Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terjun secara langsung ke lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama proses perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kondisi sosial, potensi, kebutuhan, serta permasalahan yang ada di masyarakat. KKN menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk saling berinteraksi, bertukar pengetahuan, serta bersama-sama membangun kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Dalam pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Cipondoh Makmur, tema yang diangkat adalah “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat.” Tema ini dipilih berdasarkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu pendukung dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan lingkungan perkotaan yang semakin pesat membawa berbagai tantangan, salah satunya berkaitan dengan pengelolaan sampah, keterbatasan lahan hijau, pemanfaatan limbah rumah tangga, serta perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai upaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
RW 08 Kelurahan Cipondoh Makmur memiliki potensi masyarakat yang aktif dalam berbagai kegiatan lingkungan. Berdasarkan hasil observasi dan koordinasi yang dilakukan mahasiswa, di wilayah tersebut telah terdapat beberapa kegiatan dan potensi yang berkaitan dengan lingkungan, seperti bank sampah, kegiatan penghijauan, pemanfaatan tanaman, serta budidaya hidroponik. Potensi tersebut menjadi salah satu dasar bagi mahasiswa untuk menyusun program kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan sesaat, tetapi juga mendukung dan melengkapi kegiatan yang telah berkembang di masyarakat.
Program kerja KKN kemudian dirancang dengan menggabungkan aspek lingkungan, edukasi, kreativitas, kewirausahaan, dan teknologi. Dalam bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan kegiatan hidroponik, pembuatan kompos dan cairan EM4, pembuatan Bank Sampah Besar dan Mini, pembuatan plang edukasi sampah, serta penanaman dan pembagian tanaman lidah mertua. Program-program tersebut bertujuan untuk mengenalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara lebih bijak sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih hijau dan tertata.
Selain itu, kegiatan KKN juga diarahkan pada pengembangan kreativitas dan keterampilan masyarakat. Hal ini dilakukan melalui program Ecoprint “Warna-Warni dari Alam”, pembuatan sabun cuci piring dan deterjen berbahan ekonomis, serta Seminar Kewirausahaan dan Workshop Pembuatan Lilin dari Minyak Jelantah “Dari Dapur Menuju Cuan: Mengubah Barang Rumahan Menjadi Peluang Usaha.” Kegiatan tersebut memperkenalkan kepada masyarakat bahwa bahan yang ada di sekitar, termasuk bahan rumah tangga dan limbah, dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan bahkan berpotensi memiliki nilai ekonomi.
Aspek edukasi juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan KKN. Mahasiswa melaksanakan program How Can We Save Our Environment “Small Action, Big Changes!” sebagai bentuk edukasi lingkungan kepada siswa sekolah. Materi mengenai kepedulian terhadap lingkungan disampaikan melalui pendekatan yang interaktif dan mudah dipahami agar peserta dapat mengenal kebiasaan sederhana yang dapat dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Kegiatan Sekolah Alam juga menjadi ruang pembelajaran bagi anak-anak melalui aktivitas yang lebih kreatif dan dekat dengan alam.
Sejalan dengan tema Kampung Cerdas Lingkungan, pemanfaatan teknologi turut menjadi salah satu fokus program kerja. Mahasiswa melaksanakan pengembangan Website Kelurahan Cipondoh Makmur sebagai media digital untuk mendukung penyebaran informasi dan publikasi kegiatan maupun potensi wilayah. Selain itu, dilaksanakan pula Sosialisasi dan Praktik Pemanfaatan AI untuk Mendukung Pengelolaan Lingkungan yang Lebih Cerdas dalam Kehidupan Sehari-hari dengan tema “Teknologi untuk Semua: Pemanfaatan AI sebagai Solusi Inovatif untuk Mendukung Kepedulian Lingkungan.” Melalui kegiatan ini, masyarakat dan peserta diperkenalkan pada perkembangan teknologi serta cara memanfaatkannya secara positif dalam mencari informasi, menyusun ide, dan membantu menemukan solusi terhadap kebutuhan sehari-hari.
Dengan adanya berbagai program tersebut, pelaksanaan KKN diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis masyarakat melalui kegiatan yang sederhana, aplikatif, dan sesuai dengan kondisi lingkungan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dan keterlibatan masyarakat agar kegiatan yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang lebih luas. Seluruh program kerja tersebut menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terwujudnya lingkungan masyarakat yang lebih bersih, hijau, kreatif, produktif, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara bijak.
Kegiatan KKN dengan berbagai program kerja tersebut perlu dilaksanakan karena permasalahan lingkungan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Permasalahan seperti sampah rumah tangga, penggunaan barang sekali pakai, keterbatasan lahan untuk bercocok tanam, serta belum optimalnya pemanfaatan limbah masih menjadi hal yang perlu terus diberikan perhatian melalui edukasi dan tindakan nyata.
Pengelolaan sampah, misalnya, tidak hanya dapat dilakukan dengan membuang sampah ke tempat yang telah disediakan. Masyarakat juga perlu memahami pentingnya memilah sampah berdasarkan jenisnya serta mengetahui bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda. Sampah organik dapat diolah kembali menjadi kompos, sedangkan sebagian sampah anorganik dapat dipilah dan disalurkan melalui bank sampah. Oleh karena itu, program pembuatan sarana kompos, cairan EM4, Bank Sampah Besar dan Mini, serta plang edukasi sampah diperlukan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman dan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah.
Keterbatasan lahan di wilayah perkotaan juga menjadi alasan penting dilaksanakannya program hidroponik. Tidak semua masyarakat memiliki halaman yang luas untuk bercocok tanam. Melalui sistem hidroponik sederhana, masyarakat dapat mengenal alternatif budidaya tanaman yang dapat diterapkan pada lahan terbatas. Program ini tidak hanya berfokus pada penanaman, tetapi juga melibatkan proses penyemaian bibit, pemindahan tanaman, pembuatan sarana, hingga pembuatan rak hidroponik. Dengan demikian, masyarakat dapat melihat bahwa kegiatan bercocok tanam tetap dapat dilakukan dengan memanfaatkan ruang yang tersedia secara lebih efektif.
Kegiatan penghijauan juga perlu dilakukan untuk menjaga lingkungan agar tetap asri dan nyaman. Penanaman tanaman lidah mertua menjadi salah satu bentuk aksi sederhana yang dapat dilakukan untuk menambah vegetasi di lingkungan. Selain memberikan nilai estetika, keberadaan tanaman juga dapat menciptakan suasana lingkungan yang lebih hijau dan nyaman. Pembagian tanaman kepada masyarakat diharapkan dapat mendorong keterlibatan warga dalam merawat tanaman di lingkungan masing-masing.
Di sisi lain, kebutuhan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga dengan peningkatan keterampilan dan peluang ekonomi. Oleh karena itu, kegiatan ecoprint, pembuatan sabun dan deterjen, seminar kewirausahaan, serta workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah menjadi penting untuk dilaksanakan. Kegiatan tersebut memberikan gambaran bahwa keterampilan sederhana dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai guna. Minyak jelantah yang sebelumnya dianggap sebagai limbah, misalnya, dapat diperkenalkan sebagai bahan yang dapat diolah menjadi produk lain. Demikian pula keterampilan membuat produk rumah tangga dapat menjadi pengetahuan tambahan yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Edukasi lingkungan kepada anak-anak dan siswa juga diperlukan karena kebiasaan menjaga lingkungan perlu ditanamkan sejak dini. Melalui kegiatan edukatif dan interaktif, peserta diperkenalkan pada tindakan sederhana, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menjaga kebersihan, dan merawat tanaman. Harapannya, pengetahuan tersebut tidak hanya berhenti pada saat kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Pemanfaatan teknologi juga menjadi alasan penting dalam pelaksanaan program KKN. Saat ini, teknologi digital dan kecerdasan buatan semakin dekat dengan kehidupan masyarakat. Namun, pemanfaatannya perlu diarahkan secara positif dan bertanggung jawab. Melalui sosialisasi AI dan pengembangan website kelurahan, mahasiswa berupaya memperkenalkan teknologi sebagai sarana yang dapat digunakan untuk mendukung penyebaran informasi, mencari ide, serta membantu berbagai aktivitas secara lebih efektif.
Dengan demikian, seluruh kegiatan yang dilaksanakan tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan dalam mendukung tema Kampung Cerdas Lingkungan. Kegiatan lingkungan membangun kesadaran ekologis, kegiatan edukasi menanamkan pengetahuan, kegiatan kreativitas dan kewirausahaan mendorong pengembangan keterampilan, sedangkan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu langkah untuk memperkenalkan masyarakat pada perkembangan digital. Melalui integrasi tersebut, program KKN diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih menyeluruh bagi masyarakat dan lingkungan.
Pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan KKN melibatkan berbagai pihak, baik sebagai pelaksana, pendamping, peserta, maupun pihak yang mendukung jalannya program. Pihak-pihak yang terlibat antara lain:
Rifaldo Firmasyah | 23552010047 |
Elsa Sapitri | 23862060028 |
Elisa Fitriani | 23702010266 |
Naysya Indriamy | 23622010016 |
Suci Putri Rahayu | 23612010041 |
Aprilia Budi Mayasari | 23702010318 |
Nabila Aprilia | 25882030027 |
Jidan Hanif Alfarizi | 23882030028 |
Eka Rifki Ayala | 23702010022 |
Putri Yuliyanti | 23622010049 |
Nikmatus Sofa | 23622010058 |
Riski Mudhiyatul Adrifah | 23742010063 |
Mas Ayu Salma | 23142010013 |
Amanda Deswita | 23742010037 |
Carissa Azka Pramatya | 23622010027 |
Aulya Nabila | 23902410041 |
Sekar Ayu Fadhilah | 23702010184 |
Eka Wahyuni | 23612010087 |
Ivan Erlangga | 23622010017 |
Putri Ayesi | 23612010437 |
Firman Akbar Fadli | 23552010027 |
Akbar Rizki | 23552010042 |
Jadzil Risky Aufa | 23552010014 |
Mochamad Vicky Herdiansyah | 23552010010 |
Audi Mahardhika Hidayat | 23552010078 |
Pelaksanaan program KKN memberikan beberapa dampak dan manfaat bagi masyarakat maupun lingkungan. Dampak tersebut tidak hanya terlihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari adanya pengetahuan, keterampilan, serta sarana yang dapat terus dimanfaatkan setelah kegiatan selesai.
Secara umum, dampak dari kegiatan KKN diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk mulai melakukan perubahan melalui tindakan sederhana. Perubahan tersebut dapat dimulai dari rumah, seperti mengurangi sampah, memilah sampah, menanam tanaman, memanfaatkan limbah, serta menggunakan teknologi secara bijak.
Pelaksanaan kegiatan KKN di Kelurahan Cipondoh Makmur diawali dengan pelepasan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang. Setelah itu, mahasiswa melaksanakan pembukaan dan koordinasi awal di Kelurahan Cipondoh Makmur. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh pihak kelurahan, Sekretaris Kelurahan, Ketua Forum RW yang juga merupakan Ketua RW 08, serta Dosen Pembimbing Lapangan. Pertemuan tersebut menjadi awal bagi mahasiswa untuk memperkenalkan keberadaan dan rencana pelaksanaan KKN di wilayah Kelurahan Cipondoh Makmur.
Sebelum melaksanakan kegiatan bersama masyarakat, mahasiswa terlebih dahulu melakukan rapat internal untuk mempersiapkan kegiatan Focus Group Discussion atau FGD. Rapat tersebut hanya diikuti oleh mahasiswa KKN dengan tujuan menyamakan pemahaman mengenai kondisi awal wilayah, menyusun hal-hal yang perlu ditanyakan, membagi tugas, serta mempersiapkan kebutuhan pelaksanaan FGD.
Tahap selanjutnya adalah pelaksanaan FGD bersama Ketua RW 08 dan jajaran Ketua RT. Dalam kegiatan ini, mahasiswa memperoleh berbagai informasi mengenai kondisi lingkungan, kegiatan masyarakat, serta potensi yang terdapat di wilayah RW 08. Diskusi tersebut juga menjadi dasar bagi mahasiswa dalam menentukan bentuk kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain FGD, mahasiswa melakukan observasi dan pemetaan lingkungan untuk melihat secara langsung kondisi wilayah.
Observasi dilakukan ke beberapa pihak dan lokasi yang berkaitan dengan program kerja. Salah satunya adalah observasi ke kediaman Ketua RT 03 untuk membahas kegiatan hidroponik dan pengolahan kompos yang telah dilakukan di lingkungan tersebut. Dalam kesempatan yang sama, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai pembuatan sabun cuci piring dan deterjen. Mahasiswa kemudian melakukan observasi ke kediaman Ketua Pengurus Bank Sampah untuk memperoleh gambaran mengenai pengelolaan dan kegiatan bank sampah.
Setelah tahap observasi, mahasiswa mulai mempersiapkan program kerja lingkungan. Pada program kompos, kegiatan dilakukan melalui pembuatan sarana kompos menggunakan ember yang disiapkan dan dirancang sesuai kebutuhan. Mahasiswa juga membuat cairan EM4 berbahan alami yang digunakan sebagai salah satu bahan pendukung proses pengomposan. Setelah sarana selesai dibuat, dilakukan tahap finalisasi, termasuk pelubangan pada ember agar dapat mendukung proses yang diperlukan dalam pengolahan kompos.
Pada program hidroponik, kegiatan diawali dengan persiapan benih dan media tanam. Benih kemudian dipindahkan ke dalam rockwool sebagai media penyemaian. Setelah bibit tumbuh, dilakukan tahap lanjutan berupa pemindahan bibit selada ke media atau instalasi yang telah disiapkan. Untuk mendukung kegiatan tersebut, mahasiswa juga membuat rak hidroponik secara mandiri. Proses pembuatannya dimulai dari pengukuran dan pemotongan material, perakitan rangka, pengamplasan seluruh bagian kayu, hingga proses finishing. Setelah rak selesai, sarana tersebut siap digunakan sebagai penyangga instalasi hidroponik.
Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap, dimulai dari observasi kebutuhan, persiapan alat dan bahan, pembuatan sarana, hingga pelaksanaan kegiatan bersama sasaran program. Setiap kegiatan menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk menghubungkan edukasi dengan praktik langsung.
Dalam bidang pengelolaan sampah, mahasiswa melakukan pembuatan sarana Bank Sampah. Kegiatan ini meliputi persiapan material, pembuatan rangka, pembuatan jaring, hingga pengukuran sarana agar sesuai dengan kebutuhan. Mahasiswa juga memanfaatkan galon sebagai salah satu sarana pendukung dengan melakukan proses pelubangan dan pengecatan. Selain menyediakan sarana fisik, mahasiswa membuat plang edukasi mengenai penguraian sampah. Proses pembuatan plang meliputi penyusunan informasi, persiapan bahan, pemotongan, penempelan tulisan, hingga perakitan agar informasi dapat terlihat jelas.
Program edukasi kepada anak-anak dilaksanakan melalui kegiatan Sekolah Alam dan ecoprint. Kegiatan ecoprint mengangkat tema “Warna-Warni dari Alam” dan dilakukan dengan memperkenalkan pemanfaatan daun serta bahan alami untuk menghasilkan motif pada totebag. Anak-anak mengikuti proses kegiatan secara langsung, mulai dari mengenal bahan hingga membuat karya sesuai kreativitas masing-masing. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran yang menggabungkan kreativitas dengan pengenalan terhadap pemanfaatan bahan dari alam.
Mahasiswa juga melaksanakan sosialisasi lingkungan kepada siswa sekolah melalui program “How Can We Save Our Environment: Small Action, Big Changes!”. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami mengenai tindakan-tindakan sederhana untuk menjaga lingkungan. Peserta diajak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menjaga kebersihan, serta merawat tanaman.
Pada bidang keterampilan dan kewirausahaan, mahasiswa melaksanakan kegiatan pembuatan sabun cuci piring dan deterjen berbahan ekonomis. Kegiatan dilakukan secara praktik sehingga peserta dapat melihat proses pembuatan produk secara langsung. Setelah proses pembuatan selesai, dilakukan pula kegiatan packing sebagai persiapan produk untuk digunakan.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat kemudian dilanjutkan melalui Seminar Kewirausahaan “Dari Dapur Jadi Cuan”. Seminar membahas peluang usaha yang dapat dimulai dari keterampilan dan aktivitas sederhana di rumah. Peserta diberikan gambaran bahwa bahan dan keterampilan yang dimiliki dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai jual. Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga dilaksanakan workshop pembuatan lilin dari minyak jelantah. Peserta diperkenalkan pada proses pemanfaatan minyak jelantah agar tidak langsung dibuang, tetapi dapat diolah kembali menjadi produk lilin.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, mahasiswa melaksanakan sosialisasi dan praktik pemanfaatan AI dengan tema “Teknologi untuk Semua: Pemanfaatan AI sebagai Solusi Inovatif untuk Mendukung Kepedulian Lingkungan.” Peserta diperkenalkan pada konsep dasar kecerdasan buatan dan beberapa bentuk pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan gambaran mengenai penggunaan AI sebagai alat bantu untuk mencari informasi, menghasilkan ide, dan membantu menyelesaikan berbagai kebutuhan secara lebih efektif.
Selain program tersebut, mahasiswa turut mendukung pengembangan Website Kelurahan Cipondoh Makmur sebagai media informasi digital. Pengembangan media ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempublikasikan kegiatan, informasi, serta potensi yang terdapat di wilayah kelurahan.
Dalam bidang penghijauan, mahasiswa melaksanakan kegiatan penanaman tanaman penyerap debu serta melanjutkan penanaman tanaman lidah mertua. Proses kegiatan dilakukan dengan menyiapkan media tanam, memindahkan tanaman, menata posisi tanaman, dan menempatkannya pada area yang telah ditentukan. Kegiatan ini juga disertai dengan pembagian tanaman sebagai upaya mengajak masyarakat untuk ikut melakukan penghijauan di lingkungan masing-masing.
Selama masa pelaksanaan KKN, mahasiswa juga mengikuti berbagai kegiatan kemasyarakatan, seperti senam bersama warga, gotong royong membersihkan lingkungan, pembersihan Posyandu dalam rangka persiapan verifikasi Kampung Sehat, serta gotong royong membersihkan lingkungan kelurahan dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Mahasiswa juga melakukan rapat internal secara berkala dan menerima kunjungan rutin dari Dosen Pembimbing Lapangan sebagai bagian dari pelaporan dan evaluasi kegiatan.
Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara bertahap dengan menyesuaikan jadwal dan kondisi di lapangan. Setiap kegiatan menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar berkomunikasi, berkoordinasi, menyelesaikan pekerjaan secara bersama-sama, serta memahami secara langsung pentingnya keterlibatan masyarakat dalam keberhasilan suatu program













Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Cipondoh Makmur dengan tema “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat” menjadi bentuk pengabdian mahasiswa yang diwujudkan melalui berbagai kegiatan di bidang lingkungan, pendidikan, kreativitas, kewirausahaan, dan teknologi.
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan menunjukkan bahwa upaya menjaga lingkungan dapat dimulai dari berbagai langkah sederhana. Pengelolaan sampah dapat dilakukan melalui pemilahan, bank sampah, pembuatan kompos, serta pemanfaatan kembali bahan yang masih memiliki nilai guna. Keterbatasan lahan dapat diatasi melalui alternatif budidaya tanaman dengan sistem hidroponik. Penghijauan dapat dilakukan melalui penanaman dan perawatan tanaman. Sementara itu, keterampilan sederhana juga dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki nilai manfaat maupun peluang ekonomi.
Pelaksanaan kegiatan juga menunjukkan pentingnya edukasi kepada berbagai kelompok masyarakat. Anak-anak dan siswa diperkenalkan pada kepedulian lingkungan sejak dini, sedangkan masyarakat memperoleh tambahan wawasan mengenai pengelolaan lingkungan, keterampilan rumah tangga, kewirausahaan, dan pemanfaatan teknologi. Penggunaan AI dan pengembangan media digital turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan masyarakat pada perkembangan teknologi yang dapat dimanfaatkan secara positif.
Keberhasilan dan keberlanjutan program tidak hanya bergantung pada mahasiswa selama masa KKN berlangsung. Peran masyarakat, pengurus lingkungan, pihak kelurahan, serta berbagai unsur yang terlibat menjadi bagian penting agar sarana yang telah dibuat dan pengetahuan yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan. Oleh karena itu, diharapkan berbagai program yang telah dilaksanakan dapat menjadi langkah awal maupun pelengkap bagi kegiatan masyarakat yang telah berjalan sebelumnya.
Pada akhirnya, pelaksanaan KKN ini memberikan pengalaman bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pembangunan masyarakat tidak selalu harus dimulai dari hal yang besar. Perubahan dapat dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten, seperti memilah sampah, menanam tanaman, memanfaatkan limbah, berbagi pengetahuan, dan menggunakan teknologi secara bijak. Melalui keterlibatan dan kepedulian bersama, diharapkan semangat untuk menciptakan lingkungan yang bersih, hijau, cerdas, kreatif, dan berkelanjutan dapat terus tumbuh di Kelurahan Cipondoh Makmur.
Elisa Fitriani