LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN NEGLASARI 2026

LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN NEGLASARI 2026

: Senin, 20 Juli 2026 : Kelurahan Neglasari

Latar Belakang Kegiatan

Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat melalui pelaksanaan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), yang meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Salah satu bentuk nyata pelaksanaan dharma tersebut adalah Kuliah Kerja Nyata (KKN). Melalui kegiatan KKN, mahasiswa terlibat secara langsung dalam kehidupan masyarakat dengan menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai akademik untuk membantu mengidentifikasi serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) secara berkelanjutan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu lokasi pelaksanaan KKN adalah RW 08, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Wilayah ini merupakan kawasan permukiman perkotaan yang memiliki potensi sosial cukup kuat. Potensi tersebut tercermin dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan melalui PKK, Posyandu. Berdasarkan hasil observasi awal dan identifikasi kondisi masyarakat, RW 08 masih menghadapi beberapa permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan keluarga, dan pendidikan anak.Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) secara berkelanjutan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu lokasi pelaksanaan KKN adalah RW 08, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Wilayah ini merupakan kawasan permukiman perkotaan yang memiliki potensi sosial cukup kuat. Potensi tersebut tercermin dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan melalui PKK, Posyandu. Berdasarkan hasil observasi awal dan identifikasi kondisi masyarakat, RW 08 masih menghadapi beberapa permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan keluarga, dan pendidikan anak.

Sebagai salah satu perguruan tinggi Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) secara berkelanjutan melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di berbagai wilayah. Salah satu lokasi pelaksanaan KKN adalah RW 08, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang. Wilayah ini merupakan kawasan permukiman perkotaan yang memiliki potensi sosial cukup kuat. Potensi tersebut tercermin dari keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan melalui PKK, Posyandu. Berdasarkan hasil observasi awal dan identifikasi kondisi masyarakat, RW 08 masih menghadapi beberapa permasalahan yang berkaitan dengan lingkungan, kesehatan keluarga, dan pendidikan anak.

Pada aspek lingkungan, kepadatan permukiman, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan sampah organik, serta kegiatan penghijauan melalui urban farming dan penanaman tanaman dalam pot. Pengelolaan lingkungan yang baik penting dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan keindahan wilayah, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kesehatan keluarga dan pendidikan anak juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. 

Kegiatan Posyandu memiliki peran dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita serta mendukung upaya pencegahan stunting. Untuk mengoptimalkan peran tersebut, diperlukan penguatan program dan edukasi mengenai gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga. Anak-anak usia sekolah juga memerlukan pendampingan belajar, penguatan literasi digital yang sehat, serta pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.

Dalam menghadapi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN UMT berperan sebagai penggerak sekaligus mitra strategis bagi pengurus RT/RW, kader Posyandu, dan masyarakat setempat. Melalui pendekatan partisipatif yang berlandaskan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, mahasiswa bersama masyarakat berupaya merancang dan melaksanakan program yang sesuai dengan kebutuhan wilayah. Program tersebut diarahkan untuk mendukung terciptanya lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan asri, sekaligus menunjang tumbuh kembang anak agar menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

Berdasarkan hasil identifikasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di RW 08, Kelurahan Neglasari, difokuskan pada dua bidang utama, yaitu penguatan sanitasi dan pengelolaan lingkungan serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak maupun keluarga secara berkelanjutan. Fokus tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dan menghasilkan manfaat yang dapat dipertahankan setelah kegiatan KKN berakhir.

Mengapa Kegiatan Perlu Dilaksanakan 

Komitmen perguruan tinggi dalam memberikan manfaat nyata bagi masyarakat menjadi salah satu dasar penting dalam penyelenggaraan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini tidak semata-mata dilaksanakan sebagai persyaratan akademik untuk menyelesaikan pendidikan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab perguruan tinggi dan mahasiswa dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

KKN menjadi ruang yang mempertemukan pengetahuan akademik dengan kondisi nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa didorong untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, beradaptasi dengan lingkungan baru, mengidentifikasi potensi wilayah, serta menyusun program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Proses tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memecahkan masalah, tetapi juga membentuk sikap tangguh, kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, dan kepedulian sosial.

Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak perubahan positif. Melalui pelaksanaan program yang terarah dalam bidang kesehatan, kelestarian lingkungan, dan pendidikan, mahasiswa dapat membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan sehari-hari. Selain itu, interaksi yang terjalin selama kegiatan KKN dapat mendorong tumbuhnya motivasi belajar, optimisme, dan semangat pengembangan diri pada anak-anak serta generasi muda di wilayah sasaran. 

Dengan demikian, KKN turut memperkuat peran perguruan tinggi agar tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam proses pembangunan. Kegiatan ini membangun hubungan kerja sama yang setara antara perguruan tinggi dan masyarakat, sekaligus mewujudkan pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada kebermanfaatan dan keberlanjutan.

Siapa Saja Yang Terlibat Pada Kegiatan

  •    Kelurahan Neglasari (Firman Maulana Yusup, S.STP)
  •    Dosen Pembimbing Lapangan (Silfiana Dian Lestari, A.Md.Tra.,M.M)
  •    Ketua Rt 02 / Rw 08 Kampung Kodok Neglasari 
  •    Masyarakat Rt 02 Kampung Kodok Neglasasi
  •    PKK, Posyandu
  •    Guru SDN Neglasari 2
  •    Mahasiswa KKN UMT Kelurahan Neglasari: 

Apa Dampak Bagi Masyarakat Dan Lingkungan 

Adapun manfaat yang didapatkan mahasiswa dan masyarakat antara lain sebagai berikut:

  1. Mendorong Kesadaran dan Pengelolaan Lingkungan: Lewat program KKN, mahasiswa dan masyarakat bersinergi meningkatkan kebersihan pemukiman melalui kebiasaan memilah sampah rumah tangga, gerakan penghijauan di wilayah padat.
  2. Meningkatkan Kualitas Tumbuh Kembang dan Kesehatan Keluarga: KKN berperan sebagai wadah kolaborasi bersama kader Posyandu untuk mengawal pemenuhan gizi balita, mensosialisasikan upaya pencegahan stunting, serta membiasakan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini demi mewujudkan kesejahteraan keluarga.
  3. Mengaplikasikan Keilmuan Akademis dalam Mengatasi Permasalahan Masyarakat: KKN berfungsi sebagai media aktualisasi teori perkuliahan ke dalam aksi nyata, khususnya saat merumuskan solusi atas isu kebersihan lingkungan serta menyusun strategi pendampingan belajar yang komunikatif bagi anak-anak usia sekolah.
  4. Keterlibatan aktif dalam inisiatif lingkungan dan kesehatan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengoptimalkan potensi diri serta keterampilan sosial, mulai dari kepemimpinan dan komunikasi publik hingga adaptabilitas dan kolaborasi lintas disiplin.
  5. Mendorong Inovasi dan Kreativitas Partisipatif: KKN menjadi wadah kemitraan antara mahasiswa dan warga untuk menciptakan solusi aplikatif, seperti optimalisasi lahan terbatas melalui urban farming, daur ulang sampah rumah tangga, serta pengembangan metode edukasi anak yang komunikatif dan edukatif.

Ceritakan Bagaimana Kegiatan Tersebut Berjalan

Pembukaan KKN UMT Tahun 2026 di Kampus UMT dan Kelurahan Neglasari

Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026 dilaksanakan pada Senin, 20 Juli 2026, bertempat di Kampus UMT dan dilanjutkan di Kantor Kelurahan Neglasari. Acara ini diikuti oleh seluruh mahasiswa KKN UMT 2026 sebagai tanda resmi dimulainya program pengabdian kepada masyarakat. Pada hari yang sama, mahasiswa yang ditempatkan di Kelurahan Neglasari mengikuti sesi pembukaan dan silaturahmi bersama pihak kelurahan dan masyarakat, didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dari UMT. 

Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan mahasiswa, membangun komunikasi, serta memperkuat kerja sama selama pelaksanaan KKN. Mahasiswa memaparkan rencana program kerja yang akan dijalankan selama masa pengabdian di Kelurahan Neglasari. Acara dihadiri oleh Lurah Neglasari, Ketua RW 08 beserta pengurus, dan sejumlah perwakilan masyarakat. Rangkaian acara berlangsung tertib dan kekeluargaan, mencakup pembukaan, sambutan, presentasi program kerja, hingga simbolis pemasangan jaket KKN kepada ketua kelompok oleh Lurah Neglasari. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan mendapat sambutan positif dari kelurahan maupun Masyarakat.

Pelayanan Posyandu dan Pemeriksaan Mata Gratis di Kelurahan Neglasari

Kegiatan pelayanan Posyandu dilaksanakan di RW 08, Kelurahan Neglasari, bekerja sama dengan kader Posyandu dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Neglasari. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pemberian pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat, khususnya balita, ibu hamil, dan warga yang memerlukan pemeriksaan kesehatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan penimbangan berat badan dan pengukuran tinggi badan anak sebagai bagian dari pemantauan pertumbuhan dan perkembangan. Selanjutnya, anak-anak memperoleh imunisasi sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. 

Pada kegiatan tersebut juga dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil, termasuk pemantauan kondisi kehamilan. Mahasiswa KKN turut membantu proses pelaksanaan dan mendampingi masyarakat agar seluruh kegiatan dapat berlangsung secara tertib dan lancar. Selain mendukung pelayanan Posyandu, mahasiswa KKN juga berpartisipasi dalam kegiatan pemeriksaan mata gratis bagi masyarakat Neglasari. Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat serta memberikan kesempatan kepada warga untuk mengetahui kondisi kesehatan mata sejak dini.

Edukasi Pemilahan dan Pemanfaatan Sampah di SDN Neglasari 2

Kegiatan edukasi lingkungan dilaksanakan di SDN Neglasari 2 sebagai salah satu program kerja mahasiswa KKN untuk menumbuhkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pengelolaan sampah, mulai dari membuang sampah pada tempatnya, mengurangi jumlah sampah, hingga memanfaatkan sampah menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta dampak sampah terhadap lingkungan. 

Mahasiswa KKN juga menjelaskan pentingnya membuang dan memilah sampah sesuai dengan jenisnya, yaitu sampah organik dan anorganik. Materi disampaikan secara interaktif dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami agar siswa dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan menerapkan kebiasaan memilah sampah dalam kehidupan sehari-hari. Edukasi pemilahan sampah di lingkungan sekolah juga sejalan dengan upaya membangun kesadaran siswa mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya.

Dari Limbah Jadi Manfaat: Program Eco Paving Block Bersama Warga

Program kerja ini mengolah limbah plastik dan bahan organik tertentu menjadi eco paving block, material konstruksi ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk jalan setapak, halaman, dan trotoar. Melalui sosialisasi, pelatihan pemilahan sampah, demonstrasi pembuatan, hingga pendampingan pemasangan, program ini bertujuan membekali masyarakat dengan keterampilan mengolah limbah sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan rapi.

    Edukasi Warga Ubah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi

Mahasiswa KKN melaksanakan program pemberdayaan masyarakat dengan mengubah limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai guna. Kegiatan dimulai dari sosialisasi dampak negatif membuang jelantah sembarangan, dilanjutkan praktik pemurnian sederhana (penyaringan dan penyerapan bau menggunakan arang), pencampuran dengan bahan pengeras (paraffin/stearin/palmwax), penambahan pewarna dan pewangi, hingga pencetakan dengan sumbu. Melalui pendampingan bertahap, warga tidak hanya belajar mengelola limbah rumah tangga secara lebih bijak, tetapi juga memperoleh keterampilan membuat produk yang dapat dipakai sendiri atau dikembangkan sebagai usaha kreatif lokal.

   Ubah Botol Plastik Bekas Jadi Pot Bunga untuk Penghijauan

      Mahasiswa KKN memulai program kerja penghijauan kreatif dengan memanfaatkan limbah botol plastik bekas sebagai pot bunga dan media tanam TOGA (Tanaman Obat Keluarga) di area pemuk iman warga. Program ini menggabungkan edukasi pengolahan sampah plastik, aksi penanaman tanaman hias, dan pengembangan apotek hidup keluarga untuk meningkatkan kemandirian kesehatan dan keindahan lingkungan.

Pengelolaan Sampah Plastik Rumah Tangga Menjadi Ecobrick Ramah Lingkungan

Mahasiswa KKN melaksanakan program ecobrick guna mengedukasi warga dalam mengelola sampah plastik rumah tangga yang sulit terurai. Kegiatan diawali dengan pemilahan dan pembersihan sampah plastik, pelatihan pemadatan ke dalam botol bekas dengan rasio kepadatan yang sesuai standar, hingga perangkaian ecobrick menjadi sarana fisik desa. Selain menekan angka pencemaran lingkungan, program ini membekali masyarakat dengan keterampilan daur ulang mandiri untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan rapi.

Penutup

Pada Selasa, 20 Agustus 2026, mahasiswa KKN UMT 2026 di Kelurahan Neglasari menggelar acara pelepasan sebagai penutup rangkaian program pengabdian masyarakat. Acara ini dihadiri oleh Kepala Kelurahan Neglasari, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW 08 beserta jajarannya, serta seluruh peserta KKN. Rangkaian kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan ucapan perpisahan antara mahasiswa, pihak kelurahan, dan pengurus RW 08. Dengan demikian, seluruh program KKN UMT 2026 di Kelurahan Neglasari dinyatakan resmi berakhir.

Dokumentasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan hasil identifikasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di RW 08, Kelurahan Neglasari, difokuskan pada dua bidang utama, yaitu penguatan sanitasi dan pengelolaan lingkungan serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak maupun keluarga secara berkelanjutan. Fokus tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dan menghasilkan manfaat yang dapat dipertahankan setelah kegiatan KKN berakhir.Berdasarkan hasil identifikasi dan pemetaan kebutuhan masyarakat, pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di RW 08, Kelurahan Neglasari, difokuskan pada dua bidang utama, yaitu penguatan sanitasi dan pengelolaan lingkungan serta peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak maupun keluarga secara berkelanjutan. Fokus tersebut diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat dan menghasilkan manfaat yang dapat dipertahankan setelah kegiatan KKN berakhir.

Kegiatan Posyandu memiliki peran dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan balita serta mendukung upaya pencegahan stunting. Untuk mengoptimalkan peran tersebut, diperlukan penguatan program dan edukasi mengenai gizi seimbang bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga. Anak-anak usia sekolah juga memerlukan pendampingan belajar, penguatan literasi digital yang sehat, serta pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sejak dini.

Pada aspek lingkungan, kepadatan permukiman, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan sampah organik, serta kegiatan penghijauan melalui urban farming dan penanaman tanaman dalam pot. Pengelolaan lingkungan yang baik penting dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan keindahan wilayah, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kesehatan keluarga dan pendidikan anak juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pada aspek lingkungan, kepadatan permukiman, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan sampah organik, serta kegiatan penghijauan melalui urban farming dan penanaman tanaman dalam pot. Pengelolaan lingkungan yang baik penting dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan keindahan wilayah, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kesehatan keluarga dan pendidikan anak juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pada aspek lingkungan, kepadatan permukiman, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan sampah organik, serta kegiatan penghijauan melalui urban farming dan penanaman tanaman dalam pot. Pengelolaan lingkungan yang baik penting dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan keindahan wilayah, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kesehatan keluarga dan pendidikan anak juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pada aspek lingkungan, kepadatan permukiman, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan sampah organik, serta kegiatan penghijauan melalui urban farming dan penanaman tanaman dalam pot. Pengelolaan lingkungan yang baik penting dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan keindahan wilayah, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kesehatan keluarga dan pendidikan anak juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. Pada aspek lingkungan, kepadatan permukiman, pengelolaan sampah rumah tangga yang belum optimal, serta keterbatasan ruang terbuka hijau menjadi tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan mengenai pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pemanfaatan sampah organik, serta kegiatan penghijauan melalui urban farming dan penanaman tanaman dalam pot. Pengelolaan lingkungan yang baik penting dilakukan karena tidak hanya berkaitan dengan kebersihan dan keindahan wilayah, tetapi juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat. Selain persoalan lingkungan, kesehatan keluarga dan pendidikan anak juga menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan. 

Penulis

Haikal Abyan Novansyah

Haikal Abyan Novansyah

S1-Teknik Mesin