Kegiatan mengajar Hidup bersih sehat Anak SD kelas 3-4

Kegiatan mengajar Hidup bersih sehat Anak SD kelas 3-4

: Kamis, 06 Agustus 2026 : Desa Binong

Latar belakang kegiatan

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu hal penting yang perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak perlu diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan agar dapat terhindar dari berbagai penyakit serta membiasakan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan mengajar PHBS kepada siswa kelas 3–4 SD dilaksanakan sebagai bentuk edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman tentang pentingnya mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan diri, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat.

Diharapkan melalui kegiatan pembelajaran yang dilakukan secara interaktif dan menyenangkan, siswa dapat memahami materi PHBS dengan baik serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Kegiatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui pengajaran kepada siswa SD kelas 3–4 dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) perlu dilakukan karena pada usia tersebut anak sedang berada pada tahap penting dalam pembentukan kebiasaan dan perilaku sehari-hari.

Beberapa alasannya:

  1. Membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini
    Anak SD lebih mudah menerima dan menerapkan kebiasaan baru. Pengajaran PHBS dapat membiasakan mereka untuk mencuci tangan, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengonsumsi makanan dan minuman yang sehat.
  2. Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anak
    Anak perlu memahami bukan hanya apa yang harus dilakukan, tetapi juga mengapa perilaku tersebut penting. Misalnya, mencuci tangan dapat membantu mencegah penyebaran kuman dan penyakit.
  3. Mencegah penyakit akibat perilaku hidup yang kurang sehat
    Kebiasaan yang tidak bersih dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Edukasi PHBS di sekolah menjadi salah satu upaya preventif untuk mengurangi risiko tersebut.
  4. Anak dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga
    Pengetahuan yang diperoleh di sekolah dapat dibawa pulang dan diterapkan di rumah. Anak juga dapat mengingatkan anggota keluarga untuk menjaga kebersihan dan kesehatan.
  5. Mendukung tujuan pendidikan dan kegiatan KKN
    Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu dan keterampilan komunikasi kepada masyarakat, tetapi juga memberikan kontribusi nyata kepada sekolah melalui edukasi kesehatan yang sederhana dan aplikatif.


Tujuan kegiatan

Tujuan kegiatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa SD kelas 3–4 dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) adalah:

  1. Meningkatkan pengetahuan siswa mengenai pentingnya pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Membentuk kebiasaan positif sejak dini, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan.
  3. Meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekolah.
  4. Mencegah terjadinya penyakit yang dapat disebabkan oleh perilaku hidup yang kurang bersih dan sehat.
  5. Mendorong siswa menjadi contoh bagi lingkungan sekitar, terutama keluarga dan teman sebaya, dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
  6. Memberikan kontribusi mahasiswa KKN dalam meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat melalui edukasi yang sederhana, menarik, dan mudah diterapkan oleh anak-anak.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • Regita 
  • rafly 
  • vikri candra 
  • salsa 
  • nana
  • farhan 
  • ilham 
  • eval 
  • janu 
  • nabila 
  • juana 


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Dampak kegiatan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) kepada siswa SD kelas 3–4 bagi masyarakat dan lingkungan antara lain:

Dampak bagi Masyarakat

  1. Meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
  2. Membentuk kebiasaan hidup sehat sejak dini yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di rumah maupun di lingkungan masyarakat.
  3. Mengurangi risiko penyebaran penyakit yang disebabkan oleh kebiasaan hidup yang kurang bersih.
  4. Mendorong peran anak sebagai agen perubahan, karena siswa dapat menerapkan dan mengajarkan kembali kebiasaan PHBS kepada keluarga dan teman.
  5. Meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui terbentuknya perilaku yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kesehatan.

Dampak bagi Lingkungan

  1. Meningkatkan kebersihan lingkungan sekolah dan sekitarnya, terutama melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
  2. Mengurangi pencemaran lingkungan akibat pembuangan sampah sembarangan.
  3. Menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat, bersih, dan nyaman bagi siswa maupun guru.
  4. Meningkatkan kepedulian siswa terhadap lingkungan, sehingga mereka lebih bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan.
  5. Membentuk budaya menjaga kebersihan secara berkelanjutan, bukan hanya selama kegiatan KKN berlangsung.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan Lomba Kolase Bertema Lingkungan dilaksanakan sebagai salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang bertujuan untuk meningkatkan kreativitas sekaligus menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa Sekolah Dasar dan dikemas dalam bentuk perlombaan agar siswa dapat belajar mengenai lingkungan dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan diawali dengan perkenalan mahasiswa KKN, kemudian mahasiswa menjelaskan tema dan aturan perlombaan kepada para siswa. Siswa diberikan kebebasan untuk menuangkan kreativitas mereka melalui karya kolase yang menggambarkan lingkungan yang bersih, sehat, dan asri. Sebelum perlombaan dimulai, mahasiswa juga memberikan contoh dan penjelasan singkat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

Setelah mendapatkan arahan, siswa mulai membuat karya kolase menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKN mendampingi dan membantu siswa apabila mengalami kesulitan, tanpa membatasi kreativitas masing-masing peserta. Para siswa terlihat antusias dan bersemangat dalam menyusun bahan serta menghasilkan karya sesuai dengan ide mereka.

Setelah waktu pengerjaan selesai, seluruh hasil karya dikumpulkan untuk dinilai berdasarkan beberapa aspek, seperti kreativitas, kerapian, kesesuaian dengan tema lingkungan, dan keunikan karya. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang dan pemberian apresiasi kepada para peserta.

Melalui kegiatan Lomba Kolase Bertema Lingkungan, siswa tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam membuat karya seni, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan rasa peduli terhadap lingkungan sejak dini dan mendorong siswa untuk menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.


Dokumentasi

 

C
Caption 3
Caption 4

 

 

Penutup

Kegiatan Lomba Kolase Bertema Lingkungan telah terlaksana dengan baik dan mendapat antusiasme positif dari para siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasi, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini. Nilai-nilai yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat diterapkan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat.

Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui pendekatan yang kreatif dan menyenangkan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, diharapkan hubungan antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dapat terjalin dengan baik serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan sekitar.

Penulis

Regita Dwi Azzahra

Regita Dwi Azzahra

S1-Ilmu Hukum