Kegiatan KKN tidak hanya diarahkan pada pelaksanaan program kerja utama, tetapi juga pada upaya membangun keterlibatan masyarakat melalui kegiatan sederhana yang dapat memberikan pengalaman langsung kepada warga, khususnya anak-anak. Taman Baca menjadi salah satu ruang yang terus dikembangkan agar tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga sebagai ruang belajar dan aktivitas yang dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasarkan hal tersebut, kelompok KKN melaksanakan kegiatan penanaman bibit kangkung bersama anak-anak di Taman Baca. Kegiatan ini menjadi media pembelajaran sederhana untuk mengenalkan proses bercocok tanam sekaligus menumbuhkan kepedulian anak terhadap lingkungan. Pada malam hari, kelompok kembali dibagi untuk mendampingi ibu-ibu dalam pembuatan kostum karnaval serta mengikuti latihan yel-yel bersama masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan evaluasi kelompok untuk menyusun strategi pelaksanaan program kerja lanjutan.
Penanaman bibit kangkung dilaksanakan sebagai kegiatan edukatif yang memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak mengenai proses menanam dan merawat tanaman. Sementara itu, pendampingan pembuatan kostum dan latihan yel-yel dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap persiapan kegiatan karnaval masyarakat. Evaluasi malam diperlukan untuk meninjau hasil kegiatan, mengidentifikasi kendala, serta memastikan program kerja berikutnya dapat berjalan lebih terarah.
Penanaman bibit kangkung memberikan pengalaman baru bagi anak-anak untuk mengenal proses pertumbuhan tanaman secara langsung. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah kecil dalam menanamkan kepedulian terhadap lingkungan melalui aktivitas yang sederhana dan menyenangkan. Pendampingan pembuatan kostum dan latihan yel-yel memperkuat interaksi antara mahasiswa dengan masyarakat sekaligus membantu warga mempersiapkan kegiatan karnaval. Evaluasi kelompok pada malam hari juga membantu memastikan program kerja lanjutan dapat disusun berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang ditemukan di lapangan.
Kegiatan dimulai pada sore hari di Taman Baca dengan penanaman bibit kangkung bersama anak-anak. Sebelum kegiatan dimulai, mahasiswa KKN memperkenalkan bibit dan menjelaskan secara sederhana mengenai cara menanam serta pentingnya merawat tanaman setelah ditanam. Anak-anak kemudian dilibatkan secara langsung dalam proses penanaman, mulai dari menyiapkan media tanam, membuat lubang, memasukkan bibit, hingga menyiram tanaman. Kegiatan berlangsung dengan suasana santai dan interaktif sehingga anak-anak dapat belajar melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui penjelasan.
Kegiatan penanaman ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menghidupkan Taman Baca sebagai ruang yang memiliki beragam aktivitas edukatif. Anak-anak tidak hanya datang untuk membaca atau bermain, tetapi juga memperoleh kesempatan mengenal lingkungan melalui kegiatan sederhana yang dapat dilakukan secara bersama-sama.
Pada malam hari, anggota kelompok kembali dibagi untuk mendampingi kegiatan masyarakat. Sebagian mahasiswa membantu ibu-ibu melanjutkan proses pembuatan kostum karnaval, khususnya pada bagian yang masih membutuhkan penyelesaian dan perapian. Pemanfaatan bahan daur ulang dalam pembuatan kostum juga menjadi bagian dari kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan barang yang sudah tidak digunakan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna.
Selain membantu pembuatan kostum, mahasiswa KKN turut mengikuti latihan yel-yel bersama masyarakat sebagai persiapan menghadapi kegiatan karnaval. Latihan dilakukan untuk membangun kekompakan, menyelaraskan suara dan gerakan, serta meningkatkan kepercayaan diri peserta sebelum tampil dalam kegiatan yang akan datang.
Setelah seluruh kegiatan selesai, kelompok kembali ke posko untuk melakukan evaluasi malam. Evaluasi membahas kegiatan yang telah dilaksanakan, perkembangan program kerja, kendala yang masih ditemukan, serta kebutuhan yang harus dipersiapkan. Hasil evaluasi kemudian digunakan sebagai dasar untuk menyusun strategi dan pembagian tugas dalam pelaksanaan program kerja lanjutan agar kegiatan berikutnya dapat berjalan lebih efektif dan terkoordinasi.




Rangkaian kegiatan hari ini menjadi bagian dari proses membangun keterlibatan masyarakat melalui pendekatan yang sederhana namun memiliki nilai edukatif dan sosial. Penanaman bibit kangkung memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak untuk mengenal lingkungan dan proses bercocok tanam, sementara kegiatan pembuatan kostum serta latihan yel-yel memperkuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mempersiapkan agenda bersama.
Melalui evaluasi yang dilakukan pada malam hari, kelompok KKN juga dapat melihat kembali perkembangan kegiatan secara lebih objektif dan menentukan langkah yang perlu dilakukan selanjutnya. Dengan adanya kesinambungan antara kegiatan lapangan, keterlibatan masyarakat, dan evaluasi internal, diharapkan program kerja KKN dapat terus berkembang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta memberikan manfaat yang lebih berkelanjutan.
Alfiah Fathinah Zayyan