LAPORAN KEGIATAN KELOMPOK KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG PAKULONAN 2026

LAPORAN KEGIATAN KELOMPOK KULIAH KERJA NYATA (KKN) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH TANGERANG PAKULONAN 2026

: Kamis, 20 Agustus 2026 : Pakulonan

LAPORAN KEGIATAN

KELOMPOK KULIAH KERJA NYATA

KELURAHAN PAKULONAN

“Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat”

 

 

 

Disusun Oleh:

Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu

 

 

LEMBAGA PENELITIAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM)

UNIVERSTAS MUHAMMADIYAH TANGERANG

2026

 

Latar Belakang Kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026, mahasiswa dituntut untuk hadir di tengah-tengah masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan lokal secara objektif serta memformulasi alternatif solusi yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan. Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, dipilih sebagai lokasi fokus pengabdian berdasarkan dinamika sosial, laju pembetonan lahan, dan kompleksitas isu lingkungan hidup di kawasan urban.

Perkembangan pesat kawasan perkotaan di Kecamatan Serpong Utara mendorong peningkatan kepadatan penduduk dan penyempitan ruang terbuka hijau. Konsekuensi logis dari fenomena ini adalah timbulan sampah rumah tangga yang terus meningkat tanpa diimbangi oleh kapasitas pengelolaan sampah yang memadai dari sumbernya. Pasca-krisis pengelolaan sampah yang melanda wilayah Tangerang Selatan, isu tata kelola lingkungan dan pemilahan sampah menjadi perhatian prioritas. Berdasarkan hasil observasi lapangan, wawancara mendalam bersama Sekretaris Kelurahan (Bapak Imam), serta koordinasi bersama Pembina (Pak Tarto), ditemukan bahwa permasalahan lingkungan di Pakulonan mencakup dua aspek mendasar:

  • Rendahnya Tata Kelola & Insentif Pemilahan Sampah: Kesadaran pemilahan sampah anorganik di tingkat rumah tangga masih tergolong rendah karena pola pengangkutan konvensional (kumpul-angkut-buang) serta belum adanya sistem insentif ekonomi yang praktis dan transparan bagi warga.
  • Degradasi Daerah Resapan Air: Pembetonan pekarangan (betonisasi) dan penggunaan paving block mengurangi area resapan air tanah, sehingga meningkatkan luapan air hujan (runoff) yang berpotensi memicu genangan lokal.

Di sektor pemilahan limbah domestik, Kelurahan Pakulonan sebenarnya telah memiliki inisiatif Bank Sampah, salah satunya yang berjalan aktif di RW 02 Kampung Baru Selatan (Posyandu Cendrawasih) dengan prinsip "Satu RW Satu Bank Sampah". Kendati demikian, hasil riset lapangan menunjukkan bahwa penambahan unit Bank Sampah baru di wilayah yang sama belum menjadi solusi efektif akibat krisis SDM pengurus dan keterbatasan lahan. Selain itu, tingkat partisipasi warga aktif baru mencapai sekitar 50%, dikarenakan saluran edukasi yang masih terbatas dan warga lebih memilih menjual sampah secara langsung ke pengepul swasta. Di sisi lain, pelaksanaan program konservasi air dan tanah melalui penganekaragaman titik Biopori di pemukiman warga kerap terkendala oleh banyaknya lahan yang sudah di-plester semen serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur teknis perawatan lubang resapan.

Memperhatikan kompleksitas dan rantai permasalahan yang selama ini cenderung berjalan secara terpisah (siloed), Kelompok KKN UMT Pakulonan 2026 merancang sebuah ekosistem pengelolaan lingkungan terpadu berbasis partisipasi masyarakat. Integrasi ilmu akademis, khususnya pendekatan disiplin ilmu Marketing dan komunikasi digital, dimanfaatkan untuk mentransformasi cara pandang serta pola pikir masyarakat (behavioral mindset). Pendekatan solutif tersebut diwujudkan melalui dua pilar program kerja strategis utama:

  • Kampanye Edukasi Eco-School: Pembentukan karakter dan budaya peduli lingkungan sejak usia dini yang menyasar siswa Sekolah Dasar (SD) serta anak-anak warga lokal di Kampung Marga Jaya. Program ini memanfaatkan metode pembelajaran pedagogis yang interaktif berupa tayangan video animasi lingkungan, permainan edukatif, praktik langsung pemilahan sampah organik dan non-organik, serta pembentukan Mini Bank Sampah Kelas.
  • Konservasi & Edukasi Teknis Biopori Nusantara: Penetrasi dan edukasi langsung secara bertahap kepada masyarakat mengenai kriteria bahan baku pembuat kompos alami (memanfaatkan sampah dapur/daun kering) serta pemasangan lubang resapan biopori sebagai solusi mitigasi genangan air dan penyuplai nutrisi tanah.

Guna memperkuat internalisasi kedua pilar program kerja tersebut di tengah masyarakat, Kelompok KKN UMT Pakulonan 2026 menyelenggarakan kegiatan Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Seminar “Pasti” (Pakulonan Asri dengan Sampah Terkelola dan Biopori) bertema "Pemanfaatan Biopri Berbasis Partisipasi Masyarakat: Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah Organik dan Resapan Air di Kelurahan Pakulonan". Seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi dua arah yang menghubungkan warga yang telah menjalankan program dengan warga yang belum, perangkat kelurahan, serta narasumber akademisi (Dr. Mirza Shahreza, M.IK).

Melalui pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang terencana dan terukur ini, Laporan Akhir ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis dan administratif atas seluruh hasil pengabdian mahasiswa KKN UMT di Kelurahan Pakulonan. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai pencapaian output kegiatan, evaluasi parameter keberhasilan, serta menjadi acuan rekomendasi bagi pihak Kelurahan Pakulonan dalam menjaga keberlanjutan (sustainability) program lingkungan di masa mendatang.

 

Mengapa Kegiatan Tersebut Perlu Dilaksanakan

Kegiatan KKN dan Seminar Pengabdian Masyarakat ini perlu dilaksanakan karena Kelurahan Pakulonan berada di kawasan perkotaan yang padat dengan tingkat pertumbuhan penduduk dan betonisasi lahan yang tinggi, sehingga memicu timbulan sampah rumah tangga serta penurunan area resapan air. Krisis pengelolaan sampah yang dihadapi wilayah sekitar menunjukkan bahwa pola konvensional "kumpul-angkut-buang" tidak lagi memadai tanpa adanya pemilahan dan edukasi dari sumbernya. Di sisi lain, masyarakat masih menghadapi kendala rendahnya kesadaran memilah sampah, belum optimalnya tata kelola Bank Sampah akibat keterbatasan SDM dan lahan, serta minimnya pemahaman teknis mengenai manfaat biopori sebagai solusi mitigasi genangan air dan pembuat kompos alami.

Melalui pelaksanaan program Eco-School, pembuatan Biopori Nusantara, dan Seminar Pengabdian Masyarakat, mahasiswa hadir untuk memberikan intervensi nyata berupa edukasi karakter sejak usia dini, perbaikan kualitas tanah, serta penyediaan ruang diskusi interaktif lintas elemen warga. Kegiatan ini menjadi krusial tidak hanya untuk mentransformasi pola pikir (behavioral mindset) masyarakat agar lebih peduli lingkungan, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi terpadu antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah kelurahan demi menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang mandiri, berdampak ekonomis, dan berkelanjutan di Kelurahan Pakulonan.

 

Tujuan Kegiatan

Tujuan dari pelaksanaan kegiatan KKN UMT Pakulonan 2026 adalah:

  • Mengedukasi dan membiasakan pola hidup bersih serta keterampilan memilah sampah organik dan anorganik kepada generasi muda melalui program Eco-School.
  • Mengedukasi serta menginstalasi titik-titik Biopori Nusantara di pemukiman warga sebagai sarana pembuat kompos mandiri dan penanggulangan genangan air lokal.
  • Menyelenggarakan Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat guna memfasilitasi pertukaran pengalaman (sharing session) antarwarga, akademisi, dan pemerintah kelurahan demi terwujudnya kemandirian lingkungan yang berkelanjutan.

 

Siapa Saja yang Terlibat Pada Kegiatan

Pihak-pihak yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan KKN UMT di Kelurahan Pakulonan meliputi:

  • Dosen Pembimbing Lapangan (DPL): Tarto, S.E., S.H., M.M.
  • Narasumber / Pemateri Seminar: Dr. Mirza Shahreza, M.IK
  • Ketua Kelompok: Rido Alfino
  • Wakil Ketua Kelompok: Muhammad Ali Al Fatih Harlan
  • Sekretaris Kelompok: Yandiva Ardan Fakahuda
  • Bendahara Kelompok: Tasyrika Zahra
  • Divisi Acara: Farah Lutfiya Salsabila (Koor), Nazwa Syalsabila Putri, Amanda Vivi Nuruleta, Nasywa Savina Maharani, Siska Yuni Ariani.
  • Divisi Humas: Afifah Aulia Apriyanti (Koor), Muhamad Linggar, Dinara Savila Putu Pasya.
  • Divisi Konsumsi: Rahma Aprilia Salim (Koor), Nazwa Suci Ramadhani, Syahla Malika Shabira.
  • Divisi Peralatan: Aghnia Muhammad Ramadhan (Koor), Anisa Maharani, Tidar Maulana, Angelika Anselniat Zai.
  • Divisi PDD: Muhammad Zidane Al Fakhri (Koor), Rima Haliza Syahrani, Saskia Sekar Anggraini.
  • Lurah: Dwi Santoso, S.STP
  • Sekretaris Kelurahan: Imam
  • Pegawai Kelurahan Pakulonan
  • Tokoh Masyarakat
  • Pengurus RT/RW Kampung: Marga Jaya, Wates, Kampung Baru, Bukit Serpong Mas (BSM)
  • Ibu-ibu Kader PKK Kelurahan Pakulonan
  • Anggota Karang Taruna
  • Warga dan Pengurus Bank Sampah
  • Peserta Didik dan Guru SDN Pakulonan 01

 

Apa Dampak Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Pelakasanaan KKN di Kelurahan Pakulonan memiliki dampak positif serta menjadi sarana yang membawa manfaat bagi masyarakat maupun lingkngan. Dampak nyata kegiatan KKN UMT Pakulonan 2026 bagi masyarakat dan lingkungan adalah sebagai berikut:

Dampak Bagi Lingkungan:

  • Pengurangan Volume Sampah Organik dari Sumbernya: Limbah dapur dan sampah daun kering dapat diolah langsung di pekarangan warga melalui instalasi Biopori, sehingga mengurangi beban penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
  • Konservasi Air Tanah & Mitigasi Genangan: Pemasangan titik-titik biopori meningkatkan daya serap tanah terhadap air hujan (runoff), meminimalisir potensi genangan air lokal (puddle) di area pemukiman padat dan ter-plester.
  • Peningkatan Kualitas & Nutrisi Tanah: Proses pengomposan alami di dalam pipa biopori menghasilkan kompos berkualitas tinggi yang dapat dipanen untuk menyuburkan media tanam dan tanaman warga.
  • Penguatan Budaya Memilah Sampah Sejak Dini: Edukasi melalui program Eco-School membentuk karakter dan kebiasaan anak-anak sekolah dasar dalam membedakan sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah maupun rumah.

Dampak Bagi Masyarakat:

  • Terbangunnya Nilai Ekonomis Sirkular: Warga mendapatkan pengetahuan praktis mengenai klasifikasi sampah anorganik yang bernilai jual (seperti kardus, plastik PE/ASOY, dan boncos rokok) untuk ditabung melalui Bank Sampah.
  • Edukasi Praktis Pengolahan Residu: Sampah kemasan yang tidak memiliki nilai jual di pengepul (seperti bungkus kopi/Indomie) diarahkan menjadi karya kerajinan barang bekas, meningkatkan kreativitas warga sekaligus menyemarakkan kegiatan lokal.
  • Kemandirian Lingkungan Berbasis Komunitas: Mendorong terbentuknya rasa kepemilikan kolektif (sense of ownership) warga, kader PKK, dan pengurus RT/RW dalam mengelola lingkungan secara mandiri tanpa terus bergantung pada pihak luar.
  • Tersedianya Ruang Diskusi Terpadu (Dialogue Hub): Melalui kegiatan Seminar Pengabdian Masyarakat, warga yang telah maupun belum menerapkan program lingkungan mendapatkan wadah untuk saling berbagi pengalaman, solusi, dan motivasi secara langsung.

 

Ceritakan Bagaimana Kegiatan Tersebut Berjalan

Pelaksanaan kegiatan kelompok KKN UMT Pakulonan 2026 berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun sejak awal. Namun, terdapat beberapa perubahan dan penambahan program selama kegiatan berjalan. Alasan dilakukan perubahan dan penambahan tersebut karena menyesuaikan dengan sasaran, kondisi lingkungan, serta kebutuhan yang telah dimatangkan melalui observasi dan dialog dengan masyarakat serta bimbingan dari DPL. Kegiatan yang dilakukan tentunya tidak lepas dari dukungan pihak-pihak terkait yang turut membantu dalam menyukseskan jalannya program-program kerja yang telah disusun oleh kelompok mahasiswa KKN UMT Pakulonan 2026.

Berikut adalah penjelasan terstruktur mengenai bagaimana rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat KKN UMT Pakulonan 2026 berlangsung, yang berfokus pada program kerja: Biopori, Eco School, dan Seminar Pengabdian Masyarakat:

Program Kerja Optimalisasi Biopori

Program ini difokuskan sebagai solusi konservasi air tanah dan pengolahan limbah organik rumah tangga di pemukiman padat Kelurahan Pakulonan.

  • Tahap Persiapan dan Pembekalan Teknis: Mahasiswa mempelajari spesifikasi dan SOP pemasangan biopori (pipa PVC diameter 4 inci, kedalaman 1–2 meter). Diskusi internal dilakukan untuk membagi peran (job desk) tim (pengeboran, pembersihan lubang, pengisian sampah organik, dan penutupan) serta menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD).
  • Eksekusi Pemasangan (2-26 Juli 2026): Mahasiswa berkolaborasi dengan lima orang petugas teknis dari Kelurahan Pakulonan. Pemasangan dilaksanakan di beberapa lokasi prioritas, salah satunya di Perumahan Bukit Serpong Mas (BSM). Menghadapi kondisi tanah keras yang bercampur batu, sisa puing, dan cor-coran, tim menyesuaikan teknik penggalian hingga pipa terpasang sempurna. Pemasangan pipa dibuat menonjol ±5 cm di atas permukaan tanah sesuai dengan permintaan warga lokal BSM untuk penyesuaian aliran air.
  • Edukasi dan Pemanfaatan Biopori: Mahasiswa memberikan penjelasan langsung kepada warga melalui sosialisasi mengenai kriteria bahan organik yang boleh dimasukkan (sampah dapur, daun kering, dan limbah tulang) serta bahan yang dilarang (minyak, santan, olahan seafood) agar dapat terurai menjadi kompos alami dalam rentang waktu 2–3 minggu.

Program Kerja Eco School

Program ini dilaksanakan dalam dua jalur pendekatan (sekolah formal dan masyarakat) dengan tema “Belajar Sampah Itu Menyenangkan” untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.

  • Pelaksanaan di SDN Pakulonan 01: Hari Pertama (5 Agustus 2026 - Edukasi Pemilahan Sampah), k"Temukan Aku!" (siswa mencari dan mengidentifikasi contoh sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah), serta penyerahan simbolis fasilitas bak sampah baru kepada pihak sekolah. Hari Kedua (6 Agustus 2026 - Praktik Ecoprint), secoprint memanfaatkan bahan alami seperti daun dan tanaman. Acara ditutup dengan dokumentasi foto bingkai karya, penyerahan cenderamata keychain, serta pembacaan kesan dan pesan.
  • Pelaksanaan di Kampung Marga Jaya: Mengadakan kegiatan edukasi kebersihan dan pemilahan sampah serupa bagi anak-anak warga lokal di lingkungan Kampung Marga Jaya guna memperluas jangkauan dampak edukasi. Kemudian dilanjutkan dengan elakukan kegiatan lomba mewarnai dengan tema cinta lingkungan.

Seminar Pengabdian Masyarakat

Seminar ini menjadi puncak penyelarasan dan diseminasi program lingkungan KKN UMT Pakulonan 2026 yang mengusung tema “Seminar “Pasti” (Pakulonan Asri dengan Sampah Terkelola dan Biopori), Pemanfaatan Biopri Berbasis Partisipasi Masyarakat: Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah Organik dan Resapan Air di Kelurahan Pakulonan”. Mahasiswa mengadakan coordination meeting bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Pak Tarto, S.E., S.H., M.M. untuk mematangkan rundown dan pembagian tugas acara (MC, operator, Qoriah, dirigen, konsumsi, dan dokumentasi). Menghubungi pihak-pihak terkait yang terlibat pada saat acara berlangsung, serta menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan guna kelancaran jalannya acara.

  • Acara dibuka secara resmi oleh MC, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan lagu kebangsaan. Ketua Kelompok menyampaikan kata sambutan dan pemaparan LPJ ringkas yang diiringi penayangan video kompilasi foto kegiatan proker serta video testimoni apresiasi warga.
  • Narasumber Dr. Mirza Shahreza, M.IK menyampaikan materi ilmiah mengenai integrasi ekosistem Biopori yang berjudul “Respirasi Bumi: Menghentikan Bom Waktu TPA dari Dapur Kita” dengan tema “Strategi Habituasi Biopori & Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan”,
  • Seminar dikemas secara interaktif bersama warga (kader dan ibu-ibu PKK) saling berbagi pengalaman dan solusi kendala lapangan kepada warga yang baru atau berminat untuk menerapkan.biopori di lingkungannya.
  • Acara diakhiri dengan penyerahan plakat penghargaan kepada narasumber, Pihak Kelurahan Pakulonan, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta foto bersama seluruh peserta seminar.

 

Dokumentasi

Pelepasan KKN Berdampak UMT Pakulonan 2026
Kunjungan ke Kelurahan Pakulonan bersama DPL dan Sekretaris Kelurahan
Diskusi bersama Pemuda dan Karang Taruna Kampung Marga Jaya
Pemasangan biopori hari pertama
Pemasangan biopori hari kedua
Membantu pengurus bank sampah melakukan penimbangan sampah di Kampung Baru
Membantu pengurus bank sampah melakukan penimbangan sampah di Kampung Baru
Sosialisasi mengenai bank sampah dan pemanfaatn biopori di Kampung Wates
Sosialisasi mengenai bank sampah dan pemanfaatn biopori di Kampung Wates
Senam bersampa ibu-ibu kampung Marga Jaya
Membantu pelayanan posyandu dan imunisasi di Kampung Marga Jaya
Memeriahkan 17 Agustus melalui lomba mewarnai khusus lansia
Diskusi bersama warga mengenai budidaya tanaman hidroponik
Pelaksanaan program kerja Eco School di SDN Pakulonan 1
Pelaksanaan program kerja Eco School di SDN Pakulonan 1
Pelaksanaan program kerja Eco School di SDN Pakulonan 1
Seminar di kelurahan pakulonan bersama Pak Tarto dan Pak Mirza dari kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang
Seminar di kelurahan pakulonan bersama Pak Tarto dan Pak Mirza dari kampus Universitas Muhammadiyah Tangerang
Foto bersama dan penyerahan sertifikat untuk Pak Mirza selaku narasumber
Foto bersama Sekretaris Kelurahan dan Pak Tarto untuk penyerahan jaket KKN UMT Terpadu 2026
Foto bersama audiens dan pihak-pihak yang terlibat dalam seminar

 

Penutup

Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026 di Kelurahan Pakulonan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi, evaluasi, dan pertanggungjawaban akademis atas seluruh rangkaian pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan. Keberhasilan pelaksanaan program kerja utama—mulai dari pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini melalui Eco School di SDN Pakulonan 01, penguatan konservasi air dan pengolahan limbah organik lewat Biopori, pendampingan tata kelola Bank Sampah berbasis masyarakat, hingga diseminasi edukasi melalui Seminar Pengabdian Masyarakat—merupakan buah dari kerja keras, komitmen, serta sinergi yang solid antar-sektor.

Atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini, segenap tim mahasiswa KKN UMT Pakulonan 2026 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pihak Kelurahan Pakulonan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pengurus RT/RW, Kader PKK, Pihak Sekolah, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif. Besar harapan kami agar berbagai program intervensi yang telah diinisiasi dapat terus dirawat, dikembangkan, dan direplikasi secara mandiri oleh warga lokal. Semoga kontribusi kecil yang disumbangkan oleh mahasiswa KKN UMT ini dapat memberikan dampak positif yang nyata, bernilai ekonomis, serta mampu mewujudkan ekosistem lingkungan Kelurahan Pakulonan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan secara jangka panjang.

Penulis

Yandiva Ardan Fakahuda

Yandiva Ardan Fakahuda

S1-Manajemen