM | |
22 | Silfiah Fauziah | 23702010187 | ILKOM | |
23 | Siti Khumayro | 23862080066 | PAI | |
24 | Siti Nurbaiti | 23702010163 | ILKOM | |
25 | Ulfa Khusnul Khotimah | 23702010195 | ILKOM | |
26 | Yogi Saputra | 23262010001 | TEKNIK INDUSTRI | |
Proker 1 – Sosialisasi Sekolah
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di sekolah dasar dengan sasaran utama siswa kelas VI. Kegiatan diawali dengan koordinasi antara mahasiswa dengan pihak sekolah untuk menentukan waktu, tempat, serta teknis pelaksanaan kegiatan. Setelah mendapatkan izin dari pihak sekolah, mahasiswa mempersiapkan materi dan perlengkapan yang akan digunakan selama kegiatan sosialisasi.
Pada saat pelaksanaan, kegiatan diawali dengan pembukaan dan perkenalan mahasiswa kepada siswa. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi sosialisasi dengan menggunakan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa kelas VI. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga dapat berpartisipasi melalui sesi tanya jawab dan diskusi.Selama kegiatan berlangsung, siswa terlihat cukup antusias dalam mengikuti sosialisasi. Beberapa siswa aktif menjawab pertanyaan dan menyampaikan pendapat. Mahasiswa juga memberikan motivasi kepada siswa agar tetap semangat belajar, percaya diri, serta mempersiapkan diri dengan baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab, penyampaian pesan dan motivasi, serta ucapan terima kasih kepada pihak sekolah dan seluruh siswa yang telah berpartisipasi. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar dan mendapatkan respons yang baik dari siswa maupun pihak sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan pengalaman positif bagi mahasiswa maupun siswa kelas VI.
Proker 2 – Sosialisasi Sekolah
Kegiatan pembuatan QRIS dilaksanakan dengan menyasar pelaku usaha yang berada di wilayah RW 12. Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan pengamatan dan pendataan terhadap pelaku usaha yang terdapat di lingkungan RW 12. Pendataan dilakukan untuk mengetahui jumlah pelaku usaha yang menjadi sasaran program sekaligus mengetahui kebutuhan masing-masing pelaku usaha terhadap penggunaan pembayaran digital. Dari hasil pendataan tersebut, diperoleh sebanyak 18 pelaku usaha yang menjadi sasaran program pembuatan QRIS.
Pelaku usaha tersebut terdiri dari:
Wilayah | Jumlah Pelaku Usaha |
RT 01 & 02 | 6 Pelaku Usaha |
RT 03 | 6 Pelaku Usaha |
RT 04 | 6 Pelaku Usaha |
Total | 18 Pelaku Usaha |
Setelah proses pendataan dilakukan, mahasiswa KKN kemudian melakukan komunikasi dengan pelaku usaha mengenai rencana kegiatan. Pelaku usaha diberikan penjelasan mengenai program yang akan dilaksanakan serta manfaat QRIS dalam mendukung transaksi usaha. Pada tahap selanjutnya, mahasiswa memberikan penjelasan mengenai QRIS kepada pelaku usaha. Penjelasan meliputi pengertian QRIS, fungsi QRIS, manfaat penggunaan QRIS, serta gambaran mengenai proses transaksi menggunakan QRIS. Penyampaian dilakukan secara sederhana agar dapat dipahami oleh seluruh pelaku usaha, mengingat tingkat pemahaman terhadap teknologi digital pada setiap pelaku usaha berbeda-beda.
Setelah pelaku usaha memahami penjelasan yang diberikan dan bersedia mengikuti program, mahasiswa melakukan pendampingan dalam proses pembuatan QRIS. Pendampingan dilakukan dengan membantu pelaku usaha mempersiapkan data yang diperlukan dan mengikuti tahapan pendaftaran sesuai dengan ketentuan penyedia layanan QRIS yang digunakan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan memberikan pemahaman kepada pelaku usaha mengenai cara menggunakan QRIS dalam kegiatan transaksi. Mahasiswa menjelaskan bagaimana QRIS dapat digunakan oleh pelanggan untuk melakukan pembayaran serta bagaimana pelaku usaha dapat memastikan bahwa pembayaran telah berhasil diterima. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara bertahap berdasarkan wilayah RT agar proses pendataan dan pendampingan dapat berjalan dengan lebih teratur. Pada wilayah RT 01 dan RT 02, kegiatan menyasar sebanyak 6 pelaku usaha. Selanjutnya, pendampingan dilakukan kepada 6 pelaku usaha di RT 03 dan 6 pelaku usaha di RT 04. Dengan demikian, keseluruhan sasaran kegiatan mencapai 18 pelaku usaha di lingkungan RW 12.
Selama proses pelaksanaan, mahasiswa KKN melakukan komunikasi secara langsung dengan para pelaku usaha. Beberapa pelaku usaha menunjukkan antusiasme dan ketertarikan karena QRIS dinilai dapat memberikan pilihan pembayaran yang lebih praktis bagi pelanggan. Selain itu, pelaku usaha juga mendapatkan kesempatan untuk bertanya mengenai penggunaan QRIS dalam transaksi sehari-hari.
Kegiatan berjalan dengan cukup baik dan mendapat respons positif dari pelaku usaha. Pendampingan secara langsung juga membantu pelaku usaha yang sebelumnya belum terbiasa dengan sistem pembayaran digital untuk lebih memahami cara penggunaannya. Secara keseluruhan, program kerja pembuatan QRIS telah dilaksanakan dengan melibatkan 18 pelaku usaha yang tersebar di wilayah RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 dalam lingkup RW 12. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN dapat memberikan kontribusi dalam memperkenalkan dan membantu penerapan pembayaran digital kepada pelaku usaha di lingkungan masyarakat. Diharapkan setelah kegiatan KKN selesai, pelaku usaha dapat terus memanfaatkan QRIS sebagai salah satu alternatif pembayaran dan semakin terbiasa menggunakan teknologi digital dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Proker 3 – Bank Sampah
Pelaksanaan program kerja Bank Sampah dilakukan sebagai salah satu bentuk upaya mahasiswa dalam mendukung kebersihan dan pengelolaan sampah di lingkungan Kelurahan Nusa Jaya. Kegiatan ini dilaksanakan melalui penyediaan dan pembagian sarana tempat sampah yang akan digunakan sebagai fasilitas pendukung dalam pemilahan dan pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat.
Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak Kelurahan Nusa Jaya serta pengurus RT terkait lokasi dan teknis penempatan Bank Sampah. Koordinasi dilakukan agar fasilitas yang diberikan dapat ditempatkan pada lokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat serta dapat dimanfaatkan dan dirawat secara bersama-sama.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menyediakan sebanyak 4 unit tempat Bank Sampah, yang kemudian dibagikan masing-masing 1 unit untuk RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04. Setiap unit ditempatkan pada lokasi yang telah disepakati bersama dengan pengurus RT. Pembagian tersebut diharapkan dapat membantu setiap lingkungan RT memiliki sarana pengelolaan sampah yang lebih teratur dan mudah digunakan oleh masyarakat.
Kegiatan diawali dengan persiapan sarana Bank Sampah, pengecekan kondisi tempat sampah, serta penentuan lokasi penempatan. Setelah seluruh persiapan selesai, mahasiswa bersama pengurus lingkungan melakukan pendistribusian Bank Sampah ke masing-masing RT. Pada saat penyerahan, mahasiswa juga memberikan penjelasan mengenai fungsi Bank Sampah serta pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya.
Masyarakat diberikan pemahaman bahwa sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari sebaiknya tidak langsung dibuang begitu saja, tetapi dapat dipilah terlebih dahulu berdasarkan jenisnya. Sampah yang masih memiliki nilai guna atau nilai ekonomi dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali, sedangkan sampah yang tidak dapat digunakan dapat dikelola dan dibuang pada tempat yang sesuai.
Selain pembagian fasilitas, mahasiswa juga mengajak pengurus RT dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan serta merawat fasilitas Bank Sampah yang telah diberikan. Pengurus RT diharapkan dapat membantu mengawasi penggunaan tempat sampah dan mengarahkan masyarakat agar memanfaatkannya dengan baik. Dengan adanya pembagian 1 unit Bank Sampah di masing-masing RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04, diharapkan sarana pengelolaan sampah dapat tersebar secara merata di lingkungan Kelurahan Nusa Jaya. Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam memilah sampah, mengurangi sampah yang berserakan, serta menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan tertata.
Program kerja ini tidak hanya berfokus pada pemberian fasilitas, tetapi juga diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan masyarakat untuk melakukan pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa, pihak kelurahan, pengurus RT, dan masyarakat, program Bank Sampah diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan setelah kegiatan KKN selesai.
Proker 4 – Budikdamber dan Aquaponik
Pelaksanaan program kerja Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember) dengan sistem aquaponik dilaksanakan sebagai salah satu kegiatan KKN yang bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat dalam memanfaatkan lahan terbatas untuk kegiatan budidaya. Kegiatan diawali dengan melakukan persiapan alat dan bahan, yaitu galon bekas Le Minerale sebagai wadah budidaya ikan, benih ikan, air, media tanam, serta bibit tanaman.
Tahap selanjutnya adalah menyiapkan galon bekas dengan membersihkan dan memodifikasinya sebagai wadah pemeliharaan ikan. Bagian atas galon digunakan untuk menempatkan media tanam sehingga akar tanaman dapat memperoleh nutrisi dari air yang berasal dari wadah ikan. Setelah wadah siap, air dimasukkan ke dalam galon dan didiamkan terlebih dahulu sebelum benih ikan dimasukkan. Benih ikan kemudian ditebar dengan jumlah yang disesuaikan dengan kapasitas wadah agar pertumbuhan ikan tetap optimal.
Setelah ikan ditebar, bibit tanaman ditempatkan pada bagian atas galon dengan menggunakan media tanam yang telah disiapkan. Sistem aquaponik memungkinkan tanaman memanfaatkan nutrisi yang terdapat dalam air budidaya ikan, sedangkan tanaman membantu menyerap sebagian unsur hara dari air. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN memberikan penjelasan dan pendampingan kepada masyarakat mengenai cara pemberian pakan, penggantian atau penambahan air, perawatan ikan, serta pemeliharaan tanaman.
Tahap terakhir adalah pemantauan dan evaluasi terhadap perkembangan ikan dan tanaman.
Proker 5 – Mural
Pelaksanaan Program Kerja
Nama Kegiatan : Pembuatan Mural di Kelurahan Nusa Jaya
Tema Kegiatan : "Seni Warisan Budaya Dalam bentuk Modern"
Tanggal Pelaksanaan : 7-10 Agustus 2026
Waktu : 13.00 – 17.00 WIB
Lokasi Kegiatan : Di Rw 12 tepatnya di RT 2 Di tembok Gang RT 2
Penyelenggara : Tim Mural dan Mahasiswa KKN
Jalannya Kegiatan
Hari Jumat Jam 13.00 -15.30 : Melakukan survei tempat, perizinan kepada warga/pemilik wilayah, dan belanja kebutuhan alat/bahan.
Hari Sabtu 15.00 – 17.00 : Pembersihan dinding, Pembuatan Sketsa Yang akan dibuat dan Pelapisan Cat dasar oleh Tim Mural dan Mahasiswa.
Hari Minggu 13.00 - 17.00 : Melanjutka Proses Pengecatan Warna untuk gambar Sketsa oleh tim Mural.
Hari Senin 13.00 – 17.00 : Finishing dan pelapisan pelindung (clear coat).
Proker 6 – Cek Kesehatan
Kegiatan pemeriksaan kesehatan (MCU) dilaksanakan di Posyandu Remaja Nusa Jaya RW 12 dengan menyasar remaja dan anak-anak dari wilayah RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04. Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu berkoordinasi dengan kader Posyandu Remaja Nusa Jaya RW 12 mengenai jadwal, tempat, serta persiapan alat dan bahan yang diperlukan, seperti timbangan berat badan, alat ukur tinggi badan (microtoise), tensimeter, glukometer beserta strip GDS, lancet, kapas alkohol, serta kartu atau formulir pencatatan hasil pemeriksaan.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pendaftaran peserta, yaitu pencatatan identitas dasar seperti nama, usia, dan alamat RT masing-masing peserta. Setelah proses pendaftaran, peserta diarahkan mengikuti alur pemeriksaan yang terdiri atas beberapa pos, yaitu pos pengukuran tinggi badan, pos pengukuran berat badan, pos pengukuran tekanan darah (tensi), pos wawancara riwayat penyakit, dan pos pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS).
Pada pos pengukuran tinggi badan dan berat badan, mahasiswa melakukan pengukuran menggunakan microtoise dan timbangan yang telah dikalibrasi. Pada pos pengukuran tensi, mahasiswa melakukan pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter dengan memperhatikan posisi duduk peserta agar hasil pengukuran akurat. Pada pos wawancara riwayat penyakit, mahasiswa menggali informasi mengenai riwayat penyakit pribadi maupun riwayat penyakit keluarga yang dimiliki peserta, seperti riwayat hipertensi, diabetes melitus, atau penyakit lain yang perlu diketahui.
Selanjutnya, pada pos pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS), mahasiswa melakukan pengambilan sampel darah kapiler menggunakan lancet dengan menerapkan prinsip aseptik untuk kemudian diperiksa menggunakan glukometer. Seluruh hasil pemeriksaan pada setiap pos dicatat secara lengkap di dalam kartu atau buku register kesehatan peserta.
Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa dibantu oleh kader Posyandu Remaja Nusa Jaya RW 12 dalam mengatur alur antrean peserta agar pemeriksaan dapat berjalan tertib dan efisien. Kegiatan ini diikuti oleh 27 peserta remaja dan anak-anak yang berasal dari wilayah RT 01, RT 02, RT 03, dan RT 04 di lingkungan RW 12.
Wilayah | Jumlah Peserta |
RT 01, RT 02, RT 03, RT 04 | 27 Peserta |
Total | 27 Peserta |
Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan, mahasiswa memberikan penjelasan singkat kepada peserta maupun orang tua/pendamping mengenai hasil pemeriksaan yang diperoleh, termasuk memberikan saran sederhana apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut, seperti anjuran untuk memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.







Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kelurahan Nusa Jaya merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan tujuan memberikan kontribusi melalui penerapan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan. Selama pelaksanaan KKN, berbagai kegiatan telah dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat, pihak kelurahan, RT/RW, sekolah, kader, serta unsur masyarakat lainnya.
Pelaksanaan KKN juga memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat, bekerja sama dalam menyelesaikan permasalahan, serta memahami kondisi dan potensi yang terdapat di lingkungan Kelurahan Nusa Jaya. Keberhasilan berbagai kegiatan tidak terlepas dari dukungan dan kerja sama seluruh pihak yang terlibat.
Demikian laporan akhir kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 di Kelurahan Nusa Jaya ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan. Kami menyadari bahwa dalam pelaksanaan maupun penyusunan laporan ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat diharapkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan di masa yang akan datang.
Siti Khumayro