Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan, keterampilan, serta pengalaman akademik secara langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memperoleh pengalaman dalam memahami kondisi sosial masyarakat, membangun komunikasi dengan berbagai pihak, serta berkontribusi dalam menjawab kebutuhan dan permasalahan yang terdapat di lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Jatake, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang, dilaksanakan dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai bidang keilmuan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berinteraksi dengan aparatur kelurahan, pengurus RW dan RT, kader masyarakat, tokoh masyarakat, serta warga di berbagai wilayah Kelurahan Jatake. Pembagian mahasiswa ke dalam sembilan wilayah RW menjadi salah satu bentuk pendekatan untuk memperluas jangkauan komunikasi dan keterlibatan mahasiswa dengan masyarakat.
Kelurahan Jatake memiliki berbagai potensi sekaligus kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan lingkungan, pengelolaan informasi wilayah, kreativitas masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk menyusun dan melaksanakan program kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, tetapi juga memberikan edukasi, pendampingan, dan pengalaman langsung bagi masyarakat.
Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan lingkungan dan pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Kondisi lingkungan pemukiman yang padat dapat meningkatkan risiko berkembangnya nyamuk Aedes aegypti, sehingga diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan lingkungan, penerapan 3M Plus, pemeriksaan jentik, penggunaan Abate secara tepat, serta pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program seminar kesehatan kemudian dilaksanakan sebagai bentuk edukasi dan intervensi langsung kepada masyarakat.
Di sisi lain, perkembangan teknologi informasi juga mendorong kebutuhan akan media informasi yang dapat membantu masyarakat memperoleh informasi wilayah secara lebih mudah. Program digitalisasi informasi tingkat RW melalui pelatihan pembuatan website profil menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan pemanfaatan teknologi sederhana dan mudah digunakan oleh pengurus maupun pemuda di lingkungan RW. Program tersebut menggunakan platform Canva berbasis no-code solution serta dilengkapi dengan pendampingan langsung kepada peserta.
Selain program edukasi kesehatan dan digitalisasi informasi, mahasiswa juga melaksanakan program yang mendorong kreativitas dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui kegiatan lomba melukis totebag dan lomba daur ulang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif, kreatif, dan partisipatif.
Dengan demikian, pelaksanaan KKN di Kelurahan Jatake diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi proses pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, pemecahan masalah, serta tanggung jawab sosial.
Kegiatan KKN di Kelurahan Jatake perlu dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat sekaligus sebagai sarana pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Permasalahan yang dihadapi masyarakat tidak hanya membutuhkan pengetahuan secara teoritis, tetapi juga membutuhkan pendekatan yang komunikatif, partisipatif, dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.
Dalam bidang kesehatan lingkungan, peningkatan pemahaman masyarakat mengenai pencegahan DBD menjadi penting karena pencegahan penyakit tersebut sangat berkaitan dengan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Melalui seminar kesehatan, masyarakat memperoleh edukasi mengenai DBD, gerakan 3M Plus, penggunaan Abate, pemeriksaan jentik, serta pemanfaatan TOGA. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan media edukasi berupa PowerPoint, video, leaflet, poster, dan QR Code sehingga materi dapat diakses kembali oleh peserta.
Kegiatan tersebut menunjukkan hasil yang terukur. Berdasarkan evaluasi terhadap 30 peserta, rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,3% pada pre-test menjadi 92,7% pada post-test. Selain itu, sebanyak 30 paket Abate dan 30 bibit TOGA berhasil disalurkan kepada sasaran.
Dalam bidang informasi dan teknologi, kegiatan digitalisasi informasi RW diperlukan karena penyampaian informasi di tingkat wilayah masih menghadapi tantangan dalam hal ketersediaan media informasi yang terorganisasi. Website profil RW diharapkan dapat menjadi media informasi yang lebih mudah diakses dan membantu pengurus wilayah dalam menyampaikan informasi mengenai struktur organisasi, potensi wilayah, program kerja, serta kontak pelayanan masyarakat.
Sementara itu, kegiatan kreativitas dan kepedulian lingkungan diperlukan untuk membangun ruang partisipasi masyarakat yang bersifat edukatif sekaligus menyenangkan. Melalui kegiatan melukis totebag dan daur ulang, masyarakat diberikan kesempatan untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memahami bahwa barang yang sudah tidak digunakan dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, seluruh rangkaian kegiatan tersebut juga penting bagi mahasiswa karena menjadi media untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, koordinasi, kerja sama, pengelolaan kegiatan, serta kemampuan beradaptasi dengan dinamika masyarakat.
Pelaksanaan KKN di Kelurahan Jatake Tahun 2026 bertujuan untuk:
Pihak-pihak yang terlibat dalam pelaksanaan KKN di Kelurahan Jatake antara lain:
Pada kegiatan Workshop Pelatihan Website Literasi Digital, berita acara mencatat keterlibatan DPL, Kepala Kelurahan, Sekretaris Kelurahan, serta mahasiswa sebagai panitia pelaksana.
Pelaksanaan KKN di Kelurahan Jatake memberikan beberapa dampak yang dapat dirasakan melalui program dan interaksi mahasiswa dengan masyarakat, antara lain:
Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan memberikan pengetahuan mengenai DBD, 3M Plus, penggunaan Abate, pemeriksaan jentik, serta pemanfaatan TOGA. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 58,3% menjadi 92,7%.
Sebanyak 30 paket Abate dan 30 bibit TOGA berhasil disalurkan kepada sasaran. Intervensi tersebut diharapkan dapat mendukung penerapan pencegahan DBD dan gerakan One House One Plant di lingkungan rumah masyarakat.
Pelatihan website memberikan pengalaman langsung kepada masyarakat dalam membuat dan mengelola media informasi berbasis digital. Peserta memperoleh pendampingan secara langsung hingga mampu menyelesaikan praktik pembuatan website. Dalam hasil evaluasi kegiatan, sembilan peserta yang hadir dinyatakan berhasil menyelesaikan praktik hingga menerbitkan website secara langsung.
Kegiatan digitalisasi memberikan alternatif media bagi pengurus wilayah untuk menyampaikan informasi mengenai profil, struktur organisasi, potensi wilayah, serta informasi pelayanan masyarakat. Website profil RW juga dilengkapi dengan akses QR Code sebagai penghubung informasi digital.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan lingkungan dan lomba daur ulang, masyarakat memperoleh ruang untuk memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan kembali barang yang masih dapat digunakan. Kegiatan kreatif juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam aktivitas yang bersifat partisipatif.
Rangkaian kegiatan KKN menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat, pengurus wilayah, kader, dan aparatur kelurahan. Interaksi tersebut membantu membangun komunikasi, kerja sama, serta hubungan sosial yang lebih dekat antara mahasiswa dan masyarakat.
Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Jatake dilaksanakan melalui beberapa tahapan, mulai dari persiapan, koordinasi dengan Pemerintah Kelurahan, pelaksanaan program kerja, kegiatan bersama masyarakat, hingga tahap akhir dan penutupan KKN.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan koordinasi mahasiswa dengan pihak Kelurahan Jatake dan Dosen Pembimbing Lapangan. Mahasiswa kemudian melakukan pembagian tugas serta pembagian wilayah kerja ke dalam sembilan RW yang terdapat di Kelurahan Jatake. Pembagian tersebut dilakukan untuk memudahkan koordinasi mahasiswa dengan pengurus wilayah serta memperluas keterlibatan mahasiswa dengan masyarakat.
Pada tahap ini, mahasiswa melakukan komunikasi dengan aparatur kelurahan, pengurus RW dan RT, serta masyarakat untuk mengetahui kondisi wilayah, kebutuhan kegiatan, dan kemungkinan pelaksanaan program kerja. Mahasiswa juga menyusun pembagian tugas berdasarkan bidang, antara lain kepengurusan inti, acara, humas, konsumsi, perlengkapan, dan publikasi-dokumentasi.
Salah satu program utama dilaksanakan pada Kamis, 30 Juli 2026 di Kantor Kelurahan Jatake. Kegiatan tersebut merupakan Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan dengan tema yang berkaitan dengan pencegahan DBD, penggunaan Abate, dan pemanfaatan TOGA. Berita acara mencatat DPL Dr. Dilla Fadhillah, M.Pd., Kepala Kelurahan Muhammad Arief, S.E., serta Sekretaris Kelurahan Sarino, S.Ip. sebagai pihak yang terkait dalam kegiatan.
Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas kader Posyandu, pengurus PKK, dan perwakilan tokoh masyarakat. Materi disampaikan secara interaktif menggunakan PowerPoint, video edukasi, leaflet, dan QR Code. Peserta memperoleh edukasi mengenai bahaya DBD, siklus hidup nyamuk Aedes aegypti, penerapan 3M Plus, penggunaan Abate, pemeriksaan jentik, serta pemanfaatan TOGA.
Selain penyampaian materi, mahasiswa juga melakukan praktik penggunaan Abate dan membagikan 30 paket Abate serta 30 bibit TOGA kepada sasaran. Program tersebut juga memperkenalkan gerakan One House One Plant sebagai upaya mendorong masyarakat memanfaatkan lingkungan rumah untuk menanam tanaman yang bermanfaat.
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 58,3% menjadi 92,7%. Seluruh 30 paket Abate dan 30 bibit TOGA yang direncanakan juga berhasil disalurkan.
Program berikutnya berfokus pada digitalisasi informasi wilayah melalui pembuatan website profil RW. Tahap persiapan dilakukan melalui koordinasi dengan pihak kelurahan dan pengurus RW, penyusunan template website, serta pengumpulan data wilayah.
Data yang dikumpulkan meliputi sejarah singkat RW, struktur organisasi, peta wilayah, potensi UMKM, program unggulan, serta kontak pelayanan masyarakat. Pengumpulan data dilakukan secara terstruktur menggunakan formulir digital sebelum peserta mengikuti pelatihan.
Workshop Pelatihan Website Literasi Digital dilaksanakan pada Minggu, 9 Agustus 2026 di Griya Harmoni Warga, RW 08, RT 03, Kelurahan Jatake. Kegiatan tersebut merupakan Program Kerja Ke-2 KKN.
Peserta diberikan pelatihan pembuatan website menggunakan platform Canva yang bersifat no-code. Setelah penyampaian materi, peserta melakukan praktik secara langsung dengan pendampingan mahasiswa. Tahap akhir dilanjutkan dengan pendampingan secara one-on-one untuk menyelesaikan kendala teknis, menyempurnakan desain, menerbitkan tautan, membuat QR Code, dan membentuk administrator digital RW.
Dalam hasil evaluasi lapangan, terdapat sembilan peserta yang hadir dari RW 01, RW 06, dan RW 08. Seluruh peserta yang hadir berhasil menyelesaikan praktik pembuatan website, sedangkan tiga website dari RW 01, RW 06, dan RW 08 tercatat telah diterbitkan secara live beserta QR Code.
Program kerja berikutnya dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026 dengan mengangkat kegiatan kreativitas dan kepedulian lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui perlombaan melukis totebag dan lomba daur ulang.
Rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan dari pihak kelurahan dan DPL, pembukaan serta penyampaian aturan lomba. Perlombaan kemudian dilaksanakan dalam dua bagian, yaitu melukis totebag dan lomba daur ulang. Setelah karya dikumpulkan, dilakukan penilaian oleh juri, pengumuman pemenang, pemberian hadiah dan doorprize, dokumentasi, serta penutupan kegiatan.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa bersama masyarakat melalui aktivitas kreatif sekaligus edukatif. Lomba daur ulang memberikan ruang bagi peserta untuk memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan menjadi karya baru, sedangkan kegiatan melukis totebag memberikan ruang kreativitas bagi peserta.
Selain program kerja utama, mahasiswa juga terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan koordinasi bersama masyarakat di lingkungan RW. Mahasiswa melakukan komunikasi dengan pengurus wilayah, membantu kegiatan masyarakat, melakukan koordinasi mengenai kebutuhan kegiatan, serta mengikuti berbagai agenda yang melibatkan masyarakat dan Pemerintah Kelurahan.
Keterlibatan tersebut menjadi bagian penting dalam proses KKN karena mahasiswa tidak hanya hadir ketika program kerja dilaksanakan, tetapi juga membangun komunikasi dan hubungan sosial dengan masyarakat selama berada di wilayah Kelurahan Jatake.
Pada 17 Agustus 2026, beberapa mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam kegiatan Upacara Penurunan Bendera di Kecamatan Jatiuwung sebagai perwakilan mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam agenda pemerintahan dan masyarakat di tingkat kecamatan.
Selain itu, mahasiswa juga melakukan koordinasi lanjutan mengenai dokumentasi kegiatan serta komunikasi dengan pihak RW, RT, dan masyarakat setelah pelaksanaan berbagai kegiatan.
Dokumentasi

Pembukaan dan penerimaan mahasiswa KKN di Kelurahan Jatake

Koordinasi dan pembagian wilayah mahasiswa KKN ke sembilan RW

Kegiatan Seminar Penguatan Literasi Lingkungan dan Kesehatan di Kantor Kelurahan Jatake, 30 Juli 2026

Penyampaian materi pencegahan DBD, 3M Plus, penggunaan Abate, dan pemanfaatan TOGA

Persiapan dan pengumpulan data profil RW

Workshop Pelatihan Website Literasi Digital di Griya Harmoni Warga RW 08, 9 Agustus 2026

Praktik pembuatan dan pendampingan website profil RW

Hasil website profil Kelurahan Jatake

Persiapan Program Kerja Kreativitas dan Kepedulian Lingkungan

Pelaksanaan lomba melukis totebag dan lomba daur ulang, 16 Agustus 2026

Dokumentasi peserta, karya, pemenang, dan panitia kegiatan

Partisipasi mahasiswa dalam Upacara Penurunan Bendera di Kecamatan Jatiuwung, 17 Agustus 2026

Kegiatan bersama masyarakat dan koordinasi menjelang penutupan KKN

Kegiatan perpisahan/penutupan KKN bersama masyarakat dan pihak Kelurahan Jatake

Foto bersama mahasiswa KKN, DPL, dan pihak Kelurahan Jatake sebagai simbol kebersamaan dan penutupan rangkaian KKN.

Penyerahan simbolis jaket dari LPPM UMT kepada pihak Kelurahan Jatake sebagai bagian dari kenang-kenangan kegiatan KKN.

Penyerahan bingkai foto sebagai kenang-kenangan dan simbol terjalinnya silaturahmi antara mahasiswa KKN dengan pihak Kelurahan Jatake.

Penyerahan simbolis empat tanaman sebagai bentuk kontribusi dan kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan di Kelurahan Jatake.

Penyerahan tong sampah dari Fakultas Teknik sebagai bentuk dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan dan lingkungan.
Penutup
Laporan Kelompok KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di Kelurahan Jatake ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa selama masa Kuliah Kerja Nyata. Pelaksanaan KKN menjadi pengalaman pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi, berkomunikasi, dan berkontribusi secara langsung di tengah masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa terlibat dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan bersama pihak Kelurahan Jatake, masyarakat, serta lingkungan RW yang menjadi wilayah kegiatan. Rangkaian kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program kerja, tetapi juga mencakup proses koordinasi, sosialisasi, pendampingan, kegiatan sosial dan kemasyarakatan, partisipasi dalam kegiatan warga, serta berbagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami kondisi sosial masyarakat secara lebih nyata. Berbagai dinamika yang ditemui selama kegiatan menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam membangun komunikasi, kerja sama, kepemimpinan, tanggung jawab, kemampuan beradaptasi, serta penyelesaian permasalahan secara bersama-sama. Di sisi lain, keterlibatan masyarakat dan pihak Kelurahan Jatake menjadi faktor penting yang mendukung keberlangsungan seluruh rangkaian kegiatan.
Pada tahap akhir, kegiatan KKN ditutup melalui rangkaian acara yang menjadi momentum untuk menyampaikan capaian kegiatan, memberikan apresiasi, serta mempererat hubungan silaturahmi antara mahasiswa KKN, Dosen Pembimbing Lapangan, dan pihak Kelurahan Jatake. Penyerahan simbolis, penyampaian kesan dan pesan, serta pemutaran video recap menjadi bagian dari refleksi atas perjalanan mahasiswa selama melaksanakan pengabdian.
Secara keseluruhan, pelaksanaan KKN di Kelurahan Jatake telah memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi mahasiswa serta menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam kehidupan masyarakat. Besar harapan kami agar hubungan baik yang telah terjalin antara Universitas Muhammadiyah Tangerang, mahasiswa KKN, pihak Kelurahan Jatake, dan masyarakat dapat terus terjaga meskipun rangkaian kegiatan KKN telah berakhir.
Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, arahan, kesempatan, serta partisipasi selama pelaksanaan KKN, khususnya kepada pihak Kelurahan Jatake, Dosen Pembimbing Lapangan, aparatur wilayah, masyarakat, dan seluruh mahasiswa KKN. Segala kekurangan yang terjadi selama pelaksanaan kegiatan menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi kami untuk menjadi lebih baik ke depannya.
Demikian laporan kelompok KKN ini disusun. Semoga seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa dalam menjalankan peran sebagai bagian dari perguruan tinggi dan masyarakat.
Septiyano Efendi