Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat untuk memahami berbagai kondisi dan permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar.
Pelaksanaan KKN UMT Tahun 2026 di wilayah Belendung dilatarbelakangi oleh adanya kebutuhan masyarakat dalam beberapa bidang, terutama pendidikan, lingkungan, perlindungan anak, digitalisasi ekonomi, dan kesehatan. Berdasarkan hasil observasi serta komunikasi dengan masyarakat dan perangkat wilayah, ditemukan beberapa hal yang perlu mendapatkan perhatian dan pendampingan.
Dalam bidang pendidikan, masih terdapat anak-anak yang membutuhkan pendampingan tambahan dalam proses belajar. Oleh karena itu, kegiatan bimbingan belajar (bimbel) menjadi salah satu program utama untuk membantu meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar anak-anak.
Dalam bidang perlindungan anak, isu bullying juga menjadi perhatian penting. Edukasi mengenai bullying diperlukan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai bentuk-bentuk perundungan, dampaknya, serta cara mencegah dan menghadapinya. Anak-anak perlu diberikan pemahaman bahwa lingkungan sekolah maupun lingkungan bermain harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan saling menghargai.
Dalam bidang lingkungan, program BAK dan Bank Sampah dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan serta mengelola sampah dengan baik. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk tidak hanya membuang sampah, tetapi juga memahami nilai dan manfaat dari pemilahan sampah.
Sementara itu, perkembangan teknologi dan transaksi digital juga mendorong perlunya edukasi mengenai penggunaan QRIS bagi pelaku usaha maupun masyarakat. Melalui program pembuatan QRIS, mahasiswa membantu masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar dapat memanfaatkan sistem pembayaran digital sehingga transaksi menjadi lebih mudah, praktis, dan mengikuti perkembangan teknologi.
Dalam bidang kesehatan, kegiatan pemeriksaan dan edukasi kesehatan dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Dengan adanya program-program tersebut, KKN UMT Belendung 2026 diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menciptakan hubungan yang baik antara mahasiswa, masyarakat, dan perangkat wilayah melalui kerja sama dan kegiatan yang berkelanjutan.
Kegiatan KKN UMT Belendung perlu dilaksanakan karena terdapat beberapa kebutuhan masyarakat yang dapat dibantu melalui keterlibatan mahasiswa, antara lain:
Pendidikan: masih terdapat anak-anak yang membutuhkan pendampingan dalam proses belajar. Kegiatan bimbingan belajar diperlukan sebagai sarana tambahan untuk membantu anak memahami materi pelajaran serta meningkatkan motivasi belajar.
Bidang Perlindungan Anak: bullying merupakan permasalahan yang dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi sosial dan psikologis anak. Oleh karena itu, edukasi mengenai bullying penting diberikan agar anak mampu mengenali tindakan perundungan, memahami dampaknya, serta membangun sikap saling menghargai.
Bidang Lingkungan: permasalahan sampah membutuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat. Program BAK dan Bank Sampah menjadi salah satu upaya untuk mengajak masyarakat memilah, mengumpulkan, dan mengelola sampah dengan lebih baik.
Bidang Ekonomi dan Digitalisasi: perkembangan sistem pembayaran digital memberikan peluang bagi pelaku UMKM untuk mempermudah transaksi dengan pelanggan. Pembuatan QRIS diperlukan agar pelaku usaha dapat menerima pembayaran secara digital dengan lebih praktis.
Bidang Kesehatan: kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan dan pola hidup sehat perlu terus ditingkatkan. Kegiatan kesehatan menjadi sarana untuk memberikan pemeriksaan sekaligus edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Dengan demikian, kegiatan KKN tidak hanya menjadi bentuk pengabdian mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai permasalahan dan meningkatkan potensi yang ada di wilayah Belendung.
Tujuan dilaksanakannya kegiatan KKN UMT Belendung 2026 adalah sebagai berikut:
Pelaksanaan KKN UMT Belendung 2025 memberikan beberapa dampak positif bagi masyarakat, antara lain:
1. Kegiatan BAK dan Bank Sampah
Program BAK dan Bank Sampah merupakan salah satu program utama KKN UMT Belendung 2025 yang berfokus pada permasalahan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah di masyarakat.
Kegiatan diawali dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pemilahan sampah. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang dapat dipisahkan, seperti sampah organik dan anorganik.
Selanjutnya, masyarakat diajak untuk mengumpulkan dan memilah sampah yang masih memiliki nilai guna maupun nilai ekonomi. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipisahkan berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dalam proses pengelolaan.
Melalui Bank Sampah, masyarakat diberikan pemahaman bahwa sampah tidak selalu menjadi sesuatu yang harus dibuang, tetapi dapat memiliki nilai apabila dikelola dengan baik. Program ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kebiasaan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Mahasiswa KKN berperan dalam membantu proses sosialisasi, pengumpulan, pemilahan, serta pendampingan kegiatan Bank Sampah. Kegiatan berlangsung dengan melibatkan masyarakat secara aktif sehingga diharapkan dapat terus dilaksanakan secara mandiri setelah program KKN selesai.
2. Kegiatan Bimbingan Belajar (Bimbel)
Program Bimbingan Belajar merupakan kegiatan yang ditujukan kepada anak-anak di wilayah Belendung sebagai bentuk pendampingan dalam bidang pendidikan.
Kegiatan bimbel diawali dengan perkenalan mahasiswa kepada anak-anak serta menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan. Anak-anak kemudian diberikan pendampingan berdasarkan kebutuhan dan tingkat kemampuan masing-masing.
Materi pembelajaran disesuaikan dengan pelajaran yang sedang dipelajari anak-anak di sekolah. Mahasiswa membantu peserta dalam mengerjakan tugas, memahami materi pelajaran, membaca, menulis, berhitung, serta memberikan latihan tambahan.
Agar kegiatan tidak terasa monoton, proses pembelajaran diselingi dengan permainan edukatif dan ice breaking. Anak-anak juga diberikan kesempatan untuk bertanya apabila mengalami kesulitan dalam memahami materi.
Kegiatan berlangsung dengan antusias. Anak-anak terlihat aktif mengikuti pembelajaran dan berinteraksi dengan mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat lebih percaya diri dalam belajar dan memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk meningkatkan prestasi akademiknya.
3. Edukasi Bullying
Kegiatan edukasi bullying dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian terhadap perlindungan dan kenyamanan anak-anak di lingkungan sekolah maupun tempat bermain.
Kegiatan diawali dengan pengenalan mengenai pengertian bullying serta contoh tindakan yang termasuk dalam perundungan. Mahasiswa memberikan penjelasan menggunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami oleh anak-anak.
Materi yang diberikan mencakup bentuk-bentuk bullying, seperti bullying secara verbal, fisik, sosial, maupun melalui media digital. Anak-anak juga diberikan pemahaman mengenai dampak bullying terhadap korban, baik dari segi perasaan, hubungan sosial, maupun proses belajar.
Selain itu, mahasiswa memberikan edukasi mengenai tindakan yang dapat dilakukan ketika melihat atau mengalami bullying. Anak-anak diarahkan untuk tidak melakukan perundungan, berani berbicara kepada orang dewasa yang dipercaya, serta membangun sikap saling menghargai dan membantu teman.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Anak-anak diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, menjawab pertanyaan, dan menceritakan pengalaman yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak dapat memahami bahwa setiap orang memiliki hak untuk merasa aman dan dihargai serta mampu menciptakan lingkungan pertemanan yang positif.
4. Pembuatan QRIS
Program pembuatan QRIS dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan digital kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM di wilayah Belendung.
Kegiatan diawali dengan memberikan penjelasan mengenai QRIS dan manfaat penggunaannya dalam kegiatan transaksi. Mahasiswa menjelaskan bahwa QRIS dapat membantu pelaku usaha menerima pembayaran secara digital sehingga transaksi menjadi lebih praktis.
Setelah memberikan edukasi, mahasiswa membantu masyarakat atau pelaku UMKM dalam proses pembuatan QRIS sesuai dengan prosedur yang berlaku. Mahasiswa juga memberikan pendampingan mengenai cara menggunakan QRIS serta cara menerima pembayaran dari pelanggan.
Kegiatan berlangsung secara interaktif karena masyarakat dapat langsung bertanya mengenai penggunaan QRIS dan kendala yang mungkin dihadapi dalam transaksi digital.
Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM di wilayah Belendung dapat mengikuti perkembangan teknologi dalam bidang pembayaran serta memberikan pilihan pembayaran yang lebih mudah bagi konsumen.
5. Kegiatan Kesehatan
Kegiatan kesehatan merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KKN UMT Belendung dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan.
Kegiatan dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat dan pihak yang memiliki kompetensi di bidang kesehatan. Masyarakat diberikan kesempatan untuk mengikuti pemeriksaan kesehatan sesuai dengan layanan yang tersedia.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa membantu proses pendaftaran dan pendataan peserta, mengarahkan masyarakat ke tempat pemeriksaan, serta membantu memastikan kegiatan berjalan dengan tertib.
Selain pemeriksaan, masyarakat juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, mengatur pola makan, melakukan aktivitas fisik, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
Masyarakat menunjukkan antusiasme yang baik selama kegiatan berlangsung. Beberapa warga juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan mereka.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Belendung semakin menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan upaya pencegahan terhadap berbagai masalah kesehatan sejak dini.

Edukasi Bersama Warga Mengenai Bak Sampah

Edukasi Sampah Bersama RA Dina Sakinah

Membuat Kerajinan Tangan Tie Dye Bersama Warga RT03/08

Cek Kesehatan Warga RT03/08
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Belendung Tahun 2026 merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Berbagai program kerja yang telah dilaksanakan, yaitu BAK dan Bank Sampah, Bimbingan Belajar (Bimbel), edukasi bullying, pembuatan QRIS, serta kegiatan kesehatan, menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah Belendung.
Melalui program BAK dan Bank Sampah, mahasiswa berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik. Program Bimbingan Belajar (Bimbel) memberikan pendampingan kepada anak-anak agar lebih memahami materi pembelajaran dan meningkatkan motivasi belajar. Edukasi bullying diberikan untuk menanamkan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya saling menghargai serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.
Program pembuatan QRIS memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mempermudah proses transaksi. Sementara itu, kegiatan kesehatan menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala.
Secara keseluruhan, kegiatan KKN UMT Belendung Tahun 2026 dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan, kerja sama, dan partisipasi dari berbagai pihak. Keterlibatan masyarakat, perangkat wilayah, pihak sekolah, pelaku UMKM, serta pihak terkait lainnya menjadi faktor penting dalam keberhasilan setiap program yang telah dilaksanakan.
Diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan selama KKN UMT Belendung Tahun 2026 tidak hanya memberikan manfaat selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat. Semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, peningkatan pendidikan, pencegahan bullying, pemanfaatan teknologi digital, serta kesadaran akan pentingnya kesehatan diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Akhir kata, mahasiswa KKN UMT Belendung Tahun 2026 mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat, perangkat wilayah, pihak sekolah, pelaku UMKM, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, bantuan, dan kerja sama selama pelaksanaan kegiatan. Semoga seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.
Syaufa Ramadhan