Budidaya hidroponik merupakan salah satu metode bercocok tanam yang dapat diterapkan pada lahan terbatas dengan memanfaatkan air sebagai media utama dalam memenuhi kebutuhan tanaman. Metode ini menjadi salah satu alternatif dalam pemanfaatan lahan sekaligus mendukung kegiatan penghijauan dan ketahanan pangan di lingkungan masyarakat. Salah satu tanaman yang dapat dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik adalah pakcoy.
Setelah melalui berbagai tahapan, mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, pemeliharaan, pemberian nutrisi, hingga pemantauan pertumbuhan tanaman, pakcoy yang telah mencapai ukuran dan kondisi yang sesuai kemudian dapat dipanen. Panen menjadi tahap akhir dari rangkaian budidaya sekaligus menjadi bentuk nyata dari hasil perawatan tanaman yang telah dilakukan.
Melalui kegiatan KKN, mahasiswa bersama pengelola Kelompok Wanita Tani (KWT) melaksanakan panen pakcoy hidroponik. Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari keberlanjutan program budidaya hidroponik, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa dan masyarakat mengenai proses pemanenan hasil tanaman serta pemanfaatan lahan secara produktif.
Kegiatan panen perlu dilaksanakan ketika tanaman pakcoy telah mencapai kondisi yang sesuai untuk dipanen agar hasil budidaya dapat dimanfaatkan dengan baik. Panen juga menjadi indikator bahwa proses budidaya yang dilakukan sejak tahap penyemaian hingga pemeliharaan telah berjalan dengan baik.
Selain menghasilkan tanaman yang dapat dimanfaatkan, kegiatan panen memberikan motivasi kepada masyarakat untuk terus melakukan budidaya tanaman secara mandiri. Hasil yang diperoleh dapat menjadi bukti bahwa pemanfaatan lahan dengan sistem hidroponik dapat menghasilkan tanaman yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan diawali dengan melakukan pengecekan terhadap tanaman pakcoy yang telah dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik. Mahasiswa bersama pengelola KWT mengamati kondisi tanaman untuk memastikan pakcoy telah tumbuh dengan baik dan siap untuk dipanen. Setelah dilakukan pengecekan, proses panen mulai dilakukan secara bertahap. Tanaman pakcoy diambil dari sistem hidroponik dengan hati-hati agar bagian tanaman tetap dalam kondisi baik. Tanaman yang telah dipanen kemudian dikumpulkan dan disusun pada tempat yang telah disiapkan.
Mahasiswa dan pengelola KWT bekerja sama dalam proses pemanenan. Tanaman yang telah dipanen kemudian diperiksa kembali untuk memastikan kondisi dan kualitasnya. Bagian tanaman yang kurang baik atau tidak diperlukan dibersihkan sehingga hasil panen menjadi lebih rapi. Kegiatan panen berlangsung dengan lancar dan penuh antusias. Mahasiswa dapat melihat secara langsung hasil dari proses budidaya yang telah dilakukan melalui tahapan penyemaian, perawatan, hingga tanaman siap dipanen. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk berdiskusi bersama pengelola KWT mengenai perawatan tanaman dan rencana budidaya berikutnya.
Setelah seluruh tanaman yang siap panen selesai dipanen, area hidroponik dirapikan kembali. Peralatan dan media yang masih dapat digunakan dipersiapkan untuk mendukung kegiatan budidaya selanjutnya. Hasil panen kemudian dikumpulkan dan didokumentasikan sebagai bagian dari hasil pelaksanaan program kerja KKN.




Pelaksanaan panen pakcoy hidroponik berjalan dengan baik dan menjadi tahap akhir dari rangkaian budidaya tanaman yang telah dilakukan bersama pengelola KWT. Kegiatan ini menunjukkan hasil dari proses penyemaian, penanaman, dan pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara rutin.
Diharapkan keberhasilan panen ini dapat meningkatkan motivasi masyarakat untuk terus mengembangkan budidaya hidroponik sebagai salah satu bentuk pemanfaatan lahan secara produktif. Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi awal untuk melanjutkan siklus budidaya berikutnya sehingga program hidroponik dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Sisca Nurhaliza