LAPORAN AKHIR KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) UMT DESA RANCABANGO

LAPORAN AKHIR KEGIATAN KULIAH KERJA NYATA (KKN) UMT DESA RANCABANGO

: Minggu, 26 Juli 2026 : Ranca Bango

Latar belakang kegiatan

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung serta berpartisipasi dalam menyelesaikan berbagai permasalahan yang terdapat di lingkungan sekitar.

Pelaksanaan KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang di Desa Ranca Bango diarahkan pada kegiatan yang memiliki manfaat langsung dan dapat diterapkan oleh masyarakat secara berkelanjutan. Berdasarkan kondisi dan kebutuhan masyarakat, program kerja yang dilaksanakan mencakup lima bidang utama, yaitu pendidikan, lingkungan, kesehatan keluarga, teknologi, serta energi dan literasi lingkungan.

Permasalahan lingkungan menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan kegiatan. Pengelolaan sampah rumah tangga, pemanfaatan limbah plastik, dan pengelolaan limbah organik masih membutuhkan perhatian serta edukasi yang berkelanjutan. Pada lingkungan sekolah, dilaksanakan program pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah pilah di SDN 4 Rancabango sekaligus edukasi prinsip 3R (reduce, reuse, recycle).

Pada lingkungan rumah tangga, limbah kulit bawang merah dimanfaatkan menjadi bahan dasar pupuk organik melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Lingkungan bersama kader PKK Desa Ranca Bango.

Selain itu, program Green & Healthy Family dilaksanakan melalui pemanfaatan galon bekas sebagai pot tanaman dan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Program Green & Smart Mosque di Masjid Baitussalam memanfaatkan QR Code sebagai sarana edukasi digital. Sementara itu, program Sadar Energi dan Lingkungan memberikan edukasi mengenai penghematan energi listrik, keselamatan kelistrikan rumah tangga, serta pemanfaatan website sebagai media edukasi digital.

Bagi mahasiswa atau pelaksana kegiatan selanjutnya, program-program tersebut dapat dikembangkan dengan menambahkan inovasi baru sesuai kebutuhan masyarakat. Kelima program tersebut memiliki keterkaitan yang saling mendukung. Program sekolah menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, program (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) PKK memberikan keterampilan pengelolaan limbah rumah tangga, Green & Healthy Family mendorong penghijauan dan kesehatan keluarga, Green & Smart Mosque menggabungkan kepedulian lingkungan dengan teknologi digital, sedangkan Sadar Energi dan Lingkungan meningkatkan literasi masyarakat mengenai penggunaan energi listrik secara hemat dan aman


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan KKN di Desa Ranca Bango perlu dilaksanakan karena permasalahan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berkaitan dengan pola perilaku, keterampilan masyarakat, pemanfaatan sumber daya, ketersediaan media edukasi, serta pemahaman mengenai penggunaan energi listrik.

Di lingkungan sekolah, keterbatasan fasilitas tempat sampah pilah dan kurangnya pembiasaan pemilahan sampah dapat menyebabkan sampah organik dan anorganik tercampur. Program pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah pilah menjadi solusi sederhana yang menggabungkan fasilitas dan edukasi.

Di tingkat rumah tangga, limbah kulit bawang merah dapat dimanfaatkan sebagai bahan pupuk organik. Melalui pelatihan, masyarakat memperoleh keterampilan untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan bagi tanaman.

Program Green & Healthy Family diperlukan untuk memperkenalkan pemanfaatan limbah plastik sebagai pot tanaman sekaligus mendorong penghijauan dan pemanfaatan TOGA. Di lingkungan masjid, penggunaan QR Code menjadi alternatif penyampaian informasi yang interaktif.

Program Sadar Energi dan Lingkungan diperlukan karena sebagian masyarakat masih memiliki keterbatasan pengetahuan mengenai efisiensi pemanfaatan energi listrik, perkiraan konsumsi listrik rumah tangga, keselamatan kelistrikan, serta dampak penggunaan energi terhadap lingkungan. Website Sadar Energi dan Lingkungan menyediakan informasi dan kalkulator konsumsi listrik yang dapat digunakan kembali oleh masyarakat.


Tujuan kegiatan

1.Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kebersihan dan kelestarian lingkungan.

2.Memberikan edukasi kepada siswa mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik serta penerapan prinsip 3R.

3.Memanfaatkan limbah galon bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna.

4.Meningkatkan keterampilan kader PKK dalam mengolah limbah kulit bawang merah menjadi pupuk organik.

5.Mengurangi jumlah limbah rumah tangga melalui kegiatan pemanfaatan dan pengolahan kembali.

6.Mendorong masyarakat melakukan penghijauan melalui pemanfaatan galon bekas sebagai pot dan penanaman TOGA.

7.Mendorong pemanfaatan lingkungan rumah sebagai ruang yang lebih hijau, sehat, dan produktif.

8.Memanfaatkan teknologi digital berupa QR Code dan website sebagai media edukasi.

9.Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan energi listrik secara hemat dan aman.

10.Meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai konsumsi listrik rumah tangga dan dampak penggunaan energi terhadap lingkungan.

11.Membangun kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, sekolah, pengurus masjid, kader PKK, dan pihak terkait.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Tangerang sebagai pelaksana program.
  • Pemerintah Desa Ranca Bango sebagai pihak yang mendukung dan membantu koordinasi kegiatan.
  • Siswa SDN 4 Rancabango sebagai sasaran kegiatan edukasi pemilahan sampah.
  • Guru dan pihak sekolah sebagai pendamping kegiatan di lingkungan sekolah.
  • Kader PKK Desa Ranca Bango sebagai peserta program pengolahan limbah kulit bawang merah.
  • Masyarakat dan keluarga di lingkungan Desa Ranca Bango sebagai sasaran Green & Healthy Family dan Sadar Energi dan Lingkungan.
  • Pengurus dan jamaah Masjid Baitussalam sebagai mitra Green & Smart Mosque.
  • Remaja masjid dan masyarakat sekitar sebagai bagian dari upaya meningkatkan partisipasi dalam kegiatan lingkungan dan digitalisasi informasi.

 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

1. Dampak di Bidang Pendidikan

Siswa memperoleh pengetahuan mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik melalui kegiatan yang bersifat praktis dan interaktif. Pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah pilah memberikan contoh nyata penerapan prinsip 3R.

2. Dampak di Bidang Lingkungan

Pemanfaatan limbah galon menjadi tempat sampah dan pot tanaman membantu mengubah material bekas menjadi produk yang memiliki nilai guna. Pengolahan kulit bawang merah menjadi pupuk organik dapat mengurangi pembuangan limbah organik rumah tangga.

3. Dampak di Bidang Kesehatan Keluarga

Penanaman TOGA memberikan alternatif pemanfaatan tanaman herbal di lingkungan rumah sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan lahan yang tersedia agar lebih produktif dan hijau.

4. Dampak di Bidang Teknologi

Pemanfaatan QR Code di Masjid Baitussalam memperkenalkan media edukasi digital yang dapat diakses menggunakan telepon seluler. Media tersebut menjadi alternatif penyampaian informasi yang interaktif.

5. Dampak di Bidang Energi dan Literasi Lingkungan

Program Sadar Energi dan Lingkungan memberikan peningkatan pemahaman mengenai penggunaan energi listrik secara efisien dan aman. Masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai kebiasaan sederhana dalam menghemat listrik, keselamatan penggunaan peralatan listrik, serta cara memperkirakan konsumsi listrik rumah tangga melalui kalkulator pada website. Kegiatan juga menumbuhkan kesadaran bahwa penggunaan energi secara bijak berkaitan dengan upaya mengurangi pemborosan energi dan mendukung kelestarian lingkungan.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Pelaksanaan KKN di Desa Ranca Bango diawali pada tanggal 20 juli 2026 dengan proses pengenalan lingkungan dan identifikasi kebutuhan masyarakat. Setelah permasalahan dan potensi yang ada diketahui, mahasiswa melakukan perencanaan program bersama pihak terkait.

Program pertama dilaksanakan di lingkungan sekolah melalui edukasi pemilahan sampah dan pemanfaatan galon bekas. Program kedua dilaksanakan bersama kader PKK melalui kegiatan Bimtek Lingkungan dan praktik pembuatan pupuk organik dari kulit bawang merah.

Program ketiga berupa Green & Healthy Family dilaksanakan dengan praktik pembuatan pot dari galon bekas dan penanaman TOGA. Program keempat dilaksanakan di Masjid Baitussalam melalui konsep Green & Smart Mosque dengan pembuatan papan informasi dan QR Code.

Program kelima berupa Sadar Energi dan Lingkungan dilaksanakan melalui observasi, pengembangan website, sosialisasi, demonstrasi, praktik penggunaan kalkulator konsumsi listrik, diskusi, dan evaluasi. Peserta dapat menghubungkan materi dengan penggunaan listrik sehari-hari di rumah.

Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan pendekatan partisipatif. Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai penyampai materi, tetapi juga terlibat dalam proses pembuatan, demonstrasi, pendampingan, dan evaluasi.


Dokumentasi

Penutup

Kesimpulan

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang di Desa Ranca Bango merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui lima program yang mencakup bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan keluarga, teknologi, serta energi dan literasi lingkungan.

Lima program utama tersebut terdiri atas pemanfaatan galon bekas menjadi tempat sampah pilah di sekolah, pengolahan kulit bawang merah menjadi pupuk organik, Green & Healthy Family melalui pot galon dan TOGA, Green & Smart Mosque melalui QR Code, serta Sadar Energi dan Lingkungan melalui website edukasi dan kalkulator konsumsi listrik.

Rangkaian kegiatan tidak hanya menghasilkan produk atau fasilitas, tetapi juga memberikan pengalaman dan pengetahuan kepada masyarakat. Pendekatan berupa sosialisasi, demonstrasi, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi membuat masyarakat dapat terlibat secara aktif.

Program Sadar Energi dan Lingkungan melengkapi rangkaian kegiatan dengan memberikan literasi mengenai penggunaan listrik secara efisien dan aman serta dampaknya terhadap lingkungan. Hasil evaluasi menunjukkan pemahaman peserta yang cukup baik dengan rata-rata nilai 84% dari 13 peserta.

Keberhasilan kegiatan KKN tidak terlepas dari kerja sama antara mahasiswa dengan masyarakat, pihak sekolah, kader PKK, pengurus masjid, dan pihak terkait. Keberlanjutan program sangat diharapkan agar manfaat yang telah diberikan dapat terus dirasakan oleh masyarakat setelah kegiatan KKN berakhir.

Saran

Masyarakat diharapkan dapat terus memanfaatkan fasilitas dan produk yang telah dibuat serta menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama kegiatan. Pihak sekolah diharapkan mempertahankan kebiasaan pemilahan sampah, kader PKK melanjutkan pengolahan limbah organik, masyarakat meneruskan penghijauan melalui TOGA, pengurus masjid mengembangkan media QR Code, serta masyarakat memanfaatkan website Sadar Energi dan Lingkungan untuk meningkatkan kebiasaan hemat dan aman dalam menggunakan listrik.

Bagi mahasiswa atau pelaksana kegiatan selanjutnya, program-program tersebut dapat dikembangkan dengan menambahkan inovasi baru sesuai kebutuhan masyarakat. 

Penulis

Nazimuddin Achmad

Nazimuddin Achmad

S1-Pend. Bahasa Inggris