mempersiapkan proker utama yaitu seminar cerdas dan membuat tanda mahasiswa kkn umt periuk jaya

mempersiapkan proker utama yaitu seminar cerdas dan membuat tanda mahasiswa kkn umt periuk jaya

: Minggu, 16 Agustus 2026 : Kelurahan Periuk Jaya

Latar belakang kegiatan

Pengelolaan sampah hingga saat ini masih menjadi salah satu tantangan lingkungan dan sosial yang memerlukan penanganan terpadu di tingkat masyarakat. Kurangnya sarana pembuangan yang memadai serta rendahnya pemahaman mengenai potensi ekonomi dari limbah rumah tangga sering kali menyebabkan penumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik. Padahal, jika dikelola secara cerdas dan kreatif, sampah tidak hanya sekadar limbah, melainkan dapat diubah menjadi sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi (nilai rupiah).
​Sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, program Kuliah Kerja Nyata (KKN) hadir untuk berkolaborasi dengan warga lokal dalam menghadirkan solusi konkret dan berkelanjutan. Untuk merespons permasalahan lingkungan yang ada, dirancang sebuah program kerja utama berupa Seminar Cerdas bertema "Pemanfaatan Sampah Menjadi Nilai Rupiah". Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi, wawasan praktis, serta mengubah cara pandang masyarakat agar mampu melihat sampah sebagai peluang usaha atau peningkatan pendapatan keluarga melalui konsep pemilahan dan daur ulang.
​Sebagai penutup dari seluruh rangkaian pengabdian, mahasiswa KKN meresmikan penyerahan tong sampah dan papan penanda/simbolis kepada pihak desa. Keberadaan tong sampah berfungsi sebagai sarana pembuangan yang representatif guna menumbuhkan kebiasaan hidup bersih warga, sedangkan papan penanda menjadi monumen fisik sekaligus simbol keberlanjutan hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Melalui kombinasi antara edukasi pemberdayaan ekonomi dan penyediaan fasilitas fisik ini, diharapkan kesadaran lingkungan warga terus terjaga serta memberikan dampak positif yang panjang meski masa KKN telah berakhir.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

​1. Pentingnya Seminar Cerdas ("Pemanfaatan Sampah Menjadi Nilai Rupiah")
​Mengubah Pola Pikir Masyarakat: Sebagian besar warga masih menganggap sampah sebagai limbah tidak berguna yang harus dibakar atau dibuang begitu saja. Edukasi diperlukan agar masyarakat paham bahwa sampah—seperti plastik, kertas, dan organik—memiliki nilai guna dan ekonomis jika dipilah dengan benar.
​Mendorong Kemandirian Ekonomi Lokal: Melalui pemahaman tentang daur ulang, pembuatan pupuk kompos, atau penyetoran ke bank sampah, masyarakat mendapat peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan (nilai rupiah) dari limbah rumah tangga mereka sendiri.
​Solusi Hulu Masalah Lingkungan: Menambah fasilitas fisik saja tidak cukup jika tidak disertai perubahan perilaku warga. Seminar ini menyasar edukasi di tingkat hulu agar volume sampah rumah tangga berkurang secara signifikan dari sumbernya.
​2. Pentingnya Penyediaan Tong Sampah & Papan Penanda
​Fasilitas Penunjang Kebersihan: Edukasi yang diperoleh warga saat seminar butuh sarana pendukung. Penyediaan tong sampah memfasilitasi warga untuk langsung mempraktikkan kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
​Peninggalan Fisik yang Berkelanjutan (Jejaq KKN): Program KKN bersifat sementara, tetapi dampaknya harus bertahan lama. Tong sampah dan papan penanda berfungsi sebagai simbol fisik pengingat pesan kebersihan serta kenang-kenangan yang terus dimanfaatkan warga meski masa KKN telah usai.
​Penguat Hubungan Silaturahmi: Papan simbolis menandai kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan desa, menciptakan kesan positif dan hubungan baik yang berkelanjutan.


Tujuan kegiatan

​1. Pentingnya Seminar Cerdas ("Pemanfaatan Sampah Menjadi Nilai Rupiah")
​Mengubah Pola Pikir Masyarakat: Sebagian besar warga masih menganggap sampah sebagai limbah tidak berguna yang harus dibakar atau dibuang begitu saja. Edukasi diperlukan agar masyarakat paham bahwa sampah—seperti plastik, kertas, dan organik—memiliki nilai guna dan ekonomis jika dipilah dengan benar.
​Mendorong Kemandirian Ekonomi Lokal: Melalui pemahaman tentang daur ulang, pembuatan pupuk kompos, atau penyetoran ke bank sampah, masyarakat mendapat peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan (nilai rupiah) dari limbah rumah tangga mereka sendiri.
​Solusi Hulu Masalah Lingkungan: Menambah fasilitas fisik saja tidak cukup jika tidak disertai perubahan perilaku warga. Seminar ini menyasar edukasi di tingkat hulu agar volume sampah rumah tangga berkurang secara signifikan dari sumbernya.
​2. Pentingnya Penyediaan Tong Sampah & Papan Penanda
​Fasilitas Penunjang Kebersihan: Edukasi yang diperoleh warga saat seminar butuh sarana pendukung. Penyediaan tong sampah memfasilitasi warga untuk langsung mempraktikkan kebiasaan memilah dan membuang sampah pada tempatnya.
​Peninggalan Fisik yang Berkelanjutan (Jejaq KKN): Program KKN bersifat sementara, tetapi dampaknya harus bertahan lama. Tong sampah dan papan penanda berfungsi sebagai simbol fisik pengingat pesan kebersihan serta kenang-kenangan yang terus dimanfaatkan warga meski masa KKN telah usai.
​Penguat Hubungan Silaturahmi: Papan simbolis menandai kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan desa, menciptakan kesan positif dan hubungan baik yang berkelanjutan.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • SELURUH MAHASISWA KKN KELURAHAN PERIUK JAYA


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Pagi itu, balai desa yang biasanya tenang mendadak riuh oleh antusiasme warga. Spanduk bertuliskan "Seminar Cerdas: Pemanfaatan Sampah Menjadi Nilai Rupiah" terbentang rapi di bagian depan ruangan, menyambut kedatangan ibu-ibu PKK, pemuda karang taruna, hingga tokoh masyarakat setempat yang penasaran dengan acara utama KKN kami.
​Sesi seminar dibuka dengan interaktif dan hangat. Kami menghadirkan pemateri yang mempraktikkan langsung cara memilah sampah rumah tangga serta mengubah limbah plastik dan organik menjadi barang bernilai ekonomis. Suasana semakin hidup ketika memasuki sesi demonstrasi: warga diajak melihat contoh produk daur ulang yang bernilai jual tinggi dan simulasi perhitungan keuntungan dari sistem Bank Sampah. Gelak tawa dan diskusi aktif mewarnai sesi tanya jawab, terutama saat ibu-ibu menyadari bahwa sampah dapur yang selama ini dibuang ternyata bisa "dapat duit".
​Setelah sesi seminar dan diskusi usai, acara berlanjut ke puncak kegiatan di area luar balai desa. Didampingi Kepala Desa dan perangkatnya, seluruh peserta bergerak menuju titik lokasi penempatan fasilitas baru. Momen haru sekaligus berkesan terasa saat kami secara simbolis menyerahkan dan menempatkan tong sampah pilah hasil swadaya tim KKN serta meresmikan papan penanda kenang-kenangan. Papan kayu yang terukir rapi itu ditancapkan bersama-sama sebagai simbol berakhirnya masa pengabdian KKN, sekaligus penanda dimulainya komitmen baru desa yang lebih bersih.
​Acara ditutup dengan foto bersama di depan papan simbolis tersebut. Senyum merekah dari para warga dan pelukan hangat dari tokoh masyarakat menjadi penutup yang manis. Mesikpun masa KKN kami telah usai secara formal, tawa, ilmu yang terbagi, dan fasilitas yang ditinggalkan menjadi jejak nyata bahwa pengabdian ini akan terus hidup di tengah masyarakat desa.


Dokumentasi

Penutup

Melalui pelaksanaan program kerja utama ini, diharapkan kegiatan Seminar Cerdas serta pembuatan tanda identitas mahasiswa KKN UMT Periuk Jaya tidak hanya memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat setempat, tetapi juga menjadi bukti nyata pengabdian dan jejak kontribusi positif mahasiswa di Wilayah Periuk Jaya."


 

Penulis

Shah Shahieza Sherly

Shah Shahieza Sherly

Transportasi