Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kondisi lingkungan, membangun komunikasi, bekerja sama, serta beradaptasi dengan berbagai karakter dan kebutuhan masyarakat.
Pelaksanaan KKN menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan situasi nyata di lapangan. Program kerja yang telah direncanakan tidak selalu dapat langsung diterapkan begitu saja, melainkan perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, proses observasi, koordinasi, silaturahmi, dan diskusi dengan berbagai pihak menjadi bagian penting sebelum dan selama pelaksanaan kegiatan.
Selama masa pelaksanaan KKN, kelompok berupaya menjalankan berbagai kegiatan yang berfokus pada bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan masyarakat. Berbagai kegiatan tersebut dilaksanakan melalui keterlibatan langsung bersama anak-anak, masyarakat, Karang Taruna, pengurus lingkungan, serta pihak-pihak lain yang turut mendukung pelaksanaan program.
Salah satu perhatian kelompok adalah upaya menghidupkan kembali aktivitas di Taman Literasi. Berbagai kegiatan seperti senam bersama, membaca cerita edukatif, kuis, kerajinan dari bahan bekas, menggambar, penanaman bibit kangkung, hingga pemutaran film edukasi lingkungan dilaksanakan untuk menjadikan Taman Literasi sebagai ruang yang lebih aktif bagi anak-anak.
Selain itu, kelompok juga turut berpartisipasi dalam kegiatan yang telah berjalan di masyarakat, seperti gotong royong bersama Karang Taruna, membantu pengajaran di TPQ Azzahra dan Bimbel Aya, serta terlibat dalam berbagai kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia.
Dalam bidang kesehatan, kelompok melaksanakan penyuluhan dengan tema “Pentingnya Sarapan dan Pencegahan Anemia pada Usia Remaja” sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola makan dan kesehatan sejak usia remaja. Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pemeriksaan tekanan darah bagi peserta.
Sementara itu, Bank Sampah menjadi program kerja utama kelompok yang dirancang sebagai upaya membangun kepedulian terhadap pengelolaan sampah sekaligus menciptakan program yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat. Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan sarana, tetapi juga melalui proses koordinasi dengan berbagai pihak untuk memikirkan keberlanjutannya setelah masa KKN berakhir.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan melalui proses yang tidak selalu berjalan sempurna. Terdapat berbagai penyesuaian, diskusi, perubahan rencana, dan evaluasi yang harus dilakukan selama pelaksanaan KKN. Namun, melalui proses tersebut, kelompok belajar bahwa keberhasilan sebuah kegiatan tidak hanya ditentukan oleh hasil akhirnya, melainkan juga oleh kemampuan untuk bekerja sama dan menyelesaikan setiap proses secara bersama-sama.
Seluruh kegiatan yang dilaksanakan berangkat dari keinginan untuk beradaptasi dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Kelompok berusaha tidak hanya menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga terlibat langsung dalam kehidupan dan aktivitas masyarakat.
Kegiatan pendidikan dan aktivitas di Taman Baca dilaksanakan untuk memberikan ruang belajar yang lebih aktif dan menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan sosial dilakukan untuk membangun kedekatan serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Sementara itu, keterlibatan dalam kegiatan 17 Agustus dan persiapan karnaval menjadi bentuk partisipasi kelompok dalam kegiatan yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.
Program Bank Sampah dilaksanakan sebagai program utama yang berfokus pada kepedulian terhadap lingkungan. Namun, lebih dari sekadar menyediakan sarana untuk mengumpulkan sampah, program ini diharapkan dapat menjadi awal dari kebiasaan baru dalam melihat sampah sebagai sesuatu yang perlu dikelola dengan lebih baik.
NO | NAMA LENGKAP | NIM | PRODI |
1 | Desi Arisanti Wardani | 2361201039 | S1-Manajemen |
2 | Nurul Fauziah | 2386208004 | S1-Pend. Agama Islam |
3 | Ibtihal Izbalina Ali | 23862060071 | S1-PGSD |
4 | Muthia Azizah | 2390241006 | Desain Komunikasi Visual |
5 | Vira Febriyanti | 2388201001 | S1-Pend. Bahasa Indonesia |
6 | Nurpadilah Khoiriyah | 23142010047 | S1-Keperawatan |
7 | Muhammad Rifdan Irwanto | 23702010112 | S1-Ilmu Komunikasi |
8 | Rony Setyawan Nugroho | 23702010136 | S1-Ilmu Komunikasi |
9 | Alycia Yahya | 23152010039 | S1-Kebidanan |
10 | Papaya Praya | 23702010074 | S1-Ilmu Komunikasi |
11 | Hana Sifa Nur Aini | 23882040028 | S1-Pend. Bahasa Arab |
12 | Angely Knariras M | 2288201061 | S1-Pend. Bahasa Indonesia |
13 | Alfiah fathinah Zayyan | 23612010062 | S1-Manajemen |
14 | Firdaus Azis | 23612010371 | S1-Manajemen |
15 | Husna Wulan Suci | 23702010205 | S1-Ilmu Komunikasi |
16 | Surya Daffa | 226120126 | S1-Manajemen |
17 | Abimanyu Ramdhan Bhaskara Widarsana | 2286206150 | S1-PGSD |
18 | Rivai Fauzy | 23702010148 | S1-Ilmu Komunikasi |
19 | Muhammad Faris Hawasi | 25622010118 | S1-Akuntasi |
Dalam upaya menghidupkan kembali suasana dan aktivitas di Taman Literasi, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan rutin setiap hari Jumat yang dimulai pada tanggal 24 Juli. Kegiatan dikemas dalam bentuk senam bersama, pembacaan cerita edukatif bertema lingkungan, serta kuis interaktif dengan hadiah bagi anak-anak.
Kegiatan diawali dengan senam bersama untuk membangun semangat dan menciptakan suasana yang menyenangkan. Setelah itu, anak-anak diajak mendengarkan cerita edukatif yang berkaitan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Penyampaian dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar pesan dapat diterima dengan baik.
Pada akhir kegiatan, mahasiswa mengadakan kuis berdasarkan cerita yang telah disampaikan. Anak-anak yang berhasil menjawab diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Melalui kegiatan rutin ini, Taman Literasi diharapkan kembali menjadi ruang yang aktif dan dekat dengan anak-anak, bukan hanya sebagai tempat yang tersedia, tetapi sebagai tempat untuk belajar, bermain, dan berkumpul bersama.
Kegiatan gotong royong dilaksanakan bersama Karang Taruna dan masyarakat secara berkala setiap dua minggu sekali, dimulai pada tanggal 26 Juli. Mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan lingkungan sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan membersihkan berbagai area lingkungan bersama warga. Mahasiswa tidak hanya ikut serta dalam kegiatan kebersihan, tetapi juga menjadikan kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk berinteraksi dan membangun hubungan dengan masyarakat.
Kegiatan gotong royong menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai melalui kerja sederhana yang dilakukan bersama-sama. Dari kegiatan tersebut, mahasiswa juga belajar bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan hasil dari kesadaran dan kerja sama seluruh masyarakat.
Untuk menciptakan aktivitas yang menarik bagi anak-anak, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan kreativitas setiap hari Selasa. Kegiatan pertama dilaksanakan pada tanggal 28 Juli dengan membuat gantungan kunci dari bubur kertas yang berasal dari kertas tidak terpakai.
Anak-anak diajak mengenal proses pemanfaatan kembali bahan sederhana yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Melalui kegiatan tersebut, anak-anak dapat berkreasi sekaligus memahami bahwa barang bekas masih dapat diolah menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Pada pertemuan berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan menggambar bersama. Mahasiswa KKN menyediakan pensil warna dan perlengkapan yang diperlukan, sementara anak-anak diberikan kebebasan untuk mengekspresikan kreativitas mereka. Setelah kegiatan selesai, hasil gambar dapat dibawa pulang.
Kegiatan kreativitas menjadi salah satu cara untuk membuat Taman Literasi kembali memiliki aktivitas yang dinantikan oleh anak-anak.
Mahasiswa KKN turut membantu kegiatan pengajaran di TPQ Azzahra yang dilaksanakan setiap hari Rabu malam dan dimulai pada tanggal 29 Juli.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa membantu mendampingi anak-anak dalam proses belajar mengaji. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat membantu proses pendampingan serta menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif.
Kegiatan ini menjadi bentuk partisipasi mahasiswa dalam mendukung aktivitas pendidikan yang telah berjalan di lingkungan masyarakat. Mahasiswa tidak hadir untuk menggantikan peran pengajar, melainkan turut membantu dan menjadi bagian dari proses pembelajaran anak-anak.
Pada tanggal 2 Agustus, mahasiswa KKN melaksanakan penyuluhan kesehatan dengan tema “Pentingnya Sarapan dan Pencegahan Anemia pada Usia Remaja.”
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya sarapan sebagai bagian dari kebutuhan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Selain itu, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai anemia, dampaknya terhadap kesehatan, serta langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk mencegahnya dan juga peserta dberikan snack box dan tablet penambah darah.
Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai sesi diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berbagi pengalaman terkait kebiasaan menjaga kesehatan.
Di akhir kegiatan, dilaksanakan pula pemeriksaan tekanan darah secara gratis. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengetahui kondisi tekanan darah mereka sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan.
Kegiatan pendampingan di Bimbel Aya dilakukan atas permintaan pihak bimbingan belajar yang membutuhkan bantuan dalam proses pengajaran.
Mahasiswa KKN membantu pengajaran Bahasa Indonesia setiap hari Senin yang dimulai pada tanggal 3 Agustus, serta Bahasa Inggris setiap hari Kamis yang dimulai pada tanggal 6 Agustus.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu menjelaskan materi, mendampingi peserta didik, serta memberikan arahan kepada anak-anak yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran.
Kolaborasi ini menjadi bentuk keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan pendidikan yang memang telah berjalan dan dibutuhkan oleh masyarakat.
Pada tanggal 11 Agustus, mahasiswa KKN bersama anak-anak melaksanakan kegiatan penanaman bibit kangkung di Taman Literasi.
Anak-anak diajak untuk terlibat langsung dalam proses penanaman. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa memberikan arahan sederhana mengenai cara menanam dan pentingnya merawat tanaman.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran langsung mengenai lingkungan. Anak-anak tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi turut merasakan proses menanam dan memahami bahwa tanaman membutuhkan perhatian agar dapat tumbuh dengan baik.
Pada tanggal 14 Agustus, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pemutaran film edukasi bertema lingkungan bagi anak-anak.
Melalui media audio visual, anak-anak diajak memahami pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan dengan cara yang lebih menarik. Setelah pemutaran film selesai, mahasiswa mengadakan sesi kuis dan tanya jawab mengenai isi film.
Anak-anak yang berhasil menjawab pertanyaan diberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas antusiasme dan keberanian mereka.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk menyampaikan edukasi lingkungan dengan pendekatan yang lebih menyenangkan dan mudah diingat.
Pada tanggal 16 Agustus, mahasiswa KKN turut berpartisipasi dalam kegiatan gerak jalan dan karnaval dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia atas ajakan masyarakat.
Sebelum kegiatan berlangsung, mahasiswa turut membantu persiapan bersama warga, termasuk pembuatan kostum dari bahan daur ulang serta pendampingan latihan yel-yel di RT 01 dan RT 02.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Dalam momen ini, mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana program KKN, tetapi turut menjadi bagian dari kemeriahan kegiatan masyarakat.
Mahasiswa KKN turut berpartisipasi dan berkolaborasi bersama Karang Taruna dalam kegiatan perlombaan 17 Agustus.
Mahasiswa membantu mendukung jalannya kegiatan dan ikut terlibat dalam berbagai aktivitas bersama masyarakat. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan acara puncak dan pembagian hadiah kepada para pemenang.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu momen kebersamaan yang mempertemukan mahasiswa, Karang Taruna, dan masyarakat dalam suasana yang penuh semangat dan kegembiraan.
Dalam upaya mendukung keberlanjutan fungsi Taman Literasi sebagai ruang belajar masyarakat, mahasiswa KKN turut melakukan penataan dan pengembangan fasilitas yang tersedia. Salah satu bentuk kontribusi yang diberikan adalah menyumbangkan rak buku untuk membantu merapikan serta mengorganisasi koleksi buku yang terdapat di Taman Literasi.
Kegiatan diawali dengan merapikan dan memilah buku-buku yang tersedia agar dapat ditata dengan lebih terstruktur. Mahasiswa KKN kemudian membantu melakukan perakitan rak buku yang akan digunakan untuk menyimpan dan menata koleksi bacaan. Penataan dilakukan dengan mempertimbangkan kemudahan anak-anak dalam mengambil dan mengembalikan buku setelah membaca.
Penyediaan rak buku ini diharapkan dapat membuat Taman Literasi menjadi lebih nyaman, tertata, dan menarik bagi anak-anak maupun masyarakat yang ingin memanfaatkannya. Kehadiran fasilitas tersebut juga menjadi bentuk dukungan mahasiswa terhadap keberlangsungan aktivitas membaca yang telah dibangun selama pelaksanaan KKN.
Lebih dari sekadar memberikan sebuah fasilitas, rak buku tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya untuk menjaga agar kegiatan membaca di Taman Literasi tetap berjalan. Dengan buku-buku yang lebih tertata dan ruang yang semakin nyaman, diharapkan anak-anak memiliki alasan untuk terus datang, membaca, belajar, dan mengembangkan rasa ingin tahu mereka.
Bank Sampah menjadi program utama yang dirancang oleh kelompok sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Pelaksanaan program tidak dilakukan secara terburu-buru. Kelompok terlebih dahulu melakukan observasi, diskusi, dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk masyarakat dan Karang Taruna. Proses tersebut dilakukan untuk menentukan konsep dan memikirkan bagaimana program dapat tetap berjalan setelah masa KKN berakhir.
Dalam penyediaan sarana Bank Sampah, kelompok memutuskan untuk menggunakan bantuan tenaga yang memiliki kemampuan dan pengalaman dalam proses pembuatannya. Keputusan ini diambil karena fasilitas tersebut dipersiapkan untuk digunakan oleh masyarakat dalam jangka waktu yang lebih panjang. Kelompok ingin memastikan bahwa sarana yang diberikan memiliki kualitas yang baik dan dapat digunakan sebagaimana mestinya.
Mahasiswa KKN tetap terlibat dalam proses penyelesaian sarana tersebut, salah satunya dengan melakukan pengecatan pada bagian Bank Sampah, termasuk bagian atap, serta melakukan penyelesaian akhir sebelum sarana digunakan.
Program ini juga dirancang dengan memperhatikan keberlanjutan. Oleh karena itu, kelompok melakukan komunikasi dan koordinasi dengan Karang Taruna sebagai pihak yang diharapkan dapat melanjutkan program setelah masa KKN berakhir.
Bank Sampah bukan hanya tentang menyediakan tempat untuk mengumpulkan sampah. Program ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa sampah dapat dikelola dengan lebih baik dan memiliki nilai apabila dipilah serta dimanfaatkan dengan tepat.
Pada tanggal 18 Agustus, mahasiswa KKN melaksanakan kegiatan pamitan sekaligus penyerahan simbolis program Bank Sampah kepada Karang Taruna.
Penyerahan dilakukan sebagai bentuk komitmen kelompok terhadap keberlanjutan program. Sejak awal, program Bank Sampah tidak dirancang hanya untuk berjalan selama masa KKN. Kelompok berharap program tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat setelah mahasiswa kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
Penyerahan simbolis tersebut bukan sekadar penyerahan sebuah fasilitas. Di baliknya terdapat proses panjang berupa diskusi, koordinasi, pencarian solusi, hingga proses penyelesaian sarana.
Melalui kegiatan tersebut, kelompok menitipkan keberlanjutan program kepada Karang Taruna dengan harapan bahwa apa yang telah dimulai bersama tidak berhenti ketika masa KKN berakhir.













Pada akhirnya, KKN bukan hanya tentang berapa banyak kegiatan yang berhasil dilaksanakan.
Bukan hanya tentang dokumentasi.
Bukan hanya tentang laporan.
KKN adalah tentang perjalanan.
Tentang datang ke sebuah tempat sebagai orang asing, lalu perlahan belajar mengenal dan dikenal.
Tentang datang membawa program kerja, tetapi pulang membawa pengalaman.
Tentang datang sebagai mahasiswa yang ingin memberikan sesuatu kepada masyarakat, tetapi pada akhirnya justru menyadari bahwa kami juga menerima jauh lebih banyak dari apa yang kami berikan.
Kami belajar dari anak-anak yang selalu datang dengan antusias.
Kami belajar dari ibu-ibu yang dengan sabar menerima dan melibatkan kami dalam berbagai kegiatan.
Kami belajar dari Karang Taruna tentang kerja sama dan keberlanjutan.
Kami belajar dari masyarakat bahwa kebersamaan tidak selalu membutuhkan sesuatu yang besar untuk dapat tercipta.
Dan kami belajar satu sama lain.
Tentang bekerja bersama orang-orang dengan karakter yang berbeda.
Tentang bertahan ketika lelah.
Tentang menyelesaikan perbedaan.
Tentang saling membantu ketika salah satu merasa kesulitan.
Tentang tetap berjalan, meskipun tidak semua hal berjalan sesuai rencana.
Perjalanan KKN ini akhirnya memang selesai.
Posko akan kembali kosong.
Jadwal kegiatan tidak lagi disusun.
Evaluasi malam tidak lagi dilakukan.
Kami tidak lagi berkumpul setiap hari untuk membahas apa yang harus dikerjakan esok pagi.
Namun, kami berharap bahwa program yang telah kami rintis, hubungan yang telah kami bangun, dan kenangan yang telah tercipta tidak berhenti bersamaan dengan berakhirnya masa KKN.
Kami datang hanya untuk sementara.
Namun, kami berharap pernah menjadi bagian kecil dari cerita di tempat ini.
Dan ketika kami pulang, kami tidak ingin mengatakan bahwa kami telah meninggalkan segalanya.
Karena sebagian dari kami mungkin akan tetap tinggal dalam kenangan kecil: di Taman Baca yang pernah ramai oleh suara anak-anak, dalam kegiatan yang pernah kami jalankan bersama, dalam tawa saat membuat kostum, dalam latihan yel-yel, dalam semangat perayaan kemerdekaan, dan dalam sebuah program kecil bernama Bank Sampah yang kini kami titipkan untuk dilanjutkan.
Pada akhirnya, KKN mengajarkan kami bahwa pengabdian bukan tentang seberapa lama kami tinggal, tetapi tentang seberapa berarti kehadiran kami dan apa yang dapat kami tinggalkan untuk masyarakat
Alfiah Fathinah Zayyan