Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat, yang wajib ditempuh oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Melalui KKN, mahasiswa dituntut untuk mampu mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di bangku kuliah secara nyata di tengah kehidupan masyarakat guna membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi, salah satunya adalah permasalahan lingkungan hidup.
Permasalahan sampah hingga saat ini masih menjadi salah satu isu lingkungan yang krusial di berbagai wilayah, termasuk di kawasan pedesaan yang mengalami perkembangan pesat akibat pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Volume sampah yang terus meningkat, minimnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah, serta belum optimalnya sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat menjadi tantangan tersendiri yang perlu ditangani secara berkelanjutan. Jika tidak dikelola dengan baik, permasalahan sampah dapat berdampak negatif terhadap kesehatan masyarakat, keindahan lingkungan, serta keseimbangan ekosistem sekitar.
Desa Cihuni, sebagai salah satu wilayah yang menjadi lokasi pelaksanaan KKN, memiliki potensi dan tantangan tersendiri dalam pengelolaan lingkungan dan sampah. Kondisi ini mendorong perlunya keterlibatan aktif berbagai pihak, termasuk mahasiswa, dalam upaya edukasi, pendampingan, dan penerapan solusi inovatif terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan di desa tersebut.
Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan semangat Muhammadiyah memiliki komitmen untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian tinggi terhadap kelestarian lingkungan. Melalui program KKN dengan fokus lingkungan dan sampah ini, mahasiswa diharapkan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik, mendorong penerapan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), serta membantu menciptakan lingkungan Desa Cihuni yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan KKN ini secara resmi dimulai dengan pelaksanaan pembukaan pada tanggal 21 Juli 2026, yang menandai awal dari rangkaian program kerja mahasiswa di Desa Cihuni. Melalui sinergi antara mahasiswa, perangkat desa, dan masyarakat setempat, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif dan berkelanjutan dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik.
Desa Cihuni, yang terletak di Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, dipilih sebagai lokasi KKN karena memiliki sejumlah potensi sekaligus tantangan yang relevan untuk didampingi. Salah satu isu utama adalah kondisi Situ Cihuni yang mengalami sedimentasi dan alih fungsi lahan, sehingga membutuhkan upaya normalisasi serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga fungsi ekologis situ tersebut. Di sisi lain, situ ini juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi lingkungan sekaligus destinasi wisata yang dapat mendorong perekonomian warga sekitar.
Selain isu lingkungan, Desa Cihuni juga masih memerlukan penguatan di bidang kesehatan masyarakat dan tata kelola organisasi warga. Kegiatan pembinaan kader kesehatan, pengelolaan posyandu, hingga pemanfaatan tanaman obat keluarga oleh kelompok Wanita Tani menunjukkan adanya potensi lokal yang perlu terus dikembangkan dan didampingi agar berjalan lebih optimal. Demikian pula dengan program PKK desa yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten, sehingga membutuhkan dukungan dalam hal administrasi, pelaporan, dan penggerakan partisipasi masyarakat.
Berdasarkan kondisi tersebut, pelaksanaan KKN UMT di Desa Cihuni menjadi sangat relevan dan strategis. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui program-program pemberdayaan yang menyentuh aspek lingkungan, kesehatan, ekonomi, dan sosial masyarakat, sekaligus membangun sinergi berkelanjutan antara UMT dengan pemerintah desa dan warga setempat. Dengan demikian, KKN tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Desa Cihuni, tetapi juga menjadi ruang belajar berharga bagi mahasiswa dalam mengasah kepekaan sosial dan kemampuan pengabdian kepada masyarakat.
kegiatan KKN ini bertujuan memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa melalui keterlibatan langsung dalam kehidupan masyarakat, guna menumbuhkan kepedulian sosial, mengasah kemampuan analisis dan pemecahan masalah, serta mewujudkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat.
Secara khusus, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan masyarakat melalui edukasi mengenai dampak sedimentasi dan alih fungsi lahan di Situ Cihuni, serta mendukung upaya normalisasi dan konservasinya. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan potensi Situ Cihuni sebagai destinasi wisata yang dapat mendorong perekonomian warga sekitar. Di bidang kesehatan, kegiatan KKN bertujuan memperkuat pelaksanaan posyandu, pembinaan kader kesehatan agar berjalan lebih optimal.
Selain manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan membangun sinergi berkelanjutan antara UMT dengan pemerintah Desa Cihuni sebagai landasan kerja sama di masa mendatang. Di sisi lain, kegiatan ini turut bertujuan mengembangkan soft skill mahasiswa, seperti kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama tim, dan pemecahan masalah nyata melalui interaksi langsung dengan masyarakat desa.
Pihak yang Terlibat dalam kegiatan KKN UMT di Desa Cihuni:
1. Sosialisasi ke SD Cihuni 3 terkait Recycle Sampah
Kegiatan sosialisasi recycle sampah dilaksanakan di SD Cihuni 3 sebagai bentuk edukasi kepada siswa kelas 3 dan kelas 6 mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak usia dini. Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta perbedaan sampah organik dan anorganik. Mahasiswa KKN juga menjelaskan bahwa tidak semua sampah harus langsung dibuang, karena beberapa jenis sampah masih dapat dimanfaatkan dan diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna.
Dalam penyampaian materi, mahasiswa menggunakan bahasa yang sederhana dan memberikan contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti botol plastik, tutup botol, kertas, dan kemasan makanan. Siswa diberikan pemahaman mengenai konsep reduce, reuse, dan recycle serta diajak untuk membiasakan diri membuang dan memilah sampah pada tempat yang sesuai. Kegiatan berlangsung secara interaktif karena siswa diberikan kesempatan untuk bertanya dan menyampaikan pengalaman mereka dalam mengelola sampah di lingkungan sekolah maupun rumah. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa dapat memiliki kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan serta memahami bahwa sampah tertentu masih dapat dimanfaatkan kembali.
2. Kegiatan Workshop Recycle Sampah Menjadi Tempat Penyimpanan Alat Tulis dari Botol Bekas
Setelah mendapatkan pemahaman mengenai recycle, siswa SD Cihuni 3 mengikuti kegiatan workshop dengan memanfaatkan botol plastik bekas menjadi tempat penyimpanan alat tulis. Kegiatan ini dilakukan secara langsung agar siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga dapat mempraktikkan proses daur ulang sederhana.
Kegiatan diawali dengan menyiapkan botol plastik bekas yang telah dibersihkan, kemudian mahasiswa KKN memberikan contoh tahapan pembuatannya. Botol dipotong dan dibentuk sesuai dengan ukuran yang dibutuhkan, kemudian bagian tersebut dilapisi dengan kertas kado lalu dihias menggunakan berbagai bahan yang telah disediakan. Siswa mengikuti setiap tahapan dengan didampingi oleh mahasiswa KKN. Mereka juga diberikan kebebasan untuk menentukan bentuk dan hiasan sesuai dengan kreativitas masing-masing.
Kegiatan berlangsung dengan antusias karena siswa dapat melihat secara langsung bahwa botol plastik yang sebelumnya dianggap sebagai sampah dapat diubah menjadi barang yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Selain menghasilkan tempat penyimpanan alat tulis, kegiatan ini juga melatih kreativitas, ketelitian, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan.
3. Workshop Recycle Sampah Menjadi Keychain dari Tutup Botol Bekas
Kegiatan workshop recycle sampah menjadi keychain dari tutup botol bekas dilaksanakan bersama ibu-ibu di Desa Cihuni. Kegiatan diawali dengan memberikan penjelasan singkat mengenai pemanfaatan kembali barang bekas, khususnya tutup botol yang sering dianggap sebagai sampah dan langsung dibuang. Selanjutnya, ibu-ibu diajak untuk membuat gantungan kunci dengan memanfaatkan tutup botol bekas yang telah disiapkan.
Selama kegiatan berlangsung, ibu-ibu terlihat antusias dan aktif mengikuti setiap tahapan pembuatan. Mereka mulai dari memilih tutup botol, menghiasnya dengan berbagai bahan yang tersedia, hingga memasang ring gantungan kunci. Mahasiswa KKN turut mendampingi dan membantu apabila terdapat kesulitan dalam proses pembuatannya. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang santai dan menyenangkan karena selain belajar membuat kerajinan, para peserta juga dapat saling berbagi ide dan berdiskusi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan ibu-ibu dapat memperoleh inspirasi untuk memanfaatkan barang bekas menjadi kerajinan yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi salah satu bentuk edukasi bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari hal sederhana yang dilakukan di lingkungan rumah.
4. Kegiatan Edukasi Bullying di MI Nurul Falah
Kegiatan edukasi bullying dilaksanakan di MI Nurul Falah dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai perilaku bullying serta dampak yang dapat ditimbulkan terhadap korban maupun lingkungan sekolah. Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pengertian bullying dan berbagai bentuknya, seperti bullying secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital.
Materi disampaikan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa dan disertai dengan contoh situasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Mahasiswa KKN mengajak siswa untuk memahami bahwa mengejek, memberikan julukan yang tidak disukai, mengucilkan teman, mendorong, memukul, maupun melakukan tindakan yang membuat orang lain merasa takut dan tidak nyaman merupakan perilaku yang perlu dihindari.
Kegiatan juga dilakukan secara interaktif melalui sesi tanya jawab dan diskusi. Siswa diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat mengenai tindakan yang sebaiknya dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying. Mahasiswa memberikan pemahaman bahwa apabila menemukan tindakan bullying, siswa sebaiknya tidak ikut melakukan, tidak membiarkan, dan berani melaporkannya kepada guru atau orang dewasa yang dipercaya. Melalui edukasi ini, diharapkan tercipta lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan saling menghargai.
5. Kegiatan Pembuatan Papan Informasi Digital Desa Cihuni
Kegiatan pembuatan Papan Informasi Digital Desa Cihuni merupakan salah satu bentuk kontribusi kelompok KKN dalam menyediakan media informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Papan informasi dibuat sebagai media untuk menyampaikan informasi secara lebih sederhana, menarik, dan mudah dilihat oleh masyarakat. Isi informasi disusun dengan mempertimbangkan hal-hal yang dekat dengan kehidupan masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan lingkungan dan kegiatan edukatif di Desa Cihuni.
Proses pembuatan dilakukan secara bertahap, mulai dari menentukan informasi yang akan disampaikan, menyusun konsep dan desain, menyiapkan bahan, hingga melakukan proses pembuatan dan pemasangan papan. Dalam pengerjaannya, anggota kelompok KKN membagi tugas agar proses pembuatan dapat berjalan dengan baik. Setelah selesai, papan informasi ditempatkan pada lokasi yang telah ditentukan sehingga dapat menjadi salah satu media informasi yang bisa dilihat dan dimanfaatkan oleh masyarakat Desa Cihuni.
6. Membuat Papan Informasi Sampah Terurai
Kegiatan pembuatan Papan Informasi Sampah Terurai merupakan salah satu kegiatan yang berfokus pada edukasi mengenai permasalahan sampah dan waktu yang dibutuhkan oleh berbagai jenis sampah untuk terurai. Papan informasi ini dibuat untuk memberikan gambaran kepada masyarakat bahwa setiap jenis sampah memiliki waktu penguraian yang berbeda-beda dan beberapa jenis sampah membutuhkan waktu yang sangat lama untuk terurai. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan membuang sampah pada tempatnya.
Pembuatan papan dilakukan mulai dari menentukan jenis sampah yang akan ditampilkan, mencari dan menyusun informasi mengenai waktu penguraiannya, membuat desain, hingga menyelesaikan papan agar siap dipasang. Informasi disajikan secara visual agar lebih mudah dibaca dan dipahami oleh masyarakat. Setelah proses pembuatan selesai, papan informasi ditempatkan di lokasi yang dapat dilihat oleh masyarakat. Dengan adanya media edukasi ini, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar terhadap dampak sampah terhadap lingkungan dan mulai membiasakan diri untuk melakukan pengelolaan sampah dengan lebih baik.
7. Kegiatan Membuat Bak Sampah Organik dan Anorganik
Kegiatan pembuatan bak sampah organik dan anorganik dilakukan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumbernya. Bak sampah dibuat dengan memanfaatkan bahan yang telah disiapkan, kemudian diberikan penanda untuk membedakan sampah organik dan anorganik agar lebih mudah digunakan oleh masyarakat. Pemilahan sampah sejak dari sumbernya juga penting agar sampah yang masih dapat dimanfaatkan atau didaur ulang tidak tercampur dengan sampah lainnya.
Setelah proses pembuatan selesai, bak sampah kemudian ditempatkan di RT 02 RW 03 Desa Cihuni pada lokasi yang mudah dijangkau dan terlihat oleh masyarakat. Penempatan ini diharapkan dapat membantu warga membiasakan diri membuang sampah sesuai dengan jenisnya. Selain menjadi fasilitas untuk membuang sampah, keberadaan bak sampah tersebut juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar. Kegiatan berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari masyarakat setempat. Melalui program ini, diharapkan kebiasaan memilah sampah dapat terus dilakukan dan lingkungan RT 02 RW 03 menjadi lebih bersih, rapi, dan nyaman.
8. Sosialisasi Manajemen Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik
Kegiatan Sosialisasi Manajemen Pengelolaan Sampah Organik dan Anorganik dilaksanakan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara mengelola sampah yang dihasilkan dari aktivitas sehari-hari. Kegiatan ini membahas perbedaan antara sampah organik dan anorganik, pentingnya melakukan pemilahan, serta cara sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan rumah maupun lingkungan sekitar. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana agar informasi dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh masyarakat.
Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab sehingga masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan maupun permasalahan yang mereka temui dalam mengelola sampah. Kegiatan kemudian ditutup dengan ajakan untuk menjaga kebersihan dan mulai membiasakan pemilahan sampah dari rumah. Melalui sosialisasi ini, diharapkan masyarakat tidak hanya mengetahui jenis-jenis sampah, tetapi juga memiliki kesadaran untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengelolaan sampah secara lebih bertanggung jawab.
9. Pembuatan Tempat Sampah Dari Daur Ulang Galon Plastik
Kegiatan pembuatan tempat sampah dari galon plastik bekas merupakan salah satu bentuk pemanfaatan kembali limbah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari program kerja KKN yang berfokus pada pengelolaan dan pemilahan sampah di lingkungan sekolah. Tempat sampah yang dibuat nantinya akan ditempatkan di SD Cihuni 3 dan MI Nurul Falah sebagai fasilitas pendukung bagi siswa dan warga sekolah dalam membuang serta memilah sampah sesuai dengan jenisnya.
Kegiatan diawali dengan mengumpulkan galon plastik bekas yang sudah tidak digunakan. Galon-galon tersebut kemudian dibersihkan terlebih dahulu untuk menghilangkan kotoran yang masih menempel sehingga lebih layak untuk digunakan sebagai bahan pembuatan tempat sampah. Setelah proses pembersihan selesai, galon dipotong menjadi dua bagian dengan ukuran yang disesuaikan agar dapat digunakan sebagai wadah tempat sampah.
Bagian galon yang telah dipotong kemudian disusun dan disambungkan menggunakan kawat. Untuk memperkuat sambungan agar tidak mudah lepas, bagian tersebut kemudian diikat menggunakan cable ties. Proses ini dilakukan dengan memperhatikan kekuatan dan kerapian tempat sampah sehingga dapat digunakan dengan baik oleh siswa. Setelah bentuk tempat sampah selesai dibuat, dilakukan pengecekan kembali pada bagian sambungan dan sisi galon untuk memastikan tidak terdapat bagian yang dapat membahayakan pengguna.
Selanjutnya, dibuat dua jenis tempat sampah dengan warna yang berbeda, yaitu tempat sampah berwarna hijau untuk sampah organik dan tempat sampah berwarna kuning untuk sampah nonorganik. Pemberian warna tersebut bertujuan untuk mempermudah siswa dalam membedakan tempat pembuangan berdasarkan jenis sampah. Tempat sampah juga diberikan penanda atau tulisan mengenai jenis sampah yang dapat dimasukkan sehingga penggunaannya lebih mudah dipahami.
Setelah seluruh tempat sampah selesai dibuat, tempat sampah tersebut dipersiapkan untuk ditempatkan di SD Cihuni 3 dan MI Nurul Falah. Penempatan dilakukan pada lokasi yang mudah terlihat dan mudah dijangkau oleh siswa, sehingga dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari di lingkungan sekolah. Sebelum digunakan, mahasiswa KKN juga memberikan penjelasan singkat kepada siswa mengenai fungsi dari masing-masing tempat sampah serta pentingnya membuang sampah sesuai dengan jenisnya.










Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Cihuni telah memberikan pengalaman, pembelajaran, serta kesempatan bagi mahasiswa untuk berkontribusi secara langsung kepada masyarakat. Berbagai program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik berkat adanya kerja sama, dukungan, dan partisipasi dari berbagai pihak.
Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada PT. Piranti Kecerdasan Buatan (PIKEBU) dan Hippo Elite selaku pihak sponsorship yang telah memberikan dukungan dalam menunjang pelaksanaan berbagai kegiatan KKN. Bantuan dan kepercayaan yang diberikan sangat berarti bagi kelompok kami dalam menjalankan program kerja serta memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cihuni.
Kami juga menyampaikan apresiasi kepada Dosen Pembimbing Lapangan, Pemerintah Desa Cihuni, masyarakat Desa Cihuni, serta seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung kegiatan KKN dari awal hingga akhir. Berkat kerja sama dan dukungan tersebut, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik.Kami menyadari bahwa pelaksanaan kegiatan maupun penyusunan laporan ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang.
Akhir kata, semoga seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Cihuni dan menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota kelompok KKN. Semoga hubungan baik dan kerja sama yang telah terjalin dapat terus terjaga serta memberikan manfaat di kemudian hari.
Efi Apriliani