Laporan Akhir Kegiatan KKN Desa Kayu Agung 2026

Laporan Akhir Kegiatan KKN Desa Kayu Agung 2026

: Kamis, 20 Agustus 2026 : Desa Kayu Agung

Latar belakang kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat. KKN juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman secara langsung dalam memahami kondisi sosial, berkomunikasi dengan masyarakat, serta beradaptasi dengan lingkungan di luar kehidupan akademik.

Pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada kegiatan mahasiswa, tetapi juga memperhatikan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lokasi pelaksanaan. Setiap lingkungan memiliki karakteristik, potensi, dan permasalahan yang berbeda sehingga mahasiswa perlu memahami keadaan tersebut sebelum melaksanakan kegiatan. Melalui interaksi secara langsung dengan masyarakat, mahasiswa dapat mengetahui kondisi lingkungan, membangun komunikasi, serta menyesuaikan bentuk pengabdian dengan keadaan yang ada di masyarakat.

Desa Kayu Agung menjadi salah satu lokasi pelaksanaan KKN yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa berinteraksi dengan warga, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur masyarakat lainnya. Interaksi tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami kehidupan bermasyarakat dan mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan yang dapat memberikan manfaat sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.

Berdasarkan hal tersebut, pelaksanaan KKN di Desa Kayu Agung diharapkan dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menjalankan pengabdian kepada masyarakat sekaligus mengembangkan kemampuan dalam berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat mempererat hubungan antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui keterlibatan secara langsung dalam kehidupan masyarakat.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan KKN di Desa Kayu Agung perlu dilaksanakan karena mahasiswa dapat melihat secara langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lingkungan tempat KKN. Selama berinteraksi dengan warga, mahasiswa menemukan beberapa kegiatan yang masih dapat didukung, terutama dalam bidang pendidikan anak, kebersihan lingkungan, penghijauan, serta kegiatan sosial masyarakat. Kondisi tersebut menjadi dasar bagi mahasiswa untuk membuat program kerja yang sederhana, tetapi dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan dan waktu yang tersedia.

Dalam bidang pendidikan, kegiatan pendampingan belajar, mengajar les, dan mengaji dilaksanakan karena masih terdapat anak-anak yang membutuhkan pendampingan di luar kegiatan sekolah. Mahasiswa membantu anak-anak dalam belajar, membaca, menulis, berhitung, dan mengaji. Kegiatan ini juga menjadi salah satu cara mahasiswa untuk berinteraksi secara langsung dengan anak-anak dan orang tua di lingkungan sekitar.

Dalam bidang lingkungan, kegiatan seperti penanaman tanaman obat keluarga, pembagian bibit tanaman, pembuatan papan informasi, pemasangan tempat sampah, dan kegiatan kebersihan dilaksanakan karena lingkungan membutuhkan perhatian dan keterlibatan bersama. Kegiatan tersebut dilakukan melalui tindakan sederhana yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Selain itu, mahasiswa juga ikut terlibat dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan, termasuk membantu persiapan kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dengan demikian, pelaksanaan KKN di Desa Kayu Agung bukan hanya untuk memenuhi kegiatan akademik mahasiswa, tetapi juga sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan masyarakat. Program yang dilaksanakan disesuaikan dengan kondisi yang ditemukan di lapangan sehingga dapat dijalankan secara nyata bersama warga. Meskipun kegiatan yang dilakukan bersifat sederhana, mahasiswa berharap program tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman bagi mahasiswa dalam memahami serta terlibat langsung dalam kehidupan bermasyarakat.


Tujuan kegiatan

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi masyarakat, membangun komunikasi dan kerja sama, serta berpartisipasi dalam kehidupan sosial masyarakat. Secara khusus, pelaksanaan KKN di Desa Kayu Agung diarahkan untuk memberikan pengalaman pengabdian yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.

Adapun tujuan pelaksanaan KKN adalah sebagai berikut:

  1. Menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam kehidupan masyarakat.
  2. Memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam memahami kondisi sosial dan kehidupan masyarakat secara langsung.
  3. Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, beradaptasi, dan bekerja sama dengan masyarakat.
  4. Mendorong kepedulian mahasiswa terhadap kondisi masyarakat dan lingkungan di sekitar lokasi pelaksanaan KKN.
  5. Memberikan kontribusi positif kepada masyarakat melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan yang sesuai dengan kondisi setempat.
  6. Membangun hubungan yang baik antara mahasiswa, perguruan tinggi, dan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
  7. Mengembangkan sikap tanggung jawab dan kepedulian sosial mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran di luar lingkungan akademik.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN di Desa Kayu Agung antara lain:

  1. Kepala Desa Kayu Agung, Bapak H. Basrudin, Amd. Kep., beserta seluruh perangkat Desa Kayu Agung.
  2. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari perguruan tinggi, Ibu Poppy Irawati, M.Kep.
  3. Masyarakat Desa Kayu Agung, khususnya warga di lingkungan Gang Kenari.
  4. Ketua RT 002, Bapak Suhadi, dan Ketua RW 004, Bapak Haerudin, di lingkungan Desa Kayu Agung.
  5. Ustad Damyati selaku pimpinan pondok pesantren Khozinatul Ulum
  6. Tokoh masyarakat setempat di Desa Kayu Agung.
  7. Kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Ibu Uun, serta Ketua Pemuda Gang Kenari.
  8. ⁠Para pemuda serta kelompok masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial di Desa Kayu Agung.
  9. Mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayu Agung.
Nama LengkapNimProgram StudiFakultas
Abdul Haris23612010432ManajemenEkonomi
Ahmad Arrosid23612010430ManajemenEkonomi
Bilal Rabba23612010421ManajemenEkonomi
Dewi Safitri23882010001Pend. Bahasa IndonesiaKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Devina Tri Utary23862060074PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Eltris Mistariani Gulo23862060202PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Imas Noviyanti24862060200PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Isti Ani23862060196PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Khurairah23142010027KeperawatanKesehatan
Laila Nur Safitri23862060165PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Lutfi Afrizal23612010283ManajemenEkonomi
Ma'ruf Hapiz Pane23612010440ManajemenEkonomi
Melinda Fitriani23862060005PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Muhamad Riski Rahmatullah23612010357ManajemenEkonomi
Raya Aulia Subarna23612010297ManajemenEkonomi
Restika Septiani Gulo23862060211PGSDKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Sharonica Ester Yemista Nahak23142010036KeperawatanKesehatan
Siti Maesaroh23882010037Pend. Bahasa IndonesiaKeguruan dan Ilmu Pendidkan
Siti Nudiyah Lisolah23862080103Pend. Agama IslamAgama Islam
Taufiq Agus Setiawan23612010282ManajemenEkonomi


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Pelaksanaan KKN di Desa Kayu Agung memberikan dampak yang dapat dirasakan dalam beberapa aspek, terutama pendidikan, lingkungan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan kehidupan sosial masyarakat. Kegiatan yang dilaksanakan bersama masyarakat memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam berbagai kegiatan di lingkungan sekitar. Dampak tersebut tidak hanya dilihat dari hasil kegiatan secara fisik, tetapi juga dari interaksi, partisipasi, dan pengalaman yang diperoleh selama pelaksanaan KKN.

1. Bidang Pendidikan

Kegiatan pendampingan belajar, mengajar les, dan mengaji memberikan tambahan waktu belajar bagi anak-anak di lingkungan sekitar. Anak-anak mendapatkan pendampingan dalam membaca, menulis, berhitung, serta mengaji. Selain itu, pelaksanaan seminar anti-bullying memberikan pengetahuan kepada anak-anak mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk perilaku bullying, dampak yang dapat ditimbulkan, serta pentingnya membangun hubungan yang saling menghargai. Kegiatan tersebut turut mendukung terbentuknya lingkungan belajar yang lebih aman dan positif bagi anak-anak.

2. Bidang Lingkungan

Kegiatan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), pembagian bibit tanaman, dan pemanfaatan lahan pekarangan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengoptimalkan lahan yang tersedia. Penanaman TOGA juga memperkenalkan berbagai jenis tanaman yang memiliki manfaat bagi masyarakat. Pembuatan papan informasi mengenai manfaat tanaman obat membantu memberikan informasi kepada warga mengenai tanaman yang ditanam dan pemanfaatannya.

Selain itu, pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam untuk budidaya tanaman kangkung memberikan contoh sederhana mengenai penggunaan kembali barang yang sudah tidak terpakai. Kegiatan tersebut dapat meningkatkan pemanfaatan barang bekas sekaligus mendukung kegiatan bercocok tanam dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan rumah.

3. Bidang Kebersihan dan Pengelolaan Sampah

Kegiatan bakti sosial kebersihan lingkungan, pengecatan tempat sampah, serta pendistribusian tempat sampah untuk fasilitas umum memberikan dukungan terhadap upaya menjaga kebersihan lingkungan. Penyediaan tempat sampah dapat membantu masyarakat memiliki fasilitas yang lebih memadai untuk membuang sampah pada tempatnya.

Kegiatan pembuatan papan edukasi mengenai lama penguraian sampah dan seminar edukasi mengenai pencegahan, penanganan, serta dampak sampah memberikan tambahan informasi kepada masyarakat mengenai permasalahan sampah. Sementara itu, pelatihan pembuatan kompos memberikan pengetahuan praktis mengenai pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya untuk mengurangi sampah organik yang dibuang dan meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga.

4. Bidang Kesehatan

Kegiatan senam sehat bersama masyarakat memberikan ruang bagi warga untuk melakukan aktivitas fisik secara bersama-sama. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana interaksi antara mahasiswa dan masyarakat dalam suasana yang lebih santai. Selain itu, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan Posyandu, termasuk membantu pemeriksaan kesehatan anak dan pemberian Vitamin A, memberikan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat.

5. Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pendataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum memiliki QRIS serta pendampingan dalam proses pendaftaran QRIS memberikan pengetahuan dan akses tambahan bagi pelaku usaha untuk memanfaatkan sistem pembayaran digital. Kegiatan ini dapat membantu pelaku UMKM mengenal alternatif pembayaran non-tunai yang dapat digunakan dalam kegiatan usahanya. Selain itu, proses pendataan memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam berinteraksi dan membantu mengidentifikasi kebutuhan pelaku UMKM di lingkungan masyarakat.

6. Bidang Sosial dan Kemasyarakatan

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan bersama warga, seperti bakti sosial, senam bersama, kegiatan Posyandu, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan, membantu meningkatkan interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Kegiatan persiapan serta pelaksanaan peringatan Hari Kemerdekaan juga mendorong mahasiswa untuk terlibat dalam kegiatan bersama pemuda dan masyarakat.

Partisipasi dalam berbagai kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan tenaga dan dukungan dalam pelaksanaan berbagai kegiatan di lingkungan Desa Kayu Agung.

7. Bidang Partisipasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Pelaksanaan berbagai kegiatan KKN melibatkan masyarakat secara langsung, baik dalam kegiatan pendidikan, lingkungan, kesehatan, maupun sosial. Keterlibatan tersebut memberikan kesempatan kepada warga untuk tidak hanya menerima hasil kegiatan, tetapi juga berpartisipasi dalam proses pelaksanaannya. Kegiatan penanaman, kebersihan lingkungan, pembuatan kompos, serta kegiatan sosial menjadi bentuk kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dalam memanfaatkan potensi lingkungan sekitar.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN memberikan dampak langsung terhadap masyarakat dan lingkungan melalui dukungan dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, pengelolaan sampah, pemberdayaan ekonomi, serta kegiatan sosial. Dampak tersebut terlihat melalui bertambahnya pengetahuan dan pengalaman masyarakat, tersedianya beberapa fasilitas pendukung, serta meningkatnya keterlibatan mahasiswa dan warga dalam kegiatan lingkungan. Meskipun perubahan yang dihasilkan masih berada dalam skala lingkungan sekitar lokasi kegiatan, setiap kegiatan dapat menjadi langkah awal untuk mendukung keberlanjutan kegiatan masyarakat.

Keberlanjutan dampak KKN sangat bergantung pada pemanfaatan dan pemeliharaan hasil kegiatan oleh masyarakat. Fasilitas seperti tempat sampah perlu digunakan dan dirawat, tanaman yang telah ditanam perlu dipelihara, serta pengetahuan mengenai pengelolaan sampah, pembuatan kompos, kesehatan, dan pemanfaatan teknologi pembayaran digital dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, hasil kegiatan KKN tidak berhenti pada saat program berakhir, tetapi dapat terus dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Pelaksanaan KKN di Desa Kayu Agung dilakukan secara bertahap dengan melibatkan mahasiswa dan masyarakat setempat. Sebelum kegiatan dilaksanakan, mahasiswa melakukan koordinasi dengan pihak desa, ketua RT, kader Posyandu, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, serta warga untuk menentukan waktu dan teknis pelaksanaan kegiatan. Koordinasi tersebut dilakukan agar setiap kegiatan dapat disesuaikan dengan kondisi dan waktu masyarakat. Selama pelaksanaan, mahasiswa juga membagi tugas sesuai dengan tanggung jawab masing-masing sehingga kegiatan dapat berjalan secara teratur.

Kegiatan di bidang pendidikan dilakukan melalui mengajar les dan mengajar ngaji. Kegiatan mengajar les dilaksanakan dengan memberikan pendampingan kepada anak-anak dalam belajar, sedangkan kegiatan mengajar ngaji dilakukan untuk mendampingi anak-anak dalam membaca dan mempelajari Al-Qur'an. Selain itu, mahasiswa melaksanakan Seminar Anti Bullying sebagai kegiatan edukasi bagi anak-anak mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak bullying, serta pentingnya saling menghargai dan menjaga sikap terhadap teman.

Dalam bidang ekonomi, mahasiswa melaksanakan pendaftaran QRIS bagi pelaku UMKM di sekitar lokasi KKN. Mahasiswa membantu pelaku UMKM dalam proses pendaftaran serta memberikan penjelasan mengenai penggunaan pembayaran secara digital. Kegiatan dilakukan dengan mendatangi pelaku UMKM dan memberikan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.

Dalam bidang kesehatan dan kebugaran, mahasiswa melaksanakan senam sehat bersama warga dan membantu pemeriksaan kesehatan anak di Posyandu. Senam sehat dilaksanakan bersama warga sebagai kegiatan olahraga sekaligus sarana untuk mempererat interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Pada kegiatan Posyandu, mahasiswa membantu kader dalam proses pemeriksaan kesehatan anak sesuai dengan tugas yang diberikan. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberikan pengalaman secara langsung dalam mengikuti kegiatan kesehatan yang telah berjalan di lingkungan masyarakat.

Dalam bidang lingkungan, mahasiswa melaksanakan bakti sosial kebersihan lingkungan bersama warga. Kegiatan dilakukan dengan membersihkan area lingkungan yang menjadi sasaran kegiatan serta mengumpulkan sampah yang ditemukan di sekitar lokasi. Setelah itu, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) pada lokasi yang telah ditentukan. Mahasiswa juga melakukan pemberian bibit tanaman kepada warga sekitar agar bibit tersebut dapat ditanam dan dirawat di lingkungan masing-masing. Selain itu, mahasiswa membuat papan edukasi mengenai proses terurainya sampah untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai waktu yang dibutuhkan berbagai jenis sampah untuk terurai. Mahasiswa juga memberikan tong sampah untuk fasilitas umum sebagai fasilitas pendukung kebersihan di lingkungan masyarakat.

Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, mahasiswa melakukan koordinasi dan pembagian tugas agar setiap kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan melibatkan masyarakat sesuai dengan jenis kegiatan yang dilaksanakan. Setelah kegiatan selesai, mahasiswa melakukan evaluasi untuk melihat hasil kegiatan serta kendala yang ditemukan selama pelaksanaan. Secara keseluruhan, kegiatan KKN berjalan dengan adanya dukungan dan partisipasi dari masyarakat, perangkat desa, serta pihak-pihak yang terlibat dalam setiap kegiatan.


Dokumentasi

Pembukaan KKN (Kuliah Kerja Nyata) di Desa Kayu Agung
Rapat bersama Ketua RT dan Ketua Pemuda Desa Kayu Agung ( GG. Kenari ) terkait persiapan kegiatan KKN.
Kegiatan pendampingan belajar anak-anak melalui pembelajaran membaca, menulis, dan berhitung.
Pendampingan kegiatan mengaji bagi anak-anak di Majelis Khozinatul Ulum.
Kegiatan senam sehat bersama ibu-ibu dan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran hidup sehat.
Partisipasi mahasiswa KKN dalam kegiatan di Posyandu Dahlia 1A
Pelaksanaan bakti sosial melalui kegiatan kebersihan lingkungan.
Penanaman bibit kangkung dengan memanfaatkan botol bekas sebagai media tanam di lahan pekarangan rumah.
Menghadiri pengajian bulanan Ulama dan Umaro yang diselenggarakan oleh Kecamatan Sepatan di Desa Kayu Agung.
Pendataan pelaku UMKM dalam rangka pendaftaran QRIS.
Pelaksanaan seminar edukasi mengenai jenis-jenis bullying kepada siswa sekolah dasar.
Pemasangan papan edukasi mengenai waktu penguraian berbagai jenis sampah.
Pelaksanaan kegiatan bakti sosial kebersihan di Majelis Ta’lim Khozinatul Ulum.
Pelaksanaan kegiatan seminar edukasi mengenai pencegahan dan dampak sampah.
Pelatihan pembuatan kompos bersama warga RT 02
Pengecatan tempat sampah untuk didistribusikan ke fasilitas umum dan warga sekitar.
Penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) bersama Dosen Pembimbing Lapangan Ibu Poppy Irawati, M.Kep.
Kegiatan pembagian bibit tanaman kepada masyarakat sekitar sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Rapat bersama ketua Pemuda Kayu Agung( GG. Kenari ) terkait persiapan lomba 17 Agustus
Persiapan dekorasi lingkungan untuk kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Partisipasi mahasiswa KKN dalam kegiatan lomba 17 Agustus di Desa Kayu Agung
Penyerahan hadiah kepada pemenang kegiatan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia
Penyerahan simbolis rekal Al-Qur’an oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Poppy Irawati, M.Kep., kepada Ustad Damyati selaku Pimpinan Pondok Pesantren Khozinatul Ulum.

 

Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026 di Desa Kayu Agung

Penutup

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kayu Agung telah memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar memahami kondisi dan kebutuhan masyarakat. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan mencakup bidang pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, dan lingkungan dengan melibatkan masyarakat serta pihak terkait.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN dapat berjalan dengan baik berkat adanya koordinasi, kerja sama, dan dukungan dari pemerintah desa, masyarakat, serta berbagai pihak yang terlibat. Kegiatan yang telah dilaksanakan memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, beradaptasi, dan menjalankan kegiatan secara langsung di lingkungan masyarakat. Bagi masyarakat, kehadiran mahasiswa memberikan tambahan dukungan dalam beberapa kegiatan yang dilaksanakan selama masa KKN.

Pelaksanaan KKN juga memberikan pembelajaran bahwa keberhasilan suatu kegiatan tidak hanya bergantung pada mahasiswa, tetapi juga pada partisipasi dan kerja sama masyarakat. Oleh karena itu, pengalaman selama KKN di Desa Kayu Agung diharapkan dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk lebih memahami kehidupan bermasyarakat serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan kondisi sosial di sekitarnya.

Penulis

Abdul Haris

Abdul Haris

S1-Manajemen