LAPORAN KEGIATAN
KELOMPOK KULIAH KERJA NYATA
KELURAHAN PAKULONAN
“Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat”


Disusun Oleh:
Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Terpadu
LEMBAGA PENELITIAN PENGABDIAN MASYARAKAT (LPPM)
UNIVERSTAS MUHAMMADIYAH TANGERANG
2026
Latar Belakang Kegiatan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan wujud perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026, mahasiswa dituntut untuk hadir di tengah-tengah masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan lokal secara objektif serta memformulasi alternatif solusi yang inovatif, terukur, dan berkelanjutan. Kelurahan Pakulonan, Kecamatan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, dipilih sebagai lokasi fokus pengabdian berdasarkan dinamika sosial, laju pembetonan lahan, dan kompleksitas isu lingkungan hidup di kawasan urban.
Perkembangan pesat kawasan perkotaan di Kecamatan Serpong Utara mendorong peningkatan kepadatan penduduk dan penyempitan ruang terbuka hijau. Konsekuensi logis dari fenomena ini adalah timbulan sampah rumah tangga yang terus meningkat tanpa diimbangi oleh kapasitas pengelolaan sampah yang memadai dari sumbernya. Pasca-krisis pengelolaan sampah yang melanda wilayah Tangerang Selatan, isu tata kelola lingkungan dan pemilahan sampah menjadi perhatian prioritas. Berdasarkan hasil observasi lapangan, wawancara mendalam bersama Sekretaris Kelurahan (Bapak Imam), serta koordinasi bersama Pembina (Pak Tarto), ditemukan bahwa permasalahan lingkungan di Pakulonan mencakup dua aspek mendasar:
Di sektor pemilahan limbah domestik, Kelurahan Pakulonan sebenarnya telah memiliki inisiatif Bank Sampah, salah satunya yang berjalan aktif di RW 02 Kampung Baru Selatan (Posyandu Cendrawasih) dengan prinsip "Satu RW Satu Bank Sampah". Kendati demikian, hasil riset lapangan menunjukkan bahwa penambahan unit Bank Sampah baru di wilayah yang sama belum menjadi solusi efektif akibat krisis SDM pengurus dan keterbatasan lahan. Selain itu, tingkat partisipasi warga aktif baru mencapai sekitar 50%, dikarenakan saluran edukasi yang masih terbatas dan warga lebih memilih menjual sampah secara langsung ke pengepul swasta. Di sisi lain, pelaksanaan program konservasi air dan tanah melalui penganekaragaman titik Biopori di pemukiman warga kerap terkendala oleh banyaknya lahan yang sudah di-plester semen serta minimnya pemahaman masyarakat mengenai prosedur teknis perawatan lubang resapan.
Memperhatikan kompleksitas dan rantai permasalahan yang selama ini cenderung berjalan secara terpisah (siloed), Kelompok KKN UMT Pakulonan 2026 merancang sebuah ekosistem pengelolaan lingkungan terpadu berbasis partisipasi masyarakat. Integrasi ilmu akademis, khususnya pendekatan disiplin ilmu Marketing dan komunikasi digital, dimanfaatkan untuk mentransformasi cara pandang serta pola pikir masyarakat (behavioral mindset). Pendekatan solutif tersebut diwujudkan melalui dua pilar program kerja strategis utama:
Guna memperkuat internalisasi kedua pilar program kerja tersebut di tengah masyarakat, Kelompok KKN UMT Pakulonan 2026 menyelenggarakan kegiatan Seminar Pengabdian Kepada Masyarakat dengan judul Seminar “Pasti” (Pakulonan Asri dengan Sampah Terkelola dan Biopori) bertema "Pemanfaatan Biopri Berbasis Partisipasi Masyarakat: Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah Organik dan Resapan Air di Kelurahan Pakulonan". Seminar ini dirancang sebagai ruang diskusi dua arah yang menghubungkan warga yang telah menjalankan program dengan warga yang belum, perangkat kelurahan, serta narasumber akademisi (Dr. Mirza Shahreza, M.IK).
Melalui pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan yang terencana dan terukur ini, Laporan Akhir ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban akademis dan administratif atas seluruh hasil pengabdian mahasiswa KKN UMT di Kelurahan Pakulonan. Laporan ini diharapkan dapat memberikan gambaran nyata mengenai pencapaian output kegiatan, evaluasi parameter keberhasilan, serta menjadi acuan rekomendasi bagi pihak Kelurahan Pakulonan dalam menjaga keberlanjutan (sustainability) program lingkungan di masa mendatang.
Mengapa Kegiatan Tersebut Perlu Dilaksanakan
Kegiatan KKN dan Seminar Pengabdian Masyarakat ini perlu dilaksanakan karena Kelurahan Pakulonan berada di kawasan perkotaan yang padat dengan tingkat pertumbuhan penduduk dan betonisasi lahan yang tinggi, sehingga memicu timbulan sampah rumah tangga serta penurunan area resapan air. Krisis pengelolaan sampah yang dihadapi wilayah sekitar menunjukkan bahwa pola konvensional "kumpul-angkut-buang" tidak lagi memadai tanpa adanya pemilahan dan edukasi dari sumbernya. Di sisi lain, masyarakat masih menghadapi kendala rendahnya kesadaran memilah sampah, belum optimalnya tata kelola Bank Sampah akibat keterbatasan SDM dan lahan, serta minimnya pemahaman teknis mengenai manfaat biopori sebagai solusi mitigasi genangan air dan pembuat kompos alami.
Melalui pelaksanaan program Eco-School, pembuatan Biopori Nusantara, dan Seminar Pengabdian Masyarakat, mahasiswa hadir untuk memberikan intervensi nyata berupa edukasi karakter sejak usia dini, perbaikan kualitas tanah, serta penyediaan ruang diskusi interaktif lintas elemen warga. Kegiatan ini menjadi krusial tidak hanya untuk mentransformasi pola pikir (behavioral mindset) masyarakat agar lebih peduli lingkungan, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi terpadu antara mahasiswa, akademisi, dan pemerintah kelurahan demi menciptakan ekosistem pengelolaan lingkungan yang mandiri, berdampak ekonomis, dan berkelanjutan di Kelurahan Pakulonan.
Tujuan Kegiatan
Tujuan dari pelaksanaan kegiatan KKN UMT Pakulonan 2026 adalah:
Siapa Saja yang Terlibat Pada Kegiatan
Pihak-pihak yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan KKN UMT di Kelurahan Pakulonan meliputi:
Apa Dampak Bagi Masyarakat dan Lingkungan
Pelakasanaan KKN di Kelurahan Pakulonan memiliki dampak positif serta menjadi sarana yang membawa manfaat bagi masyarakat maupun lingkngan. Dampak nyata kegiatan KKN UMT Pakulonan 2026 bagi masyarakat dan lingkungan adalah sebagai berikut:
Dampak Bagi Lingkungan:
Dampak Bagi Masyarakat:
Ceritakan Bagaimana Kegiatan Tersebut Berjalan
Pelaksanaan kegiatan kelompok KKN UMT Pakulonan 2026 berjalan sesuai dengan rencana kegiatan yang telah disusun sejak awal. Namun, terdapat beberapa perubahan dan penambahan program selama kegiatan berjalan. Alasan dilakukan perubahan dan penambahan tersebut karena menyesuaikan dengan sasaran, kondisi lingkungan, serta kebutuhan yang telah dimatangkan melalui observasi dan dialog dengan masyarakat serta bimbingan dari DPL. Kegiatan yang dilakukan tentunya tidak lepas dari dukungan pihak-pihak terkait yang turut membantu dalam menyukseskan jalannya program-program kerja yang telah disusun oleh kelompok mahasiswa KKN UMT Pakulonan 2026.
Berikut adalah penjelasan terstruktur mengenai bagaimana rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat KKN UMT Pakulonan 2026 berlangsung, yang berfokus pada program kerja: Biopori, Eco School, dan Seminar Pengabdian Masyarakat:
Program Kerja Optimalisasi Biopori
Program ini difokuskan sebagai solusi konservasi air tanah dan pengolahan limbah organik rumah tangga di pemukiman padat Kelurahan Pakulonan.
Program Kerja Eco School
Program ini dilaksanakan dalam dua jalur pendekatan (sekolah formal dan masyarakat) dengan tema “Belajar Sampah Itu Menyenangkan” untuk membentuk karakter peduli lingkungan sejak usia dini.
Seminar Pengabdian Masyarakat
Seminar ini menjadi puncak penyelarasan dan diseminasi program lingkungan KKN UMT Pakulonan 2026 yang mengusung tema “Seminar “Pasti” (Pakulonan Asri dengan Sampah Terkelola dan Biopori), Pemanfaatan Biopri Berbasis Partisipasi Masyarakat: Solusi Cerdas Pengelolaan Sampah Organik dan Resapan Air di Kelurahan Pakulonan”. Mahasiswa mengadakan coordination meeting bersama Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Pak Tarto, S.E., S.H., M.M. untuk mematangkan rundown dan pembagian tugas acara (MC, operator, Qoriah, dirigen, konsumsi, dan dokumentasi). Menghubungi pihak-pihak terkait yang terlibat pada saat acara berlangsung, serta menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan guna kelancaran jalannya acara.
Dokumentasi




Penutup
Demikian Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026 di Kelurahan Pakulonan ini disusun sebagai bentuk dokumentasi, evaluasi, dan pertanggungjawaban akademis atas seluruh rangkaian pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan. Keberhasilan pelaksanaan program kerja utama—mulai dari pembentukan karakter peduli lingkungan sejak dini melalui Eco School di SDN Pakulonan 01, penguatan konservasi air dan pengolahan limbah organik lewat Biopori, pendampingan tata kelola Bank Sampah berbasis masyarakat, hingga diseminasi edukasi melalui Seminar Pengabdian Masyarakat—merupakan buah dari kerja keras, komitmen, serta sinergi yang solid antar-sektor.
Atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan ini, segenap tim mahasiswa KKN UMT Pakulonan 2026 menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pihak Kelurahan Pakulonan, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Pengurus RT/RW, Kader PKK, Pihak Sekolah, serta seluruh lapisan masyarakat yang telah berpartisipasi aktif. Besar harapan kami agar berbagai program intervensi yang telah diinisiasi dapat terus dirawat, dikembangkan, dan direplikasi secara mandiri oleh warga lokal. Semoga kontribusi kecil yang disumbangkan oleh mahasiswa KKN UMT ini dapat memberikan dampak positif yang nyata, bernilai ekonomis, serta mampu mewujudkan ekosistem lingkungan Kelurahan Pakulonan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan secara jangka panjang.
Yandiva Ardan Fakahuda