LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN KELURAHAN SEPATAN 2026

LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN KELURAHAN SEPATAN 2026

: Kamis, 20 Agustus 2026 : Kel. Sepatan

A. Latar Belakang Kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan perwujudan dharma pengabdian kepada masyarakat yang menjadi bagian tidak terpisahkan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberi kesempatan untuk membawa ilmu yang diperoleh di ruang kuliah ke tengah kehidupan masyarakat, sekaligus mengasah kepekaan terhadap berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan sekitarnya.

Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang Tahun 2026 mengangkat tema “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat”. Tema ini tercipta dari pemahaman bahwa persoalan lingkungan di kawasan permukiman padat tidak cukup diselesaikan melalui imbauan semata, tetapi memerlukan perubahan perilaku yang ditopang pemanfaatan teknologi sederhana dan tepat guna. Teknologi di sini tidak diposisikan sebagai tujuan, melainkan sebagai alat bantu agar kesadaran ekologis tumbuh, terukur, dan tertanam dalam keseharian masyarakat.

Kelurahan Sepatan, Kecamatan Sepatan, Kabupaten Tangerang, merupakan kawasan padat penduduk yang berkembang pesat. Di balik potensi ekonominya yang terus tumbuh dan kelembagaan warganya yang aktif, wilayah ini menghadapi tantangan pada bidang pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan lingkungan, terutama sampah rumah tangga. Mahasiswa KKN diharapkan dapat membantu warga menemukan solusi yang sederhana, aplikatif, dan mampu dijalankan secara mandiri setelah masa pengabdian berakhir.


B. Mengapa Kegiatan Tersebut Perlu Dilaksanakan

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sepatan Tahun 2026 perlu dilaksanakan karena membawa manfaat langsung bagi dua pihak sekaligus, yaitu mahasiswa dan masyarakat. Bagi mahasiswa, KKN tidak hanya sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan menjadi ruang untuk menguji ilmu yang selama ini dipelajari secara teoretis ke dalam situasi yang sesungguhnya. Berhadapan dengan warga secara langsung melatih kemampuan beradaptasi, bernegosiasi, berkomunikasi lintas kelompok, serta mengambil keputusan dalam kondisi yang penuh keterbatasan.

Bagi masyarakat Kelurahan Sepatan, kebutuhan akan pendampingan dalam pengelolaan lingkungan terasa semakin nyata seiring bertambahnya kepadatan penduduk. Limbah rumah tangga yang terus meningkat, minimnya ruang terbuka hijau, serta kebiasaan membuang sampah dan minyak jelantah secara sembarangan merupakan persoalan yang berulang dan berdampak pada kesehatan maupun kenyamanan lingkungan. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi, sosialisasi, dan pendampingan yang sesuai dengan kondisi warga, sehingga masyarakat tidak hanya menerima informasi tetapi juga memiliki keterampilan praktis untuk menerapkannya secara mandiri.

Selain itu, kegiatan KKN berperan sebagai jembatan yang memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui KKN di Kelurahan Sepatan, diharapkan terbentuk kolaborasi yang sehat antara mahasiswa, warga, dan pemerintah kelurahan sehingga cita-cita mewujudkan kampung yang cerdas secara teknologi sekaligus sadar secara ekologis dapat tercapai secara berkelanjutan.

C. Tujuan Kegiatan

Tujuan pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sepatan Tahun 2026 adalah memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman akademik secara nyata di tengah masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran ekologis warga melalui pendekatan yang sederhana dan mudah diterapkan.

Secara khusus, KKN ini bertujuan untuk:

  1. Memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat dalam bentuk edukasi, sosialisasi, dan pendampingan di bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi.
  2. Menumbuhkan kesadaran warga dalam mengelola sampah rumah tangga secara terpilah serta memanfaatkan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
  3. Mendorong pemanfaatan lahan terbatas di kawasan padat penduduk sebagai ruang hijau produktif melalui penanaman tanaman obat keluarga.
  4. Menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk mengasah keterampilan sosial, kepemimpinan, komunikasi, serta kerja sama tim.
  5. Menjalin hubungan yang harmonis antara perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat sehingga tercipta sinergi yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Dengan adanya KKN di Kelurahan Sepatan, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat. Hal ini diharapkan mendorong terwujudnya lingkungan permukiman yang lebih sehat, tertata, dan mandiri, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.

D. Siapa Saja yang Terlibat pada Kegiatan

Pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan KKN di Kelurahan Sepatan antara lain:

  1. Aparatur Kelurahan Sepatan 
  2. Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Muhammadiyah Tangerang, (IbuWiwi Ida Khaidah, M.Pd.)
  3. Masyarakat Kelurahan Sepatan.
  4. Ketua RT 005 (Ibu Dede) dan RW 004 (Bapak Bambang) di lingkungan Kelurahan Sepatan.
  5. Tokoh masyarakat setempat Kelurahan Sepatan.
  6. Kader PKK.
  7. Anak-anak Kampung Sulang RT 005 / RW 004.
  8. Pemuda dan kelompok masyarakat yang aktif dalam kegiatan sosial.
  9. Mahasiswa peserta KKN UMT Kelurahan Sepatan.

1. Daftar Mahasiswa Peserta KKN UMT Kelurahan Sepatan

NO

NAMA

NIM

PRODI

FAKULTAS

1.

Tiara

23612010069

S1-Manajemen

Ekonomi

2.

Latipah

23612010008

S1-Manajemen

Ekonomi

3.

Defi Wulan Dari

23612010126

S1-Manajemen

Ekonomi

4.

Siti Nurhasanah

23142010039

S1-Keperawatan

Kesehatan

5.

Amelia Putri

23622010003

S1-Akuntansi

Ekonomi

6.

Artika Nisyah Putri

23932020030

S1-Pariwisata

Pariwisata dan Industri Kreatif

7.

Muhamad Abdul Waris

23612010209

S1-Manajemen

Ekonomi

8.

Ahmad Qurtusi

23552010017

S1-Teknik Informatika

Teknik

9.

Agnesya Salsabillah Sayuti

23612010025

S1-Manajemen

Ekonomi

10.

Rizal Setiawan

23742010066

S1-Ilmu Hukum

Hukum

11.

Keyne Cahaya Syaktanani

23882030045

S1-Pend. Bahasa Inggris

Keguruan dan Ilmu Pendidikan

12.

Marchella Legie Yanti

23882030011

S1-Pend. Bahasa Inggris

Keguruan dan Ilmu Pendidikan

13.

Masitoh

23862060131

S1-PGSD

Keguruan dan Ilmu Pendidikan

14.

Siti Rahmawati

23862080055

S1-Pend. Agama Islam

Keguruan dan Ilmu Pendidikan

15.

Siti Mardiyanah

23622010083

S1-Akuntansi

Ekonomi

16.

Muhammad Febrianto

23612010234

S1-Manajemen

Ekonomi

17.

Indra Juliyanto

23742010168

S1-Ilmu Hukum

Hukum

18.

Ahmad Basuki

23552010199

S1-Teknik Informatika

Teknik

19.

Slamet Apriliyanto

23702010208

S1-Ilmu Komunikasi

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

20.

Abdee Choirul Ziqri

23552010165

S1-Teknik Informatika

Teknik

21.

Ilham Akbar

23552010161

S1-Teknik Informatika

Teknik

22.

Chairuddin

23552010170

S1-Teknik Informatika

Teknik

23.

Ibnu Iqbal Muliawan

2220201007

S1-Teknik Elektro

Teknik

24.

Raedha Gufrani

23702010292

S1-Ilmu Komunikasi

Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

 

2. Struktur Organisasi KKN UMT Kelurahan Sepatan

 

E. Apa Dampak bagi Masyarakat dan Lingkungan

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata di Kelurahan Sepatan membawa dampak positif yang cukup luas, baik bagi masyarakat maupun bagi kondisi lingkungan permukiman. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa, tetapi juga meninggalkan perubahan kecil yang terasa dalam keseharian warga. Beberapa dampak yang dapat dirasakan di antaranya:

1. Bidang Lingkungan

Kegiatan sosialisasi bank sampah, edukasi mengenai banjir akibat sampah, serta pemanfaatan minyak jelantah mendorong warga mulai memilah sampah dari rumah dan tidak lagi membuang limbah cair ke saluran air. Kegiatan Jumat Bersih bersama aparatur kelurahan turut membuat saluran dan area publik lebih tertata, sehingga risiko genangan pada musim hujan dapat ditekan.

2. Bidang Kesehatan

Penanaman tanaman obat keluarga memberi warga akses langsung terhadap bahan alami untuk menjaga kesehatan keluarga. Selain itu, kegiatan senam pagi bersama warga serta senam dan jalan sehat dalam rangka HUT RI ke-81 menumbuhkan kebiasaan berolahraga bersama. Berkurangnya penggunaan minyak goreng berulang kali juga berdampak pada menurunnya risiko penyakit yang berkaitan dengan pola konsumsi.

3. Bidang Ekonomi

Keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, serta pencatatan tabungan sampah melalui bank sampah, membuka peluang penghasilan tambahan bagi ibu-ibu rumah tangga. Limbah yang semula tidak bernilai kini memiliki nilai tukar yang jelas.

4. Bidang Sosial dan Pendidikan

Rangkaian kegiatan mempererat kebersamaan warga melalui silaturahmi dari rumah ke rumah, kerja bakti, pengajian rutin bersama ibu ibu desa, penanaman bersama, hingga peringatan HUT RI ke-81 yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Anak-anak dan generasi muda memperoleh pengenalan sejak dini mengenai kebiasaan memilah sampah dan merawat lingkungan, sehingga kesadaran ekologis tidak berhenti pada generasi orang tua.

Secara keseluruhan, keberadaan mahasiswa KKN di Kelurahan Sepatan membantu masyarakat menemukan solusi yang praktis, meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal, serta memperkuat hubungan yang harmonis antara perguruan tinggi dan masyarakat.

F. Ceritakan Bagaimana Kegiatan Tersebut Berjalan

Pelaksanaan program KKN di Kelurahan Sepatan berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun sejak awal. Seluruh program difokuskan pada penguatan kesadaran ekologis masyarakat dengan dukungan teknologi sederhana dan tepat guna. Kegiatan berlangsung secara terstruktur dan memperoleh dukungan penuh dari aparat kelurahan, ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

1. Tahap Persiapan dan Pendekatan Awal

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan KKN di Kelurahan Sepatan yang dihadiri aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa peserta. Setelah pembukaan, mahasiswa melakukan audiensi dan koordinasi awal bersama aparat kelurahan untuk memaparkan rencana program sekaligus menggali permasalahan utama yang dihadapi warga.

Tahap berikutnya adalah penyebaran kuesioner sekaligus silaturahmi dengan masyarakat. Kampung Sulang RT 005 / RW 004 sendiri dihuni oleh kurang lebih 230 warga, sehingga pendataan dilakukan secara bertahap dari rumah ke rumah. Mahasiswa mendatangi rumah warga untuk memperkenalkan diri dan menghimpun data mengenai kebiasaan pengelolaan sampah, penanganan minyak goreng bekas, serta kebutuhan warga terhadap ruang hijau. Hasil kuesioner inilah yang kemudian menjadi dasar penyusunan dan penajaman keempat program kerja utama.

2. Program Kerja 1: Sosialisasi Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi

a. Latar Belakang

Program ini berangkat dari kebiasaan warga membuang minyak goreng bekas langsung ke saluran air, wastafel, maupun tanah pekarangan. Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air serta menyumbat saluran pembuangan. Melalui program ini, minyak jelantah diolah menjadi lilin aromaterapi sehingga limbah berkurang dan menghasilkan produk yang bermanfaat serta bernilai ekonomi.

b. Tujuan

  1. Meningkatkan pemahaman warga mengenai bahaya minyak goreng bekas dan dampak pembuangannya terhadap lingkungan.
  2. Mengubah minyak jelantah dari limbah dapur menjadi produk yang bernilai guna.
  3. Memberikan keterampilan praktis membuat lilin aromaterapi yang dapat dipraktikkan sendiri di rumah.
  4. Mendorong warga menampung minyak jelantah dalam wadah tertutup, bukan membuangnya ke saluran air.

c. Sasaran dan Target

  1.      Target sasaran: ibu-ibu PKK dan warga RT 005 / RW 004 Kelurahan Sepatan.
  2.      Target keterampilan: peserta mampu mempraktikkan seluruh tahapan, mulai dari penyaringan hingga pencetakan.
  3.      Target produk: dihasilkannya lilin aromaterapi siap pakai.
  4.      Target keberlanjutan: warga mulai menyediakan wadah khusus penampung minyak jelantah di dapur masing-masing.

d. Alat dan Bahan

  • Minyak Jelantah
  • Arang
  • Bleaching earth
  • Parafin
  • Essential oil
  • Krayon (pewarna)
  • Benang sumbu
  • Kain penyaring
  • Sendok
  • Wadah cetakan

e. Proses Pembuatan Lilin Aromaterapi

Sebelum sosialisasi dilaksanakan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan uji coba pembuatan lilin di posko untuk menemukan takaran yang tepat dan memastikan hasilnya baik. Berikut tahapan pembuatannya.

1. Rendam minyak jelantah dengan arang

Minyak jelantah direndam bersama potongan arang selama 12 jam untuk menyerap bau tidak sedap dan kotoran, sehingga minyak lebih layak dijadikan bahan baku lilin.

2. Saring minyak jelantah

Setelah 12 jam, minyak disaring menggunakan kain penyaring hingga tidak ada sisa arang yang tercampur. Minyak menjadi lebih bersih dan siap diolah.

3. Campurkan bleaching earth

Panaskan minyak di atas kompor, lalu masukkan bleaching earth sebanyak 5 gram (sekitar setengah sendok makan). Aduk perlahan hingga merata, kemudian diamkan sekitar 30 menit agar mengendap.

4. Lelehkan parafin

Lelehkan parafin sebanyak 200–300 gram dengan api kecil hingga mencair sempurna. Jaga agar parafin tidak terlalu panas supaya kualitas bahan tetap baik.

5. Campurkan seluruh bahan

Masukkan parafin cair ke dalam minyak jelantah, tambahkan krayon sebagai pewarna, lalu aduk perlahan hingga warnanya merata. Terakhir tambahkan 2 sendok makan essential oil sebagai pengharum sekaligus penghilang bau minyak.

6. Cetak lilin

Tuang campuran ke dalam wadah cetakan, pasang benang sumbu di bagian tengah dengan penyangga agar tetap tegak dan tidak terendam. Diamkan hingga mengeras dan lilin siap digunakan.

f. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai bahaya minyak goreng bekas dan dampak pembuangannya, dilanjutkan demonstrasi langsung pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Ibu-ibu PKK diajak mencoba sendiri setiap tahapan, mulai dari penyaringan, pencampuran, hingga pencetakan. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang muncul, terutama seputar takaran bahan dan daya tahan produk serta informasi harga harga alat dan bahan. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan disertai imbauan agar warga mulai menampung minyak jelantah dalam wadah tertutup.

3. Program Kerja 2: Penanaman dan Peresmian Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA)

a. Latar Belakang

Program ini dilaksanakan sebagai upaya menghadirkan ruang hijau di tengah keterbatasan lahan permukiman padat. Bapak RW 004 menyediakan sebidang lahan yang dapat dimanfaatkan bersama oleh warga, sehingga lahan tersebut diolah menjadi taman tanaman obat keluarga. Selain menambah unsur hijau, tanaman obat keluarga memberi manfaat langsung bagi warga sebagai persediaan bahan alami untuk kebutuhan kesehatan sehari-hari.

b. Tujuan

  1.      Memanfaatkan lahan yang telah disediakan Bapak RW 004 menjadi ruang hijau produktif bagi warga.
  2.      Memperkenalkan jenis tanaman obat keluarga beserta khasiat dan cara perawatannya.
  3.      Mendorong kemandirian warga dalam menyediakan bahan obat alami di lingkungan sendiri.
  4.      Membangun kebiasaan merawat lingkungan secara kolektif melalui penanggung jawab taman yang ditunjuk.

c. Sasaran dan Target

  1.      Sasaran: warga RT 005 / RW 004 sebagai penerima manfaat, dengan pelaksanaan penanaman bersama Bapak RW 004 dan para mahasiswa KKN.
  2.      Target lokasi: lahan yang telah disediakan Bapak RW 004, dengan cukup sinar matahari dan mudah dijangkau warga.
  3.      Target produk: taman tanaman obat keluarga yang ditanam langsung di lahan, dilengkapi papan informasi berisi jenis tanaman dan khasiatnya.
  4.      Target keberlanjutan: adanya penanggung jawab taman serta jadwal penyiraman dan pemupukan yang disepakati agar taman tetap terawat setelah masa KKN berakhir.

d. Alat dan Bahan

  •    Bibit-bibit tanaman obat keluarga
  •     Pupuk kandang atau kompos
  •     Cangkul dan sekop
  •     Alat penyiram tanaman
  •    Papan informasi beserta tiang penyangga
  •    Cat, kuas, dan spidol permanen untuk papan informasi

e. Proses Pelaksanaan

1. Survei lokasi

Tahap awal dimulai dengan survei lokasi untuk menentukan titik penanaman yang memperoleh cukup sinar matahari dan mudah dijangkau warga. Lahan yang digunakan merupakan lahan yang telah disediakan oleh Bapak RW 004 untuk dimanfaatkan bersama oleh warga.

2. Koordinasi pengadaan bibit

Untuk pengadaan bibit, mahasiswa berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sepatan. Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memperoleh bibit tanaman obat keluarga sekaligus pendampingan teknis mengenai cara penanaman dan perawatan yang sesuai dengan kondisi lahan setempat.

3. Pengolahan lahan

Lahan dibersihkan dari rumput dan sampah, tanah digemburkan, lalu dicampur pupuk kandang atau kompos agar lebih subur. Titik tanam diatur berjarak sesuai jenis tanaman supaya pertumbuhannya tidak saling mengganggu.

4. Penanaman bibit

Penanaman dilakukan langsung di lahan, bersama Bapak RW 004 beserta para mahasiswa KKN, kurang lebih ada 20 macam tanaman obat yang kami tanam.

5. Pemasangan papan informasi

Setelah penanaman selesai, dipasang papan informasi yang memuat jenis-jenis tanaman obat yang ditanam beserta khasiatnya. Papan ini membuat taman sekaligus berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga yang melintas.

6. Peresmian dan serah terima

Sebagai penutup, taman tanaman obat keluarga diresmikan dan diserahkan secara resmi kepada penanggung jawab yang telah ditunjuk, disertai penjelasan mengenai jadwal penyiraman dan pemupukan sederhana agar taman tetap terawat setelah masa KKN berakhir.

4. Program Kerja 3: Edukasi Peduli Lingkungan dan Sosialisasi Bank Sampah

a. Latar Belakang

Program ini merupakan inti dari tema yang diusung, yaitu menautkan kesadaran ekologis dengan sistem pengelolaan yang tercatat dan terukur. Kegiatan diawali dengan observasi kondisi persampahan di lingkungan warga serta diskusi bersama pengurus RT dan RW mengenai kendala yang selama ini dihadapi.

b. Tujuan

  1.       Meningkatkan pemahaman warga mengenai perbedaan sampah organik, anorganik, dan residu serta cara memilahnya dari rumah.
  2.       Memperkenalkan mekanisme kerja bank sampah mulai dari penyetoran, penimbangan, hingga pencatatan tabungan.
  3.       Menyediakan sistem pencatatan sederhana agar hasil setoran warga dapat direkap secara rapi dan transparan.
  4.       Menumbuhkan kesadaran bahwa sampah terpilah memiliki nilai ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh warga.

c. Sasaran dan Target

  1.      Sasaran: warga RT 005 / RW 004, pengurus RT dan RW, serta ibu-ibu PKK sebagai calon nasabah dan pengelola bank sampah.
  2.      Target produk: tersedianya perangkat pencatatan bank sampah berupa buku induk, serta media edukasi pemilahan sampah.
  3.      Target keberlanjutan: terbentuknya kesepakatan awal mengenai jadwal penyetoran dan pihak yang bertanggung jawab mengelola pencatatan.

d. Pelaksanaan Kegiatan

Sosialisasi dilaksanakan dengan pemaparan materi mengenai jenis sampah organik, anorganik, dan residu, cara memilahnya dari rumah, serta mekanisme kerja bank sampah mulai dari penyetoran, penimbangan, hingga pencatatan tabungan. Mahasiswa memperkenalkan pencatatan sederhana agar hasil setoran warga dapat direkap secara rapi dan transparan. Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi bersama warga mengenai langkah awal yang dapat segera diterapkan.

5. Program Kerja 4: Sosialisasi Banjir Akibat Sampah dan Kampung Ceria

a. Latar Belakang

Program ini dirancang sebagai puncak rangkaian kegiatan sekaligus penegasan hubungan langsung antara kebiasaan membuang sampah dan risiko banjir yang kerap dialami warga. Sasaran kegiatan diarahkan kepada anak-anak tingkat SD hingga SMP, karena kebiasaan menjaga lingkungan akan lebih mudah tertanam apabila diperkenalkan sejak dini. Agar pesan tersebut tidak berhenti pada materi, kegiatan dilengkapi lomba mewarnai tong sampah dari galon air mineral bekas sebagai praktik langsung pemanfaatan barang bekas.

b. Tujuan

  1.      Menjelaskan keterkaitan antara tumpukan sampah di saluran air dengan terhambatnya aliran dan munculnya genangan, dengan bahasa yang mudah dipahami anak-anak.
  2.      Menyatukan pesan seluruh program kerja sebelumnya ke dalam satu gagasan bersama, yaitu Kampung Ceria.
  3.      Menanamkan kebiasaan membuang dan memilah sampah pada anak sejak usia sekolah.
  4.      Menunjukkan secara langsung bahwa barang bekas seperti galon air mineral dapat diubah menjadi benda yang berguna.
  5.      Menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampung sendiri sehingga upaya menjaga lingkungan berlanjut secara mandiri.

c. Sasaran dan Target

  1.      Sasaran: anak-anak tingkat SD hingga SMP di lingkungan RW 004, dengan pendampingan pengurus lingkungan dan ibu-ibu PKK.
  2.      Target peserta: anak-anak dari lingkungan RT 005 / RW 004 hadir dan mengikuti kegiatan dari sesi materi hingga penutup.
  3.      Target produk: dihasilkannya tong sampah dari galon air mineral bekas yang telah diwarnai anak-anak dan siap digunakan di lingkungan warga.
  4.      Target pemahaman: peserta mampu menyebutkan kembali hubungan antara sampah yang menumpuk di saluran air dengan terjadinya banjir.
  5.      Target keberlanjutan: konsep Kampung Ceria diteruskan warga secara mandiri melalui kebiasaan memilah sampah dan menjaga kebersihan saluran air.

d. Alat dan Bahan

  •    Galon air mineral bekas yang telah dipotong dan dibentuk panitia menjadi wadah tong sampah
  •    Cat satu set untuk setiap peserta
  •     Kuas
  •     Koran sebagai alas
  •    Air dan lap untuk membersihkan kuas serta tangan

e. Proses Pembuatan Produk: Tong Sampah dari Galon Bekas

1. Penyiapan galon bekas oleh panitia

Galon air mineral bekas dikumpulkan, dicuci, lalu dipotong dan dibentuk menjadi wadah tong sampah oleh panitia. Bagian tepi potongan dirapikan agar aman digunakan anak-anak, sehingga saat kegiatan berlangsung galon sudah siap diwarnai.

2. Penyiapan perlengkapan mewarnai

Panitia menyiapkan kuas, satu set cat, serta koran sebagai alas untuk setiap peserta. Seluruh perlengkapan ditata di lokasi sebelum acara dimulai agar anak-anak dapat langsung mewarnai tanpa jeda menunggu.

3. Pembagian peserta dan bahan

Setelah pemaparan materi selesai, anak-anak dibagi ke tempat masing-masing dan menerima satu galon beserta perlengkapan mewarnai. Panitia menjelaskan aturan lomba secara singkat, termasuk batas waktu pengerjaan.

4. Pelaksanaan lomba mewarnai

Anak-anak mewarnai galon sesuai kreativitas masing-masing, didampingi mahasiswa KKN. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan secara langsung bahwa barang bekas dapat diubah menjadi benda yang berguna.

5. Pengumpulan hasil karya

Setelah waktu pengerjaan selesai, seluruh hasil karya dikumpulkan oleh panitia untuk dirapikan dan dikeringkan. Tong sampah hasil karya anak-anak kemudian dapat ditempatkan di lingkungan sebagai wadah sampah sekaligus pengingat harian bagi warga.

6. Bermain dan bernyanyi bersama

Rangkaian acara ditutup dengan bermain dan bernyanyi bersama, sehingga pesan lingkungan yang disampaikan tersimpan dalam suasana yang menyenangkan dan mudah diingat anak-anak.

f. Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan dibuka dengan pemaparan materi mengenai bagaimana tumpukan sampah di saluran air memperlambat aliran dan memicu genangan, dilengkapi contoh kasus yang terjadi di lingkungan sekitar dan disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Setelah pemaparan materi selesai, kegiatan langsung dilanjutkan dengan lomba mewarnai tong sampah dari galon air mineral bekas yang telah disiapkan panitia. Setiap peserta menerima kuas, satu set cat, dan koran sebagai alas, kemudian mewarnai galon sesuai kreativitas masing-masing dengan pendampingan mahasiswa KKN. Seluruh hasil karya dikumpulkan setelah waktu pengerjaan berakhir, dan acara dilanjutkan dengan bermain serta bernyanyi bersama. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat sambutan hangat, karena tidak hanya menyampaikan pesan lingkungan tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap kampung sendiri sejak usia dini.

6. Kegiatan Penunjang dan Partisipasi Kemasyarakatan

Di luar keempat program kerja utama, mahasiswa juga terlibat aktif dalam berbagai kegiatan rutin dan insidental bersama warga serta aparatur kelurahan.

a. Senam Pagi bersama Warga

Kegiatan ini diikuti mahasiswa secara berkala sebagai sarana membaur dengan masyarakat sekaligus mendukung budaya hidup sehat yang sudah berjalan di Kelurahan Sepatan.

b. Jumat Bersih bersama Aparatur Kelurahan

Mahasiswa turut serta membersihkan lingkungan kantor kelurahan, saluran air, serta area publik di sekitarnya. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program kebersihan yang rutin dilaksanakan aparatur setempat.

c. Pengajian Rutin Mingguan Bersama Ibu - Ibu Rt. 005/Rw. 004 

Mahasiswa mengikuti pengajian rutin mingguan bersama ibu-ibu di lingkungan RT 005 / RW 004 Kelurahan Sepatan. Keikutsertaan dalam kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi sekaligus mendekatkan mahasiswa dengan warga, sehingga komunikasi dan koordinasi selama pelaksanaan program kerja berjalan lebih mudah. Selain itu, mahasiswa turut mendukung kegiatan keagamaan yang sudah berjalan secara rutin di lingkungan setempat.

d. Peringatan HUT RI ke-81

Menjelang perayaan kemerdekaan, mahasiswa mengikuti rapat koordinasi bersama warga untuk menyusun rangkaian acara dan pembagian tugas. Rangkaian kegiatan diisi dengan senam dan jalan sehat yang diikuti warga dari berbagai usia, kemudian ditutup dengan upacara dan parade HUT RI ke-81. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini mempererat hubungan dengan masyarakat sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan dan gotong royong.

e. Acara Perpisahan KKN UMT Kelurahan Sepatan 2026 bersama Warga RT 005 / RW 004

Acara perpisahan KKN UMT 2026 dilaksanakan bersama warga setempat di lingkungan RT 005 / RW 004 Kelurahan Sepatan sebagai penutup rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat di tingkat lingkungan. Acara diawali dengan sambutan, dilanjutkan dengan penampilan dari anak-anak setempat, teater singkat yang dipersembahkan oleh mahasiswa KKN, serta kegiatan bernyanyi bersama. Acara ditutup dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan ungkapan terima kasih kepada warga atas dukungan, kerja sama, serta sambutan yang diberikan selama pelaksanaan KKN.

f. Penutupan Resmi KKN UMT Kelurahan Sepatan 2026 di Kelurahan Sepatan

Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan, dilaksanakan acara penutupan resmi KKN UMT Kelurahan Sepatan yang dihadiri Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Kelurahan beserta aparatur setempat, serta seluruh mahasiswa peserta KKN. Acara diisi dengan sambutan Ketua Kelompok KKN, sambutan Dosen Pembimbing Lapangan, serta sambutan sekaligus penutupan resmi oleh Kepala Kelurahan, dilanjutkan penyampaian laporan program kerja selama masa KKN. Kegiatan diakhiri dengan penyerahan piagam penghargaan sebagai kenang-kenangan kepada pihak kelurahan dan dokumentasi foto bersama.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN di Kelurahan Sepatan berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata. Selain membantu masyarakat dalam bidang lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa, warga, dan aparat kelurahan sehingga tercipta suasana kebersamaan dan gotong royong.


G. Dokumentasi

Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sepatan
Audiensi dan koordinasi awal bersama aparat Kelurahan Sepatan
Penyebaran kuesioner dan silaturahmi dengan masyarakat
Senam pagi bersama warga di Kelurahan Sepatan
Jumat Bersih bersama aparatur Kelurahan Sepatan
 Uji coba pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah oleh mahasiswa KKN
Pemaparan materi sosialisasi pemanfaatan minyak jelantah bersama ibu-ibu PKK
Pengadaan tanaman obat keluarga melalui BPP Sepatan
Kegiatan penanaman TOGA bersama Bapak RW 004
Penyerahan tanaman obat keluarga kepada penanggung jawab
Pengajian Rutin Mingguan bersama Ibu - Ibu RT. 005/ RW. 004 Desa Sulang 
Sosialisasi edukasi peduli lingkungan dan bank sampah bersama warga
Rapat koordinasi mengenai Persiapan HUT RI ke-81 bersama warga
Sosialisasi banjir akibat sampah dan Kampung Cerdas Riang Asri (Ceria)
Senam dan jalan sehat dalam rangka menyambut HUT RI ke-81 se kecamatan Sepatan
Upacara dan parade HUT RI ke-81 
Acara Perpisahan KKN UMT Kelurahan Sepatan 2026 bersama Warga RT 005 / RW 004
Penutupan Resmi KKN UMT Kelurahan Sepatan 2026 di Kelurahan Sepatan

H. Penutup

Laporan akhir KKN UMT Kelurahan Sepatan 2026 ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban atas seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan mahasiswa di tengah masyarakat, mulai dari empat program kerja utama hingga kegiatan penunjang bersama warga. Seluruh kegiatan diarahkan agar tidak berhenti sebagai acara seremonial, melainkan meninggalkan kebiasaan baru yang dapat diteruskan warga secara mandiri. Bagi mahasiswa, pengalaman ini membentuk sikap peduli, disiplin, dan tanggung jawab sosial melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak kelurahan, aparat RT dan RW, tokoh masyarakat, kader PKK, Karang Taruna, serta seluruh warga yang telah mendukung, dengan harapan kegiatan ini menjadi langkah awal keberlanjutan program lingkungan di Kelurahan Sepatan.

Penulis

Tiara

Tiara

S1-Manajemen