Sampah plastik hingga saat ini masih menjadi salah satu persoalan lingkungan yang belum terselesaikan dengan baik, tidak terkecuali di Desa Benda. Setiap harinya, aktivitas rumah tangga maupun kegiatan warga menghasilkan sampah plastik dalam jumlah yang tidak sedikit, mulai dari bungkus makanan ringan, kantong kresek, hingga botol dan gelas plastik bekas minuman. Sebagian besar sampah tersebut belum dikelola secara maksimal dan hanya berakhir di tempat pembuangan atau bahkan dibakar begitu saja, yang tentu berdampak buruk bagi kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Menyikapi kondisi tersebut, kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026 yang ditempatkan di Desa Benda menginisiasi program kerja pembuatan ecobrick sebagai salah satu upaya nyata dalam mengurangi timbunan sampah plastik. Ecobrick sendiri merupakan metode pengelolaan sampah dengan cara memadatkan sampah plastik yang sudah bersih dan kering ke dalam botol plastik bekas hingga mencapai kepadatan tertentu, sehingga dapat dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk yang berguna, seperti kursi, meja, hingga elemen bangunan sederhana.
Pada pelaksanaan sebelumnya, kegiatan pembuatan ecobrick ini sempat dijalankan oleh kelompok kami, namun karena keterbatasan waktu dan beberapa kendala teknis di lapangan, kegiatan tersebut belum dapat diselesaikan secara tuntas. Oleh karena itu, pada kesempatan kali ini kami kembali melanjutkan program kerja tersebut agar hasil yang diharapkan dapat benar-benar tercapai dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Benda.
Kegiatan pembuatan ecobrick ini perlu dilaksanakan dan diteruskan hingga tuntas karena beberapa alasan penting. Pertama, sampah plastik yang dibiarkan menumpuk tanpa pengelolaan yang tepat akan terus menjadi ancaman bagi kelestarian lingkungan, baik dari segi pencemaran tanah, air, maupun udara apabila dibakar secara sembarangan. Kedua, jika kegiatan yang sudah dirintis sebelumnya dibiarkan terbengkalai begitu saja, maka upaya dan hasil kerja yang telah dilakukan pada tahap awal akan menjadi sia-sia, padahal warga sudah mulai terlibat dan menunjukkan antusiasme terhadap program ini.
Selain itu, melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda juga menjadi bentuk tanggung jawab kelompok kami sebagai mahasiswa KKN untuk memastikan setiap program kerja yang dijalankan di tengah masyarakat benar-benar membawa hasil yang berkelanjutan, bukan sekadar formalitas atau kegiatan yang berhenti di tengah jalan. Dengan meneruskan pembuatan ecobrick ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengelola sampah plastik dapat semakin tertanam dan menjadi kebiasaan baik yang terus berlanjut meskipun masa KKN kelompok kami nantinya telah berakhir.
Kegiatan melanjutkan program kerja pembuatan ecobrick ini memiliki beberapa tujuan yang ingin dicapai. Tujuan pertama adalah untuk menuntaskan proses pembuatan ecobrick yang sebelumnya belum selesai, sehingga hasil akhirnya dapat benar-benar dimanfaatkan dan dilihat wujudnya oleh masyarakat. Tujuan kedua adalah untuk mengurangi volume sampah plastik yang ada di lingkungan Desa Benda dengan cara mengubahnya menjadi sesuatu yang lebih bernilai guna, bukan lagi menjadi limbah yang mencemari lingkungan.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan edukasi kepada masyarakat, khususnya warga Desa Benda, mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah plastik sejak dari rumah tangga. Melalui kegiatan ini, diharapkan warga tidak hanya memahami cara membuat ecobrick, tetapi juga tergerak untuk terus melanjutkan kebiasaan tersebut secara mandiri sebagai salah satu solusi sederhana namun berdampak dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar mereka.
Kegiatan ini dilaksanakan dan dikoordinasikan oleh kelompok mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026 yang ditempatkan di Desa Benda. Seluruh anggota kelompok turut berperan aktif dalam setiap tahapan kegiatan, mulai dari perencanaan, pengumpulan sampah plastik, proses pemadatan ke dalam botol, hingga penyelesaian akhir ecobrick yang sebelumnya sempat tertunda.
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan partisipasi warga sekitar yang turut membantu dan mendukung berjalannya program, baik dengan menyumbangkan sampah plastik bersih dari rumah masing-masing maupun dengan ikut serta secara langsung dalam proses pembuatan ecobrick. Kolaborasi antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat ini menjadi kunci penting agar kegiatan dapat berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan bersama.
Dari sisi lingkungan, kegiatan pembuatan ecobrick ini memberikan dampak positif berupa berkurangnya sampah plastik yang sebelumnya berpotensi mencemari tanah maupun perairan di sekitar Desa Benda. Sampah plastik yang tadinya dianggap tidak berguna kini dapat diolah menjadi bahan yang padat, kuat, dan dapat dimanfaatkan kembali, misalnya sebagai bahan pembuatan kursi, meja, atau bahkan sebagai elemen tambahan dalam pembangunan fasilitas sederhana di desa.
Dari sisi masyarakat, kegiatan ini memberikan dampak berupa peningkatan kesadaran warga terhadap pentingnya pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan. Warga yang terlibat langsung dalam proses pembuatan ecobrick memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan setelah program KKN ini selesai. Selain itu, terselesaikannya kegiatan ini juga memberikan contoh nyata bahwa suatu program yang sempat tertunda tetap bisa diselesaikan dengan baik apabila dikerjakan dengan komitmen dan kerja sama yang kuat.
Kegiatan melanjutkan pembuatan ecobrick ini diawali dengan evaluasi terhadap proses yang telah dilakukan sebelumnya, guna mengetahui sejauh mana progres yang sudah tercapai dan bagian mana yang masih perlu diselesaikan. Setelah itu, kelompok kami kembali mengumpulkan sampah plastik yang telah dipilah dan dibersihkan oleh warga, kemudian melanjutkan proses pemadatan sampah tersebut ke dalam botol-botol plastik bekas menggunakan alat bantu sederhana hingga botol benar-benar padat dan tidak mengandung rongga udara, sesuai dengan standar pembuatan ecobrick yang baik.
Selama proses berlangsung, anggota kelompok bekerja sama membagi tugas, mulai dari yang bertanggung jawab memilah jenis sampah, memotong plastik menjadi bagian kecil agar lebih mudah dipadatkan, hingga yang bertugas memastikan kepadatan setiap botol ecobrick sudah sesuai. Warga yang turut hadir juga dilibatkan secara langsung dalam proses ini, sehingga suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Setelah seluruh botol ecobrick selesai dipadatkan, kegiatan dilanjutkan dengan penataan dan pengecekan akhir untuk memastikan hasilnya siap digunakan atau dirangkai menjadi produk yang lebih bermanfaat.
Meskipun sempat mengalami beberapa kendala pada pelaksanaan sebelumnya, seperti keterbatasan waktu dan jumlah sampah plastik yang terkumpul, pada kesempatan kali ini kegiatan dapat berjalan dengan lebih lancar berkat perencanaan yang lebih matang serta dukungan penuh dari warga sekitar. Pada akhirnya, program kerja pembuatan ecobrick yang sebelumnya tertunda ini berhasil diselesaikan dengan baik oleh kelompok kami
Demikian laporan mengenai kegiatan melanjutkan program kerja pembuatan ecobrick yang telah dilaksanakan oleh kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) Tahun 2026 di Desa Benda. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial belaka, melainkan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, khususnya dalam upaya pengurangan sampah plastik dan peningkatan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang bijak.
Indri Angraini