Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan perwujudan dharma pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk membawa ilmu yang diperoleh di ruang kuliah ke tengah kehidupan masyarakat, sekaligus mengasah kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitarnya.
Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang Tahun 2026 mengangkat tema “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat”. Tema ini tercipta dari pemahaman bahwa persoalan lingkungan di kawasan permukiman padat tidak cukup diselesaikan melalui imbauan semata, tetapi memerlukan perubahan perilaku yang ditopang pemanfaatan teknologi sederhana dan tepat guna. Teknologi di sini tidak diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai alat bantu agar kesadaran ekologis tumbuh, terukur, dan tertanam dalam keseharian masyarakat.
Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, merupakan kawasan padat penduduk yang berkembang pesat. Di balik potensi ekonominya yang terus tumbuh dan kelembagaan warganya yang aktif, wilayah ini menghadapi tantangan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan, terutama sampah rumah tangga. Mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu warga menemukan solusi yang sederhana, aplikatif, dan mampu dijalankan secara mandiri setelah masa pengabdian berakhir.
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sepatan Tahun 2026 perlu dilaksanakan karena membawa manfaat langsung bagi dua pihak sekaligus, yaitu mahasiswa dan masyarakat. Bagi mahasiswa, KKN tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang untuk menguji ilmu yang selama ini dipelajari secara teoretis ke dalam situasi yang sesungguhnya. Berhadapan dengan warga secara langsung melatih kemampuan beradaptasi, bernegosiasi, berkomunikasi lintas kelompok, serta mengambil keputusan dalam kondisi yang penuh keterbatasan.
Bagi masyarakat Kelurahan Sepatan, kebutuhan akan pendampingan dalam pengelolaan lingkungan terasa semakin nyata seiring bertambahnya kepadatan penduduk. Limbah rumah tangga yang terus meningkat, minimnya ruang terbuka hijau, serta kebiasaan membuang sampah dan minyak jelantah secara sembarangan merupakan persoalan yang berulang dan berdampak pada kesehatan maupun kenyamanan lingkungan. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi warga, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya secara mandiri.
Selain itu, kegiatan KKN berperan sebagai jembatan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui KKN di Kelurahan Sepatan, diharapkan terbentuk kolaborasi yang sehat antara mahasiswa, warga, dan pemerintah kelurahan sehingga cita-cita mewujudkan kampung yang cerdas secara teknologi sekaligus sadar secara ekologis dapat tercapai secara berkelanjutan.
Tujuan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sepatan Tahun 2026 adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman akademik secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis warga melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan.
Secara khusus, KKN ini bertujuan untuk:
Dengan adanya KKN di Kelurahan Sepatan, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat. Hal ini diharapkan mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih sehat, tertata, dan mandiri, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN di Kelurahan Sepatan antara lain:
NO | NAMA | NIM | PRODI | FAKULTAS |
|---|---|---|---|---|
1. | Tiara | 23612010069 | S1-Manajemen | Ekonomi |
2. | Latipah | 23612010008 | S1-Manajemen | Ekonomi |
3. | Defi Wulan Dari | 23612010126 | S1-Manajemen | Ekonomi |
4. | Siti Nurhasanah | 23142010039 | S1-Keperawatan | Kesehatan |
5. | Amelia Putri | 23622010003 | S1-Akuntansi | Ekonomi |
6. | Artika Nisyah Putri | 23932020030 | S1-Pariwisata | Pariwisata dan Industri Kreatif |
7. | Muhamad Abdul Waris | 23612010209 | S1-Manajemen | Ekonomi |
8. | Ahmad Qurtusi | 23552010017 | S1-Teknik Informatika | Teknik |
9. | Agnesya Salsabillah Sayuti | 23612010025 | S1-Manajemen | Ekonomi |
10. | Rizal Setiawan | 23742010066 | S1-Ilmu Hukum | Hukum |
11. | Keyne Cahaya Syaktanani | 23882030045 | S1-Pend. Bahasa Inggris | Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
12. | Marchella Legie Yanti | 23882030011 | S1-Pend. Bahasa Inggris | Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
13. | Masitoh | 23862060131 | S1-PGSD | Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
14. | Siti Rahmawati | 23862080055 | S1-Pend. Agama Islam | Keguruan dan Ilmu Pendidikan |
15. | Siti Mardiyanah | 23622010083 | S1-Akuntansi | Ekonomi |
16. | Muhammad Febrianto | 23612010234 | S1-Manajemen | Ekonomi |
17. | Indra Juliyanto | 23742010168 | S1-Ilmu Hukum | Hukum |
18. | Ahmad Basuki | 23552010199 | S1-Teknik Informatika | Teknik |
19. | Slamet Apriliyanto | 23702010208 | S1-Ilmu Komunikasi | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |
20. | Abdee Choirul Ziqri | 23552010165 | S1-Teknik Informatika | Teknik |
21. | Ilham Akbar | 23552010161 | S1-Teknik Informatika | Teknik |
22. | Chairuddin | 23552010170 | S1-Teknik Informatika | Teknik |
23. | Ibnu Iqbal Muliawan | 2220201007 | S1-Teknik Elektro | Teknik |
24. | Raedha Gufrani | 23702010292 | S1-Ilmu Komunikasi | Ilmu Sosial dan Ilmu Politik |

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sepatan membawa dampak positif yang cukup luas, baik bagi masyarakat maupun bagi kondisi lingkungan permukiman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan perubahan kecil yang terasa dalam keseharian warga. Beberapa dampak yang dapat dirasakan di antaranya:
Kegiatan sosialisasi bank sampah, edukasi mengenai banjir akibat sampah, serta pemanfaatan minyak jelantah mendorong warga mulai memilah sampah dari rumah dan tidak lagi membuang limbah cair ke saluran air. Kegiatan Jumat Bersih bersama aparatur kelurahan turut membuat saluran dan area publik lebih tertata, sehingga risiko genangan pada musim hujan dapat ditekan.
Penanaman tanaman obat keluarga memberi warga akses langsung terhadap bahan alami untuk menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, kegiatan senam pagi bersama warga serta senam dan jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-81 menumbuhkan kebiasaan berolahraga bersama. Berkurangnya penggunaan minyak goreng berulang kali juga berdampak pada menurunnya risiko penyakit yang berkaitan dengan pola konsumsi.
Keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta pencatatan tabungan sampah melalui bank sampah, membuka peluang penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga. Limbah yang semula tidak bernilai kini memiliki nilai tukar yang jelas.
Rangkaian kegiatan mempererat kebersamaan warga melalui silaturahmi dari rumah ke rumah, kerja bakti, pengajian rutin bersama ibu ibu desa, penanaman bersama, hingga peringatan HUT RI ke-81 yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Anak-anak dan generasi muda memperoleh pengenalan sejak dini mengenai kebiasaan memilah sampah dan merawat lingkungan, sehingga kesadaran ekologis tidak berhenti pada generasi orang tua.
Secara keseluruhan, keberadaan mahasiswa KKN di Kelurahan Sepatan membantu masyarakat menemukan solusi yang praktis, meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara perguruan tinggi dan masyarakat.
Pelaksanaan program KKN di Kelurahan Sepatan berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun sejak awal. Seluruh program difokuskan pada penguatan kesadaran ekologis masyarakat dengan dukungan teknologi sederhana dan tepat guna. Kegiatan berlangsung secara terstruktur dan memperoleh dukungan penuh dari aparat kelurahan, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan KKN di Kelurahan Sepatan yang dihadiri aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa peserta. Setelah pembukaan, mahasiswa melakukan audiensi dan koordinasi awal bersama aparat kelurahan untuk memaparkan rencana program sekaligus menggali permasalahan utama yang dihadapi warga.
Tahap berikutnya adalah penyebaran kuesioner sekaligus silaturahmi dengan masyarakat. Kampung Sulang RT 005 / RW 004 sendiri dihuni oleh kurang lebih 230 warga, sehingga pendataan dilakukan secara bertahap dari rumah ke rumah. Mahasiswa mendatangi rumah warga untuk memperkenalkan diri dan menghimpun data mengenai kebiasaan pengelolaan sampah, penanganan minyak goreng bekas, serta kebutuhan warga terhadap ruang hijau. Hasil kuesioner inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan dan penajaman keempat program kerja utama.
Program ini berangkat dari kebiasaan warga membuang minyak goreng bekas langsung ke saluran air, wastafel, maupun tanah pekarangan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air serta menyumbat saluran pembuangan. Melalui program ini, minyak jelantah diolah menjadi lilin aromaterapi sehingga limbah berkurang dan menghasilkan produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.
Sebelum sosialisasi dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan uji coba pembuatan lilin di posko untuk menemukan takaran yang tepat dan memastikan hasilnya baik. Berikut tahapan pembuatannya.
1. Rendam minyak jelantah dengan arang
Minyak jelantah direndam bersama potongan arang selama 12 jam untuk menyerap bau tidak sedap dan kotoran, sehingga minyak lebih layak dijadikan bahan baku lilin.

2. Saring minyak jelantah
Setelah 12 jam, minyak disaring menggunakan kain penyaring hingga tidak ada sisa arang yang tercampur. Minyak menjadi lebih bersih dan siap diolah.

3. Campurkan bleaching earth
Panaskan minyak di atas kompor, lalu masukkan bleaching earth sebanyak 5 gram (sekitar setengah sendok makan). Aduk perlahan hingga merata, kemudian diamkan sekitar 30 menit agar mengendap.

4. Lelehkan parafin
Lelehkan parafin sebanyak 200–300 gram dengan api kecil hingga mencair sempurna. Jaga agar parafin tidak terlalu panas supaya kualitas bahan tetap baik.

5. Campurkan seluruh bahan
Masukkan parafin cair ke dalam minyak jelantah, tambahkan krayon sebagai pewarna, lalu aduk perlahan hingga warnanya merata. Terakhir tambahkan 2 sendok makan essential oil sebagai pengharum sekaligus penghilang bau minyak.

6. Cetak lilin
Tuang campuran ke dalam wadah cetakan, pasang benang sumbu di bagian tengah dengan penyangga agar tetap tegak dan tidak terendam. Diamkan hingga mengeras dan lilin siap digunakan.

Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai bahaya minyak goreng bekas dan dampak pembuangannya, dilanjutkan demonstrasi langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Ibu-ibu PKK diajak mencoba sendiri setiap tahapan, mulai dari penyaringan, pencampuran, hingga pencetakan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, terutama seputar takaran bahan dan daya tahan produk serta informasi harga harga alat dan bahan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan disertai imbauan agar warga mulai menampung minyak jelantah dalam wadah tertutup.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan ruang hijau di tengah keterbatasan lahan permukiman padat. Bapak RW 004 menyediakan sebidang lahan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh warga, sehingga lahan tersebut diolah menjadi taman tanaman obat keluarga. Selain menambah unsur hijau, tanaman obat keluarga memberi manfaat langsung bagi warga sebagai persediaan bahan alami untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari.
1. Survei lokasi
Tahap awal dimulai dengan survei lokasi untuk menentukan titik penanaman yang memperoleh cukup sinar matahari dan mudah dijangkau warga. Lahan yang digunakan merupakan lahan yang telah disediakan oleh Bapak RW 004 untuk dimanfaatkan bersama oleh warga.
2. Koordinasi pengadaan bibit
Untuk pengadaan bibit, mahasiswa berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memperoleh bibit tanaman obat keluarga sekaligus pendampingan teknis mengenai cara penanaman dan perawatan yang sesuai dengan kondisi lahan setempat.
3. Pengolahan lahan
Lahan dibersihkan dari rumput dan sampah, tanah digemburkan, lalu dicampur pupuk kandang atau kompos agar lebih subur. Titik tanam diatur berjarak sesuai jenis tanaman supaya pertumbuhannya tidak saling mengganggu.
4. Penanaman bibit
Penanaman dilakukan langsung di lahan, bersama Bapak RW 004 beserta para mahasiswa KKN, kurang lebih ada 20 macam tanaman obat yang kami tanam.
5. Pemasangan papan informasi
Setelah penanaman selesai, dipasang papan informasi yang memuat jenis-jenis tanaman obat yang ditanam beserta khasiatnya. Papan ini membuat taman sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga yang melintas.

6. Peresmian dan serah terima
Sebagai penutup, taman tanaman obat keluarga diresmikan dan diserahkan secara resmi kepada penanggung jawab yang telah ditunjuk, disertai penjelasan mengenai jadwal penyiraman dan pemupukan sederhana agar taman tetap terawat setelah masa KKN berakhir.
Program ini merupakan inti dari tema yang diusung, yaitu menautkan kesadaran ekologis dengan sistem pengelolaan yang tercatat dan terukur. Kegiatan diawali dengan observasi kondisi persampahan di lingkungan warga serta diskusi bersama pengurus RT dan RW mengenai kendala yang selama ini dihadapi.
Sosialisasi dilaksanakan dengan pemaparan materi mengenai jenis sampah organik, anorganik, dan residu, cara memilahnya dari rumah, serta mekanisme kerja bank sampah mulai dari penyetoran, penimbangan, hingga pencatatan tabungan. Mahasiswa memperkenalkan pencatatan sederhana agar hasil setoran warga dapat direkap secara rapi dan transparan. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi bersama warga mengenai langkah awal yang dapat segera diterapkan.
Program ini dirancang sebagai puncak rangkaian kegiatan sekaligus penegasan hubungan langsung antara kebiasaan membuang sampah dan risiko banjir yang kerap dialami warga. Sasaran kegiatan diarahkan kepada anak-anak tingkat SD hingga SMP, karena kebiasaan menjaga lingkungan akan lebih mudah tertanam apabila diperkenalkan sejak dini. Agar pesan tersebut tidak berhenti pada materi, kegiatan dilengkapi lomba mewarnai tong sampah dari galon air mineral bekas sebagai praktik langsung pemanfaatan barang bekas.
1. Penyiapan galon bekas oleh panitia
Galon air mineral bekas dikumpulkan, dicuci, lalu dipotong dan dibentuk menjadi wadah tong sampah oleh panitia. Bagian tepi potongan dirapikan agar aman digunakan anak-anak, sehingga saat kegiatan berlangsung galon sudah siap diwarnai.
2. Penyiapan perlengkapan mewarnai
Panitia menyiapkan kuas, satu set cat, serta koran sebagai alas untuk setiap peserta. Seluruh perlengkapan ditata di lokasi sebelum acara dimulai agar anak-anak dapat langsung mewarnai tanpa jeda menunggu.
3. Pembagian peserta dan bahan
Setelah pemaparan materi selesai, anak-anak dibagi ke tempat masing-masing dan menerima satu galon beserta perlengkapan mewarnai. Panitia menjelaskan aturan lomba secara singkat, termasuk batas waktu pengerjaan.
4. Pelaksanaan lomba mewarnai
Anak-anak mewarnai galon sesuai kreativitas masing-masing, didampingi mahasiswa KKN. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan secara langsung bahwa barang bekas dapat diubah menjadi benda yang berguna.
5. Pengumpulan hasil karya
Setelah waktu pengerjaan selesai, seluruh hasil karya dikumpulkan oleh panitia untuk dirapikan dan dikeringkan. Tong sampah hasil karya anak-anak kemudian dapat ditempatkan di lingkungan sebagai wadah sampah sekaligus pengingat harian bagi warga.
6. Bermain dan bernyanyi bersama
Rangkaian acara ditutup dengan bermain dan bernyanyi bersama, sehingga pesan lingkungan yang disampaikan tersimpan dalam suasana yang menyenangkan dan mudah diingat anak-anak.
Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai bagaimana tumpukan sampah di saluran air memperlambat aliran dan memicu genangan, dilengkapi contoh kasus yang terjadi di lingkungan sekitar dan disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan lomba mewarnai tong sampah dari galon air mineral bekas yang telah disiapkan panitia. Setiap peserta menerima kuas, satu set cat, dan koran sebagai alas, kemudian mewarnai galon sesuai kreativitas masing-masing dengan pendampingan mahasiswa KKN. Seluruh hasil karya dikumpulkan setelah waktu pengerjaan berakhir, dan acara dilanjutkan dengan bermain serta bernyanyi bersama. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat, karena tidak hanya menyampaikan pesan lingkungan tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampung sendiri sejak usia dini.
Di luar keempat program kerja utama, mahasiswa juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan rutin dan insidental bersama warga serta aparatur kelurahan.
Kegiatan ini diikuti mahasiswa secara berkala sebagai sarana membaur dengan masyarakat sekaligus mendukung budaya hidup sehat yang sudah berjalan di Kelurahan Sepatan.
Mahasiswa turut serta membersihkan lingkungan kantor kelurahan, saluran air, serta area publik di sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program kebersihan yang rutin dilaksanakan aparatur setempat.
Mahasiswa mengikuti pengajian rutin mingguan bersama ibu-ibu di lingkungan RT 005 / RW 004 Kelurahan Sepatan. Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan warga, sehingga komunikasi dan koordinasi selama pelaksanaan program kerja berjalan lebih mudah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung kegiatan keagamaan yang sudah berjalan secara rutin di lingkungan setempat.
Menjelang perayaan kemerdekaan, mahasiswa mengikuti rapat koordinasi bersama warga untuk menyusun rangkaian acara dan pembagian tugas. Rangkaian kegiatan diisi dengan senam dan jalan sehat yang diikuti warga dari berbagai usia, kemudian ditutup dengan upacara dan parade HUT RI ke-81. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong.
Acara perpisahan KKN UMT 2026 dilaksanakan bersama warga setempat di lingkungan RT 005 / RW 004 Kelurahan Sepatan sebagai penutup rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tingkat lingkungan. Acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak setempat, teater singkat yang dipersembahkan oleh mahasiswa KKN, serta kegiatan bernyanyi bersama. Acara ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan terima kasih kepada warga atas dukungan, kerja sama, serta sambutan yang diberikan selama pelaksanaan KKN.
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, dilaksanakan acara penutupan resmi KKN UMT Kelurahan Sepatan yang dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Kelurahan beserta aparatur setempat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Acara diisi dengan sambutan Ketua Kelompok KKN, sambutan Dosen Pembimbing Lapangan, serta sambutan sekaligus penutupan resmi oleh Kepala Kelurahan, dilanjutkan penyampaian laporan program kerja selama masa KKN. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai kenang-kenangan kepada pihak kelurahan dan dokumentasi foto bersama.
Secara keseluruhan, kegiatan KKN di Kelurahan Sepatan berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata. Selain membantu masyarakat dalam bidang lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa, warga, dan aparat kelurahan sehingga tercipta suasana kebersamaan dan gotong royong.



















Laporan akhir KKN UMT Kelurahan Sepatan 2026 ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa di tengah masyarakat, mulai dari empat program kerja utama hingga kegiatan penunjang bersama warga. Seluruh kegiatan diarahkan agar tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan meninggalkan kebiasaan baru yang dapat diteruskan warga secara mandiri. Bagi mahasiswa, pengalaman ini membentuk sikap peduli, disiplin, dan tanggung jawab sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kelurahan, aparat RT dan RW, tokoh masyarakat, kader PKK, Karang Taruna, serta seluruh warga yang telah mendukung, dengan harapan kegiatan ini menjadi langkah awal keberlanjutan program lingkungan di Kelurahan Sepatan.
Tiara