Permasalahan sampah merupakan salah satu isu lingkungan yang masih sering ditemukan di masyarakat, terutama sampah non organik seperti plastik, kaleng, kaca, dan kemasan sekali pakai. Sampah jenis ini membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai secara alami, bahkan dapat bertahan hingga puluhan atau ratusan tahun di lingkungan. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai jenis sampah non organik dan lamanya proses penguraian menyebabkan masih banyak sampah yang dibuang sembarangan.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja berupa pembuatan dan pemasangan Papan Edukasi Sampah Non Organik Bertahan Berapa Lama sebagai media informasi dan edukasi bagi masyarakat. Papan edukasi ini berisi informasi mengenai jenis-jenis sampah non organik beserta estimasi waktu penguraiannya sehingga masyarakat dapat lebih memahami dampak sampah terhadap lingkungan.
Kegiatan ini perlu dilaksanakan karena masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya sampah non organik yang sulit terurai. Banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa sampah plastik, kaleng, dan kaca dapat bertahan sangat lama di lingkungan dan berpotensi mencemari tanah, air, serta mengganggu kesehatan makhluk hidup.
Melalui papan edukasi, informasi mengenai pengelolaan sampah dapat disampaikan secara sederhana, menarik, dan mudah dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, papan edukasi dapat menjadi sarana pembelajaran jangka panjang karena dapat dibaca kapan saja oleh warga
Kegiatan diawali dengan observasi lokasi dan identifikasi permasalahan terkait pengelolaan sampah di lingkungan desa. Setelah itu, kelompok KKN melakukan pengumpulan informasi mengenai jenis-jenis sampah non organik beserta lama waktu penguraiannya dan bahan-bahan apa saja yang akan digunakan untuk pembuatan papan edukasi. Kemudian kelompok KKN melakukan pembelian bahan-bahan yang diperlukan pada hari kedua sebelum program kerja dilaksanakan.
Informasi yang telah didapat tersebut kemudian dirancang dalam bentuk papan edukasi yang menarik dan mudah dibaca. Setelah desain selesai, dilakukan proses pembuatan papan edukasi menggunakan bahan yang telah dipersiapkan. Selanjutnya, papan dipasang pada lokasi strategis yang mudah dijangkau dan dilihat oleh masyarakat, yaitu di fasilitas umum taman Masjid Fakihah Abdullah.

Persiapan alat dan bahan pembuatan papan edukasi.



Proses desain dan pembuatan papan edukasi.

Kegiatan pemasangan papan edukasi di lokasi yang telah ditentukan.

Foto bersama mahasiswa KKN setelah kegiatan selesai.
Program kerja Papan Edukasi Sampah Non Organik Bertahan Berapa Lama telah terlaksana dengan baik dan mendapat respon positif dari masyarakat. Melalui kegiatan ini, masyarakat memperoleh informasi mengenai dampak sampah non organik serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Diharapkan papan edukasi yang telah dipasang dapat menjadi media pembelajaran yang berkelanjutan dan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah secara bijak demi terciptanya lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.
Dicky Derryansyah Siregar