PROGRAM KERJA PEMBANGUNAN INSINERATOR SAMPAH DI DESA PANONGAN

PROGRAM KERJA PEMBANGUNAN INSINERATOR SAMPAH DI DESA PANONGAN

: Jumat, 21 Agustus 2026 : Desa Panongan

Latar belakang kegiatan

Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan yang perlu mendapatkan perhatian, termasuk di wilayah Desa Panongan. Meningkatnya aktivitas masyarakat dapat menghasilkan sampah dalam jumlah yang cukup banyak, sementara tidak semua jenis sampah dapat dikelola dengan mudah. Penumpukan sampah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu kebersihan dan kenyamanan lingkungan serta berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan sampah yang tepat, efektif, dan sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UMT Berdampak 2026 melaksanakan Program Kerja Pembangunan Insinerator Sampah di Desa Panongan. Insinerator dirancang sebagai salah satu fasilitas pendukung dalam pengelolaan sampah yang dapat membantu mengurangi volume sampah yang sulit ditangani. Pembangunan fasilitas ini juga diharapkan dapat menjadi sarana yang mendukung pengelolaan sampah secara lebih terarah serta meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bertanggung jawab.

Kegiatan pembangunan insinerator ini sejalan dengan tema KKN UMT Berdampak 2026, yaitu “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat.” Melalui pemanfaatan teknologi sederhana dan pembangunan fasilitas yang disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Panongan. Selain membantu mendukung pengelolaan sampah, kegiatan ini juga menjadi upaya untuk mendorong terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan Pembangunan Insinerator Sampah di Desa Panongan perlu dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk membantu mengatasi permasalahan pengelolaan sampah di lingkungan desa. Fasilitas ini dapat mendukung pengurangan volume sampah yang sulit dikelola serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata. Selain itu, pembangunan insinerator menjadi bentuk penerapan solusi tepat guna yang sejalan dengan tema KKN UMT Berdampak 2026 “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat”, sekaligus mendorong masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan sampah secara bertanggung jawab.


Tujuan kegiatan

  1. Membantu mengurangi volume sampah yang menumpuk dan sulit dikelola di lingkungan Desa Panongan.
  2. Mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah melalui penyediaan fasilitas pengolahan sampah yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan.
  3. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan serta mengelola sampah secara bertanggung jawab.
  4. Mendukung terwujudnya Kampung Cerdas Lingkungan sesuai tema KKN UMT Berdampak 2026 melalui penerapan solusi sederhana dan tepat guna dalam pengelolaan lingkungan.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN UMT Desa Panongan – sebagai perencana, pelaksana, dan pihak yang terlibat langsung dalam proses pembangunan insinerator.
  • Pemerintah Desa Panongan – memberikan dukungan, koordinasi, serta arahan terkait pelaksanaan pembangunan di lingkungan desa.
  • Ketua RT/RW dan pengurus lingkungan setempat – membantu koordinasi lokasi dan kebutuhan pembangunan serta mendukung keterlibatan masyarakat.
  • Masyarakat Desa Panongan – sebagai penerima manfaat dan pihak yang diharapkan turut menjaga serta memanfaatkan fasilitas dengan baik.


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan pembangunan Insinerator Sampah di Desa Panongan diawali dengan persiapan lokasi dan perataan tanah pada tempat yang telah ditentukan. Permukaan tanah diratakan menggunakan cangkul agar memiliki dasar yang stabil untuk pembangunan. Setelah tanah diratakan, lima buah bata ringan ditanam ke dalam tanah dalam posisi tertidur dan berjajar tanpa menggunakan lem. Bata tersebut menjadi dasar awal agar konstruksi insinerator memiliki pondasi yang lebih kuat dan tidak mudah bergeser.

Tahap berikutnya adalah pembuatan alas dan pemasangan besi sebagai bagian dari struktur dasar insinerator. Lima buah bata ringan yang telah dibasahi dengan air disusun berjajar di atas bata yang sebelumnya telah ditanam, kemudian direkatkan menggunakan lem perekat bata ringan. Selanjutnya, empat buah bata ringan disusun pada sisi kanan dan kiri dengan posisi tegak horizontal. Dua bata yang digunakan telah diberi tanda setiap 5 cm sebagai acuan pemasangan, kemudian lima buah besi beton dipasang pada bagian yang telah ditandai untuk memperkuat struktur dasar insinerator.

Setelah bagian dasar selesai, proses dilanjutkan dengan pembuatan tutup input udara dan penyangga mulut insinerator. Pada bagian belakang disusun satu buah bata ringan dengan posisi tegak horizontal, kemudian dua bata ringan berukuran 50 cm dipasang pada sisi kanan dan kiri di atas besi. Bagian depan kemudian ditutup menggunakan dua bata ringan yang disusun sejajar dalam posisi tertidur. Selanjutnya dibuat penyangga mulut dengan menyusun satu bata ringan pada bagian belakang, dua bata ringan berukuran 47,7 cm pada sisi kanan dan kiri, serta bata ringan berbentuk segitiga pada bagian depan sebagai penyangga konstruksi mulut insinerator.

Tahap selanjutnya adalah membentuk mulut insinerator secara bertahap. Dua bata ringan yang telah dibasahi disusun berjajar dalam posisi tertidur menggunakan lem perekat di atas bata berbentuk segitiga. Setelah itu, dua bata ringan berukuran 30 cm dipasang secara tegak pada sisi kanan dan kiri menggunakan lem perekat. Pada bagian atasnya kembali disusun dua bata ringan dalam posisi tertidur dan berjajar. Penyusunan dilakukan secara bertahap dan teliti agar bagian mulut insinerator memiliki bentuk yang kokoh serta mampu menopang bagian konstruksi berikutnya.

Setelah mulut insinerator selesai, pembangunan dilanjutkan pada bagian cerobong. Bagian depan dan belakang area cerobong disusun menggunakan masing-masing tiga bata ringan dalam posisi tegak horizontal secara berjajar ke atas, sedangkan sisi kanan dan kiri menggunakan satu bata ringan dengan posisi tegak vertikal. Selanjutnya, empat bata ringan yang telah dibasahi dipasang pada sisi kanan, kiri, depan, dan belakang menggunakan lem perekat. Susunan tersebut kemudian dilanjutkan kembali dengan tiga bata ringan pada bagian depan dan belakang serta satu bata pada masing-masing sisi kanan dan kiri. Tahap terakhir dilakukan dengan memasang satu bata ringan berukuran 40 cm pada bagian belakang, dua bata ringan yang telah dipotong pada sisi kanan dan kiri, serta satu bata ringan dalam posisi tertidur pada bagian depan hingga membentuk bagian akhir cerobong.

Setelah seluruh tahapan pembangunan selesai, dilakukan pengecekan terhadap struktur insinerator untuk memastikan setiap bagian telah tersusun dengan baik dan kokoh. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan mengenai Standar Operasional Prosedur (SOP) penggunaan insinerator sampah kepada pihak yang berkepentingan di Desa Panongan, tepatnya di kediaman RT. 03. Penyuluhan bertujuan memberikan pemahaman mengenai tata cara penggunaan, pengoperasian yang aman, serta hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemanfaatan insinerator. Dengan adanya pembangunan fasilitas dan penyuluhan tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan insinerator secara tepat dan bertanggung jawab dalam mendukung pengelolaan sampah di Desa Panongan. 


Dokumentasi

Tahap Awal Pembangunan Insinerator Sampah

Uji Coba Penggunaan Insinerator Sampah (Success) √

Penyuluhan SOP Pemakaian Insinerator Sampah dengan Warga RT. 03 Desa Panongan

Peresmian Insinerator Sampah dengan Ketua & Warga RT. 03 Desa Panongan

Penutup

Kegiatan Pembangunan Insinerator Sampah di Desa Panongan merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN UMT Berdampak 2026 dalam mendukung pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat. Melalui proses pembangunan yang dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan dasar, penyusunan bata ringan, pemasangan besi, pembuatan mulut hingga cerobong, serta dilanjutkan dengan penyuluhan SOP penggunaan, diharapkan fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara tepat dan aman. Kegiatan ini juga menjadi wujud nyata penerapan tema “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat” untuk mewujudkan lingkungan Desa Panongan yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.

Penulis

Putri Nabila

Putri Nabila

S1-Kebidanan