Penanaman karakter dan pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) mutlak memerlukan intervensi sejak usia dini. Pada rentang usia anak-anak, otak berada pada kapasitas penyerapan yang tinggi, di mana perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik saling berkaitan erat. Namun, anak-anak memiliki pemahaman yang bersifat konkret, manipulatif, dan sangat visual. Upaya menanamkan kesadaran pelestarian lingkungan, seperti pentingnya membuang sampah pada tempatnya, tidak akan optimal jika hanya disampaikan melalui ceramah atau teguran.
Observasi di lingkungan RT Kelurahan Sukamulya menunjukkan bahwa masih diperlukan pendekatan yang menarik dan mudah dipahami dalam mengenalkan kebiasaan hidup bersih dan sehat kepada anak-anak. Keterbatasan media edukasi membuat anak-anak terkadang kesulitan memahami hubungan antara kebiasaan membuang sampah sembarangan dengan dampaknya terhadap kebersihan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan learning by playing (bermain sambil belajar) dengan memanfaatkan media yang dapat dilihat, disentuh, dan dimainkan secara langsung.
Guna menjawab kebutuhan tersebut, program kerja KKN dirancang dengan menghadirkan media edukasi berupa gambar tiga dimensi (Pop-up Book) dan kartu bergambar (Flashcard). Media ini dilengkapi dengan konsep pahlawan kebersihan (eco-hero) yang diharapkan dapat meningkatkan perhatian dan partisipasi anak-anak dalam memahami pentingnya menjaga kebersihan serta membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di lingkungan RT Kelurahan Sukamulya.
(Catatan: Kerangka proposal menyasar PAUD Tunas Bangsa di Kelurahan Babakan; realisasi terapan diasumsikan berada di bawah payung KKN wilayah Kelurahan Sukamulya/menyesuaikan mitra Rt setempat).
Inti dari permasalahan ini adalah defisitnya pemahaman konseptual anak-anak mengenai sebab-akibat pengelolaan limbah, yang bermuara pada rendahnya kedisiplinan membuang sampah di lingkungan RT maupun sekitarnya. Hal ini diperparah dengan keterbatasan sarana edukasi yang interaktif untuk memberikan pemahaman kepada anak-anak dan masyarakat sekitar.
Pihak yang paling dirugikan jika kondisi ini dibiarkan adalah generasi penerus itu sendiri, karena mereka berpotensi tumbuh dengan sikap apati (ecological blindness) terhadap kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Mahasiswa KKN berkontribusi penting dengan memanfaatkan kompetensi yang dimiliki melalui penyediaan media edukasi berupa buku bergambar, Pop-up Book, dan Flashcard, serta menyediakan wadah sampah mini untuk simulasi. Mahasiswa juga berperan sebagai fasilitator dalam kegiatan edukasi dan praktik langsung agar anak-anak lebih mudah memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan RT Kelurahan Sukamulya.
Tujuan Umum Meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan kemandirian anak usia dini dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui stimulasi pembelajaran visual dan metode bermain kinestetik.
Tujuan Khusus
A. Dampak bagi Masyarakat ( Anak – Anak Usia Dini )
Implementasi psikoedukasi berbasis visual (Pop-up) akan memberikan dampak peningkatan retensi atensi pada anak. Rekayasa dimensi buku yang seolah "berdiri" memberikan efek kejutan (surprise effect) yang sangat digemari dan merangsang aspek visual sekaligus kinestetik. Melalui simulasi permainan Flashcard, anak-anak diproyeksikan mengalami transformasi dari sekadar mengerti perintah menjadi mandiri membuang sampah. Anak-anak usia dini juga mendapatkan pengalaman belajar yang lebih menarik dengan bertambahnya media edukasi yang interaktif dan jauh dari kebosanan.
B. Dampak bagi Lingkungan
Dampak fisik beresonansi langsung pada tereduksinya tingkat sampah jajan plastik yang berserakan di koridor kelas maupun taman bermain, karena kemandirian siswa untuk meletakkan limbah di tong sampah sudah terbentuk.
C. Dampak Jangka Panjang
Buku Pop-up dicetak menggunakan material board book dengan tinta non-toxic (bebas racun) agar aman dan tidak mudah rusak. Hibah produk ini dirancang untuk terus dipelihara sebagai fasilitas edukasi, sehingga anak-anak usia dini pada kegiatan berikutnya dapat terus memperoleh pembelajaran dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan.
Dilaksanakan di Mushola Kampung PHBS RT43 pada hari Minggu tanggal 2 Agustus.
Tahap 1 – Persiapan
Fase eksplorasi dimulai dengan observasi perilaku bermain anak dan diskusi bersama guru mitra mengenai kurikulum kebersihan. Mahasiswa merancang spesifikasi tokoh karakter (misalnya hewan pelindung hutan), menyusun struktur cerita (storyboard), serta mencetak purwarupa Pop-up book dan Flashcard bergambar kulit pisang, plastik, dan sisa makanan.
Tahap 2 – Pelaksanaan
Kegiatan implementasi dari jam 10:00-12:00 untuk waktu aktual) dilaksanakan di dalam ruang kelas PAUD. Tim KKN mengaplikasikan metode Storytelling. Mahasiswa duduk bersama lingkaran murid, mendongengkan kisah pahlawan bumi secara dramatis, serta memamerkan halaman Pop-up yang direspons antusias oleh anak-anak.
Tahap 3 – Interaksi dengan Peserta
Interaksi direkayasa lewat simulasi permainan tebak-tebakan. Mahasiswa KKN menebarkan Flashcard gambar rupa-rupa limbah. Anak-anak kemudian dilibatkan secara fisik (kinestetik) untuk memungut gambar sampah tersebut, mengidentifikasinya, dan berlari memasukkannya ke dalam wadah alat peraga keranjang sampah mini yang telah dibedakan berdasarkan warna untuk merepresentasikan kategori organik dan anorganik. Setiap partisipasi yang presisi diberikan penguatan positif berupa afeksi apresiasi (seperti pemberian stiker bintang/token ekonomi).
Tahap 4 – Hasil Kegiatan
Produk invensi berupa 5 set Pop-up Book edukatif dan Flashcard kebersihan telah diwujudkan sebagai luaran. LkPD gambar tentang lingkungan.
Tahap 5 – Evaluasi
Efektivitas intervensi dipantau oleh pendidik dan mahasiswa menggunakan checklist rubrik observasi untuk menilai kemandirian anak dalam membuang sampah selama masa pasca-implementasi. Angka capaian peningkatan persentase perilaku kemandirian 100%.
Tahap 6 – Tindak Lanjut
Prototipe media edukasi dihibahkan secara penuh kepada anak-anak, dan memeberikan inovasi media pembelajaran ini disiapkan untuk pembelejaran lebih lanjut.

Menyakan bagaimana kondisi lingkungan jika ada sampah sebelum mewarnai.

Mewarnai dengan baik dan mengedukasi di setiap gambar.

Hasil dari gambar anak di diskusikan bersama Tim.

Memberikan semangat, riwerd, serta memberikan Evaluasi setelah acara dilaksanakan bersama Tim.
Kesimpulan
Program peningkatan kesadaran lingkungan lewat inovasi media gambar edukatif membuktikan bahwa rekayasa pendekatan visual sangat determinan dalam melukiskan konsep ekologis kepada kognisi anak usia dini. Integrasi Pop-up Book yang mendongengkan karakter heroik serta permainan pemilahan kartu bergambar menghilangkan aspek instruksi yang kaku. Kontribusi mahasiswa KKN dari rumpun pendidikan terbukti krusial dalam menciptakan jembatan komunikasi antara realitas permasalahan persampahan dengan imajinasi anak-anak, meletakkan fondasi empati dan kedisiplinan sejak masa pra-sekolah.
Saran
Bagi para pendidik PAUD, disarankan agar metode storytelling lingkungan diulang secara determinan dan dikompensasikan dengan kegiatan pengumpulan sampah nyata di sekitar halaman sekolah. Bagi orang tua/wali murid, pembentukan kemandirian ini harus diekstensi ke area rumah, agar perilaku yang didapatkan di sekolah konsisten. Bagi mahasiswa KKN angkatan mendatang, variasi material media dapat ditingkatkan menggunakan instrumen dari daur ulang (seperti roda pemutar/spinner dari kardus) untuk lebih menguatkan narasi pemanfaatan kembali benda bekas.
Hanifah Arnelia