Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di tengah masyarakat. Kegiatan KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa, tetapi juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan setempat.
Desa Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang merupakan wilayah yang memiliki berbagai potensi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, serta pemberdayaan ekonomi. Di sisi lain, masih terdapat beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian, seperti peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, pentingnya edukasi kesehatan, pengembangan kapasitas pelaku UMKM, serta pembentukan kepedulian lingkungan sejak usia dini.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN melaksanakan beberapa program kerja yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Program yang dilaksanakan meliputi pembuatan dan penataan tempat sampah edukatif, pembuatan mural untuk memperindah lingkungan Posyandu, seminar edukasi pencegahan anemia di Posyandu Cempaka 4 Sukabakti, edukasi dan sosialisasi peduli lingkungan bagi siswa SD Curug Wetan II, serta seminar edukasi dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM.
Berbagai program tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, nyaman, dan produktif. Pelaksanaan kegiatan juga melibatkan berbagai unsur masyarakat, seperti aparatur desa, pengurus lingkungan, kader Posyandu, pihak sekolah, Karang Taruna, pelaku UMKM, serta masyarakat sekitar.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman secara langsung dalam berkomunikasi, berkoordinasi, bekerja sama, serta menghadapi berbagai kondisi yang terdapat di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan KKN di Desa Sukabakti diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan akademik dan sosial.
Kegiatan KKN di Desa Sukabakti perlu dilaksanakan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat melalui kegiatan yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan. Masyarakat memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan, namun diperlukan dukungan berupa pengetahuan, informasi, serta pendampingan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Dalam bidang lingkungan, kebiasaan menjaga kebersihan perlu terus ditanamkan kepada masyarakat, terutama kepada anak-anak sejak usia dini. Ketersediaan tempat sampah yang mudah dijangkau serta memiliki unsur edukatif dapat menjadi salah satu sarana untuk mendorong masyarakat membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, kegiatan pembuatan mural di lingkungan Posyandu juga dilakukan untuk membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, rapi, nyaman, dan menarik bagi masyarakat.
Dalam bidang kesehatan, edukasi mengenai pencegahan anemia penting dilakukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai penyebab, tanda dan gejala, pemenuhan kebutuhan gizi, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan. Edukasi kesehatan secara langsung memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi sekaligus berdiskusi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan.
Sementara itu, dalam bidang pendidikan, siswa perlu mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan melalui kegiatan yang menarik dan mudah dipahami. Penanaman kebiasaan peduli lingkungan sejak dini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang memiliki kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Dalam bidang ekonomi, pelaku UMKM juga membutuhkan pengetahuan dan wawasan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan usaha. Edukasi mengenai pengelolaan usaha, pemasaran, pengemasan, pencatatan keuangan, serta pemanfaatan media digital dapat membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha yang dimiliki.
Oleh karena itu, rangkaian program kerja KKN tersebut dilaksanakan untuk memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat sekaligus mendorong terciptanya masyarakat yang lebih peduli terhadap pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan pengembangan ekonomi.
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukabakti bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan.
Secara khusus, kegiatan KKN ini bertujuan untuk:
| No. | Nama Lengkap | NIM | Jurusan/Prodi |
|---|---|---|---|
| 1 | Dhian Tri Sukmawati Yuliadi | 23622010099 | S1-Akuntansi |
| 2 | Haerul Umam | 23702010250 | S1-Ilmu Komunikasi |
| 3 | Salsabilla Daniyarto Pratama | 23212010034 | S1-Teknik Mesin |
| 4 | Fauzan Nahindra | 23902410060 | S1-Desain Komunikasi Visual |
| 5 | Risya Dinar Desandini | 23862060145 | S1-PGSD |
| 6 | Destiana Arroby | 23862060138 | S1-PGSD |
| 7 | Nadya Pramitha Putri | 23862060122 | S1-PGSD |
| 8 | Rina Khairunisa | 23152010027 | S1-Kebidanan |
| 9 | Norma Sri Muanasyah | 23612010317 | S1-Manajemen |
| 10 | Valerin Dwi Kurnia | 23742010021 | S1-Manajemen |
| 11 | Shil Shila Dwi Cantika | 23742010117 | S1-Ilmu Hukum |
| 12 | Yudasena Putra Karyana | 23702010143 | S1-Ilmu Komunikasi |
| 13 | Syahrul Saronta | 23702010199 | S1-Ilmu Komunikasi |
| 14 | Ryoka Fathul Ramadhani | 23222010019 | S1-Teknik Sipil |
| 15 | Andika Firjatullah | 23862080046 | S1-Pendidikan Agama Islam |
| 16 | Inneu Siti Fatimah | 23612010370 | S1-Manajemen |
| 17 | Arsendi Karagounis Alfarizqi | 23552010075 | S1-Teknik Informatika |
| 18 | Melati Nur Aini | 23552010093 | S1-Teknik Informatika |
| 19 | Rizqi Muhammad Fadhila Luthfi | 23702010302 | S1-Ilmu Komunikasi |
| 20 | Prayogi Marzuq Yazid | 23212010033 | S1-Teknik Mesin |
| 21 | Lintang Maheswari | 23612010435 | S1-Manajemen |
| 22 | Estie Ananda Putri | 23612010176 | S1-Manajemen |
| 23 | Buamu Zainlini Nur Syanisa | 23622010163 | S1-Akuntansi |
| 24 | Alif Wahidin | 23212010040 | S1-Teknik Mesin |
| 25 | Rizki Fatahillah | 23612010068 | S1-Manajemen |
| 26 | Sylvia Larasati | 23612010012 | S1-Manajemen |
Pelaksanaan KKN di Desa Sukabakti memberikan dampak yang mencakup beberapa bidang, yaitu ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.
Kegiatan seminar edukasi dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM memberikan tambahan pengetahuan kepada masyarakat mengenai pengelolaan dan pengembangan usaha. Peserta memperoleh wawasan mengenai pemasaran, pengemasan produk, pencatatan keuangan, serta pemanfaatan media digital. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kemampuan dalam mengelola usaha dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
Edukasi dan sosialisasi peduli lingkungan di SD Curug Wetan II memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Siswa diajak untuk membiasakan diri membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, serta menjaga fasilitas sekolah. Kegiatan tersebut juga membantu menanamkan sikap peduli lingkungan sejak usia dini.
Seminar edukasi pencegahan anemia di Posyandu Cempaka 4 Sukabakti memberikan informasi kepada masyarakat mengenai anemia, penyebab, tanda dan gejala, serta langkah-langkah pencegahannya. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan pembuatan dan penataan tempat sampah edukatif membantu menyediakan fasilitas pembuangan sampah yang mudah digunakan masyarakat sekaligus menjadi media pengingat untuk menjaga kebersihan. Kegiatan pembuatan gantungan kunci dari tutup botol bekas juga menjadi contoh pemanfaatan limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna. Selain itu, kegiatan pengecatan dan pembuatan mural di Posyandu membantu menciptakan lingkungan yang lebih menarik, bersih, rapi, dan nyaman.
Rangkaian kegiatan KKN mendorong terjadinya interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat. Kerja sama dengan perangkat desa, pengurus lingkungan, Karang Taruna, pihak sekolah, kader Posyandu, pelaku UMKM, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan sosial dan semangat gotong royong.
Pelaksanaan KKN di Desa Sukabakti berlangsung selama kurang lebih satu bulan dengan beberapa program kerja yang telah disusun berdasarkan bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Setiap kegiatan dilaksanakan melalui tahap persiapan, koordinasi, pelaksanaan, evaluasi sederhana, dan dokumentasi.
Kegiatan pembuatan dan penataan tempat sampah edukatif dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026 di Desa Sukabakti. Kegiatan diawali dengan menentukan lokasi yang sesuai untuk penempatan tempat sampah. Lokasi dipilih dengan mempertimbangkan kemudahan akses dan kemungkinan tempat tersebut sering digunakan atau dilalui oleh masyarakat.
Setelah lokasi ditentukan, anggota kelompok mempersiapkan bahan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Proses pembuatan dilakukan bersama dengan Karang Taruna dan pihak yang membantu kegiatan. Bahan tempat sampah dibersihkan dan dipersiapkan sebelum dilakukan pengecatan.
Tempat sampah diberikan tampilan yang menarik agar mudah dikenali oleh masyarakat. Selain itu, kelompok menambahkan tulisan atau unsur edukasi mengenai kebersihan sehingga tempat sampah tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pembuangan sampah, tetapi juga menjadi media pengingat bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, anggota kelompok membagi tugas. Beberapa anggota melakukan pengecatan, sementara anggota lainnya menyiapkan perlengkapan, membuat tulisan edukasi, dan membantu proses penataan. Kegiatan dilakukan secara gotong royong bersama Karang Taruna.
Setelah selesai, tempat sampah ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan. Area sekitar tempat sampah turut dibersihkan sehingga terlihat lebih rapi. Hasil kegiatan kemudian diserahkan kepada pihak lingkungan, termasuk Ketua RT sebagai pihak yang menerima fasilitas tersebut.
Kegiatan diakhiri dengan pengecekan hasil, pembersihan sisa perlengkapan, dan dokumentasi. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu masyarakat dalam menjaga kebersihan dan membangun kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
Selain kegiatan pembuatan tempat sampah edukatif, kelompok juga melaksanakan kegiatan pembuatan mural untuk memperindah lingkungan Posyandu dilaksanakan pada Jumat, 7 Agustus 2026 di Posyandu Cempaka 4 Sukabakti . Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan kenyamanan dan keindahan fasilitas yang digunakan oleh masyarakat.
Kegiatan diawali dengan melakukan persiapan area yang akan digunakan untuk mural. Anggota kelompok membersihkan bagian dinding dan mempersiapkan alat serta bahan yang dibutuhkan. Selanjutnya, dilakukan pengecatan dasar dan pembuatan desain mural yang disesuaikan dengan lingkungan Posyandu.
Dalam proses pengerjaan, anggota kelompok bekerja sama dan membagi tugas. Beberapa anggota melakukan pengecatan, sementara anggota lainnya membantu menyiapkan alat, bahan, dan merapikan area kerja. Kegiatan dilakukan secara bertahap hingga mural selesai.
Pembuatan mural tidak hanya bertujuan memperindah lingkungan Posyandu, tetapi juga memberikan suasana yang lebih menarik, bersih, dan nyaman bagi masyarakat yang datang ke Posyandu. Setelah proses pengecatan selesai, anggota kelompok melakukan pembersihan area dan memastikan lingkungan sekitar kembali dalam kondisi rapi.
Kegiatan kemudian didokumentasikan sebagai bukti pelaksanaan program kerja. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat berkontribusi secara langsung dalam memperbaiki tampilan fasilitas masyarakat sekaligus meningkatkan pengalaman dalam bekerja sama dan melaksanakan kegiatan sosial.
Kegiatan seminar edukasi pencegahan anemia dilaksanakan pada Senin, 10 Agustus 2026 di Posyandu Cempaka 4 Sukabakti, Curug. Kegiatan diawali dengan persiapan anggota kelompok, koordinasi dengan pihak setempat, kader Posyandu, serta persiapan materi dan perlengkapan kegiatan.
Peserta diarahkan untuk menempati tempat yang telah disediakan. Kegiatan kemudian dibuka dengan penyampaian tujuan pelaksanaan edukasi. Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi mengenai anemia, faktor penyebab, tanda dan gejala yang perlu diperhatikan, pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi, serta berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mencegah anemia.
Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar peserta dapat memperoleh informasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, anggota kelompok membantu memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan peserta dapat mengikuti materi dengan baik.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai anemia, pola hidup, kebutuhan gizi, maupun hal-hal yang masih belum dipahami. Narasumber memberikan penjelasan berdasarkan pertanyaan yang disampaikan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh tambahan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga. Setelah diskusi selesai, kegiatan ditutup dengan penyampaian kesimpulan, ucapan terima kasih, dan dokumentasi bersama peserta serta pihak yang terlibat.
Secara keseluruhan, kegiatan edukasi pencegahan anemia berjalan dengan baik dan memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menyampaikan informasi kesehatan kepada masyarakat.
Kegiatan pembuatan gantungan kunci kreatif dari tutup botol bekas merupakan salah satu program kerja yang bertujuan untuk memanfaatkan limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas anggota kelompok dalam mengolah barang bekas menjadi produk yang menarik.
Kegiatan diawali dengan mengumpulkan dan mempersiapkan tutup botol plastik bekas yang akan digunakan sebagai bahan utama. Tutup botol kemudian melalui proses pemanasan hingga menjadi lebih lunak sehingga dapat diolah dan dibentuk. Setelah bahan siap, tutup botol diproses dan dicetak menggunakan cetakan dengan berbagai bentuk yang unik dan menarik.
Setelah bentuk yang diinginkan terbentuk, hasil cetakan kemudian dirapikan dan dibiarkan hingga mengeras. Tahap selanjutnya adalah memasangkan komponen gantungan pada hasil cetakan sehingga dapat digunakan sebagai gantungan kunci. Seluruh proses pengolahan dan pemanasan dilakukan oleh anggota kelompok dengan memperhatikan keamanan selama proses pengerjaan.
Kegiatan ini menghasilkan berbagai bentuk gantungan kunci yang dibuat dari tutup botol bekas. Melalui kegiatan tersebut, anggota kelompok memperoleh pengalaman dalam mengolah limbah plastik menjadi produk kreatif yang memiliki nilai guna. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk penerapan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan kembali barang bekas.
Diharapkan kegiatan pembuatan gantungan kunci ini dapat memberikan contoh bahwa limbah plastik, khususnya tutup botol, masih dapat dimanfaatkan menjadi barang yang menarik dan berguna. Kegiatan ini juga dapat menjadi inspirasi untuk meningkatkan kreativitas dalam mengurangi dan memanfaatkan kembali limbah yang terdapat di lingkungan sekitar.
Kegiatan edukasi dan sosialisasi peduli lingkungan dilaksanakan pada Kamis, 13 Agustus 2026 di SD Curug Wetan II. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama pihak sekolah serta persiapan materi yang akan disampaikan kepada siswa.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, merawat tanaman, dan menjaga fasilitas sekolah. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan diselingi dengan pertanyaan agar siswa dapat ikut berinteraksi.
Selain edukasi, mahasiswa juga mengadakan lomba mewarnai yang diikuti oleh siswa. Setelah lomba selesai, beberapa siswa dengan hasil gambar terbaik diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas mereka.
Sebagai bagian dari kegiatan, mahasiswa juga membagikan gantungan kunci hasil pemanfaatan tutup botol bekas kepada seluruh siswa. Gantungan kunci tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk memperkenalkan kepada siswa bahwa barang bekas dapat dimanfaatkan menjadi benda yang berguna dan menarik.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada pihak sekolah, guru, dan siswa. Mahasiswa melakukan dokumentasi bersama sebelum merapikan tempat kegiatan dan berpamitan kepada pihak sekolah. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan baik dan siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
Kegiatan seminar edukasi dan pengembangan kapasitas pelaku UMKM dilaksanakan pada Minggu, 16 Agustus 2026 di Desa Sukabakti. Kegiatan diawali dengan persiapan anggota kelompok dan koordinasi dengan pihak-pihak yang terlibat. Kelompok mempersiapkan tempat, materi edukasi, perlengkapan presentasi, serta melakukan koordinasi dengan narasumber dan peserta kegiatan.
Setelah peserta berkumpul, kegiatan dibuka dengan penyampaian maksud dan tujuan pelaksanaan seminar. Selanjutnya, narasumber menyampaikan materi mengenai pengelolaan dan pengembangan UMKM. Materi yang diberikan meliputi pengelolaan usaha, pemasaran produk, pengemasan, pencatatan keuangan, serta pemanfaatan media digital dalam mendukung kegiatan usaha.
Untuk membuat kegiatan lebih menarik dan interaktif, kelompok juga menyiapkan kuis yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Peserta diberikan beberapa pertanyaan dan diberikan kesempatan untuk menjawab secara langsung. Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi kepada peserta yang berani menjawab pertanyaan kuis dengan benar, kelompok menyediakan doorprize yang diberikan kepada peserta terpilih.
Adanya kuis dan pemberian doorprize membuat peserta lebih aktif mengikuti kegiatan dan memperhatikan materi yang disampaikan. Kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk mengetahui sejauh mana peserta memahami informasi yang telah diberikan selama seminar. Peserta terlihat antusias dalam menjawab pertanyaan dan mengikuti rangkaian kegiatan.
Setelah sesi kuis selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan maupun permasalahan yang dihadapi dalam menjalankan usaha. Narasumber kemudian memberikan penjelasan dan masukan sesuai dengan permasalahan yang disampaikan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga dapat berbagi pengalaman mengenai usaha yang sedang dijalankan. Setelah sesi diskusi selesai, narasumber memberikan kesimpulan dan pesan kepada peserta agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha masing-masing.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung pelaksanaan seminar. Kelompok melakukan dokumentasi bersama narasumber dan peserta sebagai bukti pelaksanaan kegiatan. Setelah itu, anggota kelompok merapikan kembali tempat dan perlengkapan yang digunakan.
Secara keseluruhan, kegiatan seminar UMKM berjalan dengan baik dan mendapatkan partisipasi aktif dari peserta. Kegiatan ini tidak hanya memberikan tambahan pengetahuan mengenai UMKM, tetapi juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar menyelenggarakan kegiatan edukatif yang komunikatif, interaktif, dan menyenangkan bagi masyarakat.

















Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Dolor, ea. Laboriosam, id ullam ea aperiam veritatis rerum dolores! Omnis eum exercitationem rerum nobis, deleniti quas, culpa perferendis aperiam suscipit facere atque neque impedit ipsum assumenda id cum est laudantium numquam. Beatae tempora modi odio corporis culpa suscipit a maxime adipisci voluptatem? Aperiam maiores provident perspiciatis eos maxime exercitationem esse, rem adipisci aliquam dolor? Iusto dignissimos id nihil dolor minus? Vero molestiae delectus quibusdam, natus corporis voluptate harum recusandae totam illo quo. Beatae, aliquam recusandae ipsum iusto tenetur necessitatibus est veniam nulla voluptas, quae eligendi debitis, enim illo perferendis libero aspernatur.
Estie Ananda Putri