Kesehatan merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan masyarakat. Namun, masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan lahan pekarangan secara optimal untuk menanam tanaman yang bermanfaat bagi kesehatan. Padahal, Indonesia memiliki beragam tanaman obat yang dapat digunakan sebagai pertolongan pertama dalam mengatasi keluhan kesehatan ringan maupun sebagai upaya menjaga kesehatan keluarga.
Tanaman Obat Keluarga (TOGA) merupakan budidaya berbagai jenis tanaman yang memiliki khasiat obat dan dapat ditanam di lingkungan rumah. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan lahan pekarangan sekaligus mengenalkan berbagai jenis tanaman obat yang mudah ditanam dan dirawat.
Kegiatan TOGA perlu dilaksanakan karena masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai manfaat tanaman obat serta cara membudidayakannya. Selain itu, banyak lahan pekarangan yang belum dimanfaatkan secara produktif.
Program ini juga menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemandirian masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pemanfaatan tanaman herbal yang mudah diperoleh dan ramah lingkungan. Dengan adanya TOGA, masyarakat dapat memperoleh manfaat kesehatan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan asri.
Kegiatan diawali dengan tahap persiapan yang meliputi survei lokasi, pengadaan bibit tanaman obat, serta penyediaan media tanam dan peralatan pendukung. Mahasiswa/i KKN melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan masyarakat untuk menentukan lokasi penanaman TOGA.
Pada hari pelaksanaan, kegiatan dimulai dengan sosialisasi mengenai pentingnya Tanaman Obat Keluarga serta berbagai jenis tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk kesehatan, seperti pecah beling, kumis kucing, kunyit, kencur, lengkuas, dan brotowali.
Mahasiswa KKN menyiapkan media tanam, menanam bibit TOGA, serta memberikan penjelasan mengenai cara perawatan tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan aktif berdiskusi mengenai manfaat serta pemanfaatan tanaman obat dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ditutup dengan peninjauan hasil penanaman dan harapan agar tanaman yang telah ditanam dapat dirawat secara berkelanjutan sehingga memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.




Persiapan alat, bahan, dan bibit tanaman.

Kegiatan sosialisasi TOGA dan mahasiswa KKN memberikan edukasi mengenai manfaat tanaman obat.

Hasil penanaman TOGA.

Foto bersama peserta, perangkat desa, dan mahasiswa KKN
.

Foto penyerahan TOGA kepada ketua RT dan Kader Kesehatan.
Program kerja Tanaman Obat Keluarga (TOGA) telah terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai manfaat tanaman obat, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Diharapkan tanaman yang telah ditanam dapat terus dirawat dan dimanfaatkan sehingga mampu meningkatkan kesehatan keluarga serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Dicky Derryansyah Siregar