LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN UMT KELURAHAN GEBANG RAYA OLEH KKN GEBANG RAYA 2026

LAPORAN AKHIR KEGIATAN KKN UMT KELURAHAN GEBANG RAYA OLEH KKN GEBANG RAYA 2026

: Senin, 20 Juli 2026 : Kelurahan Gebang Raya

Latar belakang kegiatan

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kontribusi berdasarkan kondisi, kebutuhan, dan potensi yang dimiliki oleh lingkungan masyarakat. Melalui kegiatan KKN mahasiswa melakukan pengamatan serta berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk memahami kondisi lingkungan dan mengidentifikasi berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui program kerja yang inovatif dan berkelanjutan.

Berdasarkan hasil observasi, RW 08 Kelurahan Gebang Raya telah memiliki berbagai kegiatan yang menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan, seperti Bank Sampah, kegiatan penghijauan, serta pemanfaatan barang bekas. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang dapat dikembangkan, khususnya dalam pemeliharaan tanaman, penyediaan papan informasi mengenai informasi pemilahan sampah, serta pemanfaatan sampah plastik agar memiliki nilai guna. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya perpaduan antara pemanfaatan teknologi sederhana dan peningkatan kesadaran ekologis masyarakat dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan tema “Kampung Cerdas Lingkungan: Integrasi Teknologi dan Kesadaran Ekologis dalam Pembangunan Masyarakat,” kelompok KKN melaksanakan beberapa program kerja yang mengintegrasikan inovasi sederhana dengan kepedulian terhadap lingkungan. Program tersebut meliputi pengadaan tanaman lidah mertua, pembuatan sistem penyiraman tanaman otomatis sebagai bentuk penerapan teknologi sederhana, pembuatan papan informasi mengenai jenis sampah yang dapat didaur ulang beserta masa terurainya untuk ditempatkan di Bank Sampah, serta pembuatan kerajinan keychain dari tutup botol bekas.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat secara langsung bagi lingkungan RW 08, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memiliki kesadaran dan keterlibatan dalam menjaga kelestarian lingkungan. Dengan mengintegrasikan teknologi sederhana, edukasi, dan kreativitas dalam pengelolaan lingkungan, kegiatan KKN ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan lingkungan masyarakat yang lebih hijau, cerdas, mandiri, dan berkelanjutan.

Atas dasar kondisi tersebut, kelompok KKN melaksanakan beberapa program kerja yang saling berkaitan, yaitu pengadaan tanaman lidah mertua, pembuatan sistem penyiraman tanaman otomatis, pembuatan papan informasi mengenai sampah yang dapat didaur ulang beserta masa terurainya untuk ditempatkan di Bank Sampah, serta pembuatan kerajinan keychain dari tutup botol bekas. Rangkaian kegiatan tersebut disusun sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan yang lebih hijau, informatif, dan memiliki kesadaran terhadap pengelolaan sampah.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Rangkaian kegiatan ini perlu dilaksanakan sebagai bentuk upaya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan potensi yang telah dimiliki oleh RW 08. Pengelolaan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan, tetapi juga mencakup penghijauan, pemeliharaan tanaman, pengelolaan sampah, pemanfaatan kembali barang bekas, serta penyediaan informasi yang dapat meningkatkan pemahaman masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan yang tidak hanya memberikan hasil secara langsung, tetapi juga mampu mendorong perubahan kebiasaan masyarakat secara bertahap dan berkelanjutan.

Pengadaan tanaman lidah mertua diperlukan untuk mendukung penghijauan lingkungan sekaligus meningkatkan pemanfaatan ruang yang tersedia di sekitar masyarakat. Tanaman lidah mertua dipilih karena relatif mudah dirawat dan dapat ditempatkan di berbagai area lingkungan. Keberadaan tanaman tersebut diharapkan dapat menambah unsur hijau serta mendorong masyarakat untuk lebih peduli terhadap keberadaan dan perawatan tanaman di lingkungan tempat tinggal.

Selanjutnya, pembuatan sistem penyiraman tanaman otomatis dilaksanakan sebagai bentuk penerapan teknologi sederhana dalam mendukung perawatan tanaman. Sistem ini dapat membantu proses penyiraman agar lebih praktis dan teratur, terutama ketika penyiraman secara manual tidak dapat dilakukan secara rutin. Penerapan teknologi sederhana tersebut menjadi salah satu bentuk integrasi antara inovasi dan kepedulian ekologis, sehingga pemanfaatan teknologi tidak hanya berorientasi pada kemudahan, tetapi juga dapat digunakan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan.

Pembuatan papan informasi mengenai pemilahan sampah juga diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai jenis-jenis sampah yang dapat disetorkan ke bank sampai hingga waktu untuk teruranya sampah. Papan tersebut ditempatkan di area Bank Sampah yang diharapkan dapat menjadi media edukasi yang mudah diakses oleh masyarakat. Dengan adanya informasi tersebut, masyarakat dapat lebih memahami dampak sampah terhadap lingkungan dan terdorong untuk melakukan pemilahan serta pengelolaan sampah dengan lebih tepat.

Selain itu, pemanfaatan tutup botol bekas menjadi kerajinan keychain dilaksanakan sebagai upaya mengenalkan konsep penggunaan kembali barang bekas melalui kegiatan yang kreatif. Kegiatan ini dapat memberikan pemahaman bahwa barang yang dianggap tidak memiliki nilai guna masih dapat dimanfaatkan menjadi produk yang memiliki nilai fungsi maupun nilai estetika. Khususnya bagi anak-anak, kegiatan tersebut dapat menjadi media pembelajaran yang lebih menarik karena menggabungkan unsur edukasi, kreativitas, dan praktik secara langsung.

Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berfokus pada penyelesaian permasalahan lingkungan secara praktis, tetapi juga berupaya membangun pola pikir masyarakat agar lebih sadar terhadap pentingnya menjaga dan memanfaatkan lingkungan secara bijak. Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan tercipta lingkungan RW 08 Gebang Raya yang lebih hijau, informatif, kreatif, dan memiliki kesadaran ekologis yang lebih baik. Lebih dari sekadar menghasilkan fasilitas atau produk, program kerja ini diharapkan dapat meninggalkan pengetahuan dan kebiasaan positif yang dapat diterapkan oleh masyarakat secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai. 


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
  2. Mendorong masyarakat untuk menerapkan pola hidup yang lebih peduli terhadap kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.
  3. Memanfaatkan teknologi sederhana sebagai pendukung dalam pengelolaan dan perawatan lingkungan.
  4. Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan serta pemanfaatan sampah.
  5. Mendorong kreativitas dan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.
  6. Menciptakan lingkungan masyarakat yang lebih hijau, bersih, nyaman, dan berkelanjutan.
  7. Mendukung terbentuknya masyarakat yang mandiri dan memiliki kesadaran ekologis dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
  8. Mendorong terciptanya lingkungan yang lebih inovatif melalui penerapan ide dan solusi sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
  9. Meningkatkan keterlibatan dan gotong royong masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan potensi lingkungan di sekitarnya.
  10. Mewujudkan lingkungan yang mampu memanfaatkan potensi, teknologi, dan sumber daya secara bijak untuk mendukung kualitas hidup masyarakat.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

Pelaksanaan rangkaian kegiatan ini melibatkan beberapa pihak yang saling mendukung dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga keberlanjutan program, yaitu:

  1. Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yaitu memberikan bimbingan dan arahan kepada mahasiswa dalam perencanaan dan pelaksanaan program kerja KKN agar kegiatan dapat berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.
  2. Ketua RW dan Pengurus RW 08 yaitu memberikan izin, arahan, dan dukungan dalam pelaksanaan kegiatan serta membantu mengoordinasikan kegiatan di lingkungan RW 08.
  3. Ketua RT dan Pengurus RT yaitu membantu mahasiswa dalam melakukan koordinasi dengan masyarakat serta mendukung pelaksanaan kegiatan di masing-masing wilayah RT.
  4. Kader Posyandu yaitu mendukung dan membantu pelaksanaan kegiatan dengan meminjamkan tempat serta fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa KKN selama kegiatan berlangsung,
  5. Pengurus Greenfinity yatu mendukung dan membantu pelaksanaan program yang berkaitan dengan penghijauan, perawatan tanaman, serta peningkatan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.
  6. Karang Taruna yaitu membantu pelaksanaan dan koordinasi kegiatan serta mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan lingkungan dan masyarakat.
  7. Masyarakat RW 08 berperan sebagai penerima manfaat sekaligus turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan, serta diharapkan dapat menjaga dan memanfaatkan hasil program secara berkelanjutan.
  8. Mahasiswa KKN berperan sebagai pelaksana utama yang bertanggung jawab dalam merencanakan, mempersiapkan, melaksanakan, dan mengevaluasi seluruh rangkaian program kerja.

NAMA MAHASISWA

NIM

Afra Nada Farihah

23142010068

Azhara Nur Afifah Aryanti

23702010050

Dhea Oktavia Amanda

23702010207

Dini Shofiyah Az-zahra

23862080056

Dita Amelia

23702010005

Fadla Raihan

23702010105

Firanda Akhwa Asyisya

23612010252

Hanifah Dwi Jannati

23612010255

Irfan Syaef Fudianto

2222201082

Kezia Citra Kirana

23862060141

Marselina Siriyani Gulo

23862060141

Mikyoyuki Rezmayadhi

23262010035

Muhammad Ronald Bustomi

23262010022

Neli Putri Indrayani

23262010022

Nur Alya Putri Ani

23612010273

Nur Fitri Dwi Rahma Aulia

23262010024

Purnama Wira Yudha

23742010079

Salsabila Ananda Yusuf

23612010258

Sri Supatmi

23262010019

Tita Agustianingrum

23622010009

Tri Bintang Putri Illahi Amy Wahyudin

23842020003

Trisanda Martan

23262010023

Vriska Nadilla Handayani

23862060144

Yuliana Dila Pansela

23622010120

Yuriket Gulo

23622010136


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

  1. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
  2. Mendorong terciptanya lingkungan RW 08 yang lebih hijau, asri, bersih, dan nyaman melalui kegiatan penghijauan dan perawatan tanaman.
  3. Menambah pengetahuan masyarakat mengenai pemilahan, pengelolaan, dan pemanfaatan sampah secara lebih bijak.
  4. Mengenalkan penerapan teknologi sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung perawatan dan keberlanjutan lingkungan.
  5. Mengurangi potensi sampah plastik dengan mendorong pemanfaatan kembali barang bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna.
  6. Meningkatkan kreativitas masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja, melalui kegiatan pemanfaatan barang bekas secara edukatif dan menyenangkan.
  7. Mendorong masyarakat untuk menerapkan kebiasaan yang lebih ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.
  8. Meningkatkan partisipasi, kerja sama, dan gotong royong masyarakat dalam menjaga serta mengembangkan lingkungan.
  9. Mendukung keberlanjutan program lingkungan melalui fasilitas, informasi, dan pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN selesai.
  10. Mendorong terwujudnya lingkungan masyarakat yang lebih cerdas, mandiri, peduli, dan berkelanjutan melalui integrasi teknologi dan kesadaran ekologis.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Perjalanan KKN kami di RW 08 dimulai dengan kedatangan dan pengenalan lingkungan tempat kami melaksanakan pengabdian. Pada tahap awal, kami melakukan koordinasi dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, Ketua RT, serta berbagai pihak di lingkungan masyarakat untuk memperkenalkan diri sekaligus memahami kondisi, kebutuhan, dan potensi yang terdapat di wilayah RW 08. Dari proses tersebut, kami mulai membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat sebagai dasar dalam pelaksanaan berbagai kegiatan selama KKN.

Setelah mengenal lingkungan dan masyarakat, kami mulai melakukan pengamatan serta berdiskusi untuk menentukan program kerja yang sesuai dengan kondisi di lapangan. Berbagai ide kemudian dikembangkan menjadi beberapa kegiatan yang berfokus pada lingkungan, edukasi, kreativitas, dan pemberdayaan masyarakat. Dalam proses persiapannya, kami tidak berjalan sendiri. Kami mendapatkan dukungan dari pengurus RW dan RT, Greenfinity, Karang Taruna, kader Posyandu, pengelola Bank Sampah, serta masyarakat yang turut membantu menyediakan fasilitas, memberikan masukan, dan mendukung pelaksanaan kegiatan.

Memasuki tahap pelaksanaan, satu per satu program kerja mulai kami jalankan. Kami melaksanakan kegiatan penghijauan melalui penyebaran tanaman lidah mertua, membuat sistem penyiraman otomatis sebagai penerapan teknologi sederhana, serta membuat papan informasi di Bank Sampah untuk memberikan pemahaman mengenai jenis sampah yang dapat didaur ulang dan masa terurainya. Selain itu, kami juga melaksanakan kegiatan kreatif dengan memanfaatkan tutup botol bekas menjadi keychain. Setiap kegiatan menjadi pengalaman baru bagi kami karena tidak hanya melaksanakan program, tetapi juga belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan menyesuaikan diri dengan kondisi masyarakat.

Selama pelaksanaan KKN, tentunya terdapat berbagai tantangan dan kendala yang kami hadapi. Namun, melalui komunikasi, kerja sama, dan dukungan dari berbagai pihak, kendala tersebut dapat kami lalui bersama. Dari setiap kegiatan yang dilaksanakan, kami memperoleh banyak pengalaman dan pembelajaran mengenai bagaimana sebuah program dapat dirancang dan dijalankan dengan melibatkan masyarakat secara langsung.

Hingga akhirnya, waktu pelaksanaan KKN kami sampai pada penghujung kegiatan. Berbagai program yang telah direncanakan berhasil kami selesaikan dengan dukungan dari seluruh pihak yang terlibat. Kegiatan kemudian ditutup dengan acara malam puncak dan perpisahan KKN yang menjadi momen untuk mengenang perjalanan serta kebersamaan kami bersama masyarakat RW 08. Bagi kami, KKN bukan hanya tentang menjalankan program kerja, tetapi juga tentang membangun hubungan, belajar dari masyarakat, berbagi pengalaman, dan meninggalkan manfaat yang dapat terus dilanjutkan setelah kami kembali.

Perjalanan dari awal hingga akhir KKN menjadi pengalaman yang penuh dengan cerita, tantangan, kebersamaan, dan pembelajaran. Meskipun kegiatan KKN telah selesai, kami berharap hubungan baik yang telah terjalin serta berbagai program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian kecil dari upaya menciptakan lingkungan RW 08 yang lebih hijau, peduli, dan berkelanjutan.


Dokumentasi

Pembukaan KKN UMT Gebang Raya di Kantor Kelurahan Gebang Raya yang dihadiri oleh Sekretaris lurah, ketua RW 08, Pengurus RW 08, Dosen Pembimbing Lapangan, serta mahasiswa KKN Gebang Raya 

 

Kegiatan Kreasi pembuatan gantungan kunci (Keychain) dari tutup botol bekas bersama anak anak RW 08

 

Penyerahan Papan Informasi pemilahan sampah yang ditempatkan pada Bank Sampah RW 08 
Pengadaan Tanaman Lidah Mertua yang diberikan ke tiap pendopo RW 08
Pembuatan sistem penyiraman tanaman otomatis yang ditempatkan di Kebun Greenfinity RW 08/ RT 07
Caption 3

Penutup

Rangkaian program kerja KKN yang meliputi pembuatan sistem penyiraman tanaman otomatis, pembuatan papan informasi Bank Sampah, pengadaan tanaman lidah mertua, serta pemanfaatan tutup botol bekas menjadi keychain merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pengembangan lingkungan RW 08. Kegiatan tidak hanya berfokus pada hasil fisik, tetapi juga pada upaya memberikan edukasi dan membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Melalui pelaksanaan kegiatan tersebut, diharapkan hasil program dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir. Keberlanjutan program sangat bergantung pada kepedulian dan partisipasi masyarakat dalam merawat tanaman, menggunakan sistem yang telah dibuat, memanfaatkan papan informasi, serta menerapkan kebiasaan memilah dan memanfaatkan kembali sampah dalam kehidupan sehari-hari.

Penulis

Fadla Raihan

Fadla Raihan

S1-Ilmu Komunikasi