Penguatan Partisipasi Masyarakat dan Keberlanjutan Program Berbasis Lingkungan

Penguatan Partisipasi Masyarakat dan Keberlanjutan Program Berbasis Lingkungan

: Minggu, 09 Agustus 2026 : Lengkong Kulon

Latar belakang kegiatan

Pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja selama mahasiswa berada di tengah masyarakat, tetapi juga bagaimana kegiatan yang telah dirintis dapat tetap berjalan setelah masa KKN berakhir. Oleh karena itu, kelompok KKN terus melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan bersama sekaligus membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki peran penting dalam keberlanjutan program.

Pada hari ini, kegiatan kelompok diarahkan pada beberapa aspek yang saling berkaitan. Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga lingkungan. Pada sore hari, kelompok melanjutkan kegiatan di Taman Baca dengan melakukan penataan fasilitas, termasuk menyortir buku dan merakit rak buku yang akan disumbangkan. Sementara itu, pada malam hari dilakukan penjajakan kembali mengenai jaringan pengepul sampah yang masih aktif serta pembahasan bersama Karang Taruna mengenai kemungkinan keberlanjutan program Bank Sampah setelah KKN selesai. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan ibu-ibu RT 02 dalam mempersiapkan kostum karnaval berbahan daur ulang.


Mengapa kegiatan tersebut perlu dilaksanakan

Pelaksanaan KKN tidak hanya berorientasi pada penyelesaian program kerja selama mahasiswa berada di tengah masyarakat, tetapi juga bagaimana kegiatan yang telah dirintis dapat tetap berjalan setelah masa KKN berakhir. Oleh karena itu, kelompok KKN terus melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui kegiatan bersama sekaligus membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang memiliki peran penting dalam keberlanjutan program.

Pada hari ini, kegiatan kelompok diarahkan pada beberapa aspek yang saling berkaitan. Kegiatan diawali dengan gotong royong bersama masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam menjaga lingkungan. Pada sore hari, kelompok melanjutkan kegiatan di Taman Baca dengan melakukan penataan fasilitas, termasuk menyortir buku dan merakit rak buku yang akan disumbangkan. Sementara itu, pada malam hari dilakukan penjajakan kembali mengenai jaringan pengepul sampah yang masih aktif serta pembahasan bersama Karang Taruna mengenai kemungkinan keberlanjutan program Bank Sampah setelah KKN selesai. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pendampingan ibu-ibu RT 02 dalam mempersiapkan kostum karnaval berbahan daur ulang.


Tujuan kegiatan

  1. Meningkatkan kepedulian dan partisipasi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.
  2. Menata kembali fasilitas Taman Baca agar lebih nyaman dan fungsional
  3. Menambah fasilitas Taman Baca melalui penyediaan rak buku.
  4. Mendapatkan informasi mengenai jaringan pengepul yang dapat mendukung operasional Bank Sampah.
  5. Membahas bentuk kolaborasi dengan Karang Taruna sebagai calon pihak yang melanjutkan program Bank Sampah.
  6. Mendukung kreativitas masyarakat melalui pemanfaatan bahan daur ulang untuk kostum karnaval.
  7. Memperkuat hubungan dan kerja sama antara mahasiswa KKN dengan masyarakat setempat.


Siapa saja yang terlibat pada kegiatan

  • mahasiswa KKN kelompok Lengkong Kulon


Apa dampak bagi masyarakat dan lingkungan

Kegiatan gotong royong memberikan dampak langsung terhadap kebersihan dan kenyamanan lingkungan, sekaligus memperkuat interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Penataan Taman Baca membuat fasilitas yang ada menjadi lebih terorganisir dan diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan anak-anak dalam membaca dan belajar.

Dalam pengembangan Bank Sampah, komunikasi dengan pihak RT, Pak Saman, dan Karang Taruna membuka peluang terbentuknya jaringan pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan. Khususnya, keterlibatan Karang Taruna menjadi penting karena keberlanjutan program setelah KKN membutuhkan penggerak dari masyarakat setempat. Sementara itu, pembuatan kostum dari bahan daur ulang memberikan contoh bahwa material yang sudah tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan menjadi karya kreatif sekaligus mendukung kegiatan masyarakat.


Ceritakan bagaimana kegiatan tersebut berjalan

Kegiatan dimulai pada pagi hari dengan gotong royong bersama masyarakat di lingkungan sekitar. Mahasiswa KKN ikut terlibat langsung dalam membersihkan area lingkungan, mengumpulkan sampah, serta merapikan beberapa bagian yang membutuhkan perhatian. Kegiatan berlangsung secara bersama-sama sehingga mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana program, tetapi turut berbaur dengan masyarakat dalam kegiatan yang memang sudah menjadi bagian dari aktivitas warga.

Pada sore hari, kelompok melanjutkan kegiatan di Taman Baca. Fokus kegiatan kali ini adalah melakukan penataan fasilitas agar ruang tersebut lebih terorganisir dan nyaman digunakan. Mahasiswa bersama pihak terkait melakukan sortir buku untuk memisahkan buku berdasarkan kondisi dan jenisnya. Setelah itu, kelompok merakit rak buku yang akan disumbangkan untuk menambah fasilitas penyimpanan buku di Taman Baca. Kegiatan ini dilakukan secara gotong royong dengan menyesuaikan kondisi ruang agar rak yang dipasang nantinya dapat digunakan secara efektif.

Setelah salat Magrib, kelompok KKN melakukan pertemuan dengan Ketua RT 01 untuk memperoleh informasi mengenai Pak Saman yang sebelumnya diketahui memiliki informasi mengenai pengepul sampah yang masih aktif. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya kelompok mencari jalur pengelolaan sampah yang realistis untuk mendukung program Bank Sampah. Informasi mengenai keberadaan pengepul menjadi penting karena keberlanjutan Bank Sampah tidak hanya membutuhkan tempat pengumpulan dan pencatatan sampah, tetapi juga membutuhkan pihak yang dapat menampung atau membeli hasil pemilahan sampah secara berkelanjutan.

Setelah salat Isya, kelompok melanjutkan koordinasi dengan Karang Taruna. Pembahasan kali ini lebih difokuskan pada keberlanjutan program utama Bank Sampah setelah masa KKN berakhir. Kelompok menyampaikan konsep dan mekanisme yang telah dirancang sekaligus mendiskusikan kemungkinan Karang Taruna mengambil peran dalam melanjutkan pengelolaan program. Pembahasan ini menjadi salah satu tahap penting karena kelompok ingin memastikan bahwa Bank Sampah tidak berhenti ketika mahasiswa kembali ke kampus. Karang Taruna diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak lokal yang meneruskan koordinasi, pengumpulan sampah, serta komunikasi dengan pihak pengepul apabila program telah berjalan.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengunjungi ibu-ibu RT 02 untuk membahas persiapan kostum karnaval. Mahasiswa KKN turut membantu proses pembuatan dan penyempurnaan kostum yang memanfaatkan bahan daur ulang. Selain membantu pengerjaan, mahasiswa juga berdiskusi mengenai bentuk dan penggunaan bahan agar kostum dapat dibuat semenarik mungkin sekaligus tetap nyaman digunakan. Kegiatan berlangsung dalam suasana santai dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkuat hubungan dengan masyarakat melalui kegiatan kreatif.


Dokumentasi

kegiatan gotong royong 
 
pembersihan Taman Baca 
pertemuan dengan pak saman (pengepul pribadi yang masih aktif)
petemuan karang taruna
koordinasi dengan ibu-ibu RT 02

Penutup

Rangkaian kegiatan hari ini menunjukkan bahwa pelaksanaan KKN tidak hanya berkaitan dengan menjalankan program yang telah direncanakan, tetapi juga membangun fondasi agar manfaat program dapat terus berjalan di masyarakat. Mulai dari gotong royong, penataan Taman Baca, hingga penjajakan jaringan pengepul dan pembahasan keberlanjutan Bank Sampah bersama Karang Taruna, setiap kegiatan memiliki keterkaitan dengan upaya membangun kemandirian masyarakat.

Khususnya dalam program Bank Sampah, keterlibatan masyarakat lokal menjadi hal yang sangat penting. Koordinasi dengan Karang Taruna dan pencarian informasi mengenai pengepul merupakan langkah awal untuk memastikan program memiliki ekosistem yang dapat berjalan setelah mahasiswa KKN selesai. Dengan adanya komunikasi dan pembagian peran yang jelas, diharapkan program yang telah dirintis tidak berhenti sebagai kegiatan sementara, tetapi dapat berkembang menjadi kebiasaan pengelolaan sampah yang dilakukan secara mandiri oleh masyarakat.

Penulis

Alfiah Fathinah Zayyan

Alfiah Fathinah Zayyan

S1-Manajemen